5 Tingkatan Perjalanan Manusia Kembali kepada Allah

Setiap manusia memiliki kisah perjalanan yang berbeda beda. Yuk simak 5 Tingkatan Perjalanan Manusia Kembali kepada Allah. Anda di posisi yang mana?

 

SANTAPAN ROHANI, MEMAAFKAN ATAU BALAS DENDAM?

...ijin bertanya ustadz,, lebih baik mana memaafkan orang yg telah kirim sihir ke kita atau memohon kepada Alloh agar membalas dengan kepedihan yg di alami dengan berlipat ganda 🙏

Jawab: Saya tidak akan memaksakan jawaban apapun. Sebab Semua jawabanmu benar. Dan jawaban anda menggambarkan sedang dimana perjalananmu menuju Allah. Nah berikut ini saya mau share tentang berbagai tingkatan perjalananmu untuk kembali kepada Allah. Simak dan renungkan ya?

1. Jawaban akal

Jika akalmu dominan maka kamu akan membalas kejahatan dengan yang serupa. Anda akan mencari cara bagaimana supaya bisa membalas perbuatan jahat orang lain dengan balasan yang setimpal. Jika kamu dominan di alam akal maka akan berdoa supaya pelaku sihir dibalas sesuai dengan perbuatannya. 

Apakah salah?. Tidak salah. Bagus malahan. Yang nggak bagus itu ketika akalmu gelap sehingga b0d0h. Silahkan berdoa seperti itu boleh boleh saja. Seiring dengan giat belajar supaya anda bisa membalas perbuatan pelaku sihir dengan balasan yang setimpal. Belajar apa? Belajar ruqyah. Bisa belajar di FB saya atau belajar dimanapun. Sebab ketika anda ruqyah otomatis sedang mengembalikan apa apa yang dikirim. 

Ketika perjalananmu masih disini maka ibadahmu akan fokus pada itung itungan pahala dan surga. Anda akan melakukan ritual ibadah dengan maksimal dan plek sesuai contoh Nabi shollallaahu alaihi wasallam. Meskipun dalam banyak kasus ketika anda melakukan ritual ibadah dengan maksimal lalu cenderung menyalahkan orang lain yang tidak seperti anda.

Makanya nanti di akherat ibadahmu akan dihisab, termasuk amal keburukanmu sebesar dzarah juga tidak lepas dari perhitungan. Hisab yang memerlukan waktu sangat lama. Termasuk kamu dan pelaku sihir akan disidang dan diputuskan siapa yang sebenarnya dzolim. Disini kalau kebaikanmu lebih banyak maka masuk surga, sebaliknya kalau keburukanmu lebih banyak maka masuk neraka.

2. Jawaban nafsu

Jika nafsumu dominan maka kamu sangat berharap pelaku sihir akan mendapatkan adzab yang berlipat ganda. Kamu ingin melihat pelaku sihir sengsara, m4ti pelan pelan. Ketika melihat pelaku sakit, kamu seneng. Sebaliknya jika mendengar pelaku baik baik saja kamu akan sedih dan berdoa siang malam supaya pelaku segera diberikan adzab. Silahkan saja dan boleh boleh saja

Apalagi bagi sahabat yang akalnya kurang hidup maka dorongan balas dendam begitu besar. Wong yang akalnya hidup juga punya dorongan yang sama. Bedanya dorongannya lebih masuk akal dan punya argumen atau hujjah yang meyakinkan. Sehingga ketika dihisab diakherat nanti bisa tentang alasan membalas dendam, memiliki jawaban yang mungkin saja bisa diterima.

Ada sahabat yang WA, "Njih ustd.. Penginya yg ngirim lekas mati ust. Astaghfirullahalazim". Artinya perjalanan sahabat diatas masih berada di dimensi nafsu. Salahkah? Sekali lagi nggak salah, wong saya dulu juga menginginkan demikian kok. Tapi kalau kamu ingin perjalananmu bisa naik maka belajarlah untuk meredam keinginan hawa nafsu.

Yang jadi masalah adalah jika perjalananmu baru sampai disini maka hisabnya nanti sangat berat sekali. Sebab saat di dunia nafsumu sangat dominan hatta ibadah sekalipun. Ketika kamu sholat supaya ingin kaya, ingin sakti, ingin dimuliakan dll. Dalam bahasa lain semua aktifitas dan juga ibadahmu sedikit sekali ikhlasnya. Oleh karena itu usahakan jangan berdiam diri di alam ini, tapi berjuanglah untuk naik.

3. Jawaban hati

Jika qalbumu dominan maka kamu akan berusaha meredam nafsu untuk kemudian memaafkan pelaku sihir meskipun tidak mudah. Kamu akan berjuang menerima kehancuranmu karena Allah. Sebab kamu yakin siapa yang menabur akan menuai. Suatu saat pelaku sihir pasti akan mendapatkan balasannya. Bagus sekali kalau maqommu sudah disini.

Dan saya melalui artikel santapan rohani akan selalu mendorong diri sendiri dan anda semua untuk, paling tidak, bisa sampai di dimensi ini. Karena disinilah awal bagi keimanan. Ketika perjalananmu sudah sampai disini niscaya hisabmu akan lebih ringan. Sebab egomu relatif bisa diredam karena Allah.

4. Jawaban nurani

Nurani disebut juga dengan inti hati, atau lub. Bahasa Al Qurannya adalah ulul albab. Ketika nuranimu hidup maka yang kamu lihat bukan pelaku sihirnya tetapi ada siapa dibalik pelaku sihir, yaitu Allah. Yang kamu pandang bukan kehancurannya tapi hikmah dibaliknya. Nah kalau anda bertanya "apakah ada ilmu hikmah atau ilmu ladunni?". Jawabannya ada yaitu ketika kamu berada di maqom ini. Kalau ilmu hikmah yang pakai wirid atau pakai rajah itu mah ilmu hikmah abal abal. Itu sihir berbalut agama tapi tidak sadar. 

Ketika perjalananmu sudah disini maka anda akan dipahamkan sesuatu (tentang hikmah kehidupan) dimana kebanyakan orang lain tidak mengerti. Anda akan mendapatkan ilmunya langsung dari sisi Allah bukan dari mahluk. Bahasa lainnya ilham atau wahyu. Inilah sekali lagi yang disebut dengan ilmu hikmah atau ladunni. Ladunni bahasa arab bahasa indonesianya ilmu dari sisiNya.

Ketika nuranimu sudah dominan maka nggak melihat sihir dan pelakunya tapi melihat Allahnya. Ada apakah gerangan kok Allah memberikan ujian sihir kepadamu? Jadi ketika nuranimu hidup sudah pasti memaafkan segala kehancuran sebesar apapun itu, sebab nuraninya bukan melihat mahluk akan tetapi Allah. Allah sedang bercanda dengan dirimu dan dirimu sedang bercanda dengan Allah. Jadi yang ada hanya ketawa aja bawaannya.

Ketika perjalananmu sudah sampai disini maka antara kamu dengan Allah itu seperti sepasang kekasih. Anda merasa sangat dengan dengan Allah dan tidak ingin dipisahkan. Artinya dimaqom ini Tuhan itu terasa begitu personal/ intim. Dan ketika di akherat nanti juga sama, yaitu hubunganmu dengan Allah terasa begitu intim. Sehingga ketika kamu hendak dihisab maka kamu akan merajuk. Bukan merajuk dengan malaikat yang menghisab tapi merajuk dengan Allah yang ada dibalik malaikat. Dalam bahasa lain ketika perjalananmu sudah sampai disini maka hisabnya sangat ringan bahkan serasa nggak ada yang menghisab, Yang kamu rasakan adalah Allah sedang bercanda denganmu.

5. Jawaban Ruhani

Yang terakhir adalah jawaban ruh. Ketika ruh atau ruhanimu sudah hidup maka sudah tidak ada lagi komentar apapun. Ketika Allah memberimu ujian sihir maka jika ruhanimu hidup rasanya biasa saja alias hambar. Ketika melihat pelaku sihir juga sama. Tidak marah tidak dendam, tidak juga senang alias hambar. Tidak ada penilaian benar salah, baik buruk. Tidak ada juga pertanyaan, "apakah memaafkan atau tidak". Hanya melihat sekilas lalu diem.

Mengapa diem? Sebab ruh melihat semuanya adalah perbuatan Allah, sekecil apapun. Apa yang mau dikomentari jika semua adalah perbuatan Allah? Mau Allah melakukan apapun khan suka suka DIA saja. Karena DIA lah yang berkuasa mutlaq atas segala sesuatu, sedangkan mahluk hakikatnya laa haula walaa quwwata illa billah.

Ketika perjalananmu sudah sampai disini maka diakherat tidak akan dihisab. Lagian apanya yang dihisab? Sebab saat di dunia kamu sudah tidak mengaku aku kamu yang ibadah, kamu yang sedekah, kamu yang beramal dll. Disisi lain kamu juga tidak mengomentari apapun takdir yang terjadi. Sebab dirimu meyakini semua adalah perbauatan Allah. Maka tidak akan ada satu malaikatpun yang berani bertanya apapun kepadamu.

Disinilah maqom ahad atau tauhid puncak. Yaitu maqom dimana tidak ada segala sesuatu kecuali Allah sendirian, tunggal, esa. Disini juga maqom sholat di langit 7. Yakni saat dirimu sholat, seiring dengan hancurnya keberadaanmu karena yang tersisa hanya Yang Ahad. Disinilah alam dimana hanya ada Allah saja tidak ada yang lain. Tidak ada manusia, jin, iblis, sihir dll, bahkan malaikat jibril sekalipun. Yang ada hanya Allah yang sedang memperagakan drama semesta alam.

Kesimpulannya perjalanan kembali kepada Allah sebenarnya bukan perjalanan tentang jarak dan waktu, akan tetapi perjalanan jiwa dengan kesadaran yang berbeda beda. Dari perjalanan awal dimana meyakini ada sihir, iblis dan pelaku lalu dengannya marah dan dendam. Kemudian berlanjut menyadari dibalik mahluk ada Allah lalu berusaha untuk ikhlas. Sampai perjalanan dipuncak pemahaman bahwa ternyata semuanya adalah DIA DIA juga.

Pertanyannya, perjalananmu sudah sampai di dimensi yang mana? Jawabannya anda sendiri yang tahu. Karena perjalanan ini adalah perjalanan kejujuran rasa yang ada dalam dada.

Syukron

Klinik Pendekar Langit


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

14 Langkah Ruqyah Mandiri & Download Audio Ruqyah

Anda ingin belajar ruqyah mandiri? Simak artikel 14 Langkah Ruqyah Mandiri & Download Audio Ruqyah. Jangan lupa praktekkan, save dan sha...