Ini tulisan edisi idul adha berhubung hari ini adalah hari raya kurban. Secara dzohir memang sapi dan kambing dikurbankan. Tapi bagi anda yang mengalami ujian berat sebenarnya dirimu yang dikurbankan. Simak Bukan Hewan Kurban Tapi Dirimu yang Disembelih Takdir
SANTAPAN ROHANI, HANYA ALLAH SAJA YANG HIDUP, BISA DAN KUASA
Mungkin kita kena sihir selama puluhan Tahun adalah cara Alloh utk menghentikan hubungan toxic ini. Cuma keinginan kuat utk melepas suami. Dan saya capek ustad. Saya lelah. Saya capek terlihat baik2 saja tanpa ada perubahan signifikan. Tidak ada perubahan yg berarti dlm rumah tangga saya. Apakah saya salah ustad?
Jawab: Apa yang diucapkan saat sapi disemb3lih? Yang diucapkan adalah kalimat takbir membesarkan dan meninggikan Allah setinggi tingginya.
Allahu akbar, Allahu akbar, Allahu akbar. La ilaha illallahu wallahu akbar. Allahu akbar wa lillahil hamdu. Allah Maha Besar dengan segala kebesaran, segala puji bagi Allah dengan sebanyak-sebanyak puji, dan Maha suci Allah sepanjang pagi dan sore, tiada Tuhan (yang wajib disembah) kecuali Allah dan kami tidak menyembah selain kepada-Nya, dengan memurnikan agama Islam, meskipun orang-orang kafir, orang-orang munafiq, orang-orang musyrik membencinya. Tiada Tuhan (yang wajib disembah) kecuali Allah dengan keesaan-Nya, Dia dzat yang menepati janji, dzat yang menolong hamba-Nya dan memuliakan bala tentara-Nya dan menyiksa musuh dengan keesaan-Nya. Tiada Tuhan (yang wajib disembah) kecuali Allah dan Allah Maha Besar.
Malam takbiran kemarin saya melakukan wukuf/ berdiam diri mengenang masa lalu. Mengenang bagaimana hancurnya hatiku saat terkena sihir dahulu kala. Bagaimana rasanya dikhianati oleh orang orang terdekat baik itu pasangan, orang tua, kerabat, sahabat dekat, relasi dan tetangga. Bagaimana rumah tangga, ekonomi, sosial dan kehormatan hancur sehancur hancurnya. Saat itu sakit sekali rasanya seperti sakaratul maut. Sakit diatas sakit... Pedih diatas pedih.
Pagi hari saya sholat ied memulai dengan takbir dengan bibir yang bergetar. Dalam hatiku aku berniat untuk serahkan diriku sendiri kepada Allah untuk disemb3lih. "Allaahuakbar" aku memulai sholat dengan membesarkan Allah sebesar besarnya seiring dengan mengecilkan nafsuku sekecil kecilnya. Bertakbir meninggikan Allah seiring dengan berusaha mem4tikan diriku sendiri.
"Subhanallaahi walhamdulillahi walaailaaha illallaahu allaahu akbar". Dalam 7 kali takbir aku menyerahkan diriku untuk kemudian meninggikan Allah. Bibirku bergetar, mataku berkaca kaca, lidahku hampir saja kelu menyebut nama_Nya. Seakan akan batinku berkata, "Yaa Allah ambillah apa apa yang memang ingin Engkau ambil. Ambillah dan aku tidak akan melawannya. Aku menerima, aku pasrah, aku ridho".
Dan akhirnya didalam sholat aku benar benar menangis mengenang betapa cinta_Nya DIA kepadaku. Sebab ketika aku menyerahkan diriku kepada_Nya maka DIA lah yang akan mengurus hidupku. Ketika aku menerima segala kehancuran justru DIA datang menghiburku. Seakan akan DIA berkata, "Jangan sedih hamba_Ku yang AKU cintai. Ketika engkau menyerahkan dirimu kepada_Ku, maka AKU lah yang akan mengurus hidupmu sekarang dan selamanya. Engkau kekal bersama_Ku dalam cinta yang tak pernah sirna"
"Wahai hamba_Ku, tahukah siapa yang menyembuhkanmu setelah engkau menyerahkan diri? Tahukah engkau siapa yang membuat rumah tanggamu harmonis lagi, rezeki mengalir, harga diri pulih lagi? Itu AKU, dan kamu juga tahu khan?. Kamu sekarang tahu khan, bahwa sebesar dzarah hidupmu sudah menjadi urusanku? Maka jangan lagi menduakan_Ku dengan sesuatu meskipun sebesar dzarah. Jangan lagi menganggap dan meyakini apa yang kau nikmati adalah pemberian selain dari diri_Ku"
"Maka sembahlah AKU dengan pasrah dan tunduk hati hanya kepada_KU, itulah agama yang lurus. Katakan kepada yang lain bahwa shodaqo wa'dah janjiku pasti AKU tepati. Wanashoro 'abdah, aku pasti menolong orang orang yang beriman dan mahazamal ahzaab, akan memberikan adzab kepada musuh_Ku"
Selesai sholat ied saya pulang sebentar untuk kemudian ikut menyaksikan ritual pemotongan hewan qurban. Alhamdulillah tahun ini kami ikut iuran sapi dan ketika sapi dibaringkan saat itu batin saya membayangkan seakan akan itu aku. Dan memang secara ruhaniah itu aku. Kemudian pak ustadz dengan goloknya yang tajam menempelkannya ke leher sapi lalu mengg0r0knya sehingga d4rah mengucur dengan sangat deras. Saya bisa merasakan betapa sakitnya sang sapi menahan sakaratul maut. Karena memang saya pernah merasakannya.
Saya melihat sendiri saat leher sapi dismblh, darah mengucur, mata mel0t0t, badan bergetar lalu beberapa menit kemudian mengejan lalu m4ti. Secara lahiriah itu memang sapi, tapi saya benar benar meyakini itu aku. Dan anda yang kena sihir sehingga hidupnya hancur maka seperti itulah rasanya sakaratul maut. Anda merasakan sendiri betapa pedihnya saat otot otot nyawamu diiris satu persatu khan? Anda merasakan dengan sangat nyata betapa perihnya saat rumah tanggamu diujung tanduk, bisnsimu hancur, kehormatanmu diinjak injak, fitnah bertubi tubi, penyakit menggerogoti. Seperti itulah rasanya saat dirimu disemb3lih oleh Allah melalui realitas takdir.
Oleh karena itu jangan cari pendekar langit, karena ia sudah disemb3lih dan sudah m4ti. Ketika melihat wajahku, tulisanku, kata kataku dll itu bukanlah aku. Ketika anda menggunakan media ruqyah PL itu juga bukan punyaku. Ketika anda menggunakan medir ruqyah PL lalu kesurupan, muntah muntah lalu merasa plong itu bukan aku yang melakukannya. Jangan lagi berharap kepada pendekar langit, karena sekali pendekar langit sudah m4ti. Akan tetapi berharaplah kepada Allah.
Relate dengan pertanyaan sahabat diatas diaman rumah tangganya hambar yang menyebabkan lelah dan capek, kemudian berprasangka bahwa ujian sihir yang dialami adalah jalan dari Allah supaya lepas dari suaminya maka artinya sahabat kita sedang mengalami sakaratul maut. Sahabat kita menderita dengan kenyataan karena belum m4ti. Ketika ekspektasi tidak sesuai harapan yang membuat dirimu memberontak, itu sama saja dengan sapi yang berontak ketika hendak dismblh.
Oleh karena itu bagaimana caranya supaya tidak sakit lagi, tidak lelah lagi dan tidak capek lagi? Caranya terima kenyataan kalau dirimu sedang dismblh oleh takdir lalu m4tilah. Untuk menerima kenyataan yang sangat buruk asbab sihir memang rasanya sangat menyakitkan. Sebagaimana sapi yang dig0r0k oleh pak ustadz sehingga badannya bergetar, matanya mendelik, nafasnya tersengal sengal. Sakit sekali tak terlukiskan. Tapi setelah sapi dismblh lalu mati maka hilanglah semua penderitaan.
Sehingga kesimpulannya yang membuatmu sakit dan terluka batinnya karena engkau melawan takdir. Engkau melawan saat pak ustadz mengg0r0k lehermu. Meskipun lehermu sudah dig0r0k engkau tak ingin m4ti, bahkan ingin hidup seribu tahun lagi. Maknanya adalah engkau tidak mau menerima kedatangan Allah. Allah datang untuk menyemb3lih nafsumu tapi engkau melawan_Nya, itulah yang membuatku menderita. Engkau tak terima saat takdir menghancurkan segala milikmu. Padahal setelah Allah mengg0r0k lehermu lalu kamu m4ti maka selesailah penderitaan berganti dengan kebahagiaan selama lamanya.
Oleh karena itu berjuanglah untuk menerima kenyataan apa adanya tanpa ada pemberontakan. Terimalah kenyataan kalau rumah tanggamu tidak sesuai yang kamu inginkan. Terimalah kenyataan kalau rezekimu sangat seret, harga dirimu hancur, jadi korban fitnah dll. Lapangkan hatimu menerima kedatangan Allah. DIA datang bukan untuk membin4s4kanmu melainkan menghancurkan berhala berhala yang berjejeran dalam hatimu. DIA datang untuk menyemb3lih nafsumu yang selama ini merasa hidup bisa dan kuasa.
Selama ini kamu meyakini dirimu ada, Allah juga ada. Dirimu hidup, Allah juga hidup. Kamu menyakini dirimu bisa dan kuasa, Allah juga bisa dan kuasa. Itu menduakan/ syirik namanya. Maka m4t1lah kamu supaya hanya Allah saja yang hidup. Bnh nafsumu supaya hanya Allah saja yang bisa dan kuasa. Sehingga ketika hidupmu berubah, diberikan kesembuhan, rumah tangga harmonis, rezeki mengalir, harga diri pulih dll siapa yang melakukannya? Jawabannya Allah bukan kamu. Sebab kamu sudah m4ti.
Syukron
Pendekar Langit

Tidak ada komentar:
Posting Komentar