Jadi peruqyah resikonya besar loh? Jangan main main. Kalau belum siap mending jangan terlalu berani. Simak Kisah Serangan Balik ke Peruqyah Sampai Meninggal Dunia.
MEREKA TUMB4NG & MENINGG4L DUNIA GARA GARA MEMBANTU MERUQYAHMU
Namun ironi nya, sy selalu dikirimi trus dan dibuat bolak balik trus dikarenakan si pengirim tdk menyerah seblm sy ini sesuai dngn kemauan sipengirim. Dan pada akhir nya siperuqyah sy akhir nya meninggal dunia. Maaf kdng smpt terbesit bisikan syaithon, apa perlu sy harus ke dukun santet jg utk menyantet/membalas dia jg 🙏🙏🙏 (Sahabat 1)
Mimpinya banyak bgt ustad. Yg buruk buruk ada. Setiap saya berobat ke kyai atau rukyah. Selalu jawabanya tumbal pesugihan. Dan yg menangani saya byk yg sakit,bahkan sampai meninggal dunia setelah bilang ke saya bahwa saya mau ditumbalkan buat pesugihan. trs setiap ada teman yg mau mencarikan obat buat saya ,ada yg dibuat kecel4kkan sampai patah tulang. (Sahabat 2)
Jawab: Tuh kalau nggak percaya. 2 Contoh diatas sudah cukup menggambarkan bahwa resiko menolong apalagi mengobati sahabat yang kena sihir atau santet besar sekali. Yang coba coba ikut campur bisa dibikin sakit, kecelakaan bahkan tidak jarang meninggal dunia. Ngeri nggak tuh?
Bagaimana kalau saat anda mendatangi orang yang kena santet lalu korbannya bilang begini, "Maaf ustadz, sebelumnya sudah ada beberapa orang yang berusaha membantu kami, tapi mereka kena serangan balik sehingga meninggal dunia". Keder nggak tuh.
Makanya hargailah peruqyahmu dan ustadzmu dan temanmu yang masih peduli kepadamu... Dan dari beberapa peruqyah yang saya kenal mereka mau meruqyah pasien karena itulah satu satunya cara untuk bisa memberi makan anak istri mereka. Sehingga resiko terbesarpun diambil demi keluarga.
Saat dahulu kami kena sihir juga begitu. Teman teman saya disabotase semua. Sebelumnya masih peduli tiba tiba membenci dan menjauh pergi. Sahabat saya yang lainnya ada yang di PHK, kerjaannya diganggu atau rumah tangganya dibikin kacau. Satu teman terbaik saya yang selalu mendampingi disaat saya terjatuh malah meinggal dunia karena diabet. Entah relate atau tidak yang jelas dialah teman terbaikku.
"Apakah setan bisa mencelakakan peruqyah?"
Kalau peruqyah yang dimaksud adalah orang pintar, paranormal atau kyai yang menggunakan jasa jin maka resiko mereka sangat besar. Jika sihirnya lebih kuat bisa bisa orang pintarnya sek4rat atau m4t1. Yaitu pada saat jin sihir mampu membnh khodamnya orang pintar tersebut.
Kalau peruqyah yang dimaksud adalah mereka yang meruqyahmu dengan doa dan bacaan Al Quran dan tidak meminta bantuan jin jarang sekali yang sampai meninggal dunia. Paling dibisiki dengan bisikan "merasa ruqyahnya paling hebat". Atau keluarganya diteror dengan mimpi buruk. Atau dibikin suka dengan pasien. Atau dibikin usahanya jadi sepi.
Cuma kalau peruqyahnya memiliki riwayat penyakit medis harus lebih berhati hati saat meruqyah pasien. Sebab setan yang marah akan mendiami penyakit anda sehingga mudah kambuh dan semakin bertambah parah.
Intinya adalah mengobati orang yang kena sihir/ santet itu penuh dengan resiko. Apalagi peruqyah yang imannya cukup kuat dan mampu memporak porandakan markas setan. Maka dukun dan para setan setannya akan menuntut balas. Mereka akan mencari celah terkecil untuk masuk dan menyer4ngmu.
Kecuali yang ngobatin kurang pengalaman plus imannya dangkal kayak saya. Hanya akan dipermainkan setan melalui khayalan, prasangka dan pikirannya. Setannya pura pura kesakitan, pura pura masuk islam, pura pura tobat, pura pura mau keluar padahal aslinya b0dong bin b0hong. Atau pura pura kerasukan dan mengatakan peruqyahnya hebat banget, dukunnya sampai m4ti, jin jinnya pada terb4kar dll yang membuat peruqyahnya b3sar kepala.
"Kalau pak Ust pernah dapat serangan balik tidak?"
Ada, yaitu beberapa netizen yang komentarnya pedes seperti seblak level 10.. Hehehe.
Oleh karena itu sekali lagi hargailah mereka para peruqyah yang peduli kepadamu. Apapun niatan mereka apakah profesi, sambilan, dakwah atau apapun yang jelas mereka sudah mau meruqyahmu. Sementara resiko besar menanti dibelakang.
Sip?
Wallahu A'lam
Klinik Pendekar Langit

Tidak ada komentar:
Posting Komentar