Jangan Cari Surga, Carilah Cinta yang Kekal

Banyak orang islam yang ibadah karena mencari surga. Tidak salah sih tapi mengapa harus surga? Apakah tidak sebaiknya ibadah itu untukmencari Allah? Yuk simak penjelasan Jangan Cari Surga, Carilah Cinta yang Kekal.

 

SANTAPAN ROHANI, BUKAN SURGA TAPI CINTA YANG KEKAL

masyallah tabrakallah insyallah sesuai dg di paparkan, sekarang tahapnya ketika mau marah lgsg ingat yg kuhadapi yg bikin aku marah kesel didepanku ini Allah. msh mau kesel?? mau marah?? apa ya berani??? lumayan bsa sedikit ngeredam

Jawab: Qul huwallaahu ahad, katakan bahwa Allah itu ahad, esa, tunggal satu satunya tiada duanya. Artinya tidak ada segala sesuatu kecuali Allah. Bahasa yang sering kita dengar adalah tidak ada Tuhan selain Allah. Allah itu bahasa arab, kalau diindonesiakan kurang lebih segala galanya adalah DIA dan DIA adalah segala galanya. Ini bahasa yang sangat mudah dipahami tapi karena nafsu, ego atau diri dalam dirimu menyangkal sehingga dirimu nggak paham paham juga.

Tapi saya bersyukur banyak sahabat yang sering membaca tulisan santapan rohani lalu paham tentang hakikat kehidupan. Hidup kita ini sebenarnya disuruh ngapain sih? Kurang lebih seperti itu. Dan ada lumayan banyak sahabat yang akhirnya mengerti bahwa kita hidup disuruh untuk menerima Allah yang datang bersama takdir. Sedangkan paket takdir yang datang dikehidupan kita bersama dengan mahluk mahluk, benda dan materi sebagai bagian dari sarana untuk menguji.

Ketika beberapa sahabat paham bahwa hidup ini disuruh untuk menerima Allah itu baru langkah permulaan. Karena meskipun pada akhirnya lumayan banyak sahabat yang paham tetap saja tidak mudah menjalaninya. Khsuusnya ketika takdir tidak sesuai dengan apa yang kita harapkan. Pada saat itulah tantangannya, sebab harus mati matian bergulat dengan nafsu kita sendiri. Awal awal pasti kita lebih banyak kalahnya.

Tapi meskipun berkali kali kalah namun dalam lubuk hatimu meyakini bahwa inilah jalan yang benar menuju Allah. "Laa ikrooha fiddiin, qod tabayyanar rusdu minak ghayy". Maknanya adalah nggak ada paksaan dalam melakukan cara pandang ini, sebab telah nyata mana yang benar dan mana yang sesat. Selengkapnya simak firman Allah sbb:

Artinya: Tidak ada paksaan dalam berparadigma (Islam/ ketundukan); sesungguhnya telah jelas jalan yang benar daripada jalan yang sesat. Karena itu barangsiapa yang ingkar kepada Thaghut (segala jenis mahluk) dan beriman kepada Allah, maka sesungguhnya ia telah berpegang kepada buhul tali yang amat kuat yang tidak akan putus. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. (QS Al Baqarah: 256)

Maknanya adalah dirimu mau tunduk kepada takdir atau tidak itu terserah kamu. Jalan yang benar adalah ketika engkau tunduk sementara jalan yang sesat adalah ketika hatimu beriman/ percaya kepada segala macam mahluk yang kamu sangka memiliki kekuatan selain Allah. Jika hatimu beriman kepada Allah dibalik segala mahluk maka dirimu sudah berpegang kepada tali yang sangat kuat. Maksdunya adalah jika engkau terus beriman kepada Allah yang mengujimu maka engkau pasti akan menemukan solusinya.

Paragraf diatas sebenarnya susunan kalimat yang mudah dipahami. Tapi ketika praktek dilapangan ternyata tidak semudah teori. Seringkali kita gagal dalam beriman dimana lebih sering beriman kepada mahluk. Kita meyakini dukun, jin, pelaku dll memiliki kekuatan selain Allah. Buktinya saat kita melihat atau teringat dengan kedzaliman pelaku tiba tiba hatimu bangkit kemarahan dan dendamnya. Mengapa demikian? Sebab dirimu meyakini (beriman) bahwa mahluk mahluk tersebut memiliki kekuatan sehingga bisa menghancurkanmu. Dirimu seringkali mengatakan, "Gara gara mereka hidupku hancur".

Ketika hatimu membara penuh kemarahan dan dendam lalu mendorongmu untuk membalas dendam. Apapun alasannya meskipun mengatasnamakan agama jika tujuannya untuk balas dendam artinya anda mengikuti dorongan hawa nafsu. Sementara setan menempel dan bergerombol dalam hawa nafsumu. Sebagaimana salah satu kisah sahabat yang kena sihir lalu membalas dendam dengan datang ke praktisi yang bisa mengembalikan sihirnya sehingga dukun dan pelakunya meninggal dunia.

"Apakah mengembalikan sihir kepelaku kita sebagai korban juga dosa? Karna kita sekeluarga dah habis²an juga,jual ini itu tuk cari pengobatan baik ruqiah dll bahkan sampe 15 tempat baru ketemu orang yg tepat. Adalah seorang praktisi yg cukup ada nama di media...disembuhkan oleh praktisi tersebut..dan sudah di netralisir kami dan keluarga...besoknya para pelaku² ini malah menjadi² bayar dukun² tuk mau habisi kami....dan terpaksa barang yg di larung/netralisir itu kita suruh kembalikan ke dukun pesugihan dan para pelaku. Dukun pesugihan  2minggu kemudian mati dan para pelaku kebingungan mati rejekiny"

Apa yang dilakukan sahabat diatas adalah mengembalikan sihir dengan sihir. Ini fix dan tidak perlu diperdebatkan lagi. Meskipun praktisi yang melakukannya pakai gamis dan tasbih dan mengaku ahli hikmah. Tapi saat praktisi ritual sebenarnya ia sedang mengirim jin jin ke rumah pelaku. Tanda tanda kiriman sama persis dengan tanda tanda sihir. Misalnya ada suara ledakan, datang bau bau, sekelabatan, diserbu tikus, rumah terasa panas dll. padahal yang mengembalikan sihir ngakunya kyai atau ustadz loh? Tapi nyata nyata yang dikirim adalah jin. 

Mengapa sahabat kita melakukannya? Sebab dorongan balas dendam besar sekali. Alasanya adalah dirinya disantet, keluarganya sakit sakitan, usahanya bangkrut dll sehingga membenarkan diri untuk balas dendam. Apapun alasannya apa yang dilakukan sahabat diatas adalah keliru. Dan suatu saat nanti sahabat diatas pasti akan mendapatkan balasannya dalam bentuk takdir yang lain.

Apakah salah membalas dendam demikian? Salah sih salah, tapi kita hanya manusia. Wong saya dahulu nyaris mau balas dendam dengan cara yang sama. Untungnya nggak jadi dan lebih memilih ruqyah. Artinya kalau anda ruqyah yaitu membaca kalam kalam Allah lalu sihir berbalik itu tidak apa apa. Sebab niat kita hanya mengeluarkan setan setan dari diri dan keluarga kita. Sedangkan efek balik yang dialami oleh dukun dan pelakunya itu otomatis. 

Cuman memang ruqyah itu nggak instan sebagaimana anda datang ke dukun atau praktisi ilmu hikmah. Ketika anda datang ke orang yang miara jin maka efek sihir berbalik itu cepat, hanya hitungan beberapa hari saja. Sebab yang dikirim adalah jin dimana jinnya perang. Yang kuat yang akan menang. 

Sementara kalau memilih cara ruqyah mau tidak mau anda harus sering sering belajar meredam kemarahan dan dendam. Sebab ketika anda ruqyah tapi dadamu penuh kemarahan dan dendam maka powernya sangat kecil bahkan sia sia. Ini yang sangat sulit. Sebab dirimu inginnya melihat pelaku sihir m0d11aarr secepatnya. Makanya pakai cara cara instan yang akan membahayakanmu dimasa mendatang. 

Dari sekelumit kisah ini kita jadi tahu bahwa beragama itu ternyata sulit sekali. Yang saya maksud beragama adalah ketika hatimu islam/ tunduk kepada ketetapan Allah. Tunduk kepada takdir meskipun sangat menyesakkan hatimu. Artinya beragama yang saya maksud bukanlah pakaian luar yakni baju yang islami, kata kata yang islami bahkan ritual yang terkesan islami. Tidak bisa dikatakan beragama yang benar ketika disatu sisi kamu sholat disisi lain main sihir. Maka bisa dipastikan yang sholat itu hanya lahiriahmu saja, sementara batinmu ingkar kepada ketetapan Allah.

Semua manusia ingin masuk surga termasuk saya dan anda. Tapi gimana mungkin masuk surga sementara saat ini saya dan anda buta dari Allah? Ujian keimanan sehingga dengannya masuk surga khan sekarang saat di dunia. Ketika di dunia ini yang kita lihat adalah mahluk melulu bagaimana mungkin nanti diakherat masuk surga. Ini seperti memasukkan onta ke lubang jarum alias mustahil. Artinya ketika di dunia ini kita buta dari Allah maka sudah pasti diakherat juga buta. Sedangkan orang buta pasti tidak bisa lihat jalan. Sebab yang ada gelaaaaap semua. 

Oleh karena itu saya selalu mengajak diri sendiri dan anda semua untuk sesekali buka hatimu dengan jujur. Mumpung kita masih hidup di dunia artinya masih ada kesempatan untuk bertaubat. Mungkin saja dosaku dan dosamu setinggi gunung tapi Allah Maha Pengampun. Oleh karena itu mohon ampunlah kepadanya dengan cara istighfar atau taubat. Taubat dari kata taabaa yang artinya kembali. Soo kembalilah kepada Allah sekarang juga.

Caranya bagaimana? Caranya jangan lagi hatimu melihat mahluk tapi lihatlah Allah dibalik segala mahluk. Setelah itu perbaiki hubunganmu dengan sesama mahluk. Sebab siapa yang mencintai mahluk itu sama artinya dengan mencintai Allah. Perbaiki hubunganmu dengan suami, istri, anak, tetangga, teman dan orang lain. Jika dirimu masih berat untuk memperbaiki hubungan dengan pelaku sihir paling tidak hatimu mulai lapang dengan takdir.

Jika dalam proses taabaa atau kembali kepada Allah lalu hidupmu dibuat berat maka terimalah dengan lapang. Misalnya kamu didzalimi orang lain, usahamu dibikin seret, harga dirimu dibikin hancur dll maka berjuanglah untuk menerimanya dengan hati yang lapang. Sebab ada masanya Allah mencuci jiwamu dan membersihkan dosa dosamu. Dan bagian ini PASTI dialami oleh orang orang yang sedang dalam perjalanan kembali. Yaitu pasti mengalami etape hidup yang berat selama beberapa waktu lamanya. Bisa setahun, dua tahun, tiga tahun atau berapa lama itu urusan Allah.

Oleh karena itu buktikan keimananmu kepada Allah dengan cara berjuang melapangkan hatimu pada saat diberikan ujian yang berat ini. Berjuang untuk ikhlas dan ridho karena Allah. Nanti Allah akan melihat hatimu dan mengkalkulasinya. Ketika sudah nyata keimanan dalam hatimu maka percayalah setelah itu hidupmu akan berubah. Dan itu pasti sebagai bagian dari janji Allah. Dan siapa lagi yang paling menepati janji kecuali Allah sendiri?

Sahabat yang dirahmati Allah. Seberat berat ujianmu pasti ada akhirnya. Artinya cepat atau lampat ajal masing masing pasti menjemput. Dan ketika ajal menjemput barulah kita sadar bahwa hidup ini sangat singkat sekali. Dan orang orang yang menjelang ajal dimana selama ini buta terhadap Allah dengan cara mengikuti hawa nafsunya pasti saat itu matanya terbelalak. Ingin rasanya menghindar dari kematian tapi tidak bisa. Dan saat itulah sakaratul maut yang paling sakit. 

Sebaliknya saya dan anda yang mana ketika diberikan ujian berat hatinya bisa lapang karena Allah, maka pada saat menjelang ajal rasanya sudah tidak sabar untuk bertemu dengan Sang Kekasih. Bibirnya tersenyum karena membayangkan hendak memperlihatkan hatinya yang tulus kepada Allah. Maka pada saat itu malaikat mengambil nyawanya seperti mengambil sehelai rambut didalam tepung. Lessss langsung pindah alam dalam damai.

Pertanyaanya apakah orang yang hatinya lapang saat di dunia pasti bertemu Allah saat di akherat? Ternyata jawabannya TIDAK. Sebab Dzat Allah tidak akan bisa dijangkau oleh segala mahluk dilangit dan dibumi. Orang yang lapang hatinya saat di dunia disebabkan mengenal Allah dibalik segala sesuatu pasti ngerti bahwa setelah meninggal tetap tidak akan bertemu Allah secara langsung. Tapi orang yang kenal Allah saat di dunia pasti juga mengenal Allah saat diakherat dalam bentuk segala realitas yang penuh dengan kenikmatan. Kita sering menyebutnya dengan surga dan segala isi isinya. Ketika melihat surga maka orang yang sudah kenal dengan Allah itu bagaikan melihat Allah. Melihat bidadari, melihat istana megah, melihat malaikat, melihat penduduk surga, melihat sungai susu dan semuanya itu sama saja dengan melihat Allah.

Mengapa demikian? Sebab bagi orang orang yang sudah mengenal_Nya maka mereka meyakini bahwa Allah itu tidak terikat ruang dan waktu. Artinya di dunia maupun diakherat dan dimana mana ada Allah. Dimana dirinya melihat disitu ada Robb_Nya. Dimana mana dirinya berada disitu senang dan bahagia hatinya. Sebab Sang Kekasih selalu membersamainya dalam cinta yang kekal. 

Dimana letak cinta itu? Dalam bahasa lain dimana Allah yang kekal? Dihatinya. Yaitu hati yang bersih dari selain diri_Nya. Hati yang bersih dari segala mahluk. Hati yang tidak melihat segala sesuatu selain DIA. Hati yang kosong melompong, hampa, tiada. So jika anda ingin berduaan dengan Robbmu dalam cinta yang kekal maka PR nya sekarang ini adalah kosongkan hatimu dari segenap mahluk. Jika hatimu sekarang ini masih ada rasa sakit itu menandakan ada mahluk dalam qalbumu. Segera singkirkan dan buang jauh. Ketika hatimu sudah kosong dari segenap mahluk maka DIA akan hadir membawa cinta yang kekal.

Demikian Jangan Cari Surga, Carilah Cinta yang Kekal

Syukron

Pendekar Langit

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Pendekar Langit adalah Manusia Sakti Wali Allah??

Kalau anda mengikuti facebook klinik pendekar langit pasti tahu bahwa saya lumayan viral di medsos. Saking viralnya banyak yang memuji saya ...