Kunci Kesuksesan Dunia Akherat Adalah Rendah Hati dan Selalu Mengalah

Apa kunci sukses itu? Apa harus pinter, harus bergelar? Ternyata bukan. Ternyata Kunci Kesuksesan Dunia Akherat Adalah Rendah Hati dan Selalu Mengalah. Selengkapnya baca ya?


KUNCI SUKSES ADALAH RENDAH HATI DAN MENGALAH

Jika ucapan saya salah semoga Tuhan memberikan aku hukuman,dan jika sebaliknya semoga tuhan memberikan kamu Hidayah. Di grup ini tempat nya muslim yg beriman yg sedang mencari Rahmat dan Ridho Tuhan, jadi jangan pernah main main di dalam nya, karena ketika Tuhan sudah menurunkan azab maka semua ucapan yg sudah di katakan akan jadi kenyataan

Jawab: Hari ini saya bikin status begini bunyinya, "Camkan ini & hunjamkan dalam qalbumu. Kunci kesuksesan dunia akhirat adl rendah hati tinggikan setinggi tingginya (jangan sombong), ego diri rendahkan serendah rendahnya (ngalah). Akur? "

Kata kata mak jleb ini sebenarnya saya dapat dari sesepuh dilingkungan kami. Isinya dalam banget dan kalau dipraktekkan memang akan menjadi kunci kesuksesan.

Tidak hanya kesuksesan tetapi juga ketenangan dan kebahagiaan dunia akherat. Dan sebenarnya ajaran islam seperti itu, yakni rendah hati dan tidak egois.

Cuman dalam prakteknya ternyata tidak mudah, bahkan sangat tidak mudah. Tidak hanya saya dan anda tetapi juga bagi ustadz, peruqyah, kyai, ulama dll. Karena lawannya bukan orang lain tetapi diri sendiri. Kita cenderung tinggi hati apalagi memiliki kelebihan tertentu yang orang lain tidak punya.

Jangankan memiliki ilmu yang dalam wong baru bisa sedikit saja sudah sombong. Misalnya baru belajar bela diri beberapa bulan sudah cari musuh lalu ngajak berantem. Atau baru ngaji kemarin sudah menceramahi orang lain lalu ngajak debat. 

Tinggi hati sebenarnya maknanya sama dengan tinggi ego. Yakni merasa dirinya memiliki kelebihan baik ilmu, kekayaan, jabatan, kehormatan dll lalu mendebat, menjatuhkan dan atau merendahkan orang lain. Tinggi hati adalah meninggikan dirinya sendiri untuk kemudian menghendaki orang lain tampak lebih rendah dari dirinya.

Orang yang tinggi hati sebenarnya tertipu oleh dirinya sendiri. Menganggap dirinya tinggi padahal semakin menganggap dirinya berbobot malah semakin memperlihatkan bahwa dirinya tidak berbobot. Atau menganggap dirinya alim lalu menceramahi orang lain dimana ceramahnya sangat kentara dengan bau bau menjatuhkan. Hal itu malah memperlihatkan dirinya belum alim.

Meskipun dibalut dengan kata kata agama tetap saja terlihat bahwa orang itu sebenarnya nggak paham. Mentalnya lemah karena maunya menang sendiri.

"Kalau kamu tidak menolak ajakan dakwah ini maka Allah akan mengazabmu, hati hati dengan ucapanmu, nanti akan dihisab diakherat dan kamu bisa masuk neraka"

Diatas hanya satu contoh dimana menggunakan kata kata agama bahkan membawa nama Tuhan untuk mengancam orang lain atau memuaskan dirinya sendiri. Sebenarnya kalimat diatas sangat terasa aura "nggak mau ngalah" meskipun dibalut oleh kata kata agamis. 

Sahabat pasti akan banyak menemukan ekspresi ekspresi yang mirip dengan kalimat diatas. Yakni membawa ayat suci, hadits atau membawa nama Tuhan untuk mengekspresikan kemarahan, kedongkolan dan kebenciannya kepada golongan, aliran atau madzab lain.

Dan faktanya rendah hati dan juga "ngalah" adalah berlian jaman sekarang. Jarang sekali orang yang ikhlas untuk mengalah, karena kalau kalah malu terlihat hina. Mereka maunya menang sendiri dengan mengetengahkan seribu hujjah seribu dalil. Maunya dengan lisan yang fasih bicara agama lalu menginginkan orang lain menganggapnya benar sementara lawannya adalah salah.

Meskipun terucap kata, "Masya Allah sebegitunya, Istighfar kawan, ya sudah kalau begitu, tunggulah adzab Allah yang sangat pedih", sebenarnya saat itu yang sedang disiksa adalah dirinya sendiri bukan orang lain. Yang kena adzab adalah dirinya sendiri tapi tidak sadar. Saat itu dadanya bergemuruh menahan kemarahan dan kebencian, lalu aura kemarahan ini akan dibawa ke keluarga, kerabat dan pekerjaan sehingga menurunkan produktifitasnya sendiri. 

Jika dirinya tidak segera sadar lalu meredam ego dengan cara mengalah maka dampak dari energi kemarahan ini seperti bom waktu. Ia akan merusak hubungan rumah tangga, kekerabatan, persahabatan dll. Lalu merusak ekonomi, rencananya jadi berantakan, memicu datangnya penyakit dll.

Maka berkali kali saya katakan dalam berbagai tulisan bahwa menjadi muslim itu bukan ketika engkau pinter baca dalil didepan banyak orang. Apalagi ada kecenderungan menjatuhkan atau membuat malu orang lain didepan umum, sama sekali bukan itu. Menjadi muslim sejati adalah ketika engkau mampu meredam gejolak dalam hatimu. 

Misalnya ketika dihina tetap tenang, ketika disesat sesatkan berusaha untuk tersenyum, ketika diancam dengan neraka masih tetap kalem. Justru yang kalem itulah yang muslim sementara yang nyolotan meskipun dengan cara mengutip hadits ini hadits itu sejatinya belum benar benar muslim.

Terkait dengan rendah hati, ingatlah iblis. Iblis itu jauh lebih alim daripada segenap manusia. Iblis itu mahluk paling cerdas, alim, kaya, mulia dll. Pakaian dan rupa iblis adalah terbaik secara lahiriah. Kalau mau debat tentang agama coba debat sama iblis, maka dijamin skornya 100-0. Cuma satu saja dosa iblis yaitu tinggi hati. Secara lahiriah iblis mendekati sempurna, tetapi secara ruhaniah ada cacat yang sangat fatal.

Iblis tinggi hati karena memang memiliki kesempurnaan secara lahiriah. Misalnya iblis memang kaya raya. Akan tetapi iblis merasa kaya lalu merendahkan orang miskin, ini kekeliruannya. Sedangkan kita? Kita baru belajar kemarin saja sudah tinggi hati lalu mulai melirik kesalahan kesalahan orang lain. Misalnya saat sholat berjamaah melirik cara sholat jamaah sebelah lalu hati berbisik, "wah bid'ah tuh, sholatnya nggak bener, takbirnya aja salah, neraka tuh. kalau mau bener kayak aku dong?". Jika demikian bisa jadi kita sudah kerasukan Iblis karena merasa lebih benar dari orang lain.

Oleh karena itu ayuk saya dan anda belajar rendah hati. Meskipun ilmu anda tinggi belajarlah merasa hina, sebab segala ilmu bukan milik kita melainkan titipan belaka. Ketika ada orang yang nyalah nyalahin kita maka "disenyumin saja", meskipun secara keilmuwan sebenarnya anda bisa saja mendebatnya. Lebih baik ngalah saja meskipun kalau kita mau bisa saja mengalahkan mereka.

Dengan mengalah tidak akan membuatmu hina, justru sebaliknya. Dengan ngalah tidak akan membuatmu terlihat bodoh, justru sebaliknya. Dengan mengalah justru memperlihatkan mental dan kharakter yang dalam, kuat dan berbobot.

Btw mengapa kita harus belajar rendah hati? Karena yang tinggi itu hanya Allah. Yang kaya, yang berilmu, yang mulia dll hanya Allah, sedangkan kita hanyalah mahluk yang tidak bisa apa apa tanpa pertolonganNya. Ketika kita kaya maka sebenarnya Allah menitipkan sebagian karuniaNya kepada kita agar bisa bermanfaat untuk orang miskin dan kekurangan. Bukan malah merendahkan martabat mereka. 

Kalau anda merendahkan orang lain maka tunggulah Allah akan mengambil kembali titipanNya. Mengapa saya berani berkata demikian? karena saya mengalami sendiri. Dan rasanya sungguh pedih dan perih. Bayangkan saja dahulu saya gemar berbagi lalu berubah menjadi orang yang antri minta sumbangan. Dahulu saya dihormati lalu berubah menjadi manusia yang tidak punya harga diri.

Sekali lagi kunci kesuksesan adalah rendah hati dan mengalah. Jika saya dan anda mempraktekkannya niscaya kita benar benar akan sukses dunia dan akherat. 

Terkait dengan sukses dunia maka orang lain akan jauh lebih simpati kerja sama bisnis dengan orang yang rendah hati dan ngalahan. Dan pasti semua orang tidak suka dengan orang yang tinggi hati dan maunya menang sendiri. Oleh karena itu tetaplah rendah hati dan tetaplah selalu mengalah dalam aktifitas muammalah. Ini terkait dengan menjalin relasi sebagai bagian dari jalan kesuksesan.

Terkait dengan sukses akherat maka jelas bahwa rendah hati adalah kuncinya. Mau saya dan anda kaya raya, berkuasa, terhormat dll tetap rendah hati sebab meyakini semua hanya titipan Tuhan. Tetap rendah hati dan tidak ada rasa memiliki meskipun sebesar dzarah, sebab semua adalah milik Tuhan. Inilah kunci ketenangan dan kebahagiaan hidup dunia dan akherat.

Sip? Semoga mencerahkan

Wallaahu A'lam

Klinik Pendekar langit

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

13 Rekomendasi Peruqyah Syarie Seluruh Indonesia

Anda mau diruqyah onlien maupun offline? Coba hubungi salah satu nomor peruqyah ini. Berikut ini 13 Rekomendasi Peruqyah Syarie Seluruh Indo...