Apa yang terjadi setelah mati? Maka tiba tiba ada seribu satu orang pintar dan suci yang menjawab pertanyaanmu. padahal orang pintar dan suci ini belum pernah mati. Nah loh. Yuk simak artikal Apa yang Terjadi Setelah Mati? Simak Penjelasan dari Orang yang Pernah Mati
M4TI SAJA, MAKA MASALAH AKAN SELESAI
Apa yg saya lakukan pak ustadz untuk melawan makar setan ini, sejujurnya jiwa saya sudah tak kuat pak ustadz, makar setan ini bnyak bnget saya di bikin berantam sama suami, ....kepala sudah mau pecah mikirin makar ini ðŸ˜ðŸ˜ðŸ˜
Jawab: Yang sabar ya? Saya mengerti rasanya sangat berat. Sejujurnya saya dulu juga merasa tidak kuat. Dulu saya seringkali minta kematian. Karena menyangka setelah kematian masalah akan selesai.
Apakah benar setelah kematian semua akan selesai?
Sejujurnya saya tidak tahu. Khan belum pernah ngalami. Saya dan anda semua yang membaca tulisan ini belum pernah ngalami mati.
Ayuk kita semua jujur dengan diri sendiri bahwa saya dan anda tidak tahu apa yang terjadi setelah mati. Apakah semua akan selesai atau ada kehidupan baru. Apakah benar setelah mati kita akan dihisab, ada yang masuk neraka dan ada yang masuk surga?
Anda mau memberikan kepada saya seribu dalil tetap saja anda belum pernah mengalami mati khan? Anda hanya membaca tulisan dan berusaha mengimaninya tapi tetap saja anda belum pernah mati.
Akan tetapi diluaran sana banyak yang bercerita seolah olah sudah pernah mati lalu melihat surga, neraka bahkan melihat Allah. Nanti orang yang begini akan masuk surga, orang yang begitu akan masuk neraka. Seolah olah mereka sudah menjadi bendahara surga dan neraka.
Atau mengatakan nanti Allah akan begini dan akan begitu. Seolah olah mereka lebih tahu daripada Tuhan. Pertanyaannya emang mereka sudah pernah mati?
Ayuklah jujur bahwa kita tidak tahu apa yang terjadi setelah mati... Gitu aja kok sulit sih?
Wong hari esok apa yang akan terjadi kita saja tidak tahu, tapi merasa tahu apa yang terjadi setelah mati. Jangankan hari esok, semenit ke depan kita tidak tahu apa yang akan terjadi.
Artinya apa?
Artinya saya dan anda sok tahu. Saya sok tahu anda juga sok tahu. Dan diluaran sana ada jauh lebih banyak yang lebih sok tahu. Sok tahunya nggak kira kira.
Kalau sok tahunya saya khan lebih mendingan dari pada kamu.. Hehehe. Sebab sok tahunya saya karena pernah mengalami mati selagi masih hidup.
Dan memang benar setelah saya mati baru sadar kalau ternyata ada alam kubur, ada alam barzakh, ada hari penghisaban, ada surga dan ada neraka. Tapi alam alam ini saya alami selagi masih hidup di dunia.
Sahabat diatas mengatakan, "sejujurnya jiwa saya sudah tak kuat pak ustadz, makar setan ini". Nah pertanyaanya anda pernah lihat setan belum? Yang sering terjadi belum pernah lihat setan tapi bicara tentang makar setan seolah olah pernah mengenalnya dengan sangat dekat. Padahal aslinya lihat aja belum pernah.
Tapi kalau saya sok tahunya lebih mendingan, sebab saya pernah melihat setannya secara real (bukan mimpi) beberapa kali. Setan yang saya lihat bentuknya seperti badut warna warni yang sedang menyeringai.
Banyak juga yang bicara nanti disurga ada bidadari, emang pernah lihat? Kalau saya pernah melihat tapi nggak tahu bidadari atau jin yang jelas cantiknya nggak ada di dunia. Saya pernah bersentuhan dengan lengannya, halusnya nggak kira kira. Lirikan matanya benar benar hampir membuat jantungku mau copot.
Tapi itu nggak penting sebab yang penting adalah apakah setelah mati semua penderitaan akan selesai?
Jawabannya saya nggak tahu karena belum pernah mati. Jika ada seseorang yang menjawab pertanyaanmu artinya dia sok tahu. Jika dia mengatakan berdasarkan dalil ini maka jika kamu mati akan begini dan begitu, maka saya katakan dia sok tahu. Wong mereka belum pernah mati kok.
Tapi jika anda bertanya kepada saya, apakah penderitaan akan selesai ketika sudah mati selagi hidup maka saya bisa menjawabnya. Maka jawabannya "YA" semua akan selesai. Cuman masalahnya khan engkau nggak mau mati. Engkau enggan untuk mati.
Meksipun engkau mengatakan, "Aku nggak kuat lagi, aku ingin mati saja" sebenarnya itu ucapan dusta. Sebab kalau memang mau mati maka mati saja sekarang. Ucapan itu adalah ucapan nafsu yang mana sebenarnya isinya adalah, "Aku ingin sehat, setelah sehat aku ingin balas dendam, aku ingin pelakunya dapat adzab". Sebenarnya seperti itu permintaannya.
Padahal kalau bicara adzab maka yang masuk neraka dan sedang diadzab adalah dirimu. Mosok nggak nyadar sih? Khan yang hatinya panas adalah dirimu. Yang sakit, yang pedih yang menderita lahir batin khan dirimu bukan orang lain. Gitu aja kok nggak paham?
Itulah akibat dari engkau tidak mampu menjawab pertanyaan "man robbuka" saat di alam kubur/ alam barzakh. karena engkau tidak bisa menjawab pertanyaann man robbuka maka malaikat memukulmu. Setelah itu engkau masuk neraka yang sangat pedih.
Sebenarnya kita sudah dialam kubur loh, tapi kamu nggak sadar. Jiwamu sudah dikubur dalam tanah yang bernama jasad. Jiwa yang ada didalam dada terkubur dalam dalam. Lalu malaikat dengan wajah bengis bertanya, "Siapa Tuhanmu?". Dan anda menjawab tuhanku adalah harta benda, pasangan, bos, jabatan, kecerdasan, ilmu, kehormatan dan seribu satu tuhan lainnya.
Karena jawabanmu salah maka malaikat memukul hidupmu dengan pukulan yang menghancurkan. Utuh lagi dipukul lagi begitu seterusnya. Siapa malaikat itu? Anda mungkin nggak nyadar bahwa dibalik dukun, jin dan pelaku sihir ada malaikat bengis yang menyiksamu tanpa belas kasihan. Mereka memukul bisnismu sehingga hancur yang membuatmu berteriak kesakitan.
Llau ditanya lagi siapa tuhanmu? Ketika anda menajwab pasangan maka rumah tangga anda juga dihancurkan. Lalu menyusul hubungan kekerabatan, relasi, teman, kehormatan dll dipukul sampai hancur. Ketika semuanya hancur maka anda akan merasakan betapa pedihnya neraka.
Pertanyaan man robbuka akan terus ditanyakan kepadamu sampai akhir hayat alias meninggal dunia lalu dikubur. Artinya mohon maaf nih saya sok tahu ya? Kalau setelah dikubur anda belum bisa menjawab pertanyaan man robbuka maka siksaan akan terus berlanjut.
Oleh karena itu satu satunya jalan adalah anda mampu menjawab pertanyaan man robbuka di kuburan pertama. Kalau dikuburan pertama bisa menjawabnya maka Insya Allah akan aman dikuburan ke dua. Kuburan pertama adalah jiwa yang terkubur dalam jasad, kuburan ke dua adalah saat engkau dimakamkan.
Maka jawablah "Allah Tuhanku". Tapi menjawabnya dengan hati bukan dengan lisan. Sebab hati tidak akan pernah bisa bohong selama lamanya.
Ketika harta bendamu ludes, bisnismu bangkrut itu sebenarnya pertanyaan man robbuka. Maka jawablah Allah Tuhanku bukan harta benda yang engkau pertuhankan. Kalau harta benda engkau jadikan tuhan maka rasanya akan sangat sakit ketika bangkrut. Tapi ketika engkau menjawab "Allah tuhanku bukan harta" maka saat hartamu diambil qalbumu tetap tenang.
Pertanyaannya qalbu/ hatimu sekarang ini tetap tenang atau marah, sedih dan kecewa?
Demikian juga ketika rumah tanggamu diambil, orang yang engkau cintai diambil, kehormatan diambil, jabatan diambil dll tetap katakan "Allah Tuhanku". Maka saat itu anda lulus dan mampu menjawab pertanyaan malaikat. Karena mampu menjawab pertanyaan malaikat maka engkau akan masuk surga. Yaitu hatimu tetap dalam ketenangan dan kebahagiaan.
Sekali lagi hatimu saat ini tenang dan bahagia apa masih berontak, dendam dan kecewa? Jawabannya ada dalam hatimu sendiri.
Oleh karena itu saya dan anda jangan mati dulu sebelum mampu menjawab pertanyaan man robbuka di dunia. Jangan mengira karena nggak kuat dengan musibah lalu menginginkan mati dan menyangka masalah akan selesai setelah kiita mati. Yang ada malah makin runyam.
Akan tetapi ketika hatimu sudah tenang dan bahagia meskipun ujian diluar sana sungguh amburadul maka matilah gpp. Ketika anda sudah bisa ikhlas dan ridho terhadap ujian karena melihat Allah dibalik segala galanya maka mintalah mati gpp. Insya Allah setelah mati anda tidak akan merasakan penderitaan lagi.
Atau cara yang kedua mintalah kepada Allah untuk mematikanmu selagi masih hidup. Yaitu mematikan "diri" atau "aku" yang merasa ada bisa dan kuasa. Ketika Allah berkenan mematikan saya dan anda semua maka ujain sebesar apapun sudah nggak berasa. Musibah sehebat apapun udah mati rasa. Sebab saat itu "diri" mu sudah dimatikan. Khan orang mati nggak akan merasakan apa apa?
Lihat saja orang yang sudah mati, mau anda cubit, anda pukul bahkan anda bom juga diam saja. Nggak protes dan nggak akan berontak. Sebab dirinya sudah mati alias sudah tidak punya nyawa.
Oleh karena itu m4ti saja biar masalah langsung selesai. Berdoalah supaya Allah berkenan mematikanmu. M4ti yang saya maksud adalah serahkan seluruh nyawamu kepada Tuhan. Yaitu segala milikmu tidak terkecuali bahkan dirimu sendiri serahkan kepada Sang Pemilik yaitu Allah subhanahu wata'ala. Maka saya jamin everything is oke, semua akan selesai.
Nah kurang lebih seperti ini penjelasan dari saya, orang yang sok tahu.. Tapi meskipun sok tahu lebih mendingan dari pada kamu khan? Sebab sok tahunya saya karena mengalami.
Begitu kira kira
Wallaahu A'lam
.jpg)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar