Apakah Tahlilan Yasinan adalah Bid'ah dan Sesat? Banyak yang membahas tema ini. Kali ini saya mau membahas dari sisi lain. Apakah Tahlilan Yasinan adalah Bid'ah dan Sesat? Simak jawabannya ya?
SANTAPAN ROHANI, GALAU KETIKA AMALIAH DIBILANG BID'AH DAN SESAT??
ustad,, setelah sy bca tulisan ustad tentang perbedaan manhaj aliran2 yg tdk sesuai sunnah d anggap bid' ah. contoh stiap mlm jumat sy suka ikut pengajian bca yasin,, ketika sy bca dgn ibu2 jamaah d sni,, sya niatkan ruqiyah,, dn selsai baca sy tiupkan k air,, dn efeknya badan pada sakit ustad,,bgtu sy konsul ad ustad yg bilang lanjutkan,,tapi ad jg yg bilang itu bukan ajarN yg nabi ajarkan,,klo maljum sunnah nya baca alkahfi,,bukankah yg lebih buruk lagi malah yg gak mw ngaji kn ustad?
cuma yg sy bingungkan knp baca yasin secara jamaah d bilang bidah,, klo mw ikut kajian yg sunnah,, cuma kn susah ustad secara saya punya dua balita yg aktif,, pa lagi yg satu suka kejang2,, sbg org awam sy bingung,, pa lagi pas ngaji baca inna fatahna,, badN mulai gak nyman itu artinya jin yg bdan sy gak nyaman d bacakan itu k@n ustd?
satu lagi ustad tentang roko, suami saya peroko, klo abis ruqiyah rumah gak lma suami sy ngeroko d teras rumah,,krna sy suka lihat kajian ahlul sunnah klo roko itu haram dn itu mkanna jin,, alhasil sy sllu ribut sama suami karna perbedaan itu, gk mgkn kn org yg biasa peroko d sruh beehenti lsg mna mgkn bisa? tapi lihT tulisan ustd klo ketika ego kita turun untyk hal dunia,, ckup kopi hitam dan udud udh rasa d syurgA? 😁😁
Jawab: Venomena diatas lumayan banyak dialami oleh korban sihir. Yaitu kegamangan dan kegalauan hati ketika seiring ruqyah bertemu dengan beberapa peruqyah yang berbeda aliran, manhaj dan mandzabnya. Apalagi korban sihirnya adalah orang awam maka akan membuatnya semakin cemas dan was was dengan segala perbedaan penafsiran dilapangan. Ada yang bilang boleh, nggak boleh, halal, haram, bid'ah, sesat dll.
Tulisan ini relate dengan tulisan saya sebelumnya tentang kunci rumah tangga yang harmonis yaitu dialog dari hati ke hati bukan ego ke ego. Kalau dialog dari hati ke hati akan memunculkan persamaan dan persatuan. Sementara kalau dialog dari ego ke ego akan memunculkan semakin banyak perbedaan lalu mempertajamnya. Sehingga endingnya cekcok dan bertengkar karena masing masing merasa berdiri di jalan yang benar. Kalau begitu kapan selesainya?
Tidak hanya terjadi dalam rumah tangga namun dalam kehidupan umat islam dimana banyak terjadi aliran dan firqoh2 dimana masing masing merasa paling benar. Ketika dialog maka yang ditamakan adalah ego yang disandarkan kepada akalnya sehingga nggak akan ketemu sampai kiamat. Yang ada semakin memunculkan banyak perbedaan yang dipertajam. Dalam bahasa lain masing masing mempertontonkan bagaimana pinternya mendalil dengan seribu ayat dan hadits. Endingnya nggak akan ada titik temu kecuali dongkol, benci dan nambah musuh. Dan hasilnya bisa anda lihat sekarang yaitu perpecahan umat islam.
Terkait dengan yasinan, tahlilan, mauludan dan masih banyak lagi adalah contoh dilapangan betapa perbedaan itu semakin dipertajam. Ada yang bilang boleh ada yang bilang haram, ada yang bilang bid'ah ada yang bilang sesat dll. Dan masing masing punya seribu dalil untuk membenarkan pendapatnya. Sehingga pada akhirnya nggak ada titik temu kecuali perpecahan yang sangat nyata. Buktinya saat ada acara tahlilan maka mereka yang meyakini tahlil bid'ah nggak mau datang, ngumpul dan ngguyup. Sebaliknya mereka yang tahlil juga nggak mau dekat dekat dengan orang tersebut karena menganggapnya sebagai aliran keras, 1SIS atau khawarij. Ketika dilingkungan anda diisolir masyarakat yang salah siapa? Selalu saja anda merasa paling benar dan disalahkan orang lain. Dan selalu saja anda meyakini dengan kekakuan ini nanti masuk surga, sementara orang lain masuk neraka. Lihat betapa kaku dan kerasnya hawa nafsu saya dan anda semua.
Contoh lain tentang rok0k ada yang bilang boleh, mubah, makruh dan haram. Makanya saya kasihan jika ada orang orang tua yang nongkrong dipinggir mushola, ngopi dan ngudud sambil mendengarkan kyainya ceramah lalu menghujatnya karena meyakini rokok itu haram. Padahal orang tua yang ngopi dan ngerokok hatinya sangat lapang dan tidak pernah merecoki orang lain. Dirinya sudah tidak punya keinginan duniawi lagi seperti kamu, kecuali hanya menyelesaikan tugasnya sebagai seorang ayah dan suami. Baginya kebahagiaan itu cukup kopi dan ngudud saja. Lalu dengan lantangnya anda mengatasnamakan agama hendak merampas kebahagiaan para senior yang sebentar lagi menghadap Tuhannya dengan hati yang lapang?
Atau banyak yang meyakini pinjem bank itu riba, meskipun syariah. Saya Alhamdulillah nggak punya utang dan nggak ada hubungan dengan bank, tapi kurang setuju dengan pendapat itu. Seandainya bank tidak memberikan bunga dari mana keuntungannya? Kalau demikian hanya menguntungkan para pengusaha yang utang milyaran. Sedangkan kebanyakan kita hutang bank untuk urusan urusan yang remeh temeh dan itu karena terpaksa.
Sampai kapan perbedaan dan perpecahan ini terjadi? Sampai kiamat. Dan setelah kiamat masing masing meyakini dirinyalah yang masuk surga, smeentara orang lain yang berbeda pendapat dengamu akan masuk neraka. Saran saya jangan ngimpi terlalu jauh dulu. Bukankah sekarang anda sedang merasakan neraka yaitu dalam bentuk dada yang panas berisi kebencian kepada sesama?. Apakah kebencian dan kemarahan itu layak berada disurga? Soo Turunkan egomu dulu baru mulai membicarakan surga.
Saya paham bahwa yang mengatakan yasinan itu bid'ah, rokok haram, bunga bank riba dll punya seribu dalil. Bagus itu.. Silahkan saja lanjutkan keyakinanmu dan praktekkan untuk diri dan keluarga dan sesama aliranmu. Tapi kalau sudah masuk ke lingkungan sosial yang heterogen tahan dirimu untuk mencela orang lain yang mempunyai pendapat yang berbeda. Bagaimanapun juga mereka juga punya dalilnya sendiri. Dan semua mengatasnamakan Al Quran dan Sunnah kok. Artinya ketika sudah masuk di lingkungan sosial tengg3lamkan dulu egomu untuk kemudian menerima perbedaan. Tetap guyup rukun dalam bingkai persatuan umat. Jika kita semua mau menengg3lamkan ego demi persatuan umat niscaya umat ini menjadi sangat kuat.
Disini saya tidak menyebutkan nama aliran, manhaj atau madzab loh ya? Saya hanya mengajak masing masing menurunkan ego yang berbaju agama, untuk kemudian saling melengkapi dan memperkuat satu sama lain. Bagaimanapun juga perbedaan itu sudah menjadi sunnatullah atau ketetapan Allah. Khan memang nyata nyata dari sononya banyak perbedaan penafsiran akal. Dari sononya sudah begitu. Karena itulah tengg3lamkan egomu kepada kehendak Allah. Kehendak Allah kita semua heterogen, makanya ikutilah kehendak Allah itu dan jangan ikuti kehendak nafsumu.
Artinya: "Dan kalau Allah menghendaki, niscaya Dia menjadikan kamu satu umat (saja), tetapi Allah menyesatkan siapa yang dikehendaki-Nya dan memberi petunjuk kepada siapa yang dikehendaki-Nya. Dan sesungguhnya kamu akan ditanya tentang apa yang telah kamu kerjakan." (QS An Nahl: 93)
Artinya: "....Sekiranya Allah menghendaki, niscaya kamu dijadikan-Nya satu umat (saja), tetapi Allah hendak menguji kamu terhadap pemberian-Nya kepadamu, maka berlomba-lombalah berbuat kebajikan. Hanya kepada Allah-lah kembali kamu semuanya, lalu diberitahukan-Nya kepadamu apa yang telah kamu perselisihkan itu," (QS An Nahl: 48)
Untuk sahabat yang diuji dengan sihir mulai saat ini jangan gamang dan galau lagi. Lakukan saja amaliah yang anda yakini sesuai dengan aliran, manhaj dan madzab yang anda ikuti. Jika ada yang mengatakan amaliahmu tidak sesuai sunnah, bid'ah, haram dll biarkan saja. Mereka punya dalil dan alasan mengatakan demikian. Misalnya mengatakan membaca Al Kahfi setiap malam jumat memang ada haditsnya. Tapi jika yang anda baca adalah yasin juga tidak salah. Yang penting dirimu juga punya dalil tersendiri. Apa dalilnya? Dalilnya adalah membaca Al Quran itu baik dan berpahala.
Jika ada peruqyah yang mengatakan dengan yasinan, tahlil, roko, dll menyebabkan gangguan jin semakin parah ya biarkan saja mereka mengatakan demikian. Percayalah tidak sebegitunya. Nyatanya dari berpuluh puluh juta umat yang melakukannya nggak kena gangguan jin kok. Kecuali hanya satu dua yang memang sedang diuji oleh Allah melalui sihir.
Yang saya wasiatkan kali ini khsusunya bagi anda yang kena sihir berjuanglah untuk meletakkan akalmu. Mengapa meletakkan akal? Sebab ujianmu tidak masuk akal. Dan akal inilah biang kerok segala perbedaan yang terjadi. Karena menggunakan kecerdasan akalnya sehingga masing masing merasa paling bener, paling pinter, paling sunnah, paling lurus, paling sholeh dan paling layak masuk surga. Dan bagi sahabat yang kena sihir letakkan apa yang saya tulis pada kalimat barusan. Dalam bahasa lain jangan merasa paling bener, paling sunnah, paling alim dan lain sebagainya. Karena kalau anda masih mempertahankannya maka ujian sihir yang anda alami benar benar tidak masuk akal. Misalnya ketika anda merasa paling alim nyatanya khan tetap kena sihir. Sehingga PR mu adalah meletakkan kealimanmu.
Setelah meletakkan akalmu kemudian terimalah kenyataan kalau dirimu sehebat apapun nyatanya kena sihir yang menghancurkan segala galanya. Terimalah takdirmu karena meyakini ada Allah yang mengujimu dibalik sihir. Allah sedang menguji mata hatimu, apakah mata hatimu melihat mahluk (sihir) atau melihat Allah?. Dalam bahasa lain letakkan ego yang disandarkan kepada akal kemudian serahkan kepada Allah. Caranya biarkan Allah dengan logika dan kecerdasan_Nya sendiri menggelar takdir padamu, padaku dan pada kita semua.
Jika mata hatimu masih saja melihat mahluk (sihir) maka akan masuk neraka. Bentuknya adalah penderitaan yang tiada habisnya.
Dalam bahasa lain jika kamu masih mempertahankan ego yang dihadapkan pada akal kecerdasanmu maka selamanya tidak akan menemukan jalan keluar. Sebagai contoh anda tetap mempertahankan keyakinan bahwa pelaku sihir adalah orang jahat, dzalim dan kafir yang seharusnya dapat adzab. Lalu dengan dalil itu anda berdoa siang dan malam supaya pelaku sihir kena adzab. Maka anda akan semakin menderita dikarnakan pelakunya semakin terkenal, sehat, kaya, makmur dan sejahtera. Setelah itu anda akan ragu dengan imanmu sendiri.
Akan tetapi sekali lagi berjuanglah untuk meletakkan ego/ nafsu dan akalmu lalu biarkan Allah bercerita. Ditahap ini sebenarnya anda sedang berusaha membuka hati yang selama ini ketutup. Selama ini hatimu ketutup oleh mahluk dalam bentuk sihir, pelaku dzalim, pasangan dll. Ketika anda berjuang untuk ikhlas sejatinya sedang menghidupkan hati untuk kemudian mempersilahkan Allah menggelar takdir. Ketika kepekaan hatimu terus anda latih maka seiring waktu anda akan paham hikmah dibalik ujian yang anda hadapi. Allah akan menjelaskanmu alasan diberikan ujian berat ini by lapisan lapisan takdir. Sampai kemudian anda paham, "Oo begitu toh ceritanya".
Ketika anda mempertahankan ego dan akalmu akan melahirkan lebih banyak perbedaan yang dipertajam. Endingnya adalah perpecahan. Sebaliknya jika anda meletakkan ego untuk kemudian membuka hati akan melahirkan persatuan. Anda sering membaca istilah "tauhid" khan? Tauhid itu bahasa arab bahasa indonesianya persatuan. Dalam bahasa lain ternyata dibalik segala dinamika kehidupan yang berbeda beda, beragam, heterogen, majemuk dll ujungnya adalah satu. Ternyata dibalik itu semua ada Allah yang menggelarnya. Allah melakukannya sendirian dan tidak butuh serikat termasuk dirimu sendiri. kalau semua umat menyadari ini sudah pasti tidak ada lagi kebencian, permusuhan, apalagi perpecahan.
So bagi sahabat yang kena sihir saran saya fokuskan saja ruqyahnya. Janganlah statement dari orang lain yang berbeda beda membuatmu jadi galau. Toh statement itu masih berkutat di dimensi akal yang pasti nggak akan sama satu sama lain. Perbedaan itu masih di alam akal bukan alam iman (qalbu). Kalau masih di dimensi akal pasti melahirkan banyak berbendaan. Sebab Otak manusia itu beda beda tidak ada yang sama satupun. Sekali lagi terus saja ruqyahnya sambil berjuang meletakkan ego dan akalmu untuk kemudian membuka hati. Bukalah hatimu dan terimalah kedatangan Allah. Allah datang bersama takdir untuk mengujimu, oleh karena itu terimalah dengan hatimu bukan akalmu. Mengapa demikian? Sebab ujian Allah itu melampaui kecerdasan akalmu.
Buat sahabat lain dari berbagai aliran, manhaj dan madzab apapun yang membaca tulisan ini maka ketahuilah bahwa tulisan ini bukan untuk merasa paling hebat dan paling benar. Oleh karena itu jangan sampai menyinggung hatimu lalu ngajak debat adu dalil ya? Karena saya pasti tidak akan menerima tantanganmu. Tulisan ini untuk direnungkan sama sama. Jika setuju ayuk dipraktekkan, jika tidak setuju nggak ada masalah sama sekali. Setuju nggak setuju tetap kita harus mau ngopi bareng ya? Nanti kita ngopi bareng lintas madzab di klinik ruqyah pendekar langit. Oke???? 🙂
Dmeikian jawaban Apakah Tahlilan Yasinan adalah Bid'ah dan Sesat? Semoga mencerahkan
Wallaahu A'lam
Pendekar Langit

Tidak ada komentar:
Posting Komentar