Anda pasti menganggap orang yang dapat petunjuk atau hidayah adalah mereka yang sholat, hijrah, menjalankan sunnah dll khan? Selalu saja lahiriah yang dijadikan patokan utama. Bukan itu jawabannya. Bukan Sholat, Iilah Tanda Orang yang Diberikan Petunjuk Allah.
SANTAPAN ROHANI, INI DIA TANDA ORANG YANG DIBERIKAN PETUNJUK
Apakah sakit yg diderita istri skrg ini ada teguran dr Allah? apakah Allah membiarkan umatnya melakukan ini pak? saya sering minta Allah untuk memaafkan salah istri, tp blm pernah mintakan maaf salah mertua
Jawab: Pada awalnya semua manusia tidak kenal dengan Tuhannya. Dalam bahasa lainnya semua manusia buta akan Allah. Lalu seiring proses diberikanlah petunjuk kepada orang orang yang DIA kehendaki, dan disesatkan siapa saja yang DIA kehendaki. Artinya apa? Artinya kekuasaan Tuhan adalah mutlak. Dalam bahasa lain tidak ada satu manusiapun yang bisa memberikan petunjuk bahkan Nabi sekalipun. Semua atas kehendak dan ijin Allah.
Coba baca dan renungkan 3 firman Allah berikut ini:
Artinya: ....“...Maka Allah menyesatkan siapa yang Dia kehendaki, dan memberi petunjuk kepada siapa yang Dia kehendaki. Dan Dialah Tuhan Yang Maha Kuasa lagi Maha Bijaksana.” (QS. Ibrahim: 4)
Artinya: "Sesungguhnya kamu tidak akan dapat memberi petunjuk kepada orang yang kamu kasihi, tetapi Allah memberi petunjuk kepada orang yang dikehendaki-Nya, dan Allah lebih mengetahui orang-orang yang mau menerima petunjuk." (QS Al Qashash: 56)
Artinya: "Maka, siapa yang Allah kehendaki mendapat petunjuk, Dia akan melapangkan dadanya untuk menerima Islam. Siapa yang Dia kehendaki menjadi sesat, Dia akan menjadikan dadanya sempit lagi sesak seakan-akan dia sedang mendaki ke langit. Begitulah Allah menimpakan siksa kepada orang-orang yang tidak beriman." (QS Al An'am: 125)
Dari 3 ayat diatas kita bisa menarik beberapa kesimpulan sbb:
1. Allah yang memberikan petunjuk
2. Yang tahu siapa yang menerima petunjuk hanya Allah
3. Petunjuk itu dalam dada
Mari kita bahas satu persatu.
1. Allah yang memberikan petunjuk
Yang memberikan hidayah atau petunjuk itu Allah bukan aku atau kamu. Dan Allah memberikan petunjuk kepada siapa saja yang dikehendaki_Nya. Artinya janganlah dirimu dengan ilmumu merasa sudah memberikan petunjuk kepada orang lain. Misalnya karena mereka ikut pengajianmu lalu hijrah, sholat, ngaji dll lalu engkau merasa sudah memberikannya petunjuk. Ini nggak bener. Malah kalau kamu merasa sudah memberikan petunjuk kepada manusia ini sama halnya dirimu sudah jadi thoghut.
2. Yang tahu siapa yang menerima petunjuk hanya Allah
Yang tahu siapa siapa yang mau menerima petunjuk hanyalah Allah bukan mahluk. Tidak harus yang pakai gamis, suka baca Quran, sering isi ceramah dll artinya mereka sudah dapat petunjuk. Tidak harus ustadz, kyai, ulama, habib, gus dll pasti mereka dapat petunjuk. Nggak begitu. Ini saya sampaikan supaya sahabat tidak melulu memandang dari sisi lahiriah saja. Dan dalam banyak kasus pandangan lahiriah banyak yang menipu.
Yang tahu siapa yang mau menerima petunjuk hanyalah Allah. Bisa jadi mereka petani, karyawan, pengemis, pejabat bahkan bisa jadi mereka pezin4, pera4mpok, penyihir dll. Allah yang tahu dan kita tidak tahu. Allah yang tahu akhir dari perjalanan hidup manusia. Tidak jaminan sekarang pezin4 lalu selamanya jadi pezin4. Tidak jaminan sekarang ustadz lalu selamanya akan jadi ustadz.
3. Petunjuk itu dalam dada
Dan petunjuk itu ada dalam dada bukan dikepala. Atau petunjuk itu ada dalam hati bukan akal pikiran. Hal ini saya sampaikan supaya anda tidak menilai orang yang diberikan petunjuk adalah mereka yang pinter sholat, pinter ngaji, pinter fikih, pinter sunnah dll. Wilayah tersebut masih wilayah akal bukan wilayah dada. Ini harus benar benar dipahami supaya tidak salah menilai.
"Dada yang bagaimana sebagai tanda seseorang mau menerima petunjuk?". Jawabannya dada yang "islam". Bukan beragama atau ber KTP islam loh ya, tapi dada yang mau menerima islam. Islam itu bahasa arab. Bahasa indonesianya pasrah, tunduk, nurut, manut. Ketika tunduk maka dada akan merasa lapang, lega, ridho. Tunduk kepada apa? Bukan sekedar tunduk yang ditandai sering ritual sholat, ngaji, menjalankan sunnah dll. Sekali lagi ini masih wilayah akal. Yang dimaksud hatinya tunduk kepada takdir dan ketetapan Allah. Ketika hatinya tunduk kepada ketetapan Allah itulah disebut dengan sholat. karena makna sholat adalah hatinya nyambung ke Allah lalu dengan itu tunduk.
Sementara tanda seseorang enggan untuk tunduk ketika dadanya sempit dan sesak, seperti naik ke langit. Dada loh ya bukan kepala. Dadanya sempit dan sesak karena capek dan lelah dengan takdir. Dalam bahasa lain dadanya berisi kemarahan, kekecewaa, kesombongan, dendam, ketakutan dan lain sebagainya. Kalau bahasa Al An'am ayat 125, "Itulah siksa bagi mereka yang tidak beriman". Mengapa seseorang dadanya sempit dan sesak? Karena akalnya masih main. Yang main itu akalnya bukan hatinya. Dalam bahasa lain mereka beriman kepada apa yang dilihat oleh akal pikirannya sehingga membuat dadanya sesak.
Relate dengan kerisauan sahabat, "Apakah Allah membiarkan umatnya melakukan ini pak?". Maka tanyakan saja ke Allah. Tanya hatimu bukan akalmu. Ketika anda bertanya, "mengapa Allah begini dan begitu" maka jawaban hati adalah, "Allah memang menginginkan begini dan begitu, mau apa?". Kita tidak bisa apa apa kecuali hanya menerima kehendak Allah saja. Ketika hati menerima itulah yang disebut dengan awal datangnya petunjuk.
Tapi kalau anda bertanya tanya, "Mengapa Allah membiarkan begini dan begitu? Seharusnya khan begini dan begitu?". Maka inilah yang disebut dengan beriman kepada akal. Dan kebanyakan kita termasuk saya dan anda imannya kepada akal. Maka dengan itulah dada kita terasa sempit dan sesak.
Contoh lain misalnya. "Mengapa Allah memberikanku ujian sihir, harusnya khan....". Atau, "Mengapa Allah memasukkan hamba_Nya ke neraka, harusnya khan?". Atau, "Mengapa pasanganku mengkhianatiku, harusnya khan..". Atau, "Mengapa harus ada pezin4, Allah nggak adil dong?". Atau, "Mengapa pelaku sehat dan kaya, harusnya khan kena adzab?". Atau, "Mengapa yang sholat malah miskin, harusnya khan orang kafir yang miskin". "Mengapa harus perang disana sini, harusnya khan?". Dan masih banyak contoh lainnya dimana mempertanyakan kehendak Allah bahkan memprotesnya.
Mengapa memprotesnya? Karena semua didasarkan kepada itung itungan ilmu dan akalmu. Sedangkan Allah diatas itu atau beyond the imagination. Karena itulah dadamu terasa sesak dan sempit. Mengapa demikian? karena mempertanyakan ketetapan Allah dengan akalmu sendiri. Coba tanyakan segala pertanyaan di benakmu tapi biarkan hati yang menjawab. Maka jawabannya sangat jelas, "Sebab Allah memang mengendaki demikian, kamu mau apa?". Sehingga mau tidak mau hatimu tunduk dengan keperkasaan_Nya.
Ketika Allah sudah menetapkan sesuatu maka kun fayakuun. Terjadilah apa yang memang harus terjadi meskipun itu tidak sesuai dengan akalmu. Peran kita bukanlah mempertanyakan mengapa Allah begini dan begitu. Allah tidak akan ditanya dengan apapun yang DIA lakukan, sebab kitalah yang akan ditanya. Bukan dengan pertanyaan secara lisan tapi pertanyaan yang jawabannya ada dalam hati. Pertanyaannya adalah apakah engkau menerima ketetapan Allah atau memberontak?. Jika jawabannya engkau menerima ketetapan Allah hatimu tunduk dan lapang. Jika engkau tidak terima dengan ketetapan Allah tandanya hatimu sempit dan sesak. Anda yang mana?
Oleh karena itu ayuk kita berjuang menerima kehendak Allah meskipun bertabrakan dengan logika dan akal pikirmu. Tabrak dan jebol saja logika dan akal pikirmu supaya dengan itu hatimu bisa hidup. Ketika hatimu hidup maka hidup itu sendiri akan terasa lapang. Kelapangan itulah yang akan menghadirkan surga sebagai hadiah keimanan. Dan saya memberikan peringatan untuk diri sendiri dan anda semua akan adanya siksa yang pedih jika kita mengingkari Allah. Yaitu datangnya adzab yang dekat sebelum siksa yang kekal.
Apa bentuk siksa yang dimaksud? Bentuknya sebagaimana yang sudah ditulis pada paragraf awal yaitu dadamu yang sempit dan sesak. Sedangkan dada yang sempit dan sesak hanya mengantarkanmu kepada penderitaan demi penderitaan berikutnya terus menerus dan kekal. Misalnya karena anda protes kepada takdir dimana pasanganmu berkhianat karena sihir lalu membuat dadamu sesak setiap hari. Dengan dada yang penuh kekecewaan dan kemarahan anda bertengkar setiap hari sehingga berucap kata cerai. Lalu kandaslah rumah tanggamu.
Setelah kandas anda depresi, apalagi melihat anak anak tidak terurus. Karena depresi menyebabkan produktifitas anda turun seiring ekonomi yang semakin hancur. Karena ekonomi hancur membuatmu merampok dan mencuri sehingga digebuki orang dan masuk penjara. Semakin hari anda semakin depresi yang memicu munculnya berbagai penyakit kronis misalnya asam lambung, hipertensi, stroke bahkan kangker. Akhirnya anda meningg4l dengan tragis dibalik jeruji besi. Dan setelah meninggal menunggu siksa lain yang lebih pedih. Mau seperti itu?
Kalau tidak mau mulailah dari sekarang untuk membongkar dan hancurkan tembok akalmu. Jangan lagi mempertanyakan kehendak dan keinginan Tuhan dalam takdirmu. Tanya boleh tapi jangan protes dan memberontak. Setelah bertanya tanya lalu terimalah dengan lapang dalam dadamu. Percayalah setelah hatimu lapang maka Allah akan menjelaskan mengapa takdirmu dibikin begini dan begitu.
Misalnya ketika anda kena sihir yang membuat hancur ekonomimu maka anda boleh bertanya tanya, "Ya Allah mengapa harta bendaku Engkau ambil?". Tapi cukup bertanya saja jangan berontak. Lapangkan dadamu dan terimalah kenyataan kalau harta bendamu memang di ambil oleh pemilik_Nya. Jalani saja hidupmu meskipun memprihatinkan. Dan jangan lupa selalu bawa nama Allah dalam hatimu, bukan di akalmu. Percayakan semua kepada_Nya. Maka percayalah DIA akan menjelaskan kepadamu melalui lapisan demi lapisan takdir. Misalnya pasca dipecat dari perusahaan tapi hatimu tetap lapang ternyata mau diberikan pekerjaan baru yang jauh lebih menjanjikan.
Ketika hatimu lapang dirimu tetap optimis menjalani kehidupan. Dengan optimis itu produktifitas anda naik. Ketika produktifitas naik rezeki mengalir dan bertambah. Ketika rezeki bertambah lalu anda dipertemukan dengan jodoh lain yang lebih baik yang membuatmu bahagia. Ketika hatimu bahagia maka hubungan sosialmu akan semakin erat dan luas. Ketika hatimu bahagia maka hidupmu akan sehat, makmur dan sentausa. Saat itulah anda benar benar meyakini, "ini semua pemberian Allah".
Sehingga ketika datang detik detik kem4tian anda tidak risau. Sebab sudah trust atau percaya banget sama Allah. Imanmu sudah menghunjam dada. Kamu sudah sangat yakin kalau percaya kepada Allah semua pasti beres. Maka ketika hidup anda beriman kepada Allah, setelah m4ti juga beriman kepada Allah. Setelah meninggal sudah menunggu kebahagiaan lain yang kekal. Begitu kira kira.
Demikian Bukan Sholat, Iilah Tanda Orang yang Diberikan Petunjuk Allah
Syukron
Pendekar Langit

Tidak ada komentar:
Posting Komentar