Banyak yang bertanya kepada saya bagaimana caranya memutus gangguan leluhur atau gangguan jin nasab. Baca tulisan ini ya? Berikut artikel Cara Memutus Karma Leluhur atau Gangguan Jin Nasab.
MEMUTUS KARMA LELUHUR (NASAB)
Ada sahabat yang bertanya dalam kolom komentar sbb, "bagaimana) Cara memutus karma leluhur ustad?"
Jawab: Ada cerita fiksi, alkisah pada jaman dahulu disebuah kampung pinggir gunung ada sebuah keluarga kecil terdiri dari ayah ibu dan anak gadis semata wayang. Singkat cerita ibunya sakit lalu meninggal yang membuat ayah dan anak gadisnya sangat bersedih.
Seiring waktu ada seorang pemuda teman main masa kecil yang melamar anak gadis semata wayang namun ditolak karena sang anak sudah punya calon lain. Karena kecewa pemuda tersebut datang ke dukun untuk menghalangi sang hadis menikah dengan laki laki pujaan hatinya.
Sang gadis tetap bisa menikah dan memiliki 2 orang anak, tetapi rumah tangganya tidak bertahan lama kemudian bercerai. Sang pemuda yang sangat mencintai sang gadis 2 kali berusaha meminangnya tapi lagi lagi ditolak karena sudah keduluan dilamar oleh duda kaya kampung sebelah. Akhirnya karena sangat kecewa sang pemuda datang ke beberapa dukun sekaligus untuk menggagalkan pernikahan mereka.
Benar saja sehari menjelang pernikahan duda kaya membatalkannya yang membuat sang gadis malu. Sebab undangan sudah disebar kemana mana. Karena tak kuat menahan malu ditambah gunjingan sana sini akhirnya sang gadis janda muda mengakhiri hidupnya dengan gntng diri.
Selepas kematian sang gadis akhirnya pemuda menyesal dan mengakui kesalahannya didepan ayah sang gadis yang berlinangan air mata. Semenjak itu sang ayah bersama 2 orang cucunya menghilang, memilih tinggal dihutan yang sepi membawa dendam dan kemarahan, sampai akhirnya sang kakek meninggal dunia.
Singkat cerita 2 orang cucu dari kakek sang gadis tumbuh besar dan sudah berkeluarga. Namun ada saja halangan halangan kehidupan dan kejadian kejadian aneh yang mereka alami. Mulai dari rumah tangga yang nggak pernah adem, ekonomi yang sulit, hubungan sosial yang terganggu, sakit yang aneh aneh dll.
Setelah lelah bolak balik rumah sakit akhirnya mereka mencoba datang ke kyai kampung untuk diruqyah. Pun mencoba ruqyah dengan ustadz di kota. Ketika ruqyah banyak dari anak cucu almarhum sang kakek kesurupan. Kadang kesurupan ibunya yang mati bnh diri, kadang kesurupan sang kakek.
Kata sang kyai kampung mereka kesurupan arwah leluhur lalu menyarankan untuk sering kirim fatihah ke almarhum. Sementara menurut ustadz di kota mereka kesurupan jin yaitu jin nasab lalu menyarankan mereka melakukan ruqyah pemutus perjanjian. Entah siapa yang bener, yang jelas leluhur mereka tidak pernah bekerja sama dengan jin, bahkan merekalah korban jin sihir yang dikirimkan sang pemuda yang ditolak lamarannya. Mungkin saja jin sihir yang menyerang leluhur pindah ke anak cucunya. Atau bisa jadi memang mereka kesurupan arwah leluhur? Entahlah. Namanya juga dunia nggak kelihatan, kita hanya bisa menerka nerka.
Singkat cerita mereka ketemu dengan seorang pendekar yang baru turun dari gunung lalu melewati rumah mereka ditepi gunung. "Siapakah anda pendekar? Sepertinya anda lelah, silahkan mampir untuk ngopi ngopi", tanya mereka. "Saya baru turun dari gunung kisanak, mau menjalankan tugas membersihkan dunia persilatan dari para bedebah", jawab sang pendekar. Konon namanya pendekar langit yang kemudian memberikan beberapa masukan dan nasehat.
Nasehat pertama ruqyah mandiri tetep dijalankan dengan niat dan tujuan mengusir setan yang selama ini mengganggu aktifitas kehidupannya. Karena dalam beberapa kasus memang pengaruh sihir akan menurun kepada anak cucu.
Nasehat kedua adalah sering kirim doa kepada almarhum kakek dan ibunya. Kirim doa setiap hari. Mohon ampunan Allah kepada leluhur. Kirim juga bacaan Al Quran ke leluhur, atau sedekah dengan niat sampai ke leluhurnya. Dalam seminggu paling tidak sekali ziarah lalu mendoakan mereka didepan kuburannya.
Mengapa harus kirim doa kepada leluhur? Karena leluhur mereka meninggal dunia dengan membawa dendam dan kemarahan. Aslinya mereka belum ridho pindah alam sehingga arwahnya tersesat gentayangan di alam kegelapan. Roh/ ruh/ jiwa mereka meronta ronta, menderita dan tersiksa di alam kegelapan tanpa tahu jalan keluar.
Energi teriakan mereka nyetrum kepada orang orang yang masih nyambung tali darahnya dalam hal ini anak cucunya. Nyambungnya bukan di alam dzohir tetapi nyambung ke alam yang sefrekuensi yakni ke dalam jiwa (batin) anak cucunya. Sebagaimana sosok sang ibu yang tahu ketika anaknya kenapa napa padahal terpisah pulau. Ini terkait dengan hubungan batin yang tidak terbatas oleh ruang dan waktu.
Itulah mengapa ketika diruqyah mereka kesurupan entitas yang mirip dengan leluhur. Energi inilah yang kemungkinan disambar entitas jahat atau setan sebagai tunggangan lalu membuat kehidupan anak cucu jadi amburadul.
Artinya akar masalahnya adalah arwah leluhur yang tersiksa karena terjebak dalam alam kegelapan dan butuh cahaya untuk digunakan sebagai obor. Dengan obor itulah mereka akan mencari jalan keluar. Sementara di alam sebelah (barzakh) atau alam kubur tidak ada yang bisa dijadikan obor kecuali amal kebaikan yang dilakukan dengan hati yang tulus. Karena leluhur sudah pindah alam sehingga mereka memberikan kode kepada anak keturunannya untuk mengirimkan obor kepada mereka.
Yang sangat diharapkan oleh leluhur yang sudah meninggal hanyalah doa dan amal kebaikan dari orang orang yang ada ikatan batin dan diniatkan untuk almarhum. Dan doa anak yang sholeh nyampe (baca haditsnya ya?). Nyampainya kedalam batin (ruhaniah) leluhur dalam bentuk senjata untuk melawan entitas jahat dan dalam bentuk cahaya yang menerangi kegelapan. Sehingga dengan cahaya tersebut leluhurmu bisa berjalan naik menuju alam yang lebih terang dengan aman tanpa gangguan.
Singkat cerita anak cucunya melakukan apa yang disarankan oleh pendekar tersebut. Setiap hari mereka kirim doa, kirim bacaan Al Quran, kirim ayat ayat ruqyah, kirim sedekah dll. Sampai disatu momen anak cucunya bermimpi melihat leluhur berhasil membabat habis roh roh jahat lalu naik tangga seraya tersenyum. Sejak itulah belenggu belenggu yang mengikat kehidupan anak cucu satu persatu terlepas.
Ini hanya kisah fiksi. Meskipun hanya fiksi tetapi mengandung pesan yang dalam yaitu doakan ayah ibu dan leluhurmu yang sudah meninggal. Bisa jadi hambatan kehidupan yang anda alami adalah kode dari leluhurmu supaya dikirim doa (obor atau cahaya). Hanya itu harapan mereka satu satunya. Harapan yang dikirimkan kepada orang orang yang pernah mereka cintai dengan setulus hati.
Mulai hari ini yuk doakan leluhur kita semua...
Wallaahu A'lam
Pendekar Langit

Tidak ada komentar:
Posting Komentar