Jangan Mati Dulu Sebelum Mampu Menerima Takdir

Banyak sahabat yang diuji dengan ujian berat lalu dengan itu menginginkan kematian. Karena menyangka setelah mati masalah selesai. Padahal tidak demikian adanya. Yuk simak penjelasan Jangan Mati Dulu Sebelum Mampu Menerima Takdir.

 

SANTAPAN ROHANI, JANGAN M4TI DULU SEBELUM ENGKAU MENERIMA TAKDIR

Allahu akbar , terimakasihku ini akan kubawa sampai yaumul kiyamah di hadapan Allah SWT  pak ustadz , deritaku ini  cobaaan hidupku ini membuatku berfikir ( ingin secepatnya di ambil Allah bersama2 dengan anak anakku ) rasanya gak aanggup pak ustadz ( nyawaku , yang lebih parah siksaan dukun itu masuk terus dalam mimpiku yang menyiksa hidupku , aku ingin lari menghadap Alalh ingin sujud kpd Allah ambil kami bertiga secepatnya 😭

Jawab: Pertama saya ingin menyampaikan rasa empati yang dalam kepada semua sahabat yang hidupnya menderita asbab sihir. Saya paham deritanya luar baisa lahir batin jiwa dan raga. Saya hanya bisa berharap dan berdoa semoga anda semua kuat menghadapi ujian yang berat ini.

Yang kedua bagi sahabat yang kena sihir segeralah ruqyah. Janganlah pikiran anda selalu diarahkan kepada kekejaman penyihirnya. Memang tidak mudah sebab 24 jam yang anda ingat adalah kehancuran yang kejam asbab kelakuan manusia yang tidak berperikemanusiaan. Kalau anda selalu fokus kepada kekejaman dukun, teringat kepada keb3ngisannya, kejahatannya dll maka yang ada hanya menambah gemuruh dalam dada. Yang ada hanya menambah kesedihan kemarahan, kekecewaan dan ketakutan. 

Sahabat harus camkan bahwa bahan bakar sihir ya itu tadi.. yaitu kemarahan, dendam, kekecewaan dll. Semakin anda marah dan kecewa semakin kuat belitan dan tali sihir mengikat jiwa dan raga anda. Semakin anda marah dan dendam semakin tidak mampu melihat hikmah dibalik ujian. Dan tentu saja power ruqyahnya semakin minim sehingga tidak mampu mengusir setan dari dalam diri dan rumahmu.

Memang sangat tidak mudah belajar mengikhlaskan sebagaimana mudahnya ceramah ceramah di mimbar. Anda akan paham bagaimana sulitnya ikhlas ketika dirimu kehilangan hampir semua sendi kehidupan asbab sihir. Yang ada dendam membara dan akan membawa dendammu sampai di akherat nanti. Sama seperti saya dahulu dimana akan membawa masalah ini didepan pengadilan Allah. Supaya saya puas ketika melihat dukun dan pelaku sihir diseret ke dalam neraka untuk menerima adzab yang kekal.

Mungkin saja anda menang dipengadilan akherat dimana dukun dan pelaku sihir dijebloskan ke dalam neraka. Akan tetapi pengadilan akherat itu dilakukan oleh malaikat yang akalnya super duper cerdas. Ketika dukun dan pelaku sihir dihisab maka anda akan dihisab juga dengan hisab yang adil. Nah sekarang apakah anda bisa menjawab ketika malaikat bertanya kepadamu saat hari penghisaban, "Wahai fulan, sihir yang kamu hadapi adalah ujian dari Allah. Mengapa saat didunia dan diuji dengan sihir kamu tidak bisa bersabar?". Maka jawaban anda jelas, bahwa memang dirimu tidak mampu bersabar. Buktinya dadamu bergemuruh setiap hari berisi kemarahan dendam dan kekecewaan.

Oleh karena itu terkait curhatan sahabat diatas yang sangat menderita karena sihir kemudian menginginkan kematian supaya bisa berjumpa dengan Allah lalu sujud dihadapan_Nya maka saran saya nanti dulu. Jangan menginginkan kematian secepatnya sebab itu dorongan nafsu yang tidak kuat dengan penderitaan. Kalau anda ingin mati karena dorongan hawa nafsu saya khawatir setelah kematian malah mendapatkan kehidupan yang lebih sulit.

Saran saya cobalah tundukkan nafsumu dulu untuk kemudian bersujud kepada Allah saat di dunia ini. Jika hatimu mampu sujud dihadapan Allah di dunia ini lalu ingin mati silahkan saja. Itu lebih baik daripada meninggal dunia membawa kemarahan dendam dan kekecewaan. Apa yang dimaksud sujud saat di dunia? Yang saya maksud adalah hatimu yang sujud dengan cara menerima ujian Allah. Hatimu menerima dulu meskipun dadanya tetap bergemuruh. Terima dulu ujiannya meskipun dirimu sulit memaafkan mahluk mahluk yang menjadi bagian dari kehancuranmu.

Maka katakanlah, "Ya Allah aku tahu musibah sihir ini dari sisi_Mu sebagai bagian dari ujian orang orang yang beriman. Tapi ujian ini terlalu berat untukku ya Robb. Aku belum bisa ikhlas menerima kedzaliman ini. Hatiku terlalu sakit menerima pengkhianatan ini. Aku sungguh lemah. Oleh karena itu kuatkan hamba Yaa Robb".

Paling tidak itu dulu. Yaitu hatimu sadar dan yakin bahwa sihir yang anda alami adalah bagian dari ujian Allah. Sedangkan maksud dan tujuan manusia diuji untuk melihat kesabaran dalam hatinya. Apakah dengan ujian ini anda bisa sabar atau tidak? Kalau belum bisa sabar paling tidak akuilah kalau dirimu lemah. Fokus kepada dirimu sendiri dulu jangan selalu fokus kepada kedzaliman dan kejahatan orang lain. Supaya dengan itu ada harapan Allah akan memperkuat hatimu.

Sahabat harus paham bahwa yang dimaksud sujud kepada Allah sekali lagi hatimu tunduk kepada takdir. Artinya bukan semata mata sholat lalu sujud itu sudah bermakna sujud kepada Allah. Akan tetapi sujudlah pada waktu sholat seiring dengan sujudnya hatimu. Yaitu dengan cara nerima. Hatimu menerima Allah yang datang bersama takdir. Bukan malah ketika sujud doamu panjang lebar meminta supaya pelaku dzolim diadzab. Akan tetapi kondisikan hatimu apapun takdir yang anda alami semua dari Allah dan terimalah tanpa syarat.

Ketika anda sujud lalu terangkai doa dalam derai air mata mengingat kekejaman orang lain lalu meminta pelaku dzolim diazab dengan azab yang pedih, ini nafsu namanya. Yaitu nafsu dalam dada yang berisi kemarahan lalu ingin balas dendam dengan membawa nama Tuhan. Padahal kemarahan dan dendam itu dari setan, mana mungkin Allah mengabulkan? Kalaupun terkabul maka yang mengabulkan doamu adalah Iblis. Sebab hanya Iblis lah yang mengabulkan doa yang dipanjatkan oleh hawa nafsu.

Oleh karena itu sekali lagi berjuanglah untuk meyakini bahwa ujian ini berasal dari Allah. Simak beberapa firman Allah berikut ini:

Artinya: “Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan: “Kami telah beriman”, sedang mereka tidak diuji lagi? Dan sesungguhnya kami telah menguji orang-orang yang sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar dan sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang dusta.” (QS. Al-‘Ankabut: 2-3)

Artinya: "Kami pasti akan mengujimu dengan sedikit ketakutan dan kelaparan, kekurangan harta, jiwa, dan buah-buahan. Sampaikanlah (wahai Nabi Muhammad,) kabar gembira kepada orang-orang sabar, (yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan “Innā lillāhi wa innā ilaihi rāji‘Å«n” (sesungguhnya kami adalah milik Allah dan sesungguhnya hanya kepada-Nya kami akan kembali). Mereka itulah yang memperoleh ampunan dan rahmat dari Tuhannya dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk." (QS Al Baqarah: 155-157)

Dari 2 ayat diatas artinya tujuan dari ujian adalah untuk melihat siapa siapa yang sabar. Sabar bukan marah. Ikhlas bukan dendam. Mengapa bisa sabar? Sebab meyakini innalillahi wainna ilaihi rojiuun, bahwa kita semua milik Allah dan kepadanya akan kembali. Kita ini milik Allah bukan milik hawa nafsumu. Karena kita semua milik Allah maka terimalah ujian Allah apapun itu. Ketika hatimu mampu menerima ujian Allah maka Allah akan memberimu petunjuk. Petunjuk apa? Apapun itu, salah satunya adalah petunjuk jalan kesembuhan jiwa dan raga.

Ketika anda mengatakan "aku beriman kepada Allah" maka tidak akan dibiarkan begitu saja alias pasti diuji omonganmu. Salah satu ujiannya adalah sihir yang sangat menghancurkan. Apakah dengan ujian sihir ini iman anda masih kepada Allah atau kepada nafsumu? Kalau hatimu beriman kepada Allah maka yang dilihat dari ujianmu adalah Allah sehingga hatimu mudah merasa lapang. Sebaliknya ketika hatimu melihat mahluk itu sama saja dengan beriman kepada nafsu. Sebab nafsu hanya mampu melihat mahluk makanya memicu hatinya sempit. Hal ini disebabkan karena hatimu meyakini mahluk (sihir) memiliki kekuatan selain Allah.

Yang dilihat nafsu adalah dukunnya, pelakunya, orang dzalimnya dll. Dalam bahasa lain hatimu meyakini dukun memiliki kekuatan selain Allah sehingga membuat nafsumu liar kemana mana mencari perlindungan. Dan yang akan anda dapatkan bukan perlindungan tapi semakin tersesat dalam kegelapan. Ketika hatimu semakin masuk dalam kegelapan membuat hatimu semakin menderita.

Oleh karena itu cobalah buka hatinya sedikit demi sedikit. Memang dalam pandangan lahiriah anda sedang didzalimi oleh mahluk, tapi dalam pandangan ruhaniah itulah cara Allah untuk mengujimu. Atau dalam bahasa lain itulah Allah. Khan sebagaimana 2 ayat suci yang saya cantumkan yang mengujimu Allah bukan mahluk, maka pandanglah dengan hati nuranimu itulah Allah. Apakah engkau masih belum mampu melihat_Nya?

Ketika hatimu mampu melihat Allah dibalik segala sesuatu lalu dengan itu hatimu tunduk maka matilah gpp. Insya Allah perjalanan berikutnya menjadi lebih mudah. Tapi kalau dirimu belum mampu melihat Allah dibalik ujianmu yang ditandai dengan kemarahan, dendam dan kekecewaan sebab yang anda lihat adalah mahluk maka jangan mati dulu. Mengapa demikian? Karena perjalanan berikutnya pasti akan lebih sulit. Engkau berprasangka setelah mati tapi masih membawa pemberontakan terhadap takdir lalu hidupmu akan bahagia disurga. Namun kalau kenyataannya engkau makin tersesat dalam kegelapan maka akan menjadi penyesalan abadi.

So mulai sekarang tundukkan nafsumu dan buka hatimu lalu terimalah takdir. Bisa?

Syukron

Pendekar Langit Tampilkan lebih sedikit


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Ternyata Kebanyakan Manusia Menyembah Iblis

Mungkin anda menyangkal dengan tulisan ini. Karena saya mengatakan bahwa meskipun secara lisan manusia mengatakan menyembah Allah tapi hatin...