Apakah karma itu ada? banyak yang bilang dalam islam nggak ada karma. Ini jawaban ngamur. Mengapa demikian? Khan anda sedang ngalami. Simak Apakah Karma itu Ada? Ada Khan Anda Sedang Ngalami
SANTAPAN ROHANI, ATI ATI SAJA KETIKA BALASAN DOSA MASA LALU DIGELAR, K3LAR IDUP L0E
dan saya jg sadar dulu dikit2 minta bantuan mbah dukun. makanya saya minta ampunan sama allah. dan saya juga sering berterima kasih, saat sholat sama allah, telah mengingatkan aku, dan saya menyadari lewat santapan rohani pk ustad. saya sadar sesadar sadarnya saya sudah benar2 ikhlas pk ustad
Jawab: Untuk mau menyadari itu suliit. Yaitu menyadari bahwa secara lahiriah semua karena akibat perbuatan kita dimasa lalu kemudian berusaha untuk ikhlas. Dalam bahasa lain mengakui asbab dosa dimasa lalu kemudian dibalas sekarang adalah sesuatu yang sulit sekali. Padahal sudah jelas Allah berfirman, "Sesungguhnya Allah tidak berbuat zalim kepada manusia sedikitpun, akan tetapi manusia itulah yang berbuat zalim kepada diri mereka sendiri." (QS Al Hajj: 10)
Artinya secara lahiriah apapun yang menimpa kita dikarenakan perbuatan/ kedzaliman kita sendiri. Apa itu dzalim? Dzalim itu dari kata dzulumat yang artinya gelap. Yang gelap apanya? hatinya. Gelap dari apa? Dari Allah. Hatinya tidak mampu melihat Allah dibalik musibah yang anda alami. Karena hatimu dzalim itulah yang membuat musibah yang anda alami tak kunjung berhenti.
Oleh karena itu sadarlah. Sebagaimana sahabat diatas sadar dengan perbuatan masa lalunya kemudian belajar ikhlas. Masa lalunya dzalim atau gelap dari Allah sehngga membuahkan konsekwensi yang dialami sekarang ini. Pertanyaannya sebenarnya yang dzalim siapa? Kamu apa pelaku sihir? Kalau anda masih saja menganggap pelaku sihir adalah orang dzalim maka selama itu anda juga dzalim. Jika dzalim makanya gelap dari Allah maka saya dan anda yang dzalim. Karena dirimu dzalim maka penderitaannya serasa tak ada akhirnya.
Sekali lagi yang dzalim siapa? Suuuliiit khan mengakui kalau dirimu yang dzalim. Sulit sekali merendahkan egomu. Mengapa demikian? Sebab dzalim itu tadi, alias hatimu gelap dari Allah. Tidka mampu melihat Allah dibalik segala sesuatu. Yang dilihat selalu saja sihirnya, pelakunya, dukunnya, pasangannya, tetangganya dll.
Sahabat yang dirahmati Allah..
Segala perbuatan baik atau buruk akan ada balasannya. Kapan balasannya? Ya sekarang, jangan nunggu nanti setelah dikubur. Kalau nunggu nanti setelah dikubur namanya telat setelat telatnya yang membuatmu menyesal semenyesal menyesalnya. Sekali lagi balasannya sekarang dalam bentuk yang lain. Simak firman Allah berikut ini:
Artinya:, "Maka barangsiapa mengerjakan kebaikan seberat dzarrah, niscaya dia akan melihat (balasan)nya. Dan barangsiapa mengerjakan kejahatan seberat dzarrah, niscaya dia akan melihat (balasan)nya." (QS Al Zalzalah: 7-8)
Artinya sekecil apapun perbuatanmu baik atau buruk pasti dibalas. Kapan balasannya? Berulang ulang kali saya katakan balasannya sekarang jangan nunggu nanti. Keadaanmu yang sekarang adalah buah dari perbuatanmu dimasa lalu. Mungkin dahulu kamu nyolong sendal, maka saatnya nanti giliran barangmu yang senilai dengan sendal dicolong orang. Meskipun yang nyolong orang lain hakikatnya pelakunya adalah Tunggal. Yaitu DIA lah Yang Maha Membalas.
Bagaimana ketika sekarang ini saya dan anda kena sihir? Alasannya saya tidak tahu. Coba anda sendiri yang melongok masa lalu, siapa tahu ujian berat yang anda alami sekarang ini akibat perbuatanmu dimasa lalu. Misalnya pernah durhaka dengan orang tua, pernah mencelakakan orang lain, pernah nyantet orang lain, pernah mengambil rezeki orang lain, pernah selingkuh dan lain sebagainya.
"Berarti ustadz dulu pernah melakukan dosa besar ya? Sehingga pernah kena sihir yang menghancurkan nyaris semua sendi kehidupan?". Jawabannya YA. Saya mengakuinya bahwa dahulu pernah melakukan dosa besar, besar sekali, sangat besar. Bahkan diluar itu saya pernah melakukan dosa sebesar besarnya yang tidak mungkin diampuni jika tidak bertaubat sebelum ajal. Dosa apa itu? Syirik atau menduakan Allah.
Saya dahulu puluhan tahun melakukan dosa syirik. Tapi bukan syirik seperti yang anda kira misalnya menyembah patung, datang ke dukun, pakai jimat, kirim santet dll. Bukan itu. Lalu apa? Jawabannya adalah dosa yang pernah dilakukan oleh Iblis. Yaitu merasa lebih baik dari orang lain. Sejujurnya dahulu bertahun tahun saya pernah menjadi Iblis berwajah malaikat. Dulu saya merasa saya yang berilmu, cerdas, kaya, dermawan, sholeh, terhormat dan masih banyak lagi.
Lisan saya memang tidak mengatakan demikian, tapi hatiku benar benar nyata mengatakannya. Misalnya ketika melihat orang awam saya membatin, "Makanya belajar seperti saya, pinter, cerdas dan berpengetahuan". Atau saat membantu orang lain sehingga sukses hatiku berkata, "Kalau nggak saya bantu kamu bisa jadi gembel". Ketika jamaah sholat subuh saya membatin, "Mereka nggak beriman dan calon penghuni neraka, contoh aku calon penghuni surga subuh subuh sudah bangun untuk jamaah dimasjid". Atau ketika melihat orang yang tidak punya teman saya membatin, "Kasihan sekali, makanya seperti saya pinter dan berkharisma sehingga ribuan orang takzim kepadaku". Dan masih banyak yang lainnya.
Lalu ketika saya kena sihir yang dzalim siapa? Bertahun tahun saya menganggap dukun dan pelakunya yang dzolim. mana mau saya dituduh dzolim, sebab nyata nyata mereka yang dzolim. Karena kedzoliman merekalah yang membuat hidupku kebalik balik. Dahulu kaya berubah jadi miskin. Dulu suka berbagi lalu terbalik menjadi peminta sedekah. Dulu berilmu lalu berubah jadi nggak bisa mikir. Dulu dimuliakan berubah jadi dihinakan. Dulu rumah tangga harmonis berubah diujung tanduk. Dulu banyak orang yang saya bantu berubah menjadi meninggalkanku. Semua serba kebalik balik dimana biang keroknya adalah orang dzalim yang menusuk dari belakang.
Semakin saya meyakini mereka yang dzolim semakin dalam diriku masuk ke dalam neraka penderitaan. Sampai akhirnya setelah berlalu proses yang panjang saya sadar dan menyadari bahwa "sayalah yang dzolim". karena saya dzolim atau gelap dari Allah makanya masuk neraka penderitaan yang benar benar pedih rasanya. Ketika menyadari sayalah yang dzolim pada akhirnya saya menerima ujian yang sangat berat ini. Karena bagaimanapun juga inilah balasan atas dosa besar masa lalu yang sudah saya lakukan. Yaitu dosa Iblis, merasa lebih baik dari orang lain. Dosa mengaku aku apa yang bukan milikku. Dosa karena mencuri selendangnya Allah.
"Lalu apakah dukun dan pelaku sihir bukan orang dzalim?". Itu urusan Allah bukan urusanku. Urusanku adalah sadar atas kedzaliman dan dosa masa lalu untuk kemudian menerima konsekwensi balasaannya sekarang. Jika balasannya melalui dukun dan pelaku sihir dan atau oleh orang orang terdekat yang berkhianat dan menusuk dari belakang itu juga urusan Allah. Meskipun balasannya melalui orang lain hakikatnya pelakunya adalah Tunggal, ahad, esa tiada duanya.
Seakan akan saja bisnisku hancur karena sihir, tapi sebenarnya Allah sedang berkata, "Makanya jangan merasa kaya. Yang kaya itu AKU bukan kamu". Seakan akan saja saya jadi gembel karena sihir, tapi sebenarnya Allah sedang menegur, "Makanya jangan merasa kamu yang membantu pada saat kamu memberi. AKU lah yang sebenarnya memberi lewat tanganmu". Ketika semua ilmuku, hapalanku, kesholehanku, ibadahku dll tak mampu menjadi solusi sebenarnya Allah sedang mengatakan, "Makanya jangan sok berilmu, jangan merasa alim. Sebab AKU lah yang berilmu dan menitipkan sebagian ilmu_Ku kepadamu".
Ketika sadar akan hal ini aku jadi sering menangis. Bukan menangis karena menahan musibah tapi menangis karena bertahun tahun sudah menduakan_Nya tapi nggak sadar. Sadarnya ketika dibanting banting sampai mentok dan tidak ada jalan keluar. Disatu sisi saya sering menangis karena merasa bersalah kepada Allah, disisi lain aku menangis karena Allah berkenan datang memperkenalkan diri_Nya. Nikmat mana lagi yang lebih besar selain melihat Allah?
Ketika aku sadar apakah semua langsung berubah? TIDAK. Mana rela iblis dan hawa nafsu membiarkanku untuk kembali kepada Allah? Mereka menyerangku dengan gencar dari segala sudut. Misalnya bayangan pengkhiantan orang orang terdekat menghantui 24 jam yang membuat dadaku bergemuruh. Rumah tangga semakin diujung tanduk, ekonomi semakin morat marit dan fitnah meraja lela. Iblis mengatakan, "Ini loh wajah wajah mahluk yang menjadi bagian dari kehancuran hidupmu. Maka balaslah perbuatan mereka". Disisi lain saya berjuang luar biasa dengan meyakini dalam hati bahwa dibalik seribu wajah sebenarnya pelakunya Tunggal. Dalam bahasa lain itu hakikatnya bukan mahluk, tapi Allah yang menguji imanku.
"Yang mengkhianatiku bukan mahluk tapi Allah sedang menegur kesombonganku. Yang membuat ekonomi hancur bukan mahluk tapi Allah. Yang membuatku kena fitnah bertubi tubi bukan mahluk tapi Allah. Allah sedang menegur keakuanku selama ini yang mengaku aku memiliki. Sehingga dengannya saya belajar mengikhlaskan apa yang hancur, membiarkan yang pergi dan merelakan yang hilang. Semua saya lakukan karena Allah. Atau karena "itu Allah".
Dan ternyata benar apa kata Quran dan hadits, yang intinya kalau kita beriman dan bertaqwa kepada Allah maka akan dapat hadiah surga. Iman itu ketika hatimu merasa berduaan dengan Allah, sedangkan taqwa ketika hatimu bahagia karena selalu bersama Allah. Dan hadiahnya jangan nunggu nanti setelah dikubur, itu telat setelat telatnya yang membuatmu menyesal semenyesal menyesalnya. Hadiah surga itu harus anda alami dan rasakan sekarang dan sekarang. Sekarang saat di dunia, sekarang saat dialam barzakh dan sekarang saat di akherat.
Ketika hati sudah berduaan dengan Allah saja maka itulah surga. Meskipun hari ini anda kena fitnah tetap rasanya seperti disurga. rasanya seperti sang kekasih yang mencubitmu karena manja. Sakit sedikit tapi nikmatnya luar biasa. Setelah Sang Kekasih mencubitmu karena cemburu maka berikutnya akan memelukmu. Dalam bahasa lain ketika engkau sadar yang menghancurkanmu adalah Allah, berikutnya Allah akan menggantinya dengan pergantian yang membuatmu puas.
Oleh karena itu buat sahabat yang saat ini sedang diberikan musibah yang besar cobalah sekali kali muhasabah diri. Lalu mengakui sejujur jujurnya sebenarnya kitalah yang gelap atau dzalim dari Allah. Kitalah yang tidak mampu melihat Allah dibalik ujianmu sehingga dirimu merana. Kitalah yang dzalim sehingga tidak mengerti bahwa musibahmu disebabkan oleh perbuatanmu dimasa lalu. Setelah sadar lalu terimalah ujianmu yang sekarang ini. Terimalah konsekwensi perbuatanmu dimasa lalu karena Allah. Karena yang membalasnya adalah Allah.
Dan buat sahabat lainnya yang belum mengalami ujian berat maka pahamilah bahwa sebesar dzarah perbuatan baik atau buruk akan mendapatkan balasannya. Mungkin saja yang membalas perbuatanmu bukanlah orang yang pernah engkau rugikan, tapi siapapun yang membalasmu hakikatnya pelakunya adalah Tunggal. Pelakunya adalah Allah sendiri.
Saya menulis demikian supaya saya dan anda lebih berhati hati didalam berbuat. Karena sekali lagi sekecil apapun perbuatan burukmu pasti akan dibalas suatu saat nanti. Tinggal nunggu waktu saja. Dan itu pasti tidak bisa tidak.
"Ustadz saya jadi takut, sebab dulu pernah durhaka kepada orang tua, dulu pernah berzina, dulu pernah membnh, dulu pernah mencuri". Jika anda pernah melakukannya maka yakin seribu persen cepat atau lambat anda akan mendapatkan balasan yang setimpal. Ketika balasan itu datang maka anda akan terhenyak, shock, dan tidak percaya dengan kenyataan. Oleh karena itu akui dosamu lalu banyak banyak mohon ampun kepada Allah. Setelah itu banyak banyak berbuat baik kepada sesama dengan tulus karena Allah. Banyak bantu orang lain, banyak sedekah, dan memberikan manfaat lainnya. Jika anda pernah merugikan orang lain sebisa mungkin mengakuinya untuk kemudian meminta maaf kepadanya.
Harapannya supaya karma atau balasan perbuatanmu tidak jadi digelar oleh Allah. Harapannya supaya rahmat Allah turun kepadaku dan kepadamu. karena kalau tidak karena rahmat dan ampunan Allah maka kel4r hidup l0e. Ketika balasan atas dosa besar masa lalu digelar kemungkinan besar dirimu tidak akan kuat menanggungnya. Begitu kira kira.
Syukron
Pendekar Langit

Tidak ada komentar:
Posting Komentar