Ada sahabat yang takut dan malu guyur depan rumahnya. Malu sama tetangga. Kalau Mau Sembuh Abaikan Omongan Tetangga Saat Ruqyah Rumah.
SARAN SAYA ABAIKAN OMONGAN TETANGGA, KITA HANYA INGIN SEMBUH
Baik ustadz bagaimana kalo pelakunya d dpn mata.saya dan klrg itu d pantau 24 jam ustadz.bahkan pelopornya temboknya gandeng ustadz dari kmrn saya d kirim trs ustadz PG siang sore MLM ustadz Maksudnya kalo saya siram" air pasti mereka tau ustadz (Sahabat 1)
Iya tadz, soalnya orang2 bilang klo ruqiah rumah jangan sampai ketahuan orang.takutnya yg lihat yg ngirim sihir. Lalu yg garam putih ada kayu2nya nanti buat apa itu tadz (Sahabat 2)
Catatan Nama barang : Minyak urut. Pengirim mohon cantumkan nama bapak saja, bukan klinik pendekar langit. Untuk menghindari omongan tetangga. (Sahabat 3)
Jawab: Dulu saya kena sihir sampai ancur ancuran. Penderitaannya jiwa dan raga, pedih perih tak terlukiskan. Setelah saya tahu kalau kami kena sihir, selain pergi ke peruqyah, pakai media ruqyah kami juga ruqyah rumah.
Awal awal saya ruqyah rumah, guyur depan rumah, sebar garam diatap dll sembunyi sembunyi pada malam hari atau pagi buta. Saya takut dan malu kalau tetangga liatin. Nanti disangka macam macam.
Semakin lama hidupku semakin hancur sehingga memutuskan untuk ruqyah holistik. Setiap hari siram dan guyur depan rumah. Mau siang, sore malam terus saya lakukan. Sab0do teuing dengan omongan tetangga. Mereka nggak ngerasain betapa pedihnya penderitaan karena santet.
Bahkan saya tidak peduli dengan pelaku sihir. Meskipun setelah siram siram biasanya mimpi makan, prasmanan, hajatan, keramaian dll yang menandakan ada jual beli serangan. Pernagnya sudah perang terbuka, hadap hadapan. Ya udah gue j4banin saja. Ayuk ajalah. Aku yang m4ti atau kalian yang bin4sa. Seharusnya seperti ini semangatnya.
Mau dibilang sesat, dukun, musyrik, bid'ah B0D0o amat. Toh selama ini mereka nggak bantu dan tidak ada yang peduli. Yang ada malah nyinyirin. Menjadikan aib kami sebagai bahan gunjingan plus bumbu bumbu penyedap rasa. Kami hanya ingin sembuh... Itu saja.
Bahkan sekarang saat saya edukasi di media sosial kadang ada satu dua netizen yang nuduh macem macem. Komentarnya p3das. Bod0 amat. Terserah lamb3mu saja. Mau nuduh, ngehujat, dibilang sesat, syirik, dukun atau apapun terserah kamu. Kalian nggak ngalami jadi asal nj3pl4k aja.
Makanya saya ingin tanya kepada sahabat korban sihir, kalian ingin sembuh nggak?
Kalau ingin sembuh saran saya abaikan omongan tetangga dan semua orang. Bahkan orang tuamu sendiri. Beliau nggak paham jadi dimaklumi saja. Kadang ngomongnya macem macem, nyl3kit, ngom3l dll. Dibilang sesat, halu, lemah iman, lebay dll. Korban sihir harus membiasakan diri dibegituin. Mau siram siram atau enggak sudah nasibmu pasti kena fitnahan, gunjingan dll.
Kalau tetangga, kerabat atau teman nyiny1rin kamu biarkan saja. Diem aja nggak usah cerita. Sebab ceritapun percuma malah anda semakin dijadikan bahan 3jekan. "Saya tuh ruqyah rumah, siram siram dll karena kena santet". Kalau anda ngomong begini nggak ada yang percaya. Malah semakin nyebar beritamu bahwa kamu itu halu. Lalu mulai muncul fitnah fitnah baru.
B0do amat seluruh mahluk di bumi ini menuduhmu macem macem. Toh Allah Maha Tahu yang sebenarnya. Makanya belajar jangan liat mahluk tapi lihatlah Allah. Allah memberikan ujian berupa sihir supaya kamu mengerjakan dengan benar. Bukan malah malu kepada omongan tetanggamu.
Ini sekedar saran saja, boleh dilakukan boleh juga tidak. Terserah anda saja. Cuman tujuan kita khan satu, yaitu ingin sembuh. Kalau mau sembuh abaikan omongan orang lain, fokus kepada kesembuhan. Maju terus pantang mundur.
Begitu kira kira
Wallaahu A'lam
Klinik Pendekar Langit

Tidak ada komentar:
Posting Komentar