Saya yakin diluaran sana anda sering membaca perdebatan tentang bid'ah, sesat, musyirk, syiirik dll. Perdebatan sampai kiamat. Nggak capek apa ya? Yuk simak artikel Berdebatan Tiada Akhir tentang Bid'ah Sesat dan Masuk Neraka.
BID'AH, SESAT DAN MASUK NERAKA
....Padahal amalan xxxxxx bukan lah ajaran islam dan tidak pernah diajarkan dan diamalkan oleh nabi muhammad shallallahu alaihi wasalam dan para shahabat , tabiin dan tabiit tabiin, serta para imam mazhab yang empat juga tidak pernah mengajarkan dan mengamalkan nya .
Jawab: Kalau tidak salah diatas adalah komentar sahabat yang mengomentari tentang perayaan maulid apa tentang rebo wekasan, saya lupa.
Jika sahabat bertanya tentang fiqih dan sunnah silahkan bertanya kepada ustadz atau guru anda jangan ke saya ya? Meskipun saya cukup lama belajar fikih namun enggan untuk membahasnya karena ujung ujungnya mengundang berdebatan sampai kiamat.
Sudah teramat banyak ustadz yang membahas tentang fikih, syariat, ibadah, sunnah dll saya membahas yang lain saja. Karena pada saat dahulu saya belajar fikih yang terjadi malah hati bertambah kaku dan keras. Menganggap orang yang beda penafsiran dengan kita adalah orang yang sesat, pelaku bid'ah dan calon penghuni neraka.
Yang ada bukannya menambah teman malah nambah musuh. Bukannya memberikan solusi malah ngejudge dan menghukumi orang lain sesuka hati dengan dalih sunnah. Saya dahulu benar benar kaku dan nggak mau kalah saat berdebat dengan orang lain. Sampai otot ototnya keluar kalau sudah berdebat.
Intinya kalau tentang fikih dan menurut anda haram maka jangan dilakukan. Kalau menurut ustadz anda amalan tertentu adalah bid'ah maka jangan dilakukan. Tetapi tetap harus merangkul umat yang memiliki latar belakang madzab dan guru yang berbeda. Bersatu menenggelamkan segala perbedadan khilafiah demi persatuan umat. Seharusnya khan seperti itu.
Cuma yang terjadi dilapangan setelah kemarin belajar fikih dan menghukumi sebuah amaliah adalah haram lalu mengharam haramkan madzab lain. Kemarin belajar sunnah lalu esoknya membid'ah bid'ahkan organisasi lain. Baik yang mengharamkan ataupun yang membolehkan sama sama menginginkan umat islam bersatu, ini khan lucu bin konyol.
Sama seperti sebuah rumah tangga dimana suami menginginkan istrinya lemah lembut disisi lain istrinya menghendaki suaminya harus perhatian. Mereka menginginkan pasangannya harus sesuai apa yang diinginkan. Hanya dengan itulah rumah tangga akan langgeng. Mana bisa begitu? Yang ada rumah tangga akan dipenuhi dengan percekcokan. Sebab laki laki dan perempuan itu berbeda. Tujuan rumah tangga adalah memahami perbedaan, bukan memaksakan persamaan.
Kalau anda memaksakan semua harus sama sepertimu itu disebut egois. Hatimu sempit sebab tidak mau menerima perbedaan. Masalah maulid, yasinan, tahlilan, ziarah, sayyidina, qunut dan masih banyak yang lainnya selalu jadi bahan perdebatan sampai kiamat. Yang satu mengatakan pelaku bid'ah, syirik masuk neraka sementara yuang lain menuduh khawarij, teroris dll. Mana bisa umat bersatu kalau semua egois?
Jika anda meyakini berada dipihak yang benar lalu menyangka surga hanya milikmu ya sudah.... Anggap saja surga milikmu yang lain neraka. Dah gitu aja biar puas. Tapi apa susahnya saling merangkul atas nama agama dan kemanusiaan?
Tapi khan kenyataan dilapangan nggak begitu. Semua tetap saja merasa paling benar sendiri.
Ada yang berkoar koar dimasjid, dimedia sosial, di grup WA menyalahkan golongan lain dengan dalih dakwah sunnah. Katanya mau mengajak umat supaya memiliki akidah yang lurus terbebas dari syirik. Tetapi khan faktanya malah menambah permusuhan disana sini.
Ada juga yang menolak pengajian ustadz tertentu karena beraliran keras, khawarirj, isis, teroris dll. Tujuannya supaya umat tidak terpengaruh ajarannya yang sesat. Tapi kenyataannya khan malah terkesan seperti perang antar gengster. Jujur saya yang nonton malu melihat keadaan umat seperti ini.
Makanya dalam tulisan tulisan saya lebih condong membahas tentang qalbu. Segala fikih, syariat dan sunnah harus sampai ke qalbu untuk kemudian mampu melembutkan dan melapangkan hati.
Qalbu itu didada bukan dikepala yang berisi hapalanmu. Tanda qalbunya lembut adalah kelapangan hati. Tanda hatinya lapang adalah tidak mudah musuhan, tidak mudah marahan, tidak mudah dongkolan, tidak merasa benar sendiri, tidak merasa suci sendiri dll. Tanda hatinya lapang adalah hati yang penuh empati dan penuh cinta kepada sesama tanpa memandang bulu. Apalagi memandang golongan.
Kalau empatimu hanya untuk orang orang satu golongan, yang sepemahaman, yang se manhaj dan semcamnya itu bukan empati tapi egois. Itu disebut membeda bedakan RAS. Sedangkan islam itu ciri khasnya tidak membeda bedakan semua sama dimata Tuhan. Misalnya tidak membeda bedakan kitab, nabi dan rosul. Semua adalah kitab Allah, nabi dan utusan Allah yang harus dihormati.
Kalau ekslusif hanya meninggikan golongannya saja, seperti Yahudi yang hanya meninggikan Uzair yang dianggap anak Allah. Atau Nasrani yang meyakini Nabi Isa alaihis salam atau Yesus adalah anak Allah. Mereka hanya mengimani nabi tertentu saja dan mendustakan yang lainnya.
Sekali lagi saya hanya mengajak untuk melapangkan dadamu menerima perbedaan.... untuk kemudian rendah hati. Jangan seperti Iblis yang tahu segalanya lalu merasa paling tahu untuk kemudian tinggi hati. Karena enggan untuk rendah hati inilah makanya Iblis mendapatkan kutukan abadi.
Bagi saya hidayah adalah keyika Allah berkenan untuk melembutkan hatimu. Hidayah itu ketika dalam hatimu tidak ada mahluk yang ada hanya Allah. Dan yang paling penting hidayah adalah ketika hatimu tidak ada "aku" mu yang ada hanya AKU nya Allah. Ketika dihatimu ada AKU nya Allah maka saat memandang keluar anda tidak akan melihat malhluk yang dilihat hanyalah Allah.
Ketika hidayah diatas sudah menghunjam dalam dadamu maka tiba tiba anda akan paham tentang agama. Anda akan paham apa itu syirik, kafir, bid'ah, sunnah dll dengan kepahaman yang benar benar berbeda dari sebelumnya. Bukan hanya paham secara kulit melainkan paham isi dan rasanya.
Ketika anda sudah dimaqom ini anda akan paham semuanya disisi lain saya jamin anda tidak akan tinggi hati lagi. Anda tidak akan kaku dan keras lagi. Saat bicara atau menulis anda melakukannya dengan hati, dari hati ke hati. Anda akan merangkul semuanya dengan kelembutan dan kasih sayang. Inilah yang disebut dengan cahaya yang akan menerangi kegelapan. Sebagai rahmat bagi seluruh alam.
Dan bagi anda korban sihir/ santet atau yang sedang diuji dengan ujian berat saya mengajak untuk melongok dalam hati. Saran saya jangan ikut ikutan membahas fikih nanti berantem sama orang lain. Yang ada hatimu malah semakin keras dan menambah rasa sakit. Jadinya ketika hawa perdebatan itu dibawa dalam rumah akan memicu pertengkaran dengan pasangan. Maksud hati ikut kajian untuk belajar agama biar tenang apa daya malah jadi pemicu sering kumat.
Lebih baik dengarkan atau baca tulisan tulisan yang bikin hatimu lebih adem. Yakni tulisan tulisan tentang ikhlas, pasrah dan ridho yang disampaikan dengan bahasa yang menyejukkan. Yaitu tulisan yang mengajak kita menerima takdir Allah untuk kemudian kembali kepadaNya.
Maka ketika hatimu kesetrum rasa adem, smakin lama semakin adem niscaya penderitaan karena ujian lama kelamaan akan hilang dengan sendirinya.
Begitu kira kira
Wallaahu A'lam
Klinik Pendekar Langit

Tidak ada komentar:
Posting Komentar