Kebanyakan kita tahunya dakwah islam itu ritual misalnya disuruh sholat dan ngaji. Tapi esensinya sebenarnya bukan itu. Lalu apa? Simak Bukan Sholat & Ngaji, Tapi Seperti Inilah Dakwah yang Sesungguhnya
PERCAYALAH ANDA ADALAH CALON THE REAL PENDAKWAH
Assalamualaikum,pak ustad setelah ikut akun ustad .yang banyak pesan mencerahkan qalbu,makin kesini saya mulai mau belajar berdamai dengan takdir, atas semua peristiwa yang terjadi ,meskipun mungkin belum sepenuhnya ikhlas
Jawab: Waalaikumsalam. Bagus lanjutkan. Belajar berdamai dengan takdir dalam bahasa lain belajar berserah kepada ketetapan Allah. Belajar berserah dalam bahasa arabnya belajar islam. Karena salah satu arti dari kata islam adalah "berserahlah".
Kalau dalam ilmu nahwu ada aslama yaslamu islam... Islam adalah kata perintah, yaitu perintah kepada hatimu untuk "berserah". Atau menyerahlah kepada Allah yang datang bersama takdir.
Mengapa kita diperintahkan untuk berserah? Karena kecenderungan manusia adalah ingkar. Menerima takdir yang baik baik saja disisi lain menolak takdir yang buruk. Padahal baik bagi kita belum tentu baik bagi Allah. Sebaliknya buruk bagi kita belum tentu buruk bagi Allah. Allah lebih mengetahui tentang apa yang DIA tetapkan.
Apalagi ketika kita ditimpa musibah yang berat misalnya kena sihir yang menjadi asbab kehancuran nyaris semua sendir kehidupan. Maka dengan itu menjadi NYATA kalau hati kita ingkar atau berontak. Mengapa ingkar? Karena hati kita ketutup (kafara) tidak mampu melihat Allah dibalik ujian. Yang dilihat selalu saja penampakan lahiriah yaitu mahluk.
Ketika kita ditimpa musibah yang berat barulah kita semua sadar bahwa menjadi muslim (orang yang berserah) ternyata sangat tidak mudah. Jika lawan kata muslim adalah kafir (hatinya ketutup) maka nyatalah kekafiran kita saat ditimpa ujian yang berat.
Apakah musibah itu buruk bagi kita? Tidak. Justru dengan musibah tersebut memperlihatkan bahwa "aku" yang selama ini merasa sudah menjadi muslim taat ternyata dusta. Musibah yang menimpa kita sebenarnya untuk memperlihatkan kepada diri kita bahwa nyata nyata kita adalah orang yang berontak alias belum benar benar muslim.
Musibah yang kita alami sebenarnya pelajaran supaya kita semua memperbaiki kualitas keimanan dan keislaman. Apakah dengan ujian tersebut kita masih percaya kepada Allah lalu pasrah dengan takdir atau meragukan Allah lalu berontak?
Anggap saja saya dan anda berontak terhadap takdir. Maka ujian yang kita alami sebenarnya pendidikan langsung dari Tuhan supaya kita semua seiring proses tidak berontak lagi. Lalu benar benar menjadi insan yang beriman dan berislam. Paham ngga kira kira maksud saya?
Oleh karena itu berjuanglah... Berjuang menjinakkan nasfu yang berubah menjadi buas dan liar pada saat ditimpa musibah berat. Dengan membawa amarah yang memuncak maunya dukunnya tewas, jinnya hancur, pelakunya kena adzab.
Sebagaimana sahabat diatas berjuang berdamai dengan takdir sebenarnya sedang berusaha menjinakkan hawa nafsunya sendiri. Sahabat diatas sedang berjuang untuk menjadi islam. Dan ini perjuangan yang berat loh? Mengalahkan diri sendiri lalu berserah (islam) kepada Allah adalah perjuangan yang sangat berat. Inilah yang disebut dengan jihad akbar.
Kalau saya dan anda tidak diberikan ujian yang berat maka saya yakin kita semua tidak akan paham hal ini. Kita yang selama ini menganggap islam itu hanya sekedar sholat dan ngaji, pasca terkena musibah berat pasti pandanganmu akan berubat total. Ternyata menjadi muslim itu tidak sekedar rutinitas ritual semata mata tetapi lebih kepada keadaan qalbu yang berserah. Karena hanya dengan berserah sajalah hidup kita menjadi tenang damai dan bahagia.
Artinya benar sekali makna hadits yang berbunyi, "jika Allah mencintai suatu kaum pasti akan diuji (dengan ujian yang ugal ugalan)". Supaya dengan ujian ini saya dan anda paham apa itu iman, islam, hidayah, hijrah, taubat, kafir, syirik, barzakh, surga, neraka dan istilah istilah agama lainnya.
Kalau sebelumnya paham hanya sebatas kulit, setelah kena musibah berat anda pasti paham sedalam dalamnya. Sebuah kepahaman dan kebenaran yang menghunjam kuat tak tergoyahkan dalam qalbu anda. Sebuah kepahaman yang ketika disampaikan kepada orang yang belum ngalami kemungkinan besar akan ada penolakan.
Tetapi justru disinilah dakwahnya. Penolakan orang lain adalah ladang dakwah bagi kita. Yaitu dakwah untuk mengajak kepada kesabaran dan keikhlasan ketika ditimpa ujian. Bingkainya adalah berserah kepada Allah.
Dakwah seperti inilah yang akan menyelamatkan orang lain dari pedihnya api neraka. Jangan sampai mereka mencicipi api neraka dunia yang panasnya sampai ke ulu hati. Nyesek, pedih dan perihnya benar benar tak terlukiskan.
Oleh karena itu jika anda sudah berhasil lulus ujian maka jadilah da'i atau pendakwah.
Dakwah iman, yaitu mengajak orang lain khususnya yang sedang mendapatkan ujian berat supaya yakin dan percaya bahwa ujian itu bukan kebetulan tetapi dari Allah. Ajak mereka untuk percaya kepada Allah dibalik ujian, bukan percaya kepada mahluk yang diyakini memiliki kekuatan.
Dakwah islam yaitu mengajak orang lain supaya berserah diri kepada Allah. Menerima ujiannya lalu berserah hatinya. Hanya dengan cara itulah maka hidup mereka akan selamat.
Dakwah dari kekafiran. Yaitu mengajak orang lain supaya membuka hatinya yang selama ini terkunci/ tertutup. Yaitu tertutup alias tidak melihat adanya Allah dibalik segala ujian kehidupan. Yang selalu dilihat sekali lagi adalah mahluk yang disangkanya memiliki kekuatan.
Dakwah dari kesyirikan. Yaitu mengajak orang lain supaya tidak menduakan Allah dengan mahluk. Ajak mereka supaya tidak meyakini mahluk memiliki kekuatan. Ajak orang lain supaya hatinya jangan meyakini, "Musibah ini gara gara si anu dan si anu...", akan tetapi semua dari Allah untuk sebuah hikmah.
Dakwah supaya taubat. Yaitu mengajak orang lain supaya taabaa atau kembali memandang Allah dibalik segala galanya bukan memandang mahluk. Kalau memandang mahluk pasti menderita, kalau memandang Allah pasti bahagia.
Dakwah man robbuka, yaitu mengajak orang lain supaya menjawab "Allah" ketika ditanya di alam kubur man robbuka. Yang dimaksud alam kubur disini adalah hati/ jiwamu yang terpendam tanah jasad. Maka janganlah hati/ jiwamu menjawab mahluk, benda atau nafsu adalah tuhan selain Allah. Sebagaimana ketika kita diuji dengan ujian berat lalu menganggap "gara gara dukun, gara gara sihir, gara gara buhul dll" adalah tuhan tuhan selain Allah. Akan tetapi katakan dengan hati/ jiwamu semua dari Allah.
Dakwah terbebas dari neraka dan masuk surga. Ketika saya dan anda meyakini mahluk memiliki kekuatan dengan statement, "ini gara gara si fulan" artinya hatimu gelap/ ketutup/ kafir. Karena ketutup dari melihat Allah makanya masuk neraka. Akibatnya hari harimu dipenuhi dengan kemarahan, kesedihan, kekecewaan dan bentuk penderitaan lainnya. Oleh karena itu ajak orang lain untuk terbebas dari neraka dengan cara membuka hati lalu menerima Allah yang datang untuk mengujimu.
Lalu yakinkan mereka bahwa setelah hati kita mau melihat Allah dibalik ujian dan dibalik segala galanya maka kemarahan, kekecewaan dan kesedihan pelan pelan akan pudar lalu hilang berganti dengan kebahagiaan (surga). Seiring dengan hikmah besar yang akan didapatkan. Yaitu hikmah yang lebih berharga dari dunia dan seisinya.
Sekali lagi inilah the real dakwah....
Semoga mencerahkan, share
Wallaahu A'lam
Klinik Pendekar Langit

Tidak ada komentar:
Posting Komentar