Bagi sahabat yang kena sihir dan diruqyah pasti seneng kalau selepas diruqyah sembuh. Lalu memujinya habis habisan. Ngggak boleh gitu. Simak Jangan Kau Puji Peruqyah yang Berhasil Menyembukan Sihir.
JANGAN KAU PUJI PERUQYAH SETINGGI LANGIT KARENA BISA MENYEMBUHKANMU
saya sering membaca santapan rohani,, dlu saya setiap berobat ke dukun ke perukiah,, klu udah sembuh 2 hari ,,seneng nya minta ampun, sampai2 amplop nya di tambah lagi,, bahkan di hati saya slu di dahulukan mahluk,, setelah saya baca santapan rohani, ternyata saya salah besar
Jawab: Nah sahabat sudah sering baca artikel santapan rohani belum? Kalau belum segera scrol scroll lalu temukan artikel dengan judul santapan rohani ya? Jika anda membacanya dengan hati saya jamin hatimu lebih tenang dari sebelumnya.
Banyak sahabat yang kena sihir berobat ke dukun atau orang pintar. Ada banyak juga yang datang ke peruqyah dari beberapa organisasi misalnya dari peruqyah organisasi ruqyah syariyyah seperti Rehab Hati, QHI dll. Pun dari dari organisasi ruqyah aswaja seperti KBRA, JRA. Sementara bagi orang kampung yang kena santet baisanya datang ke kyai kampung setempat.
Masing masing punya cara dan metode ruqyah sendiri. Ada yang pakai jasa jin, ada yang pakai air doa, ada yang dengan kalimat doa, ada yang pakai sholawat dan ada yang pakai ayat Al Quran. Dan ketika anda berobat kadang keluhannya reda, plong dan merasa sembuh.
Bukan main bahagianya pasien sebab penderitaan yang selama ini diarsakan seakan akan menguap dan hilang. Lalu Kebahagiaannya dilampiaskan kepada praktisi atau peruqyah yang mengobatinya. Puja puji keluar dari lisannya plus amplop yang lebih tebal.
Sehari dua hari masih plong rasanya, dunia seperti kembali. Hari ketiga mulai datang lagi bisikan negatif, teringat masa lalu, dada bergemuruh. Hari ke empat muncul lagi prasangka, kebencian, kemarahan, dendam dll. Seiring dengan kumat lagi sakitnya, cekcok lagi dengan pasangannya, kerasukan lagi, teriak teriak lagi.
Saat diobati sembuh lagi, kasih amplop tebal lagi tapi kumat lagi. Begitu seterusnya. Mengapa bisa demikian?
Jawabannya kalau anda sudah ngikutin tulisan tulisan saya seharusnya paham karena memang demikian adanya. Saat diruqyah jinnya pergi, sebagian sek4rat sebagian sakit. Yang sakit diobati, yang sek4rat disembuhkan yang ditandai dengan mimpi makan, keramaian, hajatan. Setelah itu menyerang lagi begitu seterusnya sampai anda lelah dan capek.
Apakah salah ketika penyakitnya smebuh lalu kasih amplop tebal kepada peruqyah? Nggak salah dan itu bagus. Kasih penghargaan yang pantas buat mereka yang membantumu. Kecuali anda berobat ke dukun dan orang pintar dimana saya tidak menyarankan. Karena anda hanya akan ditambahkan jin dalam tubuhmu.
Cuman kebahagiaanmu jangan kau berikan kepada mahluk. Puja pujimu jangan kau sampaikan kepada mahluk akan tetapi sampaikan kepada Allah. Ucapan lisan boleh kepada mahluk yaitu dalam bentuk ucapan terimakasih plus amplop tebal, hadiah, oleh oleh dll. Tetapi bahasa hati dalam bentuk rasa bahagia, senang, gembira dll getarkan kepada Allah saja bukan kepada yang lain.
Ketika engkau bahagia luar biasa lalu diarahkan kepada mahluk maka suatu saat kamu pasti kecewa. Sebab mahluk yang kamu tuhankan itu ternyata tidak punya daya dan upaya. Tetapi jika kamu sampaikan kebahagiaan puja dan pujimu kepada Allah pasti tidak akan pernah mengencewakan. Bahkan suatu saat engkau akan diberikan kesembuhan yang sempurna sebagai bonus saja. Sebab hadiah utama adalah engkau mengenalNya dengan sebenar benarnya.
Oleh karena itu belajarnya dari sekarang. Hatimu harus hidup dari sekarang dimuali dari hal hal kecil dulu. Bisa bangun pagi dengan bugar ingat Allah yang menghidupkan lalu kamu merasa senang. Sarapan pagi nasi sama telor sehingga kenyang segera ingat Allah yang kasih rezeki, lalu hatimu bahagia. Hari ini dapat untung 50.000 segera ingat Allah dan ucapkan terimakasihmu dalam bentuk rasa bersyukur kepadaNya.
Lalu lanjut belajar memuji Allah dengan sekecil apapun perkembangan positif yang kamu alami dan rasakan. Lihat suami senyum segera ingat Allah lalu ucapkan hamdalah. Lihat anak bisa bermain bahagia meskipun dirimu kena sihir langsung ingat Allah. Ruqyah hari ini bisa mual mual dan sendawa lansgung ingat Allah dan ucapkan sholawat. Selesai ruqyah rumah lalu nemu tikus m4ti langsung ucapkan syukur kepada Allah.
Ketika diruqyah oleh peruqyah lalu muntah muntah dan plong segera bahagiamu disampaikan kepada Allah. Jangan bahagiamu dilampiaskan kepada peruqyah lalu kasih amplop melebihi kemampuan. Akan tetapi ucapkan terimakasih kepada peruqyahmu lalu berikan hadiah sepantasnya kepada mereka. Ketika membaca artikel saya atau membaca kitab penghancur sihir lalu anda paham dan mengerti segera sampaikan puja pujimu kepada Yang Maha Berilmu. Jangan puji pendekar langit. Sebab saya tidak punya ilmu apa apa. Adapun ilmu yang saya sampaikan 100% dari Allah, bukan dari diri sendiri atau orang lain.
Ketika anda menggunakan media ruqyah klinik pendekar langit lalu muntah muntah, kemudian merasa plong segera ingat Allah. Plongmu, redamu, sembuhmu itu bukan dari pendekar langit tapi dari Allah. Saya hanya menitipkan kalam Allah pada media ruqyah klinik pendekar langit yang anda pakai. Sedangkan yang empunya kalam bukan saya tetapi Allah.
Anda boleh mengucapkan terimakasih kepada saya, peruqyah, kyai, ustadz dll plus amplopnya. Karena berterimakasih kepada mahluk sama saja dengan berterimakasih kepada Allah. Dalam bahasa lain kamu memberikan amplop kepada peruqyah itu sama saja memberikan amplop kepada Allah. Mata lahiriahmu boleh memandang mahluk, tetapi mata hatimu wajib memandang Allah. Allah tidka butuh uangmu, amplopmu, hadiahmu dll tetapi Allah melihat kemana wajah iman dalam hatimu menghadap pada saat memberi atau pada saat diberikan kesembuhan.
Belajar praktekkan ini dalam kehidupan sehari hari. Maka dijamin tidak pakai Insya Allah pasti kamu tidak akan kecewa. Kamu pasti akan selalu berada dalam kebahagiaan, kedamaian dan keselamatan.
Dan jangan lupa sekali lagi sering dibaca tulisan santapan rohani ya? Biar qalbumu semakin bersinar terang.
Syukron
Klinik Pendekar Langit

Tidak ada komentar:
Posting Komentar