Jika kamu mau sujud maka semua akan baik baik saja. Masalahnya jarang manusia yang mau benar benar sujud meskipun ribuan kali sujud dalam sholat. Mengapa demikian? Simak Sujudlah Niscaya Semua Akan Baik Baik Saja & Happy Ending.
LAKUKAN INI, YAKIN SEMUA AKAN BAIK BAIK SAJA
Masya Allah ustad. Udah sampai bab 3. Nangis bacanya. Sebagian kisah saya alami.ujian ustad lebih berat. Semoga saya bisa seperti ustad. Menghadapi ujian sihir yg sampai skrg masih kambuhan (Ibu Jufri)
Jawab: Diatas adalah chat dari sahabat yang membaca novel misteri 2 cinta. Sebuah novel yang mengajak pembaca untuk sujud dengan sebenar benarnya sujud. Btw sudah baca novelnya belum?
Sujud adalah rahasia tertinggi dalam ibadah. Ia bukan sekedar posisi tubuh, tapi keadaan batin yang menyerahkan seluruhnya kepada Tuhan.
Sujud bukan sekedar rukun sholat tapi jalan pulang. Ia mengajarkan bahwa jalan pulang bukan terletak pada tingginya kedudukan, kedalaman ilmu dan kefasihan amal. Justru jalan pulang adalah dengan merendah, tunduk dan berserah kepadaNya.
Dalam sujud hati berbisik lirih, "laa haula wala quwwata illa billah". Ini adalah pengakuan bahwa segala sesuatu tiada memilik kekuatan apa apa, semua adalah kekuatan Allah. Segala sesuatu tiada yang tersisa hanya Allah.
Maka sujud sejati sebenarnya adalah keadaan jiwa, bukan hanya gerak tubuh. Orang yang sujud tetap sujud (rendah hati) ketika berhadapan dengan manusia. Sebab jiwa meyakini bahwa dibalik semua manusia yang menggerakkan adalah DIA juga. Bukan sujud kepada mahluknya tetapi jiwanya bersujud kepada Allah dibalik segala galanya.
.
.
Sholat....
Sholat adalah kendaraan mi'raj bagi orang yang berserah (muslim) kepada Allah. Secara lahiriah sholat adalah gerakan dimulai dari takbiratul ihram diakhiri dengan salam. Mungkin sekaranglah saatnya berhenti meributkan sholat secara fikih dan mulai melongok batin. Apakah kendaraanmu bisa menyampaikanmu kepada tujuan, atau malah muter muter tidak tahu arah?. Atau apakah ketika sholat batinmu sudah mi'raj dan sampai kepada Allah, atau masih lalai?
Artinya: ...Celakalah orang-orang yang shalat, yaitu orang-orang yang lalai dari shalatnya. (QS. al-Ma’un: 4 -5).
Banyak orang yang memaknai lalai adalah lalai secara lahiriah. Padahal lebih pas kalau yang dimaksud lalai adalah lalai ruhaniahnya. Secara lahiriah sujud tetapi ruhaniahnya enggan, emoh, nehi, nggak mau sujud. Itulah lalai.
Apa indikasi sujudnya berdusta? Tandanya adalah pemberontakan. Kepalanya boleh sujud tapi dirinya tidak mau menerima ketetapan Allah dalam bentuk takdir yang tidak sesuai dengan hawa nafsunya. Jidatnya menyentuh tanah tetapi egonya tinggi.
Setiap saat selalu dalam kemarahan dikarenakan musibah yang menimpanya. Lalu menangis dalam sujud meminta Allah mencabut musibah dan menggantinya dengan nikmat karunia. Jangan mengatakan dalam sujudmu, "kenapa aku diuji begini ya Allah, aku nggak mau begini, aku maunya begitu". Apakah salah? Terlepas dari salah atau benar, yang penting sujudkan dulu batinmu, terima dulu ketetapan Allah.
Oleh karena itu ketika sholat, sujudlah dengan sebenar benar sujud. Sujud secara lahiriah sebagai tanda batinnya sujud. Lahir yang menandakan kondisi batin.
Ketika sujud mi'rajkan hatimu untuk menerima semua ketetapan Allah. Semua tanpa kecuali, tanpa syarat. Sujudlah engkau dengan benar benar bersujud di sidratul muntaha didepan Allah. Lalu ucapkan "subhana robbiyal a'la" dengan lisanmu seiring dengan batinmu yang mengatakan dengan rendah hati serendah rendahnya, "kami menerima segala keputusanmu yaa Robb".
Ketika itulah saya jamin seribu persen hatimu mulai merasa tenang. Sebuah ketenangan batin yang sangat mahal harganya. Seiring dengan kondisi hati yang yakin bahwa semua akan baik baik saja. "Kalau berserah kepada Allah semua akan baik baik saja". Itulah yang disebut dengan "Iman".
Pertanyaannya adalah imanmu sudah seperti itu belum?
Hidup terus berjalan maju seiring dengan keyakinan/ imanmu. Ketika engkau yakin kepada Allah lalu anda melihat dengan mata kepala sendiri kalau "semua memang baik baik saja" itulah yang disebut dengan buahnya iman yang lezat rasanya. Bahasa lainnya anda akan merasakan ainul yakin.
Kumpulan ainul yakin akan mengantarkanmu kepada haqul yakin. Yaitu melihat Al Haq dibalik segala galanya. Dan untuk sampai di maqom ini dimulai dari sujud (berserah).
Sudahkah anda sujud hari ini?
Wallaahu A'lam
Klinik Pendekar Langit
Inspirasi dari berbagai sumber
Novel misteri 2 cinta klik sites.google.com/view/misteri2cinta

Tidak ada komentar:
Posting Komentar