Ternyata Saya dan Anda Merasa Menjadi Tuhan Tapi Nggak Sadar

Saya yakin kamu nggak sadar kalau selama ini merasa menajdi tuhan. Meskipun anda setiap hari ceramah tentang Tuhan tapi anda merasa menjadi tuhan. Kok bisa? Simak tulisan Ternyata Saya dan Anda Merasa Menjadi Tuhan Tapi Nggak Sadar


TIDAK ADA APAPUN YANG ADA HANYA TUHAN

Ustadz, kadang klo yg kumat yg terpuruknya rasa nya lelah dan g samangat ruqman , tp klo inget kalimat usradz " panjang mundur, jgn menyerah, dia yg hancur apa kita yg lebur " jd berkata yg dlm hati ,g boleh berhenti sampai disini, klo sm nyerah, mereka yg dzolim menang .....semoga Allah yg membalas kebaikkan ustadz, dan selalu manjawab pertanyaan, itu yg obat hati yg di ambang lelah

Jawab: Saya akan terus memotivasi sahabat yang sedang ditimpa musibah berat dalam hal ini sihir. Berjuanglah sampai titik darah penghabisan. Terus berjuang sampai kemenangan teraih.

Meskipun andai dipanggil Allah dalam keadaan masih berjuang alias belum menang ya nggak apa apa. Bagus malahan sebab dipanggil dalam keadaan berjuang melawan iblis. Insya Allah akan pindah di alam yang luas, sejuk, tenang damai dan bahagia.

Mau pindah alam yang indah dan sejuk? Kalau mau berjuanglah. Kalah menang itu urusan sekian.

Terkait dengan motivasi yang saya tulis atau tema ruqyah yang saya sampaikan di medsos ada satu dua oknum yang menghujat, tapi kebanyakan mengapresiasi. Dan tidak sedikit yang memuji setinggi langit.

Nah karena ini sudah malam saatnya santapan rohani yuuuk. Karena santapan rohani bacanya dengan hati yang ada dalam dada bukan dengan akal pikiran.

Terkait dengan pujian sebagaimana yang sahabat diatas sampaikan tentu saya berterimakasih. Apalagi saya didoakan, tambah terimakasih lagi. 

Pujian adalah baik disatu sisi karena sebagai bentuk apresiasi. Tapi disisi lain bisa menjerumuskan seseorang. Jika saya dan anda dipuji lalu tinggi hati maka justru inilah awal kehancuran. Jika setelah dipuji lalu merasa bangga seraya membatin, "saya memang peruqyah paling syarie dan hebat, kalau tidak ada saya mereka tidak akan sembuh", wah ini sudah berbahaya. Karena merasa dirinya bisa menyembuhkan.

Mengapa berbahaya? Karena merasa dirinya seperti tuhan yang bisa menyembuhkan. 

Secara lahiriah anda tidak salah, karena memang wasilahmu ada banyak pasien yang sembuh. Seakan akan anda yang menyembuhkan. Seakan akan saja. Dan seakan akan inilah yang banyak menggelincirkan kita.

Makanya saya mewanti wanti diri sendiri dan anda semua jangan sampai keluar dari lisan anda, "kalau tidak karena saya maka......". Statement ini bisa saja menghacurkanmu suatu saat kelak. Mengapa demikian? karena saya ngalami.

Statement "kalau tidak karena saya maka...." ini seperti perkataan Iblis "ana khoirum minhu". Merasa dirinya bisa dan mampu, lalu merampas selendang Tuhan tapi tidak sadar. Ketika anda merampas selendang Tuhan maka tunggulah saatnya...

Makanya kalau kita semua mau merenung dalam dalam terkait dengan ketuhanan akan ada beberapa venomena.

1. Golongan yang mempertuhankan dirinya sendiri

2. Golongan yang saling mempertuhankan satu sama lain

3. Golongan yang mempertuhankan benda dan materi

Sebelum membahas 3 point diatas mari kita sepakat bahwa definisi Tuhan adalah yang berkuasa mutlak. Tidak kecil tidak besar semua dalam kuasa dan kendaliNya. Sampai gerakan satu atom disudut alam semesta tetap dalam kuasa dan ilmuNya. Artinya tidak ada sesuatupun yang luput dari ilmuNya.

1. Siapa yang mempertuhankan dirinya sendiri?

Semua mahluk yang memiliki nafsu pasti menuhankan dirinya sendiri, sadar atau tidak sadar. Siapa saja mahluk yang memiliki nafsu? Siapa saja yang merasa memiliki diri, ego, nafs atau nafsu, yakni dari jenis jin dan manusia.

Semua mahluk yang memiliki nafs atau diri pasti menyangka dirinya yang melihat dan mendengar. Merasa dirinya yang berjalan. Merasa dirinya yang bisa dan kuasa. Saya dan anda meyakini hidup bebas di bumi sementara Tuhan sedang duduk di kursi atau istanaNya sedang mengawasi.

Dalam artian kita meyakini bahwa Tuhan tidak tahu apa yang akan kita lakukan satu jam ke depan. Bukankah kalau demikian kita meyakini Tuhan tidak maha Tahu? Ketika kita meyakini bisa dan kuasa artinya secara tidak langsung kita beranggapan Tuhan Maha bisa dan kuasa, manusia juga bisa dan kuasa. Ada dualitas.

Kesimpulannya semua mahluk yang memiliki diri/ nafs pasti pernah merasa menjadi tuhan. Lalu Allah akan memberikan petunjuk kepada siapa yang dikehendaki dan membiarkan (menyesatkan) saiapa yang dikehendaki. 

2. Siapa yang saling mempertuhankan satu sama lain?

Jawabannya sama yaitu mahluk yang memiliki nafsi dari golongan jin dan manusia. Mereka saling bergantung dan bersandar satu sama lain. Misalnya bergantung kepada bos, peruqyah, lurah, presiden dll. Bukankah Allah tempat bergantung dan bersandar?

Yang saya maksud bergantung dan bersandar adalah kondisi hati bukan kondisi dzohir. Kalau secara lahiriah pasti semua mahluk yang memiliki "nafs" akan saling membantu satu sama lain. Akan tetapi jika ketergantungan ini meresap ke dalam hati artinya kita sudah menuhankan mahluk.

3. Siapa yang menuhankan benda dan materi?

Jawabannya sama yaitu semua mahluk yang memiliki diri/ nafs. Mereka akan bergantung dan bersandar kepada harta benda, pekerjaan, bisnis, relasi, teman, tetangga dll. Sekali lagi yang saya bahas kondisi hati ya? Kalau secara lahiriah kita butuh uang untuk beli makanan. Tetapi jangan sampai ketergantungan ini meresap sampai ke hati.

Ada juga golongan yang mempertuhankan benda. Misalnya meminta tolong kepada pohon keramat, keris, minyak ruqyah, jimat dll. Atau mempertuhankan matahari, bulan, api dll. Sekali lagi kondisi hati loh ya? Misalnya kita menggunakan minyak ruqyah lalu sembuh dimana dengan itu kita meyakini minyak ruqyah bisa menyembuhkan maka saya dan anda bisa terjebak. Yaitu mempertuhankan minyak ruqyah, tapi nggak sadar.

Artinya apa?

Artinya tuhan tuhan itu buanyaak sekali, tak terhitung. Kalau mau jujur sejujur jujurnya saya dan anda sedang atau pernah mempertuhankan sesuatu selain Allah. Kita mempertuhankan diri sendiri, pekerjaan, harta benda, bos, jabatan, pasangan, dukun, jimat, minyak ruqyah dan masih banyak lagi. 

Tidak hanya saya dan anda tetapi juga para ustadz, kyai, orang awam, profesor, buruh, pengusaha dan semua manusia dan jin. Termasuk semua mahluk yang memiliki nafs/ diri dimana setiap hari mereka ceramah tentang Tuhan. Tapi mereka tidak sadar sudah menuhankan dirinya sendiri dan mahluk.

Ada tak terhitung tuhan tuhan diqalbu kita, tapi nggak sadar. Saya dan anda tidak tahu kalau ternyata diri kita tidak tahu sudah mempertuhankan banyak benda dan mahluk. Celakanya tidak tahu tapi merasa paling tahu.

tapi nggak apa apa, karena memang takdirnya seperti ini. Kita diturunkan ke dunia memang ceritanya seperti ini. Bahasa lainnya kita dilempar jauh sampai antartika lalu disuruh kembali/ mudik ke tempat asal. Kita diturunkan jauh sekali ke alam dunia lalu disuruh kembali ke asal. Dimana asal kita. Asal kita adalah Tuhan atau Allah.

Sebagaimana ucapan, "Innalillaahi wa inna ilaihi roojiuun". Mau dilempar sejauh apapun kita ini asalnya dari Allah dan akan mudik/ kembali kepadaNya. Sedangkan cara dan jalan mudiknya beda beda. Ada tak terhitung cara kembali kepada Allah dimana yang menentukan caranya bukan kita tetapi Allah. Salah satunya lewat musibah atau penderitaan.

Awalnya kita merasa ada, merasa bisa dan merasa kuasa, bahasa lainnya kita merasa menjadi tuhan. Lalu datanglah musibah yang bertubi tubi, misalnya kena sihir. Sampai akhirnya kita sadar kalau ternyata manusia tidak bisa apa apa dan tidak kuasa apa apa. Nah inilah jalan atau langkah awal perjalanan mudik/ kembali kepada Allah.

Perjalanan mudik ini adalah perjalanan proses dan waktu. bahkan waktunya sangat panjang sekali. Sampai disatu titik kita menyadari bahwa milyaran tuhan tuhan yang kita pertuhankan ternyata tuhan abal abal alias tuhan KW. Saya, anda, mereka, benda, mahluk, materi dll bukan tuhan, yang Tuhan hanyalah Allah. Bahasa arabnya "Laailaaha illallaah"

Perjalanan mudik ini mau tidak mau harus melewati bumi paling bawah dulu, lalu naik dan naik sampai ke permukaan. Lalu perjalanan dilanjutkan sampai langit 1, 2, 3 dan seterusnya sampai langit ke 7 tempat dimana surga berada. Disitulah sebenarnya kampung halaman kita. Tapi sebenarnya perjalanan tidak berakhir di surga tapi bertemu dengan Allah. Itulah akhir perjalanan.

Kapan waktunya? Yaitu saat kita sadar bahwa tidak ada tuhan selain Allah. Diri/ nafs yang melekat pada jin dan manusia sebenarnya tidak ada yang ada hanya diriNya Allah. Bos, pasangan, dukun, jin. harta benda, pekerjaan, relasi dll sebenarnya nggak ada, yang ada hanya Allah. Atom, protozoa, hewan, tumbuhan, HP, kopi, bir, udara, api, matahari, planet, lubang hitam, galaksi dll sebenarnya tidak ada, yang ada hanya Allah. Tidak ada satu inchipun yang luput dari Allah.

Ketika kita menyadari bahwa tidak ada secuilpun ruang yang luput dari pengetahuan Allah maka saat itulah kita sudah pulang dan bertemu Allah. Ketika bertemu dengan Tuhan maka hancurlah kita. Ketika kita sudah mudik maka hilanglah nafsi atau diri kita, yang ada hanya diriNya Allah.

Dah cukup disini saja... Saya pikir sampai disini masih bisa diikuti meskipun ada yang pro dan kontra. Saran saya jangan membaca tulisan selanjutnya karena bisa membuatmu gil4. karena tulisan selanjutnya hanya untuk orang orang yang sudah sampai.

Skip sampai disini supaya anda tidak gil4

Orang yang sudah sampai akan paham, sadar dan yakin bahwa segala macam nama, bentuk, rupa, warna, rasa dll semua adalah kenyataan untuk melihat perwujudan Tuhan. Manusia memang mahluk yang pintar menyebut nama benda sebagaimana difirmankan dalam Al Baqarah  ayat 31. Bahkan malaikat saja tidak paham. Karena yang malaikat pahami tidak ada nama dan rupa yang ada hanya Allah.

Termasuk segala kejadian, permasalahan, cerita, drama, sandiwara, dll semua adalah perwujudan skenario Allah. Satu dari trilyunan skenario adalah cerita kehidupan saya dan anda. Ada yang ceritanya jadi peruqyah, ada yang kena sihir, ada yang suka debat, ada yang jadi laki laki, ada yang jadi perempuan, ada yang tinggal di indonesia, ada yang di israel, ada yang perang, ada yang damai dan tak terhitung cerita dimana itu ceritaNya Tuhan sendiri.

Tidak ada satu ruangpun yang luput dari pengetahuaNya. Tidak ada satu inchipun yang bukan dari DIA. DIAlah Tuhan yang Maha Kuasa tidak bisa direcoki meskipun hanya satu detik. Jika takdirmu kena sihir lalu hidupmu hancur maka itulah takdir yang tidak akan bisa dirubah oleh siapapun. Ceritanya mengalir suka suka DIA. Karena DIA adalah Tuhan Semesta Alam.

Demikian semoga tidak membuatmu pening

Wallaahu A'lam

Klinik Pendekar Langit


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

14 Langkah Ruqyah Mandiri & Download Audio Ruqyah

Anda ingin belajar ruqyah mandiri? Simak artikel 14 Langkah Ruqyah Mandiri & Download Audio Ruqyah. Jangan lupa praktekkan, save dan sha...