Mau tahu berapa banyak orang yang sakit jiwa? kalau mau tahu silahkan datang ke rumah sakit jiwa. Disana bejubel. Mau sembuh dari sakit jiwa? Simak Cara Sembuhkan Sakit Jiwa, Luka Batin, Gila, OODGJ, Trauma dll.
SANTAPAN ROHANI, CARA SEMBUHKAN DEPRESI DAN LUKA BATIN KARENA MUSIBAH
Parah ya, bener aq depresi saat itu entah knp sampai ke psikiater kan pernah aq bilang ke kk ya saat itu. Saat itu selalu cemas tiba-tiba padahal di angkot, kereta, busway kan klu di pikir mah semua orang juga jalan pada sendiri an, di situ juga bnyak orang tapi aq ketakutan mulu.
Jawab: Segala sesuatu selain Allah nerakalah tempatnya. Atau segala sesuatu yang disembah selain Allah maka tempatnya adalah jahannam. Cuman dirimu jangan memaknai ini secara lahiriah nanti nggak akan benar benar nemu jawabannya. Jangan hanya menganggap menyembah Allah itu melalui ritual sholat saja, nanti nggak akan paham maksudnya. Jangan hanya berkutat kepada ini sesuai dalil ini nggak, ini sesuai sunnah ini nggak, nanti kamu hanya terpaku disitu tanpa mengerti substansinya.
Artinya: Sungguh, kamu dan apa yang kamu sembah selain Allah, adalah bahan bakar Jahanam. Kamu (pasti) masuk ke dalamnya. (QS Al Ambiya': 98)
Siapakah yang pasti masuk jahannam? Kalau mau tahu silahkan sahabat baca WA diatas. Orang yang depresi, luka batin, histeria, OODGJ, sakit jiwa dan semacamnya adalah mereka yang masuk jahannam dan pasti. Jahannamnya sekarang bukan nanti. Kalau nanti itu urusan lain. Sebab yang pasti pasti aja adalah sekarang. Yaitu sekarang mereka sangat menderita. Yaitu derita batin.
Mengapa mereka sangat menderita? Atau mengapa mereka masuk jahannam? Sebab sesuai ayat diatas mereka menyembah selain Allah. Bisa jadi mereka sholat, puasa, menjalankan sunnah, ikut kajian tauhid dan lain sebagainya tapi tetap masuk jahannam. Masuknya sekarang bukan nanti. Sekali lagi urusan nanti itu ya nanti. Nanti itu urusan Allah.
Mungkin anda tidak terima dengan paragraf diatas. Mosok saya sholat, puasa, jalankan sunnah. ibadah sesuai fikih dll kok masuk neraka jahannam? Tapi khan kenyataannya sangat jelas bahwa anda sangat menderita. Batin anda terluka, depresi dan semacamnya sehingga harus sering ke psikiater atau ke psikolog. Artinya ada yang tidak beres dengan psikish anda.
Neraka itu naar bahasa arabnya. Diindonesiakan lagi artinya adalah "api". Artinya neraka itu adalah api. Yaitu api penderitaan yang tersulut dalam dada. Dadamu panas membara sehingga memicu penderitaan. Karena memang sifat api adalah panas. Dan dalam dalil disebutkan bahwa api neraka dipanaskan ribuan tahun sehingga warna apinya hitam. Sampai sampai anda tidak bisa melihat tangan anda sendiri karena saking hitamnya atau saking gelapnya.
Ini bahasa kias sebenarnya. Yang dimaksud api hitam adalah kegelapan dalam hatimu. Gelap dari apa? Dari Allah. Hatimu gelap karena tidak mampu melihat Allah dibalik takdir. Jika gelap bahasa arabnya adalah dzulumat maka hatimu dzulumat atau dzolim terhadap Allah. Kamulah yang dzolim terhadap Allah, jadi jangan mengarahkan jarimu kepada orang lain.
Karena hatimu gelap sehingga tidak mampu melihat Allah dibalik takdir makanya masuk jahannam. Dan pasti memasukinya yaitu dalam bentuk api yang menjilati hati. Sedangkan bentuk apinya beda benda nyalanya dimana yang paling panas adalah api hitam. Bentuk panas api jahannam dalam dada misalnya kemarahan, kebencian, kekecewaan, dendam, hasad, kesedihan, kecemasan, ketakutan, kengerian, putus asa dan lain sebagainya. Bukankah api inilah bahan baku depresi yang anda alami?
Ketika api dalam dadamu membakar hatimu maka dzohirmu juga ikut terbakar. Dalam bahasa lain ketika akheratmu masuk neraka jahannam maka duniamu juga akan jadi neraka. Sebagai contoh ketika hatimu berisi kemarahan setiap hari maka bisa menyebabkan penyakit asam lambung. Ketika kesedihan dalam hatimu dipelihara maka akan memicu penyakit kangker. Ketika dendam membara dalam hatimu dipiara maka akan memicu tumor, hipertensi, kolesterol, asam urat, migren dan semua penyakit mengerikan lainnya. Inilah neraka pada jasadmu.
Tidak berhenti sampai jasad sebab api neraka akan membakar kehidupanmu. Ketika dirimu memelihara kebencian maka akan memicu rumah tanggamu cekcok dan berujung cerai. Ketika kesedihan dipelihara akan menurunkan produktifitasmu sehingga ekonomi bisa hancur. Ketika kekecewaan dipelihara maka akan memicu hubungan sosialmu terganggu sehingga tidak ada yang mau berteman denganmu. Ketika dadamu berisi energi negatif lalu ragamu penyakitan, hidup sendirian, tidak punya uang dll maka akan membuatmu semakin depresi sehingga gil4 atau bnh diri. Jadilah penderitaan diatas penderitaan.
Kesimpulannya adalah "Saya yang dzolim atau gelap hatinya. Saya yang kafir atau ketutup hatinya. Saya yang masuk jahannam. Saya yang menderita". Meskipun kedengarannya menyakitkan tapi akuilah dulu. Memang sangat menyakitkan sebab anda sudah sholat, anda ngaji, anda puasa, anda tahu fikih dll lalu merasa sudah menjadi orang beriman. Tapi nyatanya khan hatimu tidak mampu melihat Allah dibalik takdir yang membuatmu menderita. Dalam bahasa lain kenyataannya kamu nggak beriman. Atau imannya sebatas kulit lahiriah saja tidak bisa tembus ke hati.
Oleh karena itu diakui saja dulu. Meskipun mau ngaku atau nggak ngaku tetap saja faktanya anda sedang menderita, batinmu luka, jiwamu rapuh. Soo ketika faktanya sudah jelas jangan keras kepala lagi. Tundukkan diri dan akuilah, "Ya aku yang salah". Pengakuan inilah yang disebut dengan taubat. Sedangkan makna taubat dari kata taabaa yang artinya kembali. Yaitu kembali kepada Allah. Ketika saya dan anda mau mengakui kesalahan alias bertaubat dengan sungguh sungguh maka Allah akan mengampuni kita semua.
Tapi pengampunan Allah itu tidak sim salabim. Dalam artian ketika anda ngaku salah tidak berarti hatimu langsung lapang, lega, damai dan bahagia. Tapi perjalanan taubat itu tentang waktu, pengalaman dan kesungguhan. Dalam bahasa lain suatu saat nanti hatimu pasti lapang damai dan bahagia, tapi melalui proses. Dan proses itulah yang disebut dengan petunjuk atau hidayah. Yaitu hidayah hati supaya berjalan menuju Allah sehingga semakin lama semakin lapang hatinya didalam menerima takdir.
Seperti apa prosesnya? Prosesnya adalah ujian pertaubatan yang dijalani bersama dengan lapisan demi lapisan takdir. Misalnya ketika terkenang rumah tangga yang kandas lalu memicumu bersedih dan menangis. Apalagi hancurnya rumah tanggamu karena ada orang ke 3 maka bisa memicu histeria yaitu teriak teriak dan ngamuk ngamuk. Maka ketika dirimu mengaku salah akan ada momen dimana muncul kesadaran bahwa dibalik kehancuran rumah tanggamu ada Allah. Allah sudah mentakdirkan demikian. Sehingga kesadaran ini mampu sedikit mengurangi kesedihanmu.
Atau saat kena berpapasan pelaku sihir yang membuat dadamu bergemuruh sangat kencang berisi kemarahan dan dendam. Lalu dengan itu bibir anda bergetar menahan kemarahan yang memuncak. Sebab gara gara pelaku sihir hidupmu hancur lebur. Lalu pada titik tertentu ada kesadaran dalam hati bahwa ini ujian dari Allah dan harus berjuang untuk bersabar. Munculnya kesadaran dalam hati inilah yang disebut hidayah/ petunjuk Allah.
Atau ketika ekonomimu hancur karena sihir yang membuatmu bersedih dan khawatir akan masa depan. Mana hutang numpuk, anak belum bayar sekolah, listrik dirumah m4ti, kedatangan debt kolektor dll yang membuatmu semakin sterss. lalu pada momen tertentu ada sedikit kesadaran yang muncul dalam hati bahwa ini semua sudah kehendak Allah. Kesadaran inilah yang disebut dengan petunjuk. Dan petunjuk itulah bahan baku iman.
Ketika anda bersungguh sungguh bertaubat atau kembali kepada Allah maka by proses akan berjuang untuk meredam kemarahan, dendam, kekecewaan dll sedikit demi sedikit. Anda akan berjuang untuk bersabar karena Allah. Anda berjuang untuk tidak ngamuk ngamuk, tidak berkata kata kasar, tidak cekcok dengan pasangan, tidak menyalahkan orang lain. Dan keputusan anda untuk menahan diri inilah bahan baku amal sholeh. Yaitu amal yang terhubung dengan Allah. Dan amalan seperti inilah yang akan diterima oleh Allah.
Pada saat dihatimu ada cahaya Allah meskipun sedikit maka inilah cikal bakal surga yang akan anda alami sendiri. Mengalaminya bukan nanti setelah dikubur tapi sekarang saat di dunia ini. Sedangkan nanti setelah dikubur itu urusan lain. Yang penting sekarang ini tugasku dan tugasmu adalah mencari Allah dalam hati sehingga bisa mencium baunya surga. Dalam bahasa lain ketika saya dan anda berjuang meredam kemarahan kekecewaan kesedihan dll karena Allah maka pelan pelan hatimu akan lapang. Anda akan merasa lapang meskipun sedikit demi sedikit. Karena memang perjuangan membersihkan hati dari berhala selain Allah butuh perjuangan dan proses yang tidak sebentar. Apalagi berhala dalam hatimu begitu melekat.
Oleh karena itu ketika dirimu bertaubat atau kembali kepada Allah maka wajib peka. Yaitu peka mata batinnya. Bukan peka mata batin karena bisa menerawang tapi peka mata batin yang saya maksud adalah anda mulai peka bahwa segala sesuatu berasal dari Allah bukan dari mahluk. Sebagai contoh ketika anda berjuang meredam prasangka dan kecurigaan kepada pasangan lalu setelah itu urusanmu lancar maka batinmu kudu peka. Lancarnya urusanmu itulah bau bau surga yang dijanjikan. Atau ketika kamu berjuang meredam kesedihan dikarenakan hari ini jualanmu sepi, lalu esoknya dapat rezeki maka batinmu harus peka. Yaitu peka bahwa rezeki yang kamu dapatkan itu dari Allah.
kemarin dilingkungan saya ada lomba agustusan untuk anak anak. Yang juara dapat hadiah buku, alat tulis, piring, mangkuk dll. Lalu saat malam puncak semua dapat hadiah kecil yang membuat anak anak senang. Bayangkan gini, "Wahai anak anak kalian sudah berjuang dan menjadi juara. Karena itulah malam ini akan diberikan hadiahnya. Tepuk tangaaaan semuaaaa...!". Karena berlalu beberapa saat hadiahnya tidak kunjung diberikan lalu ada salah satu anak yang bertanya, "Pak panitia mana hadiahnya...?". Lalu panitia menjawab, "Hadiahnya nanti, ditabung dulu". Singkat cerita tahun depan, depannya dan depannya lagi jawaban panitia sama yaitu hadiahnya ditabung dulu. Jika demikian bukankah ini lucu?
Sama seperti saya dan anda semua luucu sekali. Mau mau saja dibodoh bodohin oleh orang orang berbaju agama yang tidak paham makna perjuangan dan reward. Selalu saja mereka mampu meninabobokkan dirimu dengan statement, "Beramal ibadah dengan giat untuk menabung pahala". Mana ada yang seperti itu? Pahala itu reward atau hadiah atas keimanan kita. Mosok ketika sudah menang tapi hadiahnya tidak diberikan? Dan anda manut manut saja, bukankah ini lucu?
Bukankah Allah akan membalas perbuatan baik atas dasar iman meskipun sebesar dzarah. Yaitu memberikan pahala, reward atau balasan atau hadiah? Mosok Allah menyimpan hadiah itu? Bukankah ini dzolim? Mosok Allah dzolim sih? Bukankah nggak masuk akal? Maka yang benar adalah hadiah keimananmu akan diberikan ketika dirimu menjadi juara. Dalam artian rewardnya akan ada dalam genggamanmu ketika kamu mampu meredam kemarahan, kekecewaan, dendam dll karena Allah. Dan reward itu tetap akan diberikan meskipun kamu jadi juara terakhir. Dalam bahasa lain rewardnya akan diberikan meskipun imanmu hanya sebesar dzarah.
Maka ketika teringat rumah tanggamu kandas, ketemu pelaku sihir, rezekimu seret, jadi gunjingan orang lalu kamu berjuang sekuat tenaga untuk bersabar karena Allah maka tagihlah janji_Nya. Yaitu janji Allah yang akan memberikan balasan kepada orang orang yang berjuang untuk sabar atas nama diri_Nya. Meskipun tidak ditagihpun pasti dan pasti akan diberikan kepadamu. Oleh karena itu sekali lagi buka mata batinmu. Karna hadiah atau pahala dari Allah hanya bisa dilihat dengan mata hati bukan mata dikepala.
Artinya ketika kamu tidak mampu melihat balasan dari Allah berarti mata batinmu masih but4. Dalam bahasa lain sabarmu itu hanya dusta. Atau sabarmu itu bukan karena Allah tapi karena yang lain. Sebab jika saya dan anda serius taubat atau kembali kepada Allah otomatis bersamaan dengan mata hatimu yang mulai melek. Melek bahwa musibah yang mengancurkanmu berasal dari Allah, maka balasan kesabaran juga dari Allah.
Contoh kongkret begini. Ketika kamu berjuang untuk sedikit lebih bersabar karena Allah, misalnya saat ingin cekcok dengan pasangan lalu kamu menahannya karena Allah maka tidak lama setelah itu pasti anda akan dapat hadiah. Hadiahnya bukan nanti setelah dikubur tapi sekarang. Atau lebih tepatnya tidak lama setelah anda mampu sedikit bersabar. Apa hadiahnya? Hadiahnya terserah Allah yang penting hatimu kudu peka. Jika setelah meredam kemarahan karena Allah lalu jualanmu untung lebih besar dari hari sebelumnya itulah balasan Allah.
Ketika hatimu peka lalu mengakui dan meyakini, "Alhamdulillah tambahan rezeki hari ini dari Allah sebagai balasan kesabaranku", maka dirimu akan lebih antusias dan lebih bersemangat lagi untuk mengejar pahala atau hadiah dari Allah. Kamu akan lebih semangat lagi untuk meredam kemarahan, kekecewaan, ketakutan dll dan berjuang untuk lebih percaya kepada Allah. Kamu akan berjuang untuk lebih melapangkan hatimu karena Allah. Ketika anda melakukannya maka Allah akan memberimu hadiah yang lebih besar dan lebih besar lagi.
Hingga ketika hatimu semakin lapang dan bahagia karena selalu membersamai Allah maka akan memancar ke duniamu. Dalam bahasa lain cahaya surga diakheratmu akan menyinari duniamu yang membuatmu takjub. Misalnya ketika kamu bahagia karena Allah penyakit jantung, stroke, lambung dll bisa sembuh tanpa ke dokter lagi dan tanpa minum obat lagi. Dulu rumah tanggamu kandas lalu bisa rujuk lagi atau didatangkan jodoh yang lebih baik. Dulu nyari uang susahnya minta ampun lalu dimudahkan oleh Allah.
Sehingga tak terasa luka batinmu, depresimu, sakit dalam jiwamu bisa benar benar sembuh. Dalam bahasa lain saya dan anda bisa naik dari neraka untuk kemudian masuk ke dalam surga. Pertanyaannya apa atau siapa yang menyembuhkan luka dalam batinmu? Atau siapa yang menyelamatkanmu dari neraka? Jawabannya adalah Allah. Ketika cahaya Allah bersemayam dalam arsay hatimu maka sirnalah kegelapan berganti dengan terang benderang.
Demikian Cara Sembuhkan Sakit Jiwa, Luka Batin, Gila, OODGJ, Trauma dll
Syukron
Santapan Rohani Pendekar Langit

Tidak ada komentar:
Posting Komentar