Allah itu datang bersama realitas takdir. Jika takdirmu buruk maka Allah lebih tahu hikmahnya. Allah Maha Tahu oleh Karena Itu Kita Jangan Sok Tahu. Simak penjelasannya ya?
SANTAPAN ROHANI, ALLAH LEBIH TAHU TAKDIRMU OLEH KARENA ITU MENGALIR SAJA
Knp saya JD curhat ,,ya klo SM suami saya ya sayang ,,,ud saya anggap kaya saudara karna ud lama. Tp kadang sy emosi. Ya ud pak ustad saya ndag knp knp saya hanya mau kuatin iman sy aja skrang. Tuhan lebih tau takdir saya sperti apa biarin mengalir sperti ir aja pak ustad.
Jawab: Ya benar sekali statement sahabat bahwa Allah lebih tahu takdir kita. Karena DIA Maha Tahu dan kita tidak tahu. Karena kita tidak tahu maka jangan sok tahu. Dalam bahasa lain karena kita tidak tahu maka sebaiknya husnusdzon saja kepada takdir Allah.
Takdir Allah itu seperti apa? Yaa seperti yang anda alami sekarang. Jika anda saat ini kena sihir, sering cekcok dengan pasangan, rumah tangga diujung tanduk, usaha sepi, nama baik hancur dll maka inilah takdirmu. Inilah takdir yang sudah dipilihkan oleh Allah untukmu. Karena ini pilihan Allah maka jangan marah jangan emosi akan tetapi terimalah.
Seperti yang saya tulis sebelumnya Allah Maha Tahu dan kita tidak tahu oleh karena itu jangan sok tahu. Jangan hatimu berontak dengan getaran, "harusnya khan nggak begini, ini nggak bener. Harusnya khan begini dan begitu". Ini namanya sok tahu. Ini namanya berburuk sangka kepada Allah. Mosok kita yang nggak tahu berburuk sangka kepada Yang Maha Tahu? Khan sesuatu
Bener sekali apa kata sahabat diatas, "Tuhan lebih tau takdir saya sperti apa biarin mengalir sperti ir aja pak ustad.". Maksudnya karena Allah lebih tahu takdir kita maka yang kita lakukan adalah ngalir aja. Cuman yang sering terjadi kita mengatakan Allah lebih tahu takdir kita kemudian kita membiarkan takdir terjadi, mengalir apa adanya. Akan tetapi nyatanya kita sering protes keras kepada Allah. Maunya kita seperti keinginan kita bukan seperti keinginan Allah.
Ketika takdir kita kena sihir kita maunya nggak kena sihir. Ketika dalam rumah tangga banyak perbedaan kita maunya pasangan sesuai keinginan anda. Ketika ekonomi lagi seret kita maunya bisnis lancar jaya. Ketika nama baik kita hancur karena fitnah kita maunya nama baik kita tetap bagus dimata masyarakat. Kalau begni bukan mengalir ikut arus namanya tapi melawan arus. Dalam bahasa lain kita tidak ikut takdir Allah tapi melawan takdir Allah.
Atau kalau demikian kita tidak yakin Allah Maha Tahu, tapi kita meyakini dirimulah yang lebih tahu dari Allah. Sehingga jika ingin menguatkan iman sebagaimana statement sahabat diatas maka kuatkan hatimu didalam menerima takdir yang tidak sesuai keinginan. Mengapa kita harus menguatkan hati untuk menerima kenyataan takdir yang tidak sesuai dengan keinginan? Sebab kita meyakini Allah lebih tahu dari pada saya dan anda.
Tapi khan kenyataannya kita seringkali merasa lebih tahu dari Allah lalu berusaha merubah takdir_Nya. Misalnya ketika kita difitnah lalu mendatangi orang yang memfitnahmu dan mengancam akan membawa ke meja hukum. Lalu Allah berkata yang kalau dalam bahasa kita kita begini, "Sook atuh kalau ente merasa lebih tahu silahkan dirubah aja takdirnya". Lalu endingnya anda tambah stress dan depresi sebab tidak ada satu orangpun yang percaya klarifikasimu. Sebab dalam sihir memang demikian. Maksud hati ingin membela diri apa daya malah tambah disalahkan dan disudutkan. Endingnya malah anda jadi sampah masyarakat. Dan ini pengalaman saya loh?
Oleh karena itu jika memang kita ingin menguatkan iman maka kuatkan hatimu menerima kenyataan. Kalau yakin Allah lebih tahu maka terima takdir_Nya. Setelah itu mohon kepada Allah supaya diberikan petunjuk tentang apa yang harus anda lakukan. Insya Allah nanti akan diberikan jalan petunjuk anda harus melakukan apa. Artinya petunjuk itu dari Allah bukan dari nafsumu.
Karena petunjuk itu dari Allah maka Allah akan menggelar takdirmu yang lain. Dengan takdir itu ada pesan supaya anda melakukan sesuatu. Bukan sebaliknya. Yaitu nafsumu mendorong untuk konfrontasi ketiika takdir tidak sesuai dengan keinginan. Contoh, ketika usaha sedang seret janganlah anda buru buru suntik modal akan tetapi sering sering berdoa minta petunjuk. Setelah itu pekalah terhadap takdir. Misalnya bisnisnya sedang seret malah tokonya sering didatangi pengamen dan peminta minta lalu anda mengusirnya sambil marah marah. Ini pesan sebenarnya tapi seringkali anda nggak peka. Pesannya adalah bagi rezeki kepada pengemis dan peminta minta niscaya bisnismu akan dilancarkan kembali.
Cluenya adalah Allah Maha Tahu apa yang terbaik buat kita jiwa raga lahir batin dunia akherat. Apa yang menurutmu buruk bisa jadi baik bagi Allah, dan apa yang menurutmu baik bisa jadi buruk bagi Allah. Allah lebih tahu dari saya dan anda.
Artinya: "Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui." (QS Al Baqarah: 216)
Karena maksud Allah pasti baik untuk dunia dan akherat kita makanya terimalah Allah dengan cara menerima takdir dengan hati yang lapang dan bahagia. Bahagia karena kita meyakini Allah Maha Tahu skenario terbaik dari diri_Nya sendiri. Allah tahu apa yang dilakukannya untuk kebahagiaan hidup kita jiwa raga lahir batin dunia akherat sekarang dan selamanya.
Saya kasih tahu kuncinya. Kuncinya yaitu sebagaimana statement sahabat diatas mengalir saja. Seperti kotoran yang bau dan hina mengalir di sungai. Anggap diri ini tidak bisa apa apa dan tidak kuasa apa apa lalu yakini yang bisa apa apa dan kuasa apa apa hanyalah Allah. Maka dengan itu saya jamin seribu persen semua akan beres.
Bisa? Bisakah menerima takdir apapun itu dengan lapang dan bahagia? Silahkan dijawab saja sendiri ya?
Demikian Allah Maha Tahu oleh Karena Itu Kita Jangan Sok Tahu.
Syukron
Pendekar Langit

Tidak ada komentar:
Posting Komentar