Seharusnya ketika dihina kita marah. CUman karena setiap hari dihina sehingga mati rasa. Justru ini bagus. Sebab Sering di Hina Hingga Mati Rasa Justru Jalan Menuju Surga. SImak penjelasannya yuk?
MATI RASA ADALAH JALAN MENUJU SURGA
Ustadz saya bahkan tidak lagi bisa membenci orang orang yg telah menyakiti saya (mati rasa), walau itu sudah terjadi berulang kali, berkali sudah saya di permalukan oleh mereka , di bongkar semua aib dan kekurangan saya , bahkan sampai terkucil kan hanya bisa menangis sendirian , tapi kl ketemu sama mereka hati saya tetap biasa saja , kenapa ustadz
Jawab: Coba pegang dadamu disitu ada jantung. Kita terlanjur menyebut dengan hati sebagai tempatnya cinta dan benci.
Kalau kamu mau tahu dimana letak akherat ya disitu. Dijantungmu atau dihatimu. Akherat atau akhir. Atau alam terakhir. Alam awal yaitu dunya atau dunia yang bisa dilihat dengan pandangan 2 mata. Itulah dunia.
Dunya atau dunia atau al awal yakni dunia awal. Yaitu alam yang berubah ubah, fana, hancur. Dunia itu pasti hancur pada saatnya. Tidak kekal.
Apakah dunya atau dunia membuat akheratmu tertipu? Apakah dunia membuat akheratmu menempel, terkait erat dengannya? Apakah penampakan dunia yang dilihat dengan mata mempengaruhi hatimu?
Dari mata turun ke hati. Dari yang terlihat mata mempengaruhi mood dalam hatimu. Artinya hatimu dipengaruhi oleh dunia.
Ketika dapat uang hati senang, nggak ada uang hati sedih. Ketika dipuji hati senang, ketika dihina hati bersedih. Ketika setia hati bahagia, ketika dikhianati hati terluka. Itulah hati yang condong kepada dunia. Hati tertipu oleh sesuatu yang fana, tidak kekal.
Dan memang seperti itulah ujian bagi hati. Yaitu perhiasan dunia yang terasa indah. Maka ketika dunia hancur lalu ikut menghancurkan hatimu maka disinilah proses dimulainya sebuah perjalanan menuju Tuhan.
Ketika dunia masih indah engkau akan bahagia. Tetapi ketika duniamu hancur engkau menderita. Semakin hari semakin menderita sehingga hancurlah hatimu. Hancur satu lapisan demi lapisan pintu dalam hatimu.
Artinya hati (jiwa) layaknya sembuah pintu. Atau seperti sebuah hijab yang menghalangimu memandang Tuhan. Sementara hati ada banyak lapisan. Setiap lapisan membawa rasa tertentu. Setiap lapisan membawa bahagia dan luka.
Maka untuk mampu memandang Tuhan, mau tidak mau satu demi satu lapisan pintu dalam hatimu harus dihancurkan. Lapisan demi lapisan hijab/ penghalang harus dibuka. Dan setiap pintu hati yang didobrak membawa "kehancuran hati" yang pedih rasanya. Satu helai hijab/ penutup yang dilepaskan "periiih" rasanya.
Ketika ekonomimu hancur maka hancurlah satu lapisan dalam hatimu. Hatimu akan tetap berada dalam kehancuran dan engkau akan benar benar menderita, sampai... Sampai pada satu titik engkau sadar bahwa harta benda hanyalah sesuatu yang fana. Pada saat itulah satu lapisan tirai terbuka.
Ketika relasimu meninggalkanmu maka terdobraklah satu pintu dalam hatumu. Saat engkau kehilangan yang paling kau cintai maka lepaslah satu lapisan tirai penghalang. Saat engkau dikhianati maka patah pintu hatimu, hancur berkeping keping.
Jangan ditanya rasanya... Hanya air mata yang menjadi penanda bahwa ada kehancuran didalam dada. Ada kehancuran alam semesta/ kiamat dalam hati.
Namun ketika satu lapisan hati yang menutupimu dilepas, engkau mulai bisa melihat sesuatu yang tidak bisa dilihat sebelumnya. Ketika satu lagi pintu hatimu didobrak lalu hancur maka terlihatlah cermin yang memantulkan bayangan.
Bayangkan saja ada emas 24 karat yang tersembunyi dalam 7 lapisan tanah. Ketika satu lapisan terbuka, akan terlihat cahaya buram dari dalam. Saat satu lagi lapisannya dibuka maka cahaya itu terlihat lebih jelas dari sebelumnya. Sampai akhirnya cahaya dari emas 24 karat benar benar terlihat berkilauan.
Sekali lagi jangan tanya rasa sakitnya ketika satu lapisan tanah itu dilepas. Pedihnya nggak kira kira. Tetapi hanya itulah cara supaya lapisan penutup dalam hatimu bisa terbuka, lalu engkau melhat cahaya dari relung hati yang paling dalam. Semakin lama semakin terang dan bersinar.
Kau pikir kiamat adalah kehancuran alam semesta? Ya anggap saja benar, tapi itu nanti. Mungkin milyaran tahun lagi. Tapi kiamat yang bisa kamu rasakan saat ini sebenarnya sudah terjadi. Yaitu kehancuran dalam hatimu sendiri. Hancur apapun dari dunia yang kamu anggap kekal, padahal yang sebenarnya fana.
Ketika kiamat terjadi maka hancurlah alam semesta dalam hatimu. Saat kiamat sudah selesai maka terlihatlah akherat yang sebenar benarnya. Saat kiamat sudah selesai maka nyatalah Yang Kekal.
Siapakah yang Kekal? Yang kekal adalah DIA yang menghancurkan duniamu silih berganti. Oleh karena itu hatimu jangan memandang yang hancur, tetapi pandanglah DIA dibalik segala kehancuran. DIA hanya ingin dikenal maka kenalilah. Kenali DIA sebelum masa dimana dirimu sendiri yang akan hancur. Yaitu saat nafasmu berhenti alias meninggal dunia.
Oleh karena itu berbahagialah bagimu yang saat ini sedang hancur. Jiwamu boleh menderita tapi ruhmu bahagia. Bahagia karena memandang Tuhan dibalik segala penderitaan. Bahagia karena sebentar lagi akan kembali kepada pelukan Tuhan.
Berbahagialah karena satu demi satu pintu hatimu sedang didobrak. Berbahagialah karena satu lapisan demi lapisan hijab penghalang sedang dilepas. Hingga ketika semua lapisan penghalang itu dilepas terlihatlah DIA Yang Kekal.
Kematian bukanlah akhir. Kematian justru awal perjalanan menuju Tuhan. Jika saat didunia ini engkau sudah Mengenal Yang Kekal niscaya engkau tidak akan tersesat dialam barzakh. karena engkau paham bahwa di alam barzakhpun yang ada hanyalah DIA Yang Kekal.
Di alam barzakh, disurga atau dineraka engkau tidak akan pernah tertipu lagi. Alam boleh berpindah pindah, mahluk boleh berupa rupa namun dibalik itu semua hanya ada satu nama yaitu Tuhan Yang Kekal.
Mungkin dialam barzakh engkau bertemu ribuan ular, atau dineraka bertemu malaikat yang menyeramkan. Namun engkau paham bahwa mereka semua hanya mahluk yang tidak akan mampu memberikan bahaya sekecil apapun.
Atau mungkin di alam barzakh engkau menikmati alam yang sejuk, saat disurga engkau bersama seribu bidadari. Terlihat engkau sangat menikmatinya tapi yang sebenarnya engkau sedang menikmati kebersamaan dengan Yang Maha Kekal. Bukan surganya yang engkau pandang melainkan Yang Kekal lah yang engkau bersamai dalam hati yang puas dan diridhoi.
Untuk mencapai kekekalan dalam cinta bersama Yang Kekal syaratnya adalah "terimalah kehancuranmu" saat ini di dunia. Sadarilah bahwa yang hancur hanyalah sesuatu yang fana. Janganlah hatimu terikat kepda yang fana, tapi terikatlah kepada Yang Kekal.
Terimalah saat pintu hatimu sedang didobrak. Terimalah saat lapisan hijab hatimu satu persatu dilepas. Terimalah meskipun harus menahan rasa sakit seperti sakaratul maut. Sampai kepada satu titik, sebagaimana sahabat diatas tuliskan yaitu "mati rasa". Karena pada saat mati rasa itulah sejatinya engkau sudah mati.
Tahukah engkau apa syarat masuk surga? Syaratnya yang pertama harus merasakan sakaratul maut dulu. Yang kedua harus mati dulu. Yang ketiga harus melewati neraka jahannam terlebih dahulu. Bagi yang meminta dalil silahkan cari dalilnya. Ada beberapa kok, cuman tidak saya tulis disini.
Khabar baik bagi anda yang sedang diberikan musibah berat dalam hal ini kena sihir. Sebab syarat pertama sudah yaitu merasakan sakaratul maut lalu mati akibat satu persatu nyawa kehidupan dilepas. Nyawamu adalah rumah tangga, ekonomi, relasi, kesehatan, sosial dll sudah diambil.
Syarat yang ketiga yaitu melewati neraka jahannam juga sudah. Yaitu ketika anda merasakan kepedihan bertahun tahun akibat musibah yang berat.
Sekarang tinggal menunggu pintu surga dibuka... Seiring dengan terbukanya pintu hatimu. Artinya yang membuka pintu surga adlah dirimu sendiri. Caranya gunakan kunci untuk membuka pintu terakhir dari hatimu.
Dan kunci surga adalah, "laailaaha ilallaah", tidak ada tuhan kecuali Allah. Maka ketika pintu surga dibuka memancarlah cahaya, "Allaahunurus samaawati wal ardh". Allah adalah cahaya langit dan bumi.
Pahamlah anda saat pintu hatimu yang terakhir dibuka bahwa ternyata semua yang terjadi dalam kehidupanmu semua perbuatan Allah. Tidak ada perbuatan dukun, jin dan segenap mahluk termasuk dirimu sendiri, sebab semua adalah perbuatan Allah. Saat itulah cahaya Allah menerangi kegelapan. Seiring dengan hilangnya segala penderitaan.
Maka ketahuilah saat itu anda sedang masuk surga... Anda sedang menikmati surga bersama Yang Maha Kekal. Saat itulah anda akan membersamai Tuhan selama lamanya.
Atau bahasa puncaknya (sidrotul muntaha) sebenarnya tidak ada kata membersamai. Karena perbuatanmu hakikatnya perbuatan Tuhan juga. Sehingga dalam kesadaran yang paling tinggi mengatakan, "DIA Kekal membersamai diriNya sendiri".
Semoga mencerahkan..
Wallaahu A'lam
Klinik Pendekar Langit

Tidak ada komentar:
Posting Komentar