Banyak yang khawatir dengan hidupnya sebab ia menyangka hidupnya adalah urusan dirinya. padahal hidup ini urusan Allah. jadi Jangan Sedih yang Mengurus Hidupmu adalah Allah bukan Kamu. Simak penjelasannya ya?
SANTAPAN ROHANI, YANG NGURUS HIDUPMU BUKAN KAMU
Saya ijin kirim paketan ustadz 🙏 krn sudah menyita waktu
Jawab: Jangan salah paham.... Tulisan singkat ini nggak bermaksud supaya anda kirim pulsa loh ya? Jangan kirim pulsa, jangan kirim uang, jangan kirim bakso, jangan kirim, sepatu dan jangan apapun ke saya meskipun anda mendapatkan manfaat dari akun ini atau konsultasi by WA. Simpan saja untukmu dan keluargamu. Kalau yang sudah terlanjur ya sudah mau gimana lagi?
Tulisan ini bukan cerita mama minta pulsa, hanya cerita santapan rohani supaya kita semua mendapatkan ibroh...
Jadi ceritanya saya bilang ke istri supaya isi pulsa di nomor WA yang biasa dipakai buat konsultasi sahabat pendekar langit. Sebab lama tidak diisi pulsa takutnya nomonya hangus seperti nomor sebelumnya. Berhubung di aplikasi shopee punya istri cuman ada sekitar 7.000 akhirnya nomor saya diisi pulsa 3.000. Yang penting nomornya bisa bertahan lebih lama tidak keblokir.
Mengapa saya tidak isi pulsa, dan terkadang lupa sampai beberapa bulan? Sebab dirumah saya pakai WIFI. Kalau keluar rumah biasanya saya isi sekedarnya supaya paket internetnya bisa digunakan. Misalnya mau kondangan ke kerabat, paling saya isi paket data 10k. Dan saya berencana 2 minggu lagi mau keluar kota dan nginep. Paling kalau keluar kota saya isi paket datanya 20 ribuan.
Esoknya saat saya menjawab pertanyaan sahabat by WA tiba tiba ada salah satu sahabat yang kirim paket data untuk sebulanan. Padahal saya nggak minta loh? Jangankan minta, ngode pun enggak. Sama sebagaimana dahulu saat ingin makan bakso, tiba tiba ada teman yang kirim bakso. Saat sepatu anak saya sobek, tiba tiba ada yang kirim sepatu. Saat ingin mencoba sambel, ada yang kirim sambel. Saat mau berbagi produk ruqyah gratis, eeh ada yang ikut donasi. Dan saat kopi dirumah habis saya sampai ngomelin istri, gimana sampai kopinya habis, bisa repot daku kalau nggak ngopi. Eeh tahu tahu ada teman petani kopi yang kirim kopi 5 plastik penuh.
Sekali lagi saya nggak minta, ngode pun enggak sama sekali. Dan anda jangan kepikiran buat ngirim sesuatu ke saya loh ya? Juaangaannn. Sekali lagi simpan saja untukmu dan keluargamu.
Pertanyaannya apakah ini kebetulan?
Untuk menjawab pertanyaan diatas saya mau cerita sedikit. Saat dahulu kena sihir saya pernah mengalami fase dimana hidup itu suliiiiit sekali. Jangankan bayar anak sekolah, buat makan saja kebingungan. Hari ini masih bisa makan, tapi besok nggak tahu apakah bisa makan apa tidak. Sebab sepeserpun nggak pegang uang. Anehnya selaluuu saja dapat rezeki dari arah yang tidak diduga. Meskipun seringkali rezeki datang didetik detik terakhir.
Awal awal saya menganggap semua karena kebetulan. Misalnya hari ini dapat berkat tahlil, esok tetangga kasih makanan, lusa kerabat bawa sisa menu restoren, esoknya lagi ngojek dapat rezeki lumayan dan seterusnya. Sampai disatu malam saya merenung, ini kebetulan apa tidak ya? Kalau dapat nasi dari tetangga yang anaknya sunat itu sih kayak kebetulan. Tapi kalau terjadi berkali kali bahkan ratusan kali apakah ini tetap kebetulan?
Karena selalu saja terjadi dan seringkali jalannya tidak terduga akhirnya saya menyerah. Ini bukan kebetulan... Saya bukanlah orang yang g0bl0k matematika, saya juga tahu ilmu peluang. Saya mantan praktisi bisnis sehingga paham ilmu peluang, hoki dan kebetulan. Akan tetapi ratusan kebetulan ini benar benar sudah disetting sedemikian rupa dari sononya. Ratusan kebetulan yang menghancurkan logika akal pikirku yang selama ini begitu didewakan. Diseting supaya apa? Disetting supaya saya dan keluarga tetap makan meskipun secara lahiriah mustahil bisa membeli makan.
Disetting dari mana dan oleh siapa? Pasti anda menjawab Allah khan. Kalau saya tidak semudah itu bro. Jawabanmu itu karena kebiasaan, dan saya tidak mau terjebak dengan itu. Makanya saya melakukan testing. Caranya saya mencoba meredam hati yang khawatir akan masa depan. Saya menikmati saja hari ini dengan segala apa yang terjadi. Saya belajar mengkondisikan hati, untuk tidak mengurusi masalah rezeki dan makan
Saat mau keluar rumah dan nyaris pingsan saya balik lagi. Lalu tiduran sambil bikin konten. Entar kalau sudah reda saya coba keluar ngojek buat cari rezeki. Kalau sampai malam nggak dapat rezeki saya tetap mengkondisikan hati selalu happy dan tidak ngurusi masalah makan. Dan tahukah anda makanan itu selalu ada saja jalannya untuk datang. Bukan sekali dua kali akan tetapi terus menerus nggak ada berhentinya.
Setelah berlalu cukup lama akhirnya saya mengakui dengan jujur bahwa semua bukan kebetulan. Bukan wajah mahluk yang menjadi jalan datangnya rezeki akan tetapi ada kekuatan yang menggerakkan mahluk tersebut. Kekuatan ini bersembunyi dibalik topeng mahluk untuk mengkondisikan saya dan keluarga tetap bisa makan. Fix dan sudah tidak ada keraguan lagi.
Sehingga dahulu saat kena sihir ketika ada mahluk sebagai jalan datangnya rezeki, saya tidak melihat mahluknya. Akan tetapi ruhaniahku melihat sesuatu yang tidak bisa dilihat oleh mata. Yaitu DIA dibalik mahluk tersebut. Misalnya saat jam 9 malam perut anak anak keroncongan lalu tiba tiba datang kerabat bawa nasi bebek kesukaan anak anak saya tersenyum dan mengucapkan terimakasih. Memang lisan saya mengatakan, "makasih paklek udah repot repot", akan tetapi sebenarnya ucapan itu saya tujukan kepada DIA yang ada dibalik kerabat. Dalam bahasa lain saya tersenyum dan berterimakasih kepada DIA yang bersembunyi dibalik topeng pakliknya anak anak.
Dan tahukah anda ketika yang saya lihat bukanlah mahluk akan tetapi DIA yang bersembunyi dibalik mahluk, esok hari dan seterusnya semakin mudah saya mendapatkan rezeki. Begitu seterusnya tiada putus putusnya. Sampai sekarang ini ketika saya menulis diparagraf awal dimana tiba tiba ada yang ngisi pulsa untuk sebulanan. Dan saya memandang itu bukan kebetulan, sama sekali bukan. Itu semua sudah disetting dari sononya supaya nomor saya tidak hangus disatu sisi, dan supaya bisa digunakan untukku saat keluar kota nantinya.
Pertanyannya siapa yang melakukannya? Ya anda benar, yang melakukannya adalah Allah. Dan pengakuan ini harus benar benar terasa getarannya dalam hatimu. Agar supaya hatimu yakin lalu mengakui maka anda harus mengalami realitas yang berulang ulang. Oleh karena itu anda harus peka. Yang peka hatimu bukan akal pikirmu. Karena seringkali kejadiannya diluar logika akal dan pikir.
Pertanyaan selanjutnya, siapa yang ngirim bakso saat saya ingin makan bakso? Siapa yang kirim sepatu disaat sepatu anak saya sobek? Siapa yang kirim kopi disaat kopi dirumah mulai habis? Atau siapa yang kirim paket data beberapa hari yang lalu disaat HP saya lama tidak diisi pulsa? Jawabannya secara lahiriah memang tetangga, kerabat atau sahabat pendekar langit. Tetapi secara ruhaniah yang melakukan semua adalah Allah.
Dan saya tidak mau tertipu dengan penampakan lahiriah. Saya juga tidak mau meminta kepadamu secara lahiriah. Misalnya saya WA, "tolong isi pulsa saya dong?". Nggak akan, karena Allah Tahu segala isi hati. Secara lahiriah saya memang butuh, tapi cukup Allah saja yang tahu. Karena setelah itu Allah sendiri yang akan datang memenuhi doaku.
Apakah jika Allah tahu kebutuhanku lalu DIA datang dari langit turun ke bumi? Yaa enggak lah, itu tidak akan terjadi selama lamanya. Akan tetapi Allah datang dibalik topeng. Dalam bahasa lain DIA datang melalui sebagian ciptaan_Nya. DIA lah yang menggerakkan setiap hati. Karena memang cahaya_Nya bersemayam disetiap qalbu manusia. Saya ulang sekali lagi biar sahabat paham bahwa Allah lah yang menggerakkan setiap hati karena hati manusia itulah yang disebut dengan baitullah.
Apakah yang datang tetangga, kerabat, teman, atau sahabat pendekar langit semua itu sejatinya DIA DIA juga. Keyakinan inilah yang disebut dengan mentauhidkan Allah. Yaitu hati yang meyakini dengan siapapun anda berinteraksi maka sejatinya semua adalah DIA DIA juga. Misalnya pagi hari anda ketemu pengemis lalu kasih uang 10.000 maka dibalik pengemis yang berbinar binar ada DIA. Sore hari ketika dagangan anda laris sehingga untuk 10kali lipat maka yang memberikan keuntungan/ pahala atas kedermawananmu juga DIA. Yaitu DIA dibalik pengemis dan DIA dibalik pembeli adalah Esa. Tidak ada yang lain selain DIA, inilah tauhid.
Sahabat yang kena sihir atau kena ujian yang berat wajib mempraktekkannya. Mumpung nafsu anda sudah dilemaskan sampai mentok, saatnya sekarang menghidupkan hati. Caranya letakkan logika akal pikirmu, turunkan egomu lalu terimalah DIA yang datang bersama realitas apapun itu. Turunkan egomu dan terimalah pemberian_Nya sekecil apapun itu lalu ucapkan, "Terimakasih Tuhan/ Alhamdulillah".
Ketika anda nyaris mentok dengan ujian yang anda hadapi maka pentokin saja sekalian. Caranya serahkan nafsumu kepada Allah niscaya dengannya Allah yang akan turun tangan membereskan semua masalahmu. Dan supaya hatimu meyakini kemudian mengakui bahwa hidupmu sudah ada yang mengurus maka mau tidak mau anda harus mengalami rangkaian kebetulan berulang kali. Yaitu kejadian yang menakjubkan dan terjadi berkali kali pada saat anda menyerahkan ego/ nafsumu kepada Allah. Sampai pada satu titik anda mengakui dengan pengakuan yang jujur bahwa, "ini semua bukan kebetulan".
Ketika dalam hatimu sudah ada pengakuan yang jujur maka dirimu akan menjalani hari demi hari dengan hati yang lapang, tenang, damai dan bahagia. Tidak ada kekhawatiran dan ketakutan lagi, sebab hatimu meyakini semua sudah ada yang ngurus. Dalam bahasa lain yang mengurus hidupmu dan mencukupimu bukan kamu akan tetapi Allah.
Artinya: Ingatlah, sesungguhnya wali-wali Allah itu, tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati. (Yaitu) orang-orang yang beriman dan mereka selalu bertakwa. Bagi mereka berita gembira di dalam kehidupan di dunia dan (dalam kehidupan} di akhirat. Tidak ada perubahan bagi kalimat-kalimat (janji-janji) Allah. Yang demikian itu adalah kemenangan yang besar. (QS Yunus: 62-64)
Selamat mempraktekkan dan selamat menempuh perjalanan..
Syukron
Pendekar Langit

Tidak ada komentar:
Posting Komentar