Mau dapat surga? Bentuknya solusi dari permasalah hidup, rumah tangga harmonis, rezeki lancar dll. Mau? kalau mau Maafkan Orang Lain Karena Allah Kamu Pasti Dapat Surga. Maafkan mereka meskipun pernah sangat jahat kepadamu. Bisa? kalau sulit baca artikel ini.
SANTAPAN ROHANI, MEMAAFKAN TANPA SYARAT DAN KARENA ALLAH
Assalamualaikum pak ustadz minal aidzin walfaizin.. terimakasih bnyk ramadhan kmarin dikirim paket gratis Alhamdulillah setelah minum air zam"& rutin oles freshcare kedutan dibadan sudah hilang ...Setelah rutin 13 hari itu bisa jadi membalikan penyakit kita ke pelaku ya pak ustadz? Iya pak ustadz gak dendam sih tp kenapa ya sampe sejahat itu sampe anak" gak berdosa ikut kena sihir. (Kata ustadz sihir dari Allah) Bukan dr penyihir ya pak ustadz?
Jawab: Mohon maaf lahir dan batin juga buat semua ya? Ingat loh ya, saling memaafkannya lahir dan batin. Lebaran kemarin saya juga ke sanak sodara, saya maafkan semuanya dari lubuk hati yang terdalam. Apakah mereka pernah dzolim kepada kami, atau pernah ngomong dibelakang atau apapun saya maafin. Termasuk kepada pelaku sihir juga saya maafkan. Disisi lain saya juga minta maaf kepada semuanya secara lahir dan batin.
Sebenarnya malam ini saya lelah tingkat dewa, karena baru sampai rumah siang tadi setelah kejebak macet lumayan horor di tol. Baru masuk tol pejagan sudah macet sampai berpuluh puluh km. Saking lelahnya seakan akan nyaris pingsan. Biasa secara umur sudah tua jadi cepet lelah. Malam ini ingin segera rehat tapi kerjaan numpuk. Pesanan herbal ruqyah belum disiapin sama sekali. Disisi lain kalau belum nulis tema santapan rohani kayaknya masih ngganjel.
Btw lebaran kemarin teman teman sudah memaafkan semuanya belum? Memaafkan tanpa syarat dan memaafkan karna Allah. Sudah belum? Mungkin secara lahriah sudah, tapi secara ruhaniah belum tentu. Masih banyak yang belum mampu memaafkan takdir, itulah sebabnya hikmahnya nggak kebuka buka.
Sahabat kita WA, ..Setelah rutin 13 hari itu bisa jadi membalikan penyakit kita ke pelaku ya pak ustadz? Iya pak ustadz gak dendam sih tp kenapa ya sampe sejahat itu sampe anak" gak berdosa ikut kena sihir". Sekali lagi mungkin secara lisan kita sudah bilang memaafkan, tapi secara hati belum tentu. Kalau memang memaafkan dan nggak dendam ya jangan berpikiran sihir mbalik ke pelaku dan berharap pelakunya sakit. Ini masih ada aura dendam.
Saya ulang lagi memaafkan itu:
1. Tanpa syarat
2. Karena Allah
Keduanya dibungkus dalam istilah lahir dan batin. Itulah sebabnya saat lebaran kita sering mengirimkan ucapan, minal aidzin wal faizin mohon maaf lahir dan batin. Secara lahiriah memaafkan, secara batin/ ruhaniah juga memaafkan.
Apa makna memaafkan tanpa syarat? Memaafkan tanpa syarat itu jangan pakai ego yang berbaju logika akal pikir. Misalnya, "saya memaafkan tapi kok..." nah ini masih pakai logika akal pikir. Mau pelakunya jahat seperti firaun, sihirnya merembet ke anak, dll nggak usah dibawa bawa. Atau statement, "Saya memaafkan, asalkan...". Nah ini masih pakai syarat. Bukan memaafkan namanya tapi dendam.
Memaafkan karena Allah itu hatimu jangan melihat mahluknya. Akan tetapi lihatlah Allah dibalik mahluknya. Kalau anda mengatakan memaafkan, tapi hatimu masih melihat mahluk maka itu bukan karena Allah. Misalnya, "Saya memaafkan, tapi hukum karma berlaku". Atau statement, "Saya memaafkan, tapi tetap akan saya tuntut di akherat". Atau perkataan, "Saya memaafkan suami karena anak anak". Itu semua tidak murni memaafkan karena Allah, tapi masih ada wajah mahluk. Dan sebagiannya bukan memaafkan, tapi dendam yang terselubung meskipun membawa bawa nama Tuhan.
Tanda kamu sudah memaafkan karena Allah adalah hatimu merasa lapang. Hatimu tetap lapang meskipun sedang berada di episode hancur hancuran. Lapang karena hatimu beriman/ meyakini bahwa Allah lah yang mendesain semua ujian ini untukmu. Secara lahiriah memang datang dukun, jin dan pelaku sihir tapi hakikatnya mereka didatangkan oleh Allah untuk tujuan tertentu. Allah lebih tahu dan kita semua nggak tahu.
Sahabat kita WA, " (Kata ustadz sihir dari Allah) Bukan dr penyihir ya pak ustadz?".
Sihir itu dari Allah apa dari penyihir?. Nah jawabannya anda harus sering membaca tulisan saya berjudul santapan rohani biar paham. Kalau belum paham jadi sulit menjelaskannya. Ini terkait dengan ad diin atau cara pandang. Ada cara pandang lahiriah ada cara pandang ruhaniah. Keduanya harus berjalan bersamaan.
Cara pandang lahiriah menggunakan logika akal pikir dan juga panca indera. Dalam pandangan lahiriah maka sihir itu dari penyihir, atas pemintaan pelaku sihir dan dilaksanakan oleh jin. Dan untuk menghancurkan sihir anda juga harus menggunakan logika akal pikir dan panca indera. Misalnya dengan cara diruqyah, belajar ruqyah, mandi ruqyah dengan herbal PL dll.
Secangkan pandangan ruhaniah atau pandangan qalbu mengatakan bahwa semua ujian, termasuk sihir itu dari Allah. Tapi nggak usah diomongin. Misalnya dengan statement, "aku memaafkanmu karena Allah", nggak usah seperti itu. Cukup diyakini dalam hati. Yakini bahwa dukun, jin dan pelaku tidak ada daya upaya tanpa ijin Allah. Ketika ujiannya sudah masuk ranah qalbu maka lapangkan hatimu. Sebab ujian sihir yang menghancurkan segala sendi kehidupanmu hakikatnya juga berasal dari Allah.
Prakteknya gini. Saat kamu bersalaman dengan orang yang pernah mendzolimimu maka lihatlah mereka semua adalah mahluk yang banyak kekurangan llau ucapkan minal aidzin wal faizin mohon maaf lahir dan batin. Bagi anda yang mau sesuai sunnah bisa mengucapkan taqoballaahu minna wamingkum dan seterusnya sambil salaman. Mau pake yang mana terserah dan nggak usah debat merasa paling benar. Kayak anak TK aja debatnya nggak penting banget.
Tetapi ketika melihat dengan ruhaniah yakini bahwa mereka semua digerakkan oleh Allah, lalu lapangkan hatimu. Kenapa harus lapang? Karena hakikatnya anda sedang memaafkan Allah (ikhlas dan ridho dengan ujianNya). Seakan akan ketika sedang bersalaman sambil menatap wajah pelaku dzolim hatimu mengatakan, "Iya nggak apa apa ya Allah, kami memaafkan takdir ini, karena yang melakukannya juga Engkau". Sekali lagi statement diatas nggak usah diucapkan, cukup dirasakan kliknya dalam hatimu.
Saat lebaran tahun lalu dan tahun ini saya belajar untuk memaafkan semuanya tanpa syarat dan karena Allah. Terserah Allah saja, saya nggak mau ikut campur. Setelah itu salah satu pelakunya sakit bahkan meninggal dunia. Apakah saya menghendaki demikian? ENGGAK.. Malah saya menjenguknya, mendoakannya, memberikan bantuan kepadanya. Masalah sihirnya berbalik, pelakunya sakit dll itu sudah bukan urusan saya. Itu sudah menjadi urusan Allah, terserah Allah saja.
"Berarti kalau memaafkan semuanya maka kita akan diberikan kesembuhan, hikmah kebuka, sihir berbalik ya ustadz?". Jawabannya ya nggak gitu juga. Jawabannya iya dan tidak. Tetapi kalau anda mau jawabannya dipraktekkan saja dulu. Nanti Allah akan memberikan jawaban dan itu pasti.
Masalahnya "memaafkan tanpa syarat dan karena Allah itu nggak mudah". Teorinya mah mudah dan banyak ceramah ustadz dan kyai yang menganjurkan demikian. Tapi prakteknya nggak semudah itu. Sebab memaafkan itu dari hati. Sedangkan salaman, atau ucapan lisan adalah kenyataan untuk melihat kondisi hati.
Yang jadi masalah adalah urusan hati nggak ada yang tahu. Hanya Allah saja yang tahu. Betapa banyak umat islam yang saling bersilatirhami saat lebaran lalu salaman dan saling meminta maaf tapi hanya dibibir saja. Celakanya ada yang sengaja tidak mau silaturahmi sebab tidak bisa memaafkan kedzoliman orang lain.
Mengapa memaafkan tanpa syarat dan karna Allah itu sulit?
Karena mau nggak mau dirimu harus bisa mengalahkan ego/ nafsumu. Dan kenyataannya hanya segelintir saja yang mampu melakukannya. Mayoritas belum dimampukan Allah, sebab kalau egonya diletakkan maka sudah tidak punya harga diri lagi. Apakah anda mau nggak punya harga diri? Hampir semua manusia nggak mau. Apalagi ras terkuat di dunia ini yang minta maaf kepada suaminya saat lebaran, hehehe
Apakah mengalahkan ego itu memang sulit? Ya sulit sekali. Apakah anda menerima dengan lapang ketika dikhianati pasangan, meskipun semua karena sihir? Apakah anda menerima bisnismu hancur karna dibuat pelaku? Apakah anda menerima anakmu sakit sakitan karena disihir tetangga? Apakah anda menerima dengan lapang ketika kena fitnah orang lain yang membuat harga dirimu hancur? Saya jamin tidak ada satupun manusia yang mampu melakukannya. Kecuali mereka yang sudah m4ti. Yang saya maksud adalah mereka yang tidak punya harga diri lagi. Harga dirinya sudah diserahkan kepada Allah. Yaitu mereka yang sudah mampu melihat Allah dibalik segala galanya.
Terus apa yang harus saya lakukan ustadz?
Yang pertama, mampu atau tidak mampu, yang penting secara lahiriah anda harus belajar memaafkan orang lain. Paling tidak ada statement lisan dimana keduanya saling memaafkan, meskipun dadanya masih berkecamuk ketika terkenang perlakuan yang tidak menyenangkan dari orang lain. Namanya juga proses..
Yang kedua berdoa kepada Allah supaya hatinya dimampukan untuk memaafkan orang lain. Kalau secara manusiawi seluruh manusia tidak akan mampu benar benar memaafkan orang lain. Sebab manusia adalah mahluk yang memiliki ego/ nafsu. Artinya hanya Allah saja yang mampu. Oleh karena itu sering berdoa semoga Allah mengisi hatimu dengan cahayaNya. Hanya dengan itu engkau akan mampu memaafkan orang lain dengan tulus.
Siapa yang mampu memaafkan orang lain dengan setulus tulusnya? Jawabannya bukan kamu, tetapi Allah. Atau bahasa lainnya kamu bisa memaafkan orang lain dengan tulus karena hatimu sudah penuh dengan cahayaNya. Sehingga dengannya engkau tidak mampu lagi melihat mahluk, sebab yang engkau lihat hanyalah Allah saja yang sedang bermain sandiwara.
Ketika engkau sudah berada di maqom tersebut maka kebukalah semua hikmah hikmahnya. Salah satunya adalah kebuka dengan gamblang rahasia dibalik ujian. Allah akan menjelaskan kepadamu siapa pelakunya, siapa dukunnya, bagaimana nasib mereka dll. Disisi lain Allah akan menyembuhkanmu, melapangkan rezekimu, mengharmoniskan rumah tanggamu dll. Sampai anda akan mengatakan, "Ooo begitu toh..."
Soo yuk belajar memaafkan tanpa syarat dan karena Allah saja. Bisa?
Syukron
Klinik Pendekar Langit

Tidak ada komentar:
Posting Komentar