Sudah Memaafkan Tapi Kadang Masih Muncul Dendam, Why?

Kita belajar tazkiyatun nafs dan memaafkan takdir. Tapi Sudah Memaafkan Tapi Kadang Masih Muncul Dendam, Why? Simak penjelasannya ya?


SANTAPAN ROHANI, SUDAH BERUSAHA MEMAAFKAN NAMUN MUNCUL KEMBALI DENDAM DAN KEMARAHAN, WHY?

...Ustadz saya baca siraman rohani ustadz ...emang susah ya usatadz memaaafkan orang yg sudah zolim apalgi itu org terdekat kita suami, bawaannya lihat suami itu kayak penjahat, ...ada setahun nan bisa mengalahkan ego dan memaafkannya namun entah kenpa usatdz sekarang ini pas di bulan ramadhan ini malahan saya kembali lagi sprti dlu yg merasa sakit hati,dendam kembali, mungkin ini yg ustadz bilang di bulan Ramdhan malah akan lebih kuat sihir yg datang, saya kalau sudah datang sprti itu nda bisa saya tahan ustadz badan dingin semua menahannya fikiran selalu kebayang suami selingkuh. ...pertanyaan saya bagaimana ya usatdz menghilangkan rasa ini selain ruqiyah mandiri agar diri ini tenang dan hanya mengingat Allah

Jawab: Ya benar, sihir dibulan ramadhan kebanyakan malah tambah kuat. Padahal tahun lalu sudah bisa memaafkan ujian karena Allah, tapi saat bulan ramadhan kumat lagi marah dan dendamnya. Mengapa demikian? Pertama karena sihir akan berulang atau berpola harian bulanan dan tahunan. Yang kedua karena penyihir baca mantra kembali sehingga setan berhasil masuk dan menyuntikkan racunnya.

Sudah bagus pernah mampu memaafkan pasangan yang pernah mengkhianatinya meskipun seiring waktu muncul lagi kenangan buruk masa lalu. Kemudian memicu marah lagi, dendam lagi, kecewa lagi dan sedih lagi. Karena memang sangat tidak mudah mengobati hati yang sudah pecah berderai. Karena hati yang terluka karena pengkhianatan sungguh menyesak sampai palung qalbu. Sakit dan pedihnya nggak kira kira, diluar nurul. Artinya apa? Artinya, mau tidak mau harus saya katakan setan berhasil membisiki ego/ jiwa/ nafsumu kembali yang membuat hatimu merana dalam kegelapan.

Anyway penjelasan diatas tentang sihir yang berpola adalah penjelasan secara akal. Tapi artikal kali ini adalah santapan rohani sehingga sahabat harus meminggirkan akalnya terlebih dahulu. Silahkan sahabat baca kembali tulisan santapan rohani hari yang lalu berjudul maafkan pasangan dan pelaku dzalim meskipun tidak masuk akal. Karena memang semuanya serba tidak masuk akal. Mosok orang yang dahulu sering kita bantu habis habisan malah menusuk dari belakang? Mosok orang yang sudah kita anggap sebagai sodara malah bers3lingkuh dengan pasangan kita? Ini sungguh tidak masuk akal. Saking nggak masuk akalnya sampai sampai hanya bisa melongo tak percaya dengan kenyataan yang sungguh sungguh sangat pahit.

Saya mengulangi kembali tulisan santapan rohani hari yang lalu bahwa dalam pandangan keimanan anda sedang diajari cara beriman dan bersandar hanya kepada Allah. Anda adalah kandidat calon kekasih Allah. Kalau sudah lulus ujian menjadi kekasih Allah maka anda akan mendapatkan cinta yang tak pernah sirna abadi selama lamanya.

Anda sedang diajari langsung oleh Allah bahwa beriman itu ditahap tertentu harus membuang logika akal dan pikirmu. Maksudnya anda harus mengesampingkan logika, kecerdasan, keilmuwan, hapalan dll. Bisakah? Nggak bisa... atau nggak mudah. Mana ada yang mau membuang logika akal pikir? Yang ada adalah memprotes tulisan saya dengan menggunakan logika anda, hujjah anda, dalil anda dll.

Bisakah saya dan anda mengesampingkan hawa nafsu/ ego lalu beriman kepada Allah yang hadir dibalik ujian? Jawabannya nggak bisa. Sekali lagi nggak bisa... Kecuali Allah. Yang bisa hanya Allah, sedangkan mahluk nggak akan bisa. Sehingga jika Allah tidak menghendaki engkau beriman maka tidak akan beriman selamanya. Sebaliknya jika Allah menghendaki engkau beriman, meskipun seluruh mahluk menghalangi, tapi DIA akan menghunjamkannya dalam qalbumu.

Mengapa nggak bisa? Sekali lagi dikarenakan semuanya nggak masuk akal. Mosok memaafkan pasangan yang jelas jelas sudah berkhianat, meskipun ada pengaruh sihir? Mosok memaafkan pelaku dzalim, orang yang dahulu kita bantu yang sudah kirim santet yang membuat kita menderita lahir batin bertahun tahun? Mau dilihat dari sudut pandang akal manapun tidak akan masuk akal. Yang ada akalmu akan cari cari dalil untuk bercerai dengan pasangan. Atau mencari dalil untuk membenarkan caramu untuk balas dendam. Betul apa betul?

Karena nafsumu bersandar kepada logika akal pikirmu otomatis dengannya akan memunculkan kemarahan dan dendam selama lamanya. Hatimu sakit, patah dan terluka. Sebuah luka yang teramat sangat dalam dan nggak ada obatnya. Mengapa saya bisa tahu? Sebab saya ngalami, makanya bisa ngomong.

Makanya ketika membaca santapan rohani selalu saya minta pinggirkan dulu logika akal pikirmu lalu buka hatimu lebar lebar. Jujurlah bahwa hatimu sakit, patah dan terluka sangat dalam. Itulah yang disebut dzulumat atau hatimu dalam kegelapan. Atau bahasa lainnya itulah naar atau neraka. Mengapa hatinya gelap dan masuk neraka? Sebab gelap nggak mampu melihat Allah dibalik ujianmu. Mosok nggak paham?

Terlepas dari sakit karena dikhianati tidak ada obatnya, saya akan tetap menulis tema ini meskipun menamp4mu dan menyinggungmu. Sebab ini penting demi kebahagiaan anda dunia dan akherat. Karena sekali lagi saya mau katakan bahwa nyatanya hatimu masih gelap terhadap Allah. Qalbumu belum mampu melihat Allah dibalik ujian yang sedang anda hadapi. Karena nggak mampu melihat Allah dibalik ujian, makanya hatimu merana.

Apa penyebab hatimu gelap sehingga panas membara? Jawabannya hatimu ketutup ego/ nafsu. Qalbumu tertutupi, terhijabi atau tercover oleh dirimu sendiri. Dirimu yang merasa bisa dan kuasa. Masih ingat bahasa arabnya tertutupi?

Ego/ nafsumu begitu dominan menghadap kepada logika akal dan pikirmu. Sementara logika akal pikir akan melihat segala sesuatu secara lahiriah. Dalam artian logika akal pikirmu akan mengajak nafsu untuk melihat mahluk. Kamu akan diajak nafsu yang ditunggangi setan/ sihir kepada perkataan, "Hidupmu hancur gara gara pasanganmu, pelaku sihir, dukun, setan, iblis dll". Karena nafsumu melihat bahwa kehancuran hidupmu gara gara mahluk makanya kamu dendam dan sakit hati lalu menghendaki mereka semua juga hancur. Iya khan? Ngaku saja.

Bagaimana supaya hatinya tenang dan lapang?

Inilah perjuangannya. Yaitu pembelajaran bagaimana anda bisa mengalahkan dirimu sendiri. Perjuangan mengalahkan ego dan hawa nafsumu sendiri. Siapa guru dari pembelajaran ini? Sudah sangat jelas sekali yaitu Allah. Allah mengajarimu dengan ujian yang ugal ugalan, nggak kaleng kaleng. Allah mengujimu dengan cara hidupmu dibanting banting kesana kemari. Nggak ada angin nggak ada hujan tiba tiba diberikan ujian yang lebih tr4gis dibanding dracin. Musibah yang hanya terjadi di dunia dongeng.

Mengapa seakan akan prosesnya begitu s4d1s? Sebab kalau nggak begitu nafsu tidak akan pernah tunduk untuk selamanya. Sudah sunnatullah untuk membuat nafsu menyerah mau tidak mau harus dipentokin sepentok pentoknya. Harus dib4k4r dalam neraka yang paling panas selama bertahun tahun. 

Logikamu harus dibikin buntu, ilmumu dibikin nggak berguna, kecerdasanmu dibikin mentok. Semua dibikin m4ti. Sehingga nafsu kehilangan thogut dan berhala yang selama ini dijadikan sandaran. Dan proses ini sakitnya benar benar seperti sak4ratul maut. Maju kena mundurpun juga kena. Yang jiwanya tidak kuat bisa saja depresi, gila bahkan meninggal dunia. Sehingga pada akhirnya ketika semua jalan benar benar buntu barulah ego/ nafsu menyerah.

Dan inilah yang dikehendaki oleh Allah ketika menguji hamba yang dipilihNya. Yaitu supaya nafsu mereka menyerah. Supaya diri mereka diserahkan kepada Allah. Ketika dirinya sudah diserahkan kepada diri Allah, maka Allah lah yang akan membereskan semuanya segalanya.

Sehingga orang orang yang dipilih Allah untuk mengemban ujian yang ugal ugalan sebenarnya sangat keren. Mengapa demikian? Karena Allah sendiri yang memilih hambaNya untuk beriman kepadaNya. Bayangkan Allah memilihmu. Sekali lagi bayangkan, betapa beruntungnya dirimu. Sebab dari sekian milyar manusia andalah yang terpilih.

Sekian milyar manusia dengan agama dan keyakinan masing masing berjuang, beramal dan beribadah agar bisa berjumpa dengan Tuhannya. Ratusan juta umat islam tekun melakukan amal ibadah agar iman dan islamnya diterima oleh Allah. Mereka semua mencari Allah. Tapi dirimu beda, sebab Allah lah yang mencari dan memilihmu. Mosok nggak peka?

Bagaimana caranya Allah memilih hambaNya untuk dijadikan kekasihNya? Caranya hidupmu benar benar dihancurkan. Supaya apa? Supaya engkau m4ti. Oleh karena itu relakan dirimu m4ti, dan biarkan Allah saja yang hidup. Maksudnya adalah dirimu jangan merasa hidup, bisa dan kuasa. Letakkan egomu, logika akal dan pikirmu lalu biarkan Allah yang hidup dan berkuasa atas dirimu.

Dan ini sekali lagi butuh proses. Tidak ujug ujug hatimu lapang dengan musibah yang terjadi ugal ugalan diluar nalar. Ikuti saja prosesnya meskipun harus berurai air mata setiap hari sepanjang tahun. Biarkan Allah memproses hatimu. Biarkan Allah mencuci dan membersihkan qalbumu dari berhala berhala dan tuhan tuhan lain selain diriNya. Suatu saat engkau pasti akan paham dan dipahamkan oleh Allah.

Ketika hatimu lapang barulah anda paham statement saya bahwa luka hati karena pengkhianatan tidak akan sembuh selamanya. Kecuali Allah. Hanya Allah saja yang bisa. Yaitu ketika Allah sudah bertahta sempurna dalam relung qalbumu yang paling dalam. Yaitu pada saat nafsu, logika dan akal pikirmu sudah engkau serahkan kepada Allah. Dalam bahasa yang paling dalam yaitu pada saat engkau sudah m4ti dan tiada, maka jelaslah bahwa hanya Allah saja yang ada dan hidup.

Ketika itu apa yang terjadi? Jawabannya surga. Ketika Allah sudah mengambil alih dirimu dan duniamu maka engkau akan mengalami dan merasakan surga yang mengalir dibawahnya sungai sungai. Yaitu sungai ketenangan, sungai kelapangan, sungai kebahagiaan, sungai keselamatan, sungai kesejahteraan dan masih banyak lagi.

Kongkretnya apa? Bisa apa saja terserah Allah. Menifestasi surga dalam hatimu akan mewujud dalam takdir duniamu. Dan itu pasti terjadi tidak bisa tidak. Bisa dalam bentuk rumah tanggamu harmonis kembali atau engkau mendapatkan pengganti yang lebih baik dari sebelumnya. Dan dengannya engkau akan merasa jauh lebih nyaman, bahagia dan sejahtera. Engkau ridho kepada Allah dan Allah ridho kepadamu. Inilah yang disebut dengan nafsul mthmainnah.

Mengapa pasti bahagia? Sebab hatimu sudah rujuk dengan Allah setelah sekian lama berpaling namun tidak sadar. Setiap detik engkau bercengkerama, bercanda dan bercinta hanya dengan Allah. Memang lahiriahnya anda bercanda dengan suami baru misalnya, tapi qalbumu beriman bahwa engkau sedang dicandai oleh Allah lalu merasa bahagia. Sebuah kebahagiaan yang tidak bisa terlukiskan. Kebahagiaan surga.

Daann....

Ketika semuanya yang selama ini membuatmu bahagia hilang dan pergi niscaya qalbumu tetap bahagia. Ketika dunia akan segera anda tinggalkan yakni saat menjelang ajal anda tetap bahagia. Mengapa demikian? Sebab Allah tidak hilang dalam qalbumu. Ntar juga ketemu lagi di dimensi yang berbeda yakni dialam barzakh. Ketemu dalam bentuk lahiriah yang berbeda dan jauh lebih membahagiakan. Justru penantian seperti inilah penantian yang sungguh mendebarkan. Anda sudah tidak sabar lagi, menunggu kejutan apa lagi yang akan Allah berikan di alam barzakh.

Inilah yang disebut dengan iman yang benar.. Yaitu keyakinan sempurna dalam hati bahwa hanya Allah saja yang dijadikan sandaran dunia akherat. Inilah yang disebut dengan islam yang benar. Yaitu hatimu hanya tunduk, berserah dan pasrah dengan apapun pemberian Allah. Dan inilah yang disebut dengan tauhid sebagai risalah yang dibawa oleh semua nabi dan rosul. Kalau syariat nabi dan rosul bisa beda beda, tapi akidah dalam hati semuanya sama. Yaitu hanya Allah saja yang dijadikan sebagai sandaran.

Begitu kira kira, semoga mencerahkan, share ya?

Syukron

Klinik Pendekar Langit


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Maafkan Pasangan dan Pelaku Dzalim Meski Tidak Masuk Akal

cara sembuh dari luka batin adalah berdamai dengan takdir maafkan orang lain. bagaimana bisa Maafkan Pasangan dan Pelaku Dzalim Meski Tidak ...