Kesedihanmu adalah panggilan. Musibah bertubi tubi yang engkau alami adalah panggilan Tuhan. Simak Wahai Jiwa yang Sedih & Merana, Engkau Hanya di Suruh Pulang.
SANTAPAN ROHANI, WAHAI JIWA YANG SEDIH DAN MERANA, PULANGLAH...
Ini suamiku akhir2 ini pikirannya terlihat kacau .TDK semangat .pikirannya mati2 terus . Kayak pikiranku dulu saat blum kenal rukyah penuh dg putus asa. Apa kira2 serangan rasa2 seperti itu pindah ke suami . Aku klo habis rukyah pasti semangat lagi TDK putus asa . Tp rasa2 seperti itu kayaknya pindah ke suami kayak gak ada harapan hidup saat mikir beban2 hidup jadi gak bergairah . Apa solusinya tadZ🙏
Jawab: Malam ini saya mau menjelaskan kepada kalian tingkatan atau lapisan lapisan manusia. Artinya saya dan anda bisa disebut manusia yang bisa melakukan segalanya sebab memiliki lapisan lapisan dimensi/ alam.
Jadi ceritanya anak anak adam dilempar dari alam surga ke alam dunia. Ketika disurga lapisan tubuh Adam masih sangat menyilaukan (halus) sehingga mustahil bisa sampai ke dunia kalau tidak diberikan pakaian.
Lalu ruh Adam (anda) diberikan berlapis lapis pakaian sehingga bisa turun ke langit dibawahnya. Kalau kata iklan wafer tango, Ada berapa lapis? Ratusan.. Kalau hanya dikasih beberapa lapis baju saja cahaya ruh masih sangat menyilaukan, akhirnya diberilah ratusan lapis pakaian. Bahasa lainnya dikasih hijab, penutup, tirau, cover, kafaro atau semacamnya.
Setelah dikasih ratusan lapis pakaian akhirnya Adam (anda) bisa turun ke langit yang lebih rendah. Disebut dengan dimensi qalbu. Dimensi ini masih sangat tinggi dan menyilaukan selevel dengan malaikat jibril. Lalu dilangit ini, Adam dikasih lagi ratusan lapis pakaian/ cover/ hijab untuk memudian turun lagi ke langit yang lebih rendah. Begitu seterusnya sampai 7 kali atau berkali kali.
Akhirnya setelah dikasih ratusan pakaian yang berbeda, si ruh turun ke langit yang lebih rendah yaitu alam atau dimensi jiwa. Dimensi inilah jarak terdekat dengan dimensi langit yang bercahaya. Jin yang hendak mencuri berita dari langit memulainya dari dimensi ini. Tapi sekarang setan setan yang berusaha mencuri berita langit akan dikejar oleh pijaran api dari langit.
Ceritanya di dimensi atau alam jiwa ini adalah alamnya para mahluk halus seperti jin, setan dan Iblis. Pun alamnya para arwah atau barzakhnya orang orang yang sudah meninggal. Dimensi jiwa juga berlapis lapis sehingga untuk turun ke langit yang lebih rendah, Adam harus dikasih lagi baju baju yang lainnya.
Setelah sekian ratus pakaian dikenakan akhirnya Adam (anda) bisa turun ke langit yang lebih rendah berikutnya yaitu alam/ dimensi akal. Disini juga berdiam berbagai mahluk berakal lainnya dari jenis jin, setan dan iblis.
Setelah dikasih ratusan baju lainnya akhirnya Adam (anda) bisa turun ke alam paling rendah, yaitu alam materi atau alam jasad. Nah sekarang anda mahluk dari langit akhirnya berhasil turun ke dimensi terendah untuk mengemban ujian. Apa ujiannya? Ujiannya adalah melepas satu persatu bajumu.. Artinya untuk kembali ke langit tertinggi, saya dan anda harus rela melepas baju baju kebesaranmu.
Tapi ketahuilah melepas satu baju kebesaran saja rasa sakitnya sudah tak tertahankan, seperti dikuliti hdp2. Apalagi harus melepas ratusan baju/ hijab/ tirai? Tentu rasa sakitnya cetar membahana.
Supaya anda mudah paham bayangkan analogi berikut ini:
Menurut sains alam semesta berawal dari satu ledakan besar yang berisi cahaya. Setiap cahaya yang terpecah belah memiliki energi yang kalau dihitung maka kalkulatormu bisa terbakar. Kalau bahasa spiritualnya inilah nur atau cahaya Allah.
Cahaya dengan energi tak terhingga ini berpencar dan berputar membentuk pola pola energi. Setelah sekian milyard tahun akhirnya pusaran energi ini membentuk trilyunan galaksi. Pada awal pembentukan galaksi, setiap bintang dan planetnya masih membentuk cahaya yang memiliki sihir yang teramat sangat panas. Bahasa spiritualnya, untuk meredam gejolak bintang, maka bintang bintang ini diberikan ratusan lapis pakaian.
Sekarang marilah kita tamasya menuju tata surya. Secara pandangan lahiriah matahari adalah bintang/ langit terdekat. Hal ini dikarenakan cahaya matahari paling terang. Bintang inilah yang memerintahkan planet dan bulan bulanya mulai dari merkuris, bumi sampai pluto untuk sholat dan thowaf mengelilingi atau menghadapnya. Bahasa sainsnya matahari adalah kiblat bagi rotasi dan revolusi planet di tata surya. Bahasa spiritualnya matahari (qalbu) adalah kiblat bagi jiwa untuk menghadap.
Tahukah anda bahwa dahulu bumi ini sebelum seperti sekarang pernah juga bergejolak. Bumi milyaran tahun yang lalu adalah gumpalan gas yang berputar putar membentuk bola api dengan panas yang luar biasa tinggi. Setelah bumi dikasih ratusan baju akhirnya mulai jinak dan menjadi seperti sekarang.
Dan perjalanan manusia saat turun ke langit dunia seiring dengan pembentukan semesta. Paling tidak analoginya seperti itu. Jika matahari adalah qalbu maka jiwa adalah bulan yang memantulkan cahaya matahri. Sementara bumi adalah jasad/ ragamu.
Kalau dalam ESQ adalah SQ atau spiritual qotient, yaitu kecerdasan spiritual. Dibawahnya ada EQ atau kecerdasan emosi. Lalu dibawahnya lagi ada IQ atau kecerdasan akal. Dari 3 kecerdasan ini mana yang dominan dalam diri kamu? Kalau IQ tinggi tapi SQ rendah, pintar tapi korupsi. Kalau EQ tinggi, SQ rendah berbakat jadi paranormal. Jika SQ nya tinggi maka EQ dan IQ bisa dikondisikan sesuai pada tempatnya. Orang yang SQ nya tinggi bisa punya ilmu tanpa belajar. Disebut dengan ladunni (Min landunka) atau ilmu dari sisi Allah. Cuma istilah ladunni sekarang banyak diselewengkan. Orang yang bisa masuk alam gaib disangka punya ilmu ladunni, ini menyesatkan.
Bahasa sains ada matahari, bulan dan bumi
Bahasa ESQ ada SQ, EQ dan IQ
Bahasa spiritual ada hati, jiwa dan akal
Wah sudah lumayan panjang tulisannya ya? Padahal belum menyentuh tema dari pertanyaan sahabat diatas. karena sebenarnya saya ingin menulis tentang alam jiwa/ EQ/ bulan.
Alam ini sefrekuensi dengan jin, setan dan iblis. Juga sefrekuensi dengan alam arwah/ barzakh atau alam kubur. Maka disinilah letak pertanyaan malaikat "man robbuka". Dan pertanyaan ini sudah ditanyakan semenjak akil baligh sampai detik detik engkau berangkat ke alamnya secara real.
Ketika engkau belum mampu menjawa pertanyaan man robbuka maka jiwamu sedih dan merana. Saat engkau mampu menajwabnya maka jiwamu menjadi tenang. Disebut dengan jiwa yang tenang.
Saya tulis ulang pertanyaan sahabat dengan beberapa pegurangan, "Ini suamiku akhir2 ini pikirannya terlihat kacau . Tidak semangat .pikirannya mati2 terus . ...putus asa. ...kayak gak ada harapan hidup saat mikir beban2 hidup jadi gak bergairah"
Pertanyaannya siapa yang putus asa? Yang putus asa adalah jiwanya yang sedang sedih dan merana. Dalam bahasa lain alam barzakhnya sedang tidak baik baik saja. Jika si fulan pindah alam hari ini juga maka alam barzakhnya akan menyesuaikan dengan keadaan jiwanya.
Mengapa jiwa si fulan sedih dan merana? Sebab jiwanya belum mampu menjawab pertanyaan man robbuka. Dalam bahasa lain si fulan masih enggan untuk melepas satu persatu baju kebesarannya yang diberedel dengan paksa melalui satu ujian yang bernama sihir.
Tambah sedih dan merana karena teman teman yang sefrekuensi dari bangsa jin dan setan memeluknya erat erat. Saat itu si fulan berteman akrab dengan setan yang membisikkan untuk tetap tinggal di dunia saja, jangan mudik ke kampung halaman. Ketika si fulan meninggal dunia masih membawa kesedihan maka yang menyambut saat kelahiran ke dua di alam barzakh adalah setan setan yang selama ini menemaninya.
Bagaimana supaya jiwa fulan bisa terbebas dari belenggu setan dan atau bisa terbebas dari sedih dan merana?
Jawabannya ikhlas lepaskan baju kebesaranmu. Karena pada hakikatnya yang melepaskan adalah jawaban dari "man robbuka" tadi. Letakkan akal pikiranmu, yang dir4cuni setan, menjadi biang kerok dari kesedihan jiwamu. "Saya melihat sendiri sahabatku menusuk dari belakang kirim santet, saya tidak bisa terima ini, dia harus dapat adzab", nah statement ini harus dilepaskan. Inilah salah satu pakaian/ hijab/ tirai/ kafaro untuk pulang kampung.
Iya saya tahu kamu didzolimi teman, dikhianati pasangan, dijauhi relasi, difitnah tetangga dll. Saya paham banget masalah ini. Saya ngerti hatimu sakit banget, saya juga mengalaminya bertahun tahun. Ketahuilah itulah beberapa pakaian kebesaran yang dikenakan kepadamu saat diturunkan ke dunia. Kalau kamu pengin balik ke kampung halaman (surga) maka lepaskan baju itu dengan sukarela.
Bagaimana saya bisa melepaskan baju/ hijab identitas kebesaran ini dengan suka rela?
Caranya palingkan wajahmu ke arah kampung halaman. Arahnya ada dalam hatimu. Kiblatnya ada disitu, maka menghadaplah dan jangan tolah toleh. Tentang artikel tolah toleh ini silahkan sahabat baca tulisan saya sebelumnya tentang kisah sahabat yang menangis haru saat membaca beberapa tulisan saya ya? Artikelnya saya tulis kemarin selasa.
Bahasa sainsnya adalah bumi sukarela menghadap/ thowaf/ sholat ke arah kiblat yaitu matahari. Bumi dan planet planet suka rela berevolusi/ mengelilingi matahari yang bercahaya. Bintang matahari yang terus memberikan cahayanya tanpa pamrih.
Jika kamu adalah bumi maka menghadaplah ke matahari dalam qalbumu. Qalbu yang terus memberikan sinarnya tanpa pamrih.
Waduuh membahas bintang bulan dan matahari saya jadi teringat kisah Nabi Ibrahim alaihis salam mencari Tuhan. Karena bahasan ini sebenarnya related. Kalau secara lahiriah memang ada bintang, bulan dan matahair, tapi ada bahasan secara hakikat, yaitu bintang, bulan dan matahari sebenarnya ada dalam diri kita sendiri. Makanya ada ceramah dari orang arif dimana manusia sebenarnya alam semesta itu sendiri. Tapi lagi lagi mungkin di artikel lainnya, sebab nanti malah tambah panjang tulisannya.
Cluenya adalah, ketika jiwamu sedih dan merana maka anda hanya perlu diingatkan. Ingat bahwa saya dan anda bukan mahluk bumi tapi mahluk langit yang diberikan seribu pakaian. Oleh karena itu jiwamu perlu asupan dari langit supaya ingat dan sadar. Ketika anda ingat dan sadar niscaya akan rela ketika pakaian keduniaanmu dilepas satu persatu.
Sihir mainnya disini, yaitu dijiwamu. Sihir yang dilancarkan iblis hendak menahan jiwamu untuk pulang kampung. Mereka menghendaki supaya dirimu tetap di alam kegelapan menemani mereka menerima kutukan.
Oleh karena itu sekali lagi tengoklah langit dalam hatimu. Jika engkau kesulitan untuk melihat matahari dilangit qalbu mungkin karena tehalang awan yang tebal. Oleh karena itu mintalah dikirim hujan dari langit. Dalam bahasa lain bacakan Al Quran ke dalam jiwamu. Al Quran adalah bahasa hati yang dihantarkan oleh jibril. Ketika jiwamu dibacakan Al Quran maka meskipun engkau tidak paham artinya tapi terasa menyejukkan jiwa.
Mengapa jiwamu sejuk? Ini seperti ditelpon oleh sang kekasih yang membuat keriduanmu sedikit terobati. Artinya jiwamu yang sejuk saat mendengar bacaan Al Quran disebabkan teringat akan kampung halaman. Engkau mungkin tidak paham arti bacaan yang dibacakan, tetapi jiwamu paham. Pahamnya bukan dengan makna tetapi dengan rasa.
Mengapa jiwaku malah kerasukan saat dibacakan Al Quran?. Yang kerasukan itu mahluk kegelapan dari iblis dan setan yang selama ini nyaman berteduh dalam jiwamu yang merana. Mereka tidak ingin kehilanganmu. Mereka ingin engkau menemaninya dalam kutukan.
Nah diisnilah peran ruqyah. Artinya anda ataupun peruqyah wajib paham venomena ini. Meruqyah pasien yang kena sihir sebenarnya tujuan jangka panjang bukan supaya sembuh, tapi supaya jiwa pasien ingat dan sadar lalu sukarela melepaskan pakaian kebesarannya. Tugas pereuqyah sebenarnya mengajak jiwa pasien supaya mau pulang kampung, bukan malah menyuapinya dengan faham dan doktrin doktrin mereka.
Maka disini ijinkan saya mengajak jiwamu pulang. Jangan lagi sesali baju kebesaranmu yang sudah lepas. Jangan sesali apa yang pergi dan hilang. Jangan juga iblis dan setan bisa menipumu untuk tetap tinggal di alam kegelapan.
Pulanglah sahabat... Tempatmu bukan didunia ini, apalagi dialam kegelapan (neraka) bersama iblis. Tempatmu adalah dilangit yang tinggi. Ikhlas sob, relakan bajumu dilepas. Relakan duniamu hancur. Sebab itu semua hanyalah fana.
Memang sakit saat bajumu dilepas. Tapi memang harus begitu. Memang untuk pulang mau tidak mau bajumu harus dilepas dulu. Sekali lagi ikhlaskan hijab dan tirai yang menghalangimu melihat Yang Kekal. Percayalah pada saatnya, ketika satu persatu bajumu dilepas, engkau akan melihat apa yang belum pernah engkau lihat sebelumnya. Yaitu arah pulang yang sebenar benarnya.
Hadapkan wajahmu kepada Yang Kekal. Hadapkan wajah jiwamu menghadap kiblat hati. Karena disitulah cahaya langit. Disitulah jawaban man robbuka. Maka sholat dan thowaflah disitu jangan lagi tolah toleh dan jangan melihat ke belakang. Menghadaplah kepada cahayaNya niscaya jiwamu akan lebih tenang membawa kerinduan yang tidak bisa diungkapkan.
Sebelum pulang jangan lupa share tulisan ini ya?
Wallaahu A'lam
Klinik Pendekar Langit

Tidak ada komentar:
Posting Komentar