Bagaimana Cara Belajar Ilmu Makrifat?

AKhir akhir ini banyak yang membahas tentang ilmu makrifat. Apa sebenarnya ilmu makrifat? Apakah belajar ilmu ini bisa jadi sakti? SImak Bagaimana Cara Belajar Ilmu Makrifat?

 

SANTAPAN ROHANI, HAPAL ILMU MAKRIFAT BELUM TENTU SUDAH MAKRIFAT (KENAL ALLAH)

Sy pernh ikut marifat byk petunjuk di ksoh tenatng kendraan penuh ular yg sy hrng sy bertnya tentang mimpi tp g di jwab mlh nambh pikran linlung, ktnya jgn ceritkn mimpi yg ada hmpir strees, skrng g tau mau bgmna.. Stelh stor emas, di suru utng uang ehh malh di tinggal sndiri

Jawab: Ngaji atau ikut kajian itu bagus. Tapi setelah anda ngaji tidak berarti sudah kenal Allah apalagi dekat dengan_Nya. Ngaji itu hanya jalan untuk mengenal Allah. Dan belum tentu juga jalan itu mengantarkanmu kepada_Nya.

Apakah itu ngaji tauhid, ngaji sunnah, ngaji fikih, ngaji tarekat, ngaji tafsir, ngaji hakikat, dzikir ini itu, mujahadah dan semua muanya. Termasuk dalam hal ini ngaji ilmu makrifat. Semua baru disebut ilmu saja. Artinya tidak ada jaminan anda yang menguasai ilmu diatas atau berilmu tinggi lalu sudah kenal dan dekat dengan Allah. Malah dalam banyak kasus makin jauh dari Allah.

Kok bisa?

Ya bisa dan venomena dilapangan banyak terjadi. Misalnya ngaji tauhid lalu menyirikkan golongan lain, ngaji sunnah lalu membid'ahkan mandzab lain, ngaji hakikat lalu merasa sudah jdi wali dll. Ngaji tauhid dan sunnah membuat hati kaku dan keras, ngaji hakikat makrifat membuat hatimu semakin sombong. Mengapa demikian? Sebab yang satu merasa ilmunya paling plek sesuai contoh Nabi, yang lainnya merasa sakti karena bisa tembus alam gaib.

Nggak gitu... Bertuhan atau mengenal Allah, atau kembali kepada Allah bukan begitu. Saya menulis ini karena dilapangan banyak yang salah pemahaman. Dan pemahaman itu malah jadi semakin menyesatkan. Mengapa demikian? Sebab membuat hatimu semakin tertutup atau gelap. Tidak terlihat Allah dalam hatimu akan tetapi yang dilihat adalah keilmuwan dan kesaktian.

Sekali lagi ilmu ilmu diatas hanyalah ilmu saja. Orang yang belajar tauhid belum tentu ngerti tauhid. Orang yang belajar makrifat belum tentu makrifat atau kenal Allah. Akan tetapi orang yang nggak belajar tauhid atau makrifat juga belum tentu sudah kenal Allah. Hanya Allah yang mengetahui siapa siapa yang dekat dengan diri_Nya.

Lalu bagaimana cara mengenal Allah?

Caranya terletak pada mentalitas atau kharakter dalam dadanya didalam menjalani kehidupan. Yaitu kharakter yang kuat, tangguh, sabar, syukur, ikhlas, empati, dermawan, penuh cinta, tulus dan semacamnya. Disebut dengan kharakter terpuji, bahasa arabnya Muhammad. Sebab Muhammad artinya adalah orang yang (memiliki kharakter/ mentalitas) terpuji. 

Meskipun diuji dengan badai, petir, hujan, dan guntur mentalitasnya tetap tangguh dan tegar serta sabar. Atau meskipun dilimpahi karunia yang melimpah ruah tetap tenang, pandai bersyukur dan dermawan. Mengapa bisa sedemikian hebat mentalitasnya? Karena sandaran dalam dadanya bukan sesuatu atau mahluk. Sandaran dalam dadanya adalah sesuatu yang tidak bisa disebut dengan kata kata. Itulah yang disebut dengan Tuhan atau Allah.

Hatinya meyakini yang memberikan badai dan petir adalah Allah sehingga dengannya ia tangguh dan sabar. Ia meyakini yang memberikan karunia tanpa batas adalah Allah sehingga hatinya tidak lupa diri alias tetap tenang, pandai bersyukur dan dermawan.

Bagaimana cara menghasilkan pribadi dengan kharakter yang terpuji?

Caranya harus pandai membaca. Iqro bismirobbikallaadzii kholaq. Yaitu membaca dengan nama Tuhan. Apa yang dibaca? Yang dibaca bukanlah kitab, buku, ceramah, kajian, dzikiran dll akan tetapi takdir. Takdir demi takdir, kejadian demi kejadian, kenyataan demi kenyataan, realitas demi realitas. Ia harus pandai membaca takdir demi takdir seperti potongan potongan slide yang membentuk sebuah video. Seiring proses dan waktu sekian tahun akhirnya ia bisa membaca teka teki kehidupan. Sampai akhirnya paham siapakah DIA dibalik teka teki kehidupan tersebut.

Allah akan memberikan kepahaman kepadanya. Atau Allah akan membocorkan beberapa kunci kehidupan kepadanya yang bisa digunakan dalam menjalani kehidupan di dunia ini dan juga akherat. Misalnya ia akan paham ketika menghadapi masalah A maka harus melakukan B, ketika diberikan ujian X maka harus melakukan Y. Ia tahu apa yang harus dilakukan sehingga masalah dan ujiannya akan lulus setelah itu dapat rewardnya.

Inilah yang disebut ilmu Allah. Bahasa lainnya hikmah. Atau ada yang menyebut ilmu dari sisi Allah atau ladunka atau ladunni. Kalau bahasa kenabian disebut dengan wahyu. Dan bagi anda yang diberikan ilmu hikmah seperti ini maka anda sedang mendapatkan keberuntungan yang besar. 

Artinya: "Allah menganugerahkan hikmah kepada siapa yang dikehendaki-Nya. Barang siapa dianugerahi hikmah, sungguh dia telah dianugerahi kebaikan yang banyak. Dan tidak ada yang dapat mengambil pelajaran (menerima peringatan) kecuali ulul albab (orang yang hatinya hidup)." (QS Al Baqarah: 269)

Ketika orang ini paham ilmu Allah maka ketika baca kitab suci Al Quran bahkan kitab agama lain akan langsung paham dengan sepaham pahamnya makna hakikat dibalik ayat yang dibaca. Lalu dengan itu semakin bertambah keimanan diatas keimanan. Pun ketika membaca hadits, baca kitab ulama, kitab tafsir dll dirinya akan langsung paham dengan kepahaman yang seringkali berbeda dari kepahaman yang diyakini kebanyakan manusia.

Ketika membaca dzikir, wirid, kalimat thoyyibah, doa doa dan lain sebagainya dirinya langsung paham makna hakikat dibalik kalimat dzikirnya. Dan dengannya semakin membuat hatinya lembut dan tunduk.

Soo silahkan sahabat belajar ilmu agama apapun. Apakah anda ikut kajian tauhid, sunnah, majelis dzikir, ikut tarekat, belajar makrifat dll silahkan dan bagus. Cuma sekali lagi setinggi apapun ilmu dan pengetahuan serta hapalan tidak serta merta membuatmu dekat dengan Allah. Oleh karena itu jangan sampai ilmu ilmu yang anda kuasai semakin membuat hatimu keras atau tinggi hati. Sebab kalau demikian ilmumu malah semakin menjauhkanmu dari Allah.

Akan tetapi direnungkan.... Hatimu harus hidup saat belajar ilmu agama lalu renungkanlah apa sebenarnya maksud dibalik kata kata atau lafadz yang tertulis dalam sebuah kitab. Artinya ilmu yang anda pelajari untuk dirimu sendiri, bukan untuk menunjuk orang lain dengan jari telunjuk. Ilmu agama yang anda pelajari untuk melembutkan hatimu sendiri dan untuk keselamatan hidupmu sendiri dunia akherat.

Oleh karena itu sering sering berdoa, "Ya Allah berikan kepahaman dalam hatiku. Jadikan ilmu agama yang kami pelajari benar benar mampu menjadi jalan untuk mengenal_Mu, Aamin"

Demikian Bagaimana Cara Belajar Ilmu Makrifat?

Syukron

Santapan Rohani Pendekar Langit

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Bagaimana Cara Belajar Ilmu Makrifat?

AKhir akhir ini banyak yang membahas tentang ilmu makrifat. Apa sebenarnya ilmu makrifat? Apakah belajar ilmu ini bisa jadi sakti? SImak Bag...