Sihir itu memang kejam. Makanya tak heran kalau hukuman bagi pelaku sihir adalah di penggal lehernya. Karena kezalimannya begitu besar. Yuk simak kisah sihir mahabbah/ pelet berujung kematian. Semoga bermanfaat.
Kisah Sihir Mahabbah/ Pelet Berujung Kematian
Saya menyaksikan sendiri bagaimana seorang anak muda, ustadz pembimbing umroh yang syahid karena sihir. Saya juga membaca bagaimana sihir mahabbah/ pelet berakhir tragis yakni kematian.
Sihir pelet dengan tumbal ayam hitam yang dirituali. Kemudian dibantu jin khodam sihir berbentuk kepala babi.
Semoga tukang sihir, dan pelaku sihir dimanapun berada bertaubat. Kalau enggan bertaubat semoga Allah segera menurunkan ketetapan_Nya. karena bagaimanapun juga makar itu akan berbalik kepada pelakunya cepat atau lambat.
Yuk simak kisah sihir mahabbah/ pelet berujung kematian. Sumber dari grup dan channel pengobatan islam yang saya ikuti.
Check it dot
AAAAAAAA
---------------------------
Dalam sumber sebelah diceritakan sebuah riwayat kisah sihir mahabbah sbb
Jabir bin Nuh menyebutkan bahwa ketika ia berada di kota Madinah dan sedang duduk santai di depan rumah seorang sahabatnya, ia melihat seorang laki-laki tua dengan wajah yang mempesona serta pakaian yang indah.
Salah satu sahabat Jabir bin Nuh mendekati lelaki tua tersebut seraya berkata, “Wahai Abu Muhammad, aku memohon kepada Allah semoga Allah memberikan engkau pahala yang besar dan memenuhi hatimu dengan rasa sabar. Bergembiralah! Sesungguhnya kesabaran adalah pegangan orang-orang yang beriman. Aku berharap kepada Allah semoga Allah menganugerahimu sebuah pahala yang sangat istimewa karena kesabaranmu terhadap musibah berat yang menimpamu.”
Ketika lelaki tua itu telah berlalu, Jabir bin Nuh mendekati sahabatnya tersebut dan bertanya, “Siapa lelaki tua itu?”
Sang sahabat menjawab, “Dia seseorang yang sama denganku, berasal dari kelompok Anshar.”
Jabir bin Nuh kembali bertanya, “Hal apa yang telah menimpanya, hingga kau mendoakannya diberikan kesabaran terhadap musibah yang telah menimpanya?”
Sang sahabat kembali menjawab, “Dia mendapat ujian. Seorang anaknya yang sangat berbakti kepadanya dan selalu memenuhi semua kebutuhannya. Anaknya juga memiliki sifat-sifat yang sangat mulia dan mempesona.”
Jabir bin Nuh semakin bingung, lalu bertanya lagi, “Kau mengatakan bahwa lelaki tua tersebut mendapatkan ujian dari anaknya, sedangkan anaknya adalah sosok lelaki yang sangat berbakti kepada ayahnya. Lalu, di mana letak ujiannya?”
Sang sahabat menjawab, “Anaknya dicintai seorang wanita, kemudian wanita ini mengirim seorang untuk menemui anaknya tersebut. Sang utusan membawa pesan tentang isi hati dari wanita yang mengutusnya tersebut dan meminta agar si lelaki (anak dari lelaki tua) segera menemui si wanita, padahal si wanita telah memiliki seorang suami. Akhirnya, anaknya mengacuhkan permintaan si wanita. Selang beberapa hari, si wanita kembali mengirim seorang utusan dengan sebuah pesan singkat, ‘Engkau yang menemuiku atau aku yang menemuimu?’
Anak dari si lelaki tua tetap menolak permintaan wanita tersebut. Hal itu membuat si wanita putus asa dan memutuskan untuk mendatangi seorang tukang sihir. Si wanita berjanji akan memberikan hadiah yang melimpah dengan syarat si tukang sihir mengganggu seorang pemuda yang dicintainya. Si tukang sihir menyetujui permintaan si wanita dan mulai merapalkan mantra.
Suatu malam ketika si laki-laki tua duduk santai bersama anaknya, tiba-tiba sang anak teringat kepada si wanita yang menggodanya. Ada semacam dorongan yang menguasai pikiran dan tubuhnya yang memaksanya untuk menemui si wanita. Dorongan dan paksaan terus mengganggu sang anak hingga ia hampir terlihat seperti orang gila. Sang anak segera bangkit, mendirikan shalat, dan meminta perlindungan kepada Allah. Namun keadaan sang anak semakin tak terkendali. Sang anak berkata kepada si lelaki tua (ayahnya), ‘Ayah, segera ikat tubuhku!’.
Sang ayah kebingungan sambil berkata, ‘Sebenarnya apa yang terjadi denganmu, wahai anakku?’
Lalu sang anak menceritakan apa yang sebenarnya terjadi dan sang ayah juga segera bergegas mencari tali untuk mengikat sang anak. Ketika sang ayah mulai mengikat erat sang anak, saat itu pula sang anak semakin beringas, memberontak, meraung keras layaknya sapi jantan. Selang beberapa saat, sang anak tiba-tiba diam. Sang ayah (lelaki tua) melihat darah mengucur perlahan dari leher sang anak. InalilInna Lillah. (Sumber : harlah).
CLUE
Clue dari kisah diatas adalah tentang sebuah *Dorongan* kuat untuk melakukan sesuatu.
Habis menolak cinta, habis berantem dg seseorang, habis naik jabatan, habis pembagian warisan, habis dpt rezeki besar dll lalu tiba2 ada dorongan kuaat..
Dorongan kuat utk bertemu seseorang
Dorongan kuat utk marah & ngamuk2
Dorongan kuat utk melakukan perbuatan keji
Dorongan kuat utk minta cerai
Dorongan kuat utk mengakhiri hidup
Dorongan itu kuat bgt. 24 jam otak kita dibombardir dg bisikan penuh provokasi
*waspada sihir*
Sumber:
Grup dan channel pengobatan islam
Demikian kisah sihir mahabbah/ pelet berujung kematian. Semoga bermanfaat. Share ke teman anda ya?
Sukses

Tidak ada komentar:
Posting Komentar