Ketika dirimu menghadapi musibah maka pasti akan bersedih jika yang dilihat adalah mahluk. Tapi kalau yang dilihat adalah Allah maka hatimu mulai lapang. Bagaimana Cara Meyakini di Balik Ujianmu Ada Allah? Simak ya
SANTAPAN ROHANI, BAGAIMANA MEYAKINKAN HATI KALAU ADA ALLAH DIBALIK SEGALANYA?
Assalamualaikum Ustadz. Ustadz blg kl kita sdg di uji sihir, kt sdh jgn lht org yg nyihir kt. Tp kt lht itu kt urusannya dg Allah. Bagaimana caranya kt meyakinkan hati bhw kt tdk melihat makhluk tp kt lht Allah saja ? 🙏
Jawab: Waalaikumsalam. Ini pertanyaan buaguss sekali. Dan saya mendapatkan jawabannya setelah beberapa tahun diuji dengan musibah yang bertubi tubi. Jiwa raga lahir batin saya hancur sehancur hancurnya. Sakit sesakit sakitnya. Patah sepatah patahnya. Kecewa sekecewanya.
Dan saat itu tidak ada yang bisa menjadi solusi. Saya dahulu pernah mempelajari ilmu psikologi, ilmu ikhlas, ilmu motivasi dan segala ilmu Ilmu apapun tidak bisa menjadi solusi sama sekali. Seribu dalil, seribu hujjah sampai katakanlah seribu ustadz dari berbagai aliran tidak bisa menjadi solusi. Karena memang dahulu saat jiwa raga saya hancur, sudah belasan ustadz dari berbagai madzab dan manhaj saya datangi, tapi seribu nasehat bijaknya tidak mampu mengobati hati yang sudah kadung hancur lebur.
Kalau hanya kehilangan puluhan juta itu sudah biasa, saya saat itu kehilangan milyar didepan mata. Kalau hanya dihina itu sudah biasa, tapi saya dahulu kehilangan harga diri dan kehormatan. Kalau hanya ditinggal pergi relasi itu sudah biasa, kenyataannya saya ditinggal pasangan, teman, relasi, kerabat dan semua manusia. Kalau hanya ditusuk dari depan mungkin saya bisa bertahan, tapi kenyataannya saya dikhianati atau ditusuk dari belakang. Hancur lebur semua tiada obatnya dan hanya menunggu m4ti saja. Jikapun tidak m4ti saat itu saya meyakini luka batin ini tidak akan sembuh selama lamanya.
Sampai akhirnya pelan pelan saya ditunjukkan obatnya. Hanya ada satu obatnya tidak ada yang lain. Apa itu obatnya? Jawabannya "Allah". Siapa yang menunjukkan obatnya? Jawabannya juga "Allah". Allah memperkenalkan diriNya sebagai obat penyakit lahir batin.
Kalau engkau melihat Allah dibalik takdirmu dan dibalik musibahmu anda pasti sembuh. Itu sudah pasti tidak bisa tidak. Jika ternyata engkau belum sembuh artinya Allah belum bertahta dalam hatimu. Dalam bahasa lain masih ada wajah mahluk dalam qalbumu. Mau engkau mengatakan seribu kali "Allah Allah" tapi dalam batinmu masih ada luka, kecewa dan putus asa artinya itu perkataan dusta.
Melihat Allah itu bukan dengan mata dzohir yang ada dikepalamu tapi dengan kesadaran qalbu yang terdalam atau ruhmu. Dan ketika engkau melihat Allah dengan jelas dan gamblang maka engkau juga akan melihat langit 7, Arasy, akherat, iblis, malaikat, surga, neraka, bidadari dan semua yang diterangkan dalam Al Quran dengan nyata senyata nyatanya. Lebih nyata dari segala sesuatu yang paling nyata.
Paragraf diatas bukan bahasa akal loh ya? Apalagi bahasa nafsu. Tapi bahasa keimanan dalam qalbu. Sebagai contoh ketika Allah hadir dalam qalbumu maka otomatis engkau akan melihat dan mengalami surga. Itu sudah otomatis tidak bisa tidak. Sedangkan surga di akherat/ di qalbumu pasti manifest di dunia nyata. Engkau pasti akan meyakini dengan keyakinan seyakin yakinnya kalau kesembuhan yang engkau alami bukan dari dirimu sendiri. Saat rumah tangga harmonis, rezeki lancar, nama baik pulih dll itu semua benar benar didatangkan dari sono, alias bukan karena ikhtiarmu.
Relate dengan pertanyaan sahabat diatas, "Bagaimana cara meyakinkan hati bahwa kita tidak melihat mahluk akan tetapi yang dilihat hanyalah Allah saja?". Maka jawabannya saya tidak tahu. Sebab sebagaimana saya sudah menulis diawal yang memperkenalkan diri_Nya adalah diri_Nya sendiri bukan saya. Tapi ijinkan saya menyampaikan pengalaman bagaimana cara DIA memperkenalkan diri_Nya kepada hamba yang sudah dipilih.
Bagaimana caranya? Caranya dengan memberikan musibah yang bertubi tubi, nggak kaleng kaleng, ugal ugalan dan diluar nalar. Musibahnya benar benar diluar logika akal pikir. Mau dicerna seribu tahun lagi tetap saja musibahnya sungguh tidak masuk akal. Ujiannya benar benar membnh akalmu dan mengg0r0k nafsumu sampai sek4rat lalu m4ti. Seperti itulah cara DIA memperkenalkan diri_Nya kepadaku dan kepada hamba lainnya yang terpilih.
Artinya selama akalmu belum m4ti (belum diletakkan) maka engkau tidak akan mampu melihat Tuhan selamanya. Selama nafsumu belum dig0rok lalu sekar4t dan m4ti (belum ditundukkan) maka selama itu engkau tidak akan mampu melihat Allah selamanya. Selama dirimu belum k0it maka selama itu hatimu masih gelap dari Allah. Yang ada adalah engkau dengan ilmu dan pemahamanmu menyangka sudah kenal Tuhan tapi sebenarnya belum sama sekali. Itu hanya prsangkamu saja.
Malahan yang sebenarnya engkau sudah merasa menjadi tuhan selain Allah. Yaitu pada saat dirimu merasa berilmu, merasa dirimu kaya, merasa dirimu kuasa, merasa dirimu mulia dll maka pada saat itu engkau menuhankan dirimu sendiri. Secara global ketika engkau merasa hidup, bisa dan kuasa maka saat itu engkau sudah menjadi tuhan selain Allah. Dan suatu saat engkau pasti ditegur... Bisa jadi seperti saya dimana hidupnya dibalik, atau bisa juga dengan cara lainnya. Saya yakin sekali, hanya tinggal nunggu waktu saja.
Back to laptop...
Dahulu saat hidupku hancur karena sihir saya sering berdoa minta kematian. "Yaa Allah aku ingin mati saja, matikan aku aku sudah tidak kuat lagi". Semakin sering minta mati tapi nggak mati mati juga. Jiwa ini dibakar dan direndam dengan neraka ujian tapi nggak mati mati juga. Selama bertahun tahun hanya mengalami sakitnya sakaratul maut. Hidup tapi tidak hidup, mati tapi hidup. Setengah mati bukan, setengah hidup juga bukan.
Mengapa nggak mati mati juga? Sebab aku masih mempertahankan ego, logika akal dan pikir. Ego, logika akal dan pikir itulah yang disebut dengan aku. Saya tidak sadar pada saat itu Allah memang sedang mengg0r0k tuhan lain selain dirinya yang bernama "aku". Sehingga pada akhirnya saya sering merenung dalam kesunyian malam tentang "aku". Aku itu siapa? Aku itu yang mana? Semakin dicari siapa "aku" semakin aku kehilangan aku.
Apakah yang bernama aku adalah jasad ini? Apakah yang dimaksud aku adalah kulit ini, daging ini, tulang ini, darah ini dll? Ternyata bukan, sebab aku tidak pernah menciptakan dan memiliki dan menguasai jasad ini meskipun sebesar atom. Kalau jasad ini milkku mengapa aku tidak sanggup menahan berbagai penyakit asbab sihir? Jasad ini bukan berasal dari diriku, tapi berasal dari sono. Entah sono itu dimana saya tidak tahu.
Apakah yang disebut aku adalah pikiran/ akal? Hmmm.. Lama saya merenung sampai kemudian harus menerima kenyataan pahit kalau akal pikiran ini juga bukan aku. Kalau pikiran ini ada dalam penguasaanku mengapa aku tidak bisa mencegah prasangka akibat sihir? Aku tidak menciptakan pikiranku sendiri untuk kemudian memutuskan bersemayam dalam sebuah benda sebesar tempurung kelapa yang bernama otak. Tahu tahu aja saya bisa mikir, tanpa tahu dari mana asal muasal pikiran berada.
Apakah yang disebut aku adalah perasaan dalam dada? Jawabannya sama seperti pikiran yang tahu tahu ada, tahu tahu bisa merasakan. Tahu tahu bisa senang, sedih, kecewa, bahagia dll. Kalau memang perasaanku ini ciptaanku dan dalam penguasaanku mengapa aku tidak bisa menahan kekecewaan dan kesedihan karena sihir?
Ketika tersadar bahwa aku bukanlah aku kemudian terhenyaklah aku. Ternyata aku bukanlah aku, aku hanyalah sebutir debu cerita semesta alam. Aku adalah satu akun dari cerita Tuhan. Artinya hadirnya dukun, jin, sihir dll yang menjadi bagian dari asbab musibah juga bagian dari cerita Tuhan. Tidak ada cerita dari diriku dan dari mahluk meskipun hanya sebesar dzarah.
"O o kamu ketahuan"... Setelah sadar bahwa semua adalah cerita Allah kemudian hatiku mulai lapang menerima segala skenarionya. Inni wajjahtu wajhiya lilladzi fathoros samaawati wal ardho haniifam muslimaw wamaa ana minal musyrikiin. Ibaratnya mau dibanting lagi sok lah. Sebab aku hanya akun sementara DIA adalah Dalangnya. Siapa sangka justru setelah itu ceritanya berubah 180 derajad. Dalam bahasa lain setelah mengetahui letak persembunyian Tuhan, ceritanya langsung berubah happy ending. Atau dalam bahasa personalnya, ketika Tuhan yang bersembunyi dibalik topeng ketahuan, lalu DIA mengajakku pulang ke alam keabadian.
Apakah artinya aku sudah mengenal lalu melihat Tuhan dibalik segala galanya? TIDAK. Sebab aku mengenal Tuhan pada saat akalku sudah mati dan nafsuku dig0r0k hingga k0it. Aku melihat Tuhan ketika menyerahkan diriku kepada_Nya dan kepada cerita_Nya sepenuh penuhnya tiada sisa. Aku tidak pernah bisa mengenal Tuhan karena aku sudah k0it atau tiada. Akan tetapi DIA memperkenalkan diri_Nya sendiri yang bebas mau melakukan apapun. Tidak ada mahluk, tidak ada pendekar langit, tidak ada alam semesta yang ada hanya DIA. Dalam bahasa lain DIA memperkenalkan diri_Nya kepada diri_Nya bahwa tidak ada Tuhan selain diri_Nya sendiri, ahad, tunggal, esa.
Syukron
Klinik Pendekar Langit

Tidak ada komentar:
Posting Komentar