Kalau mau sembuh dari gangguan sihir maka hati harus lapang memaafkan. Tapi Sudah Memaafkan Tapi Masih Trauma, Marah dan Dendam, Mengapa? Simak jawabannya ya?
SANTAPAN ROHANI, SUDAH MEMAAFKAN TAPI MASIH TRAUMA DAN KHAWATIR JANGAN JANGAN....
Kalau kita sudah bisa memaafkan tapi hati rasanya masih trauma bertemu orang yang dzalim ke kita bagaimana itu ustad?? Trauma takut di dzalimi lagi dan takut sakit hati lagi,bagaimana cara mengatasinya ustad?🙏
Jawab: Berusaha berdamai dengan takdir, ini bagus. Berusaha memaafkan orang dzalim ini mulia. Memaafkan yang saya maksud bukan datang ke pelaku sihir lalu mengatakan, "Aku minta maaf ya?". Bukan begitu. Yang saya maksud adalah hatimu menerima kehancuran yang terjadi asbab orang dzalim tersebut. Hatimu berjuang untuk menerimanya meskipun masih sering bergemuruh. Caranya dengan meredam kemarahan dan dendam yang sering muncul berkecamuk dalam dada.
Artinya statement sahabat diatas masih dalam maqom, berusaha memaafkan takdir. Belum dalam maqom sudah memaafkan. Sebab kalau memaafkan takdir maka sudah tidak ada lagi trauma. Sudah tidak ada lagi was was dan ketakutan, "jangan jangan nanti dikirim santet lagi".
Dan banyak sahabat yang salah mengartikan "berdamai atau memaafkan takdir". Ada yang WA ke saya, "Ustadz saya sudah memaafkan tapi mengapa sihirnya masih terus menyerang? Katanya kalau sudah memaafkan pasti sembuh". Ini namanya salah paham. Berdamai dengan takdir itu adalah bergumul dengannya tanpa syarat apapun. Mau diserang ataupun tidak diserang hati tetap menerima tanpa syarat.
Ada sahabat yang WA, "Ust yg di FB ust maksud yg tahap ikhlas itu apa kita ketika kita SDH ikhlas pasrah terhadap Allah dan kehendaknya apa mandi garam itu msh perlu dilakukan kn posisi sudah ikhlas gmna pendpt ust...? Bantu yg ini ust sementara kan harus mandi ruqyah🙏bagaimana ust sy pengen sembuh😤".
Jujur saya bingung menjawab pertanyaan sahabat diatas. Sebab saya menilai yang bersangkutan masih jauh dari maqom ikhlas tapi sudah bertanya tentang keadaan orang yang sudah ikhlas. "Ustadz saya akan ikhlas kalau dengan itu bisa sembuh". Jawabannya sampai dulu baru mengerti. Ngerti kalau ikhlas itu tidak boleh pakai syarat apapun. Kalau pakai syarat namanya belum ikhlas. Sebab syarat itu pasti disampaikan oleh hawa nafsu.
Tapi tidak apa apa dan tidak ada masalah, sebab manusia itu berproses. Untuk bisa menerima dan memaafkan takdir itu semua berproses. Artinya ikhlas itu ada levelnya, ada tangganya dan ada tingkatannya. Katakanlah level ikhlas itu dari tangga 1 sampai tangga 100. Dan puncaknya ilkhlas adalah menerima tanpa syarat apapun. Menerima apa? Menerima Allah yang datang bersama takdir tanpa syarat, tanpa komentar tanpa penghakiman. Maksudnya adalah tidak menghakimi ini benar dan ini salah.
Ketika ada sebesar dzarah penghakiman dari hatimu maka maqom ikhlas ini belum paripurna. Sudah bagus meskipun belum sempurna. Sebab masih ada penolakan terhadap takdir Allah meskipun sebesar dzarah. "Saya menerima takdir ini, meskipun seharusnya tidak seperti ini". Nah ini namanya ada intervensi nafsu didalam merecoki cerita Tuhan. Ini belum ikhlas paripurna.
Ketika level ikhlas anda masih ada syarat maka Iblis akan tetap bisa masuk untuk ngipasi nafsumu. Supaya nafsumu yang dikomandani logika akal pikir protes terhadap takdir Tuhan. "Saya ikhlas meskipun saya dikhianati dan ditusuk oleh orang yang terdekat. Rasanya nggak masuk akal, tapi ya sudahlah, ini sudah takdir". Artinya ini perjuangan ikhlas yang masih berpotensi dihasut oleh iblis. Meskipun sudah ikhlas tetap saja masih berpotensi kumat kembali. Mengapa demikian? Karena masih ada sisi nafsumu yang protes terhadap takdir Allah.
Iblis akan terus membisiki nafsumu dengan mengatakan, "Takdir yang kamu alami memang nggak masuk akal. Mosok orang yang sudah kamu bantu bertahun tahun tega mengkhianatimu? Kamu harus ikhlas, tapi disisi lain kamu harus mendoakan supaya pelaku dzalim kena adzab". Nah seperti inilah bisikan iblis yang dilancarkan setiap saat setiap waktu sehingga nafsumu berontak kembali. Padahal sebelumnya sudah berushaa memaafkan namun ketika ingatan kelam masa lalu terus membayangi akhirnya jebol lagi, kumat lagi.
Sahabat kita WA, "Kalau kita sudah bisa memaafkan tapi hati rasanya masih trauma bertemu orang yang dzalim ke kita bagaimana itu ustad?? Trauma takut di dzalimi lagi dan takut sakit hati lagi,bagaimana cara mengatasinya ustad?". Maka cara mengatasinya adalah berjuang supaya nafsu tidak merecoki takdir Tuhan. Caranya katakan dalam hatimu, "saya menerima takdir Allah apapun itu". Dah gitu aja.
Adapun was was dan trauma yang dialami dan dirasakan berasal dari hawa nafsu yang ditunggangi setan/ sihir. Oleh karena itu berjuang untuk meredam kekhawatiran nafsu dengan cara wajah hatimu terus menghadap kepada Allah. Seandainya Allah mentakdirkan orang dzalim terus mengirim sihirnya ya sudah tidak apa apa, diterima saja. Tapi percayalah ketika wajah hatimu hanya menghadap Allah maka kiriman sihirnya akan hancur.
Akan tetapi jika anda terus memelihara penyakit nafsu yaitu was was maka itulah yang akan terjadi. Anda akan semakin trauma sebab pelaku dzalim tidak berhenti mengirim sihir yang membuatmu semakin hancur. Salah siapa? Ya salah kamu yang tidak trust dengan Allah. Dirimu lebih percaya kepada bisikan hawa nafsu yang ditungganggi setan.
Sehingga kesimpulannya adalah lihatlah Allah dibalik segalanya. Sandarkan hatimu hanya kepada Allah saja jangan kepada nafsumu. Apapun yang terjadi meskipun hujan badai diluar sana tetap hatimu melekat kepada Allah. Meskipun dirimu harus tertatih tatih karena diserang sihir setiap hari, jangan sampai nampak dalam hatimu wajah mahluk. Yakni wajah sihri dan mahluk mahluknya. Akan tetapi lihatlah wajah Allah yang sedang mengajarimu hakikat keimanan.
Jangan protes jangan berontak, terima saja tanpa syarat meskipun masih merasakan sakit dan perih. Jika anda melakukannya maka maqom ikhlasmu akan semakin naik dan semakin naik. Seiring dengan pengaruh sihirnya yang semakin pudar dan semakin pudar. Hingga akhirnya ketika engkau sudah berada di maqom ikhlas paripurna barulah anda mengerti. Mengerti bahwa ujian sihir yang menghancurkan hidupmu adalah cara Allah untuk mendidik imanmu hanya kepadaNya.
Pada akhirnya anda akan iman/ percaya/ yakin hanya kepada Allah saja, bukan kepada mahluk. Pada akhirnya anda melihat Allah dibalik segalaNya. Maksudnya adalah ternyata yang datang bukan sihir melainkan Allah. Maka sejak itulah sisa sisa pengaruh sihir yang ditimpakan kepadamu tidak akan memberikan efek apapun. Malah seperti dicubit oleh sang kekasih. Sedikit sakit tapi membahagiakan.
Dan setelah cubitan terakhir dari Sang Kekasih maka setelah itu sudah tidak ada cubitan lagi. Sebab anda akan dibawaNya ke dalam kebahagiaan (surga). Anda akan diberikan cinta sejati yang tak pernah sirna, abadi selamanya. Bentuk kongkretnya seperti apa? Silahkan dialami sendiri saja lah. Capek saya nulis hal ini setiap hari, hehehe.
Terakhir cocoklah firman Allah yang mengatakan bahwa seluruh manusia pasti bisa disesatkan oleh Iblis kecuali hamba yang mukhlasin. Apa itu mukhlasin? Yaitu hamba yang sudah ikhlas tanpa syarat apapun. Mengapa hamba mampu ikhlas tanpa syarat? Sebab sang hamba tidak melihat mahluk dibalik segala galanya, melainkan qalbunya hanya melihat perbuatan Allah dibalik segala sesuatu.
Artinya: Iblis berkata: "Ya Tuhanku, oleh sebab Engkau telah memutuskan bahwa aku sesat, pasti aku akan menjadikan mereka memandang baik (perbuatan maksiat) di muka bumi, dan pasti aku akan menyesatkan mereka semuanya, Kecuali hamba-hamba Engkau yang ikhlas (mukhlasin) di antara mereka". (QS Al Hijr: 39-40)
Semoga mencerahkan, share ya?
Syukron
Klinik Pendekar Langit

Tidak ada komentar:
Posting Komentar