Bagi sahabat yang kena sihir pasti penasaran siapa pelaku yang tega menusuk dari belakang. lalu banyak orang yang bertanya kepada paranormal, orang pintar atau ahli terawangan. Nggak perlu, anda bisa tahu sendiri. Simak Cara Mengetahui Pelaku Sihir/ Santet Tanpa Perlu Bertanya Orang Pintar
DIALAH PELAKU YANG SEDANG CUCI TANGAN
Untuk mengetahui siapa pelaku sihir sebenarnya tidak terlalu sulit. Tidak perlu tanya tanya jin, tidak perlu melihat mimpi, tidak perlu kata orang pintar apalagi menyimpulkan berdasarkan perasaan. Anda cukup membaca saja.. Membaca before and after.
Contoh: Setelah menolak cinta si kumbang karena sudah tunangan, tiba tiba mawar sering kesurupan. Yang dulunya benci setengah mati tiba tiba jadi budak cinta. Sementara si kumbang mengatakan sakitnya mawar karena diguna guna tunangannya. Pertanyaannya siapa pelakunya? Pelakunya si kumbang yang sedang berusaha cuci tangan.
Contoh 2: Setelah cekcok dengan Budi rekannya, tiba tiba rumah pak Bambang sering terdengar ledakan. Tidak lama kemudian pak Bambang sakit sakitan, rumah tangga berantakan, bisnisnya hancur. Pak Budi mengatakan pak Bambang diguna guna bosnya. Pertanyaan siapa pelakunya? Jelas pelakunya Pak Budi yang sedang cuci tangan.
Contoh 3: Setelah sempat panas membahas pembagian warisan, tiba tiba ada anggota kelaurga yang sakit parah lalu meninggal. Atau setelah bu Budi sering kasih makanan ke keluarga pak Bambang, tiba tiba seluruh anggota keluarga pak Bambang sakit sakitan. Siapa pelakunya? Nggak usah cari jauh jauh, sebab pelakunya orang dekat yang berusaha cuci tangan.
Contoh 4: Setelah kalah pemilihan lurah, tiba tiba lurah baru sakit sakitan sampai lumpuh. Setelah kalah pilpres tiba tiba presiden yang baru dihujat kebijakannya di medsos, diperkarakan dengan kasus lama, didemo dll. Setelah cekcok di medsos tiba tiba akun WA dan FB diserbu/ dihujat oleh akun klonengan. Siapa pelakunya? Ah anda tahu sendiri. Tak perlu cari bukti sebab selalu saja begitu.
Saya sudah belasan tahun menangani hal yang mirip. Awal awal saya mencari bukti kemana mana bahwa si Fulan pelakunya. Kalau saya sudah berniat mencari bukti maka sampai antartikapun saya kejar, gitu kurang lebih majaz hiperbolanya.. Hehehe.
Sampai akhirnya saya tidak menyangka kalau pelakunya adalah dia yang suka cuci tangan, playing victim, merasa benar, merasa terdzalimi dll. Dan selaluuuuu saja begitu. Pelaku merasa benar, tengil dan akan melakukan tindakan jahat yang bahkan tidak pernah terpikirkan sebelumnya.
Seiring waktu ketika menangani hal yang sama saya tidak perlu mencari bukti ke antartika. Cukup melihat before dan afternya saja. Dan 99 selalu benar. Termasuk menentukan siapa pelaku sihir yang dahulu mendzolimi kami. Saya sempat termakan bisikan setan, ocehan jin, mimpi dll sampai akhirnya tersadar. Lalu terang benderanglah siapa yang selama ini suka cuci tangan, playing victim dll.
Sampai akhirnya setelah flashback mengingat history riwayat muamalah saya semakin yakin. Dua minggu sebelum rumah saya sering terdengar ledakan saya dan si doi memang cekcok besar, karena ada kesalahpahaman. Oo pantesan si doi pernah berkata, "kalau pa'e saklek saya juga bisa lebih saklek". Tidak berapa lama saya cek di FB nya melakukan perjalanan ke jawa timur dan banten. Seminggu kemudian terdengar suara ledakan, sering mimpi kuburan, tindihan dll.
Shock luar biasa saya. Sungguh kami tidak menyangka. Sebab yang menusuk dari belakang adalah orang yang pernah dekat dekat. Bahkan sangat dekat melebihi saudara.. Hikz ðŸ˜
Kalau sahabat penasaran siapa pelakunya nggak perlu datang ke orang pintar, ahli terawangan, tanya tanya jin, lihat mimpi dll. Coba sahabat cek riwayat muamalah lihat before dan afternya. Lalu lihat siapa yang cuci tangan, playing victim, tengil, mencari dukungan, memancing kemarahan, membikin dunia terbalik dll. Maka dialah orangnya, tidak diragukan lagi.
Sepandai pandai tupai melombat akan jatuh ke kasur juga. Anda mau cuci tangan seperti apapun, mau pakai akun klonengan manapun, mau bersilat lidah seperti apapun, semua sudah jelas dan tidak perlu diperjelas lagi. Nanti malah nambah masalah. Cukup tahu saja, lalu belajar tetap kalem menghadapi manusia munafik bermuka dua.
Seraya mendoakan semoga saya, kita dan para pelaku kejahatan yang lempar batu sembunyi tangan semoga sadar dengan perbuatannya. Kasihan sekali, sebab mentalnya sedang sakit kronis. Doakan semoga jiwanya yang sakit bisa segera sembuh. Aamiin
Wallaahu A'lam
Pendekar Langit

Tidak ada komentar:
Posting Komentar