Cara Memahami Qodo, Qodar dan Takdir

Apa korelasi antara qodo qodar takdir dan sunnatullah? Jika anda masih bingung baca tulisan ini ya? Simak Cara Memahami Qodo, Qodar dan Takdir.

 

CARA MEMAHAMI TAKDIR

kalo Allah berkehendak lain, dr kemarin2 sebelum ada kejadian suami talak saya menemukan pendekar langit mungkin bisa sy lakukan ikhtiar di rumah agar rumah tangga sy bs terselamatkan..Allah yg Maha Mengetahui dgn semua keadaan hambanya jd tdk bisa menolak yg sdh di takdirkan sm Allah

Jawab: Alhamdulillah berarti akun ini bermanfaat ya? Meskipun telat yang penting nemu akun ini, silahkan dibaca baca artikelnya. Makanya sering sering share tulisan yang menurutmu bermanfaat supaya orang lain tahu. Atau kasih tahu teman dan sahabat yang mengalami masalah yang sama untuk follow akun ini.

Tapi harus dicatat bahwa ucapan, "dr kemarin2 sebelum ada kejadian suami talak saya menemukan pendekar langit mungkin bisa sy lakukan ikhtiar di rumah agar rumah tangga sy bs terselamatkan", ini sudah tidak ada gunanya.

Mengapa demikian? Sebab sudah terjadi. Kalau sudah terjadi artinya sudah takdir. Kalau sudah takdir tidak akan pernah bisa dirubah. Kalau sudah takdir berarti dari jutaan tahun yang lalu sudah dipersiapkan untuk terjadi.

Singkat cerita beberapa waktu yang lalu ada sahabat yang ngakunya bernama Putri Ningsih dari kampung sentajo riau. Saya tahu alamatnya karena pernah kirim buku. Begitu buku sampai yang bersangkutan menteror saya minta uang dikembalikan. Padahal uang itu bukan milik dia, tapi punya donatur.

Intinya si putri ini jago banget acting dan n1pu. Sudah lumayan banyak korbannya. Setelah saya tahu modusnya dia mulai keder lalu melancarkan jurus baru yaitu ment3ror no WA dan akun FB saya dengan banyak sekali akun klonengan.

Mengapa saya tahu modusnya? Khan saya ngerti IT. Saya juga pernah belajar psikologi. Belasan tahun saya bergelut dengan dunia komputer. Jadi jika saya mau saya bisa melacak akunmu meskipun akun klonengan sekalipun. Atau melacak sampai akar akarnya no WA asing yang memberikan teror. Kalau saya mau loh ya?

Kejadian ini sudah terjadi artinya sudah takdir. Sudah tertulis dalam lauh mahfudz bahwa akun saya akan diserbu dengan kata kata huj4tan oleh akun klonengan dari putri ningsih. Karena sudah takdir ya sudah saya sabar saja. Meskipun jika ybs mengulangi lagi tetap akan saya usut ke pihak yang berwajib. Mengapa saya usut? Khan saya belajar dari pengalaman. Dan supaya tidak ada korban berikutnya.

Mengapa putri tega men1pu saya? Padahal saya sudah cukup membantunya? Entahlah, mungkin memang aslinga pen1pu atau dia kurang kasih sayang. Kalau aslinya pen1pu saya berdoa semoga sadar dengan perbuatannya, kalau kurang kasih sayang semoga Allah memberikan kasih sayangNya.

Termasuk beberapa komentar nyinyir dari netizen saya terima. Sebab hukumnya adalah netizen selalu benar. Namanya sudah terjadi apa mau dikata? Artinya sudah takdir. 

Dan dari kebanyakan status menghuj4t dan nyinyir rata rata dari bocil yang sedang mencari jati diri. Atau dari akun yang disetting privat, atau akun yang tidak pernah posting satupun. Artinya sebagian besar akun yang menghuj4t memang sengaja tidak mau data dirinya diketahui publik dan memang berniat tidak baik.

Termasuk ada juga yang WA dan tentu tidak saya balas. Misalnya WA ngajak VC, atau WA pakai huruf P, atau Hi, atau dengan kata kata tidak sopan. Saya ini sudah tua, mungkin lebih tua dari bapakmu jadi mohon kalau WA dengan bahasa yang sopan dan baik ya? Bahkan ada yang WA saya dengan memanggil nama "teh Ria" sang mantan dukun tobat, lalu minta tolong memelet suaminya yang kabur. Waduuh kalau nonton video jangan sepenggal dong biar tidak jaka sembung. 

Intinya akun ini salah satu tujuannya untuk edukasi. Alhamdulillah makin banyak yang tercerahkan, meskipun ada satu dua yang masih berprasangka buruk. Bagi yang nyinyir berarti belum kenal dengan saya, kalau sudah kenal pasti ngajak ngopi bareng. Atau dari sekian yang tercerahkan ada satu dua akun abal abal yang memang dari awal punya niat yang tidak baik. Mereka menghuj4t akun ini, tapi anehnya nggak pernah kelewatan untuk nyimak setiap satusnya lalu berkomentar.

Kepo berarti.. hehehe. Tapi gpp saya seneng kok meskipun dikepoin sama netizen yang nyinyir, berprasangka buruk, menuduh macam macam, atau punya niat tidak baik. Siapa tahu sepenggal kata yang saya tulis suatu saat bisa merubah mereka menjadi lebih baik.

Ayo siapa lagi yang mau menghuj4t saya silahkan komen ya? Saya terima dengan tangan terbuka.

Mengapa saya terima ketika sudah ada komentar netizen yang sangaaaat sopan sekali (baca: nyinyir)?. Khan kalau sudah terjadi disebut takdir. Supaya dengan takdir itu kita semua belajar sabar dan tangguh. Supaya dengan takdir itu kita belajar memperbaiki keadaan. Contohnya artikel ini saya buat dengan doa dan harapan semoga yang nyinyir bisa berubah menjadi lebih baik.

Bagaimana jika mereka tetap keras kepala dan tidak mau berubah?

Itu terserah mereka. Yang jelas takdir itu adalah proses sebab akibat. Ada sebab dan akan ada akibatnya, disebut dengan sunnatullah. Jika kamu suka berprasangka buruk, maka orang lain juga akan melakukan hal yang sama. Jika kamu suka menghuj4t maka orang juga akan melakukan hal yang sama kepadamu. Hanya nunggu waktu saja kena batunya, dan ini PASTI terjadi. Dan saya yakin sebagian dari kamu kamu sudah mengalaminya khan?

Terkait dengan ucapan sahabat diatas yang kurang lebih, "kalau aku nemu akun pendekar langit lebih dulu mungkin rumah tangga saya bisa dipertahankan". Maka ucapan itu cukup berhenti di otak saja jangan sampai meresap dalam hati. Kalau meresap dalam hati jadinya nanti kecewa. Ketika sudah sampai ke hati yang tersisa harus nama Allah saja. Artinya Allah lah yang menhendaki demikian untuk sebuah hikmah.

Karena apa yang akan terjadi pasti terjadi tidak bisa tidak. Artinya pisahnya rumah tanggamu pasti terjadi. Yang perlu dilakukan adalah belajar dari kejadian tersebut. Belajar untuk menjadi lebih sabar dan lebih tangguh dari sebelumnya. Belajar supaya tidak terulang lagi kesalahan yang sama ketika berumah tangga kembali.

Sebagai orang yang beriman kita wajib percaya kepada Qodo dan Qodar. Apa itu qodo dan qodar? Penjelasan ini bisa bertingkat tingkat sesuai level pemahaman masing masing.

Qodo adalah rencana Allah yang tersimpan dalam lauhul mahfudz, sementara qodar atau takdir adalah rencana yang sudah digelar. Sedangkan qodo yang sudah menjadi qodar disebut dengan sunnatullah.

Artinya saya kena sihir, saya dinyinyirin netizen, saya dit1pu putri ningsih dll itu sudah takdir yang mana jalan ceritanya sudah dipersiapkan dahulu kala di lauh mahfudz. Pun anda yang sedang sakit, yang pisah dengan pasangan, netizen yang kurang kasih sayang dll itu semua sudah takdir. Sehingga percuma meratapi nasib apalagi dengan kata "seandainya begini dan begitu". Kata kata itu tidak akan merubah takdir sama sekali, bahkan rawan disusupi setan.

Apakah takdir bisa dirubah?

Sebagaimana tulisan saya diatas bahwa pemahaman takdir itu bertingkat tingkat. Ada yang tingkatannya takdir bisa dirubah dengan doa. Dalam artian yang seharusnya kena sihir, lalu sering berdoa sehingga takdirnya tidka jadi kena sihir. Atau yang seharusnya kecelakaan karena sering berdoa lalu tidak jadi kecelakaan. 

Pemahaman seperti ini adalah pemahaman kebanyakan orang dan ini tidak salah. Apalagi ada dalilnya kok. 

“Sesungguhnya seorang hamba terhalangi dari rizkinya karena dosa yang dilakukannya. Sesungguhnya takdir itu tidaklah berubah kecuali dengan doa. Sesungguhnya doa dan takdir saling berusaha untuk mendahului, hingga hari kiamat. Dan sesungguhnya perbuatan baik (kepada orang tua) itu memperpanjang umur.” (HR. Ahmad)

Oleh karena itu sering sering saja berdoa supaya takdir ke depan bisa lebih baik dan atau bisa memperbaiki takdir ke depannya.

Cuma ada juga pemahaman tentang takdir yang berbeda. Kalau pemahaman diatas seolah olah Allah melihat hambaNya saat diberikan takdir buruk apa yang dilakukannya. Setelah melihat hambaNya berbuat baik maka yang sebelumnya hendak ditimpakan musibah, lalu tidak jadi. Jadi seolah olah Allah tidak tahu apa yang akan dilakukan hambaNya sesaat setelah menerima takdir.

Cuma sekali lagi ada yang memiliki keyakinan berbeda dari pemahaman diatas. Dan pemahaman ini biasanya diyakini oleh orang orang tertentu saja yang imannya sudah sempurna. Yaitu meyakini semuanya sudah kehendak Allah. Artinya mau si hamba kena sihir lalu berontak atau iklhas dengan takdir semua sudah ketetapan Allah.

Saya kalau membahas ini dengan lebih detail kemungkinan banyak yang akan ker4cunan. Oleh karena itu saya persingkat saja. Orang yang memiliki keyakinan ini artinya seluruh kejadian dan drama alam semesta semua dalam kendali Tuhan. Bahkan semut yang terjatuh diatas batu licin ditengah gulita semua sudah diatur oleh Allah. Atau bahkan gerakan atom sekalipun.

Artinya ketika anda kena sihir, rumah tangga anda pisah, saya dinyinyirin netizen, dan trilyunan kejadian lain semua sudah Allah atur sampai sangat detail dari dulu, sekarang dan selama lamanya. Dan itu mudah bagi Allah. Pun ada dalilnya juga.

Sehingga ketika ada 2 dalil yang nampak bertabrakan sebenarnya tidak bertabrakan. Sebab dalil yang satu untuk orang dengan pemahaman tertentu, dalil lain untuk pemahaman orang yang lain. Misalnya Allah diatas Arasy itu bener, Allah dilangit juga bener, Allah dimana mana juga bener, Allah meliputi segala sesuatu juga bener. Bener semua. Yang salah adalah ketika maqommu belum nyampe tapi sudah membahasnya. Makanya yang terjadi biasanya debat kusir.

Jika semua kuasa Allah mutlak artinya siapa penghuni surga dan siapa penghuni neraka sudah diatur dong?

Jawabannya YA. Ada haditsnya loh?. Apakah saya masuk surga atau neraka sudah Allah atur, demikian pula anda dan mereka. Sebab ceritanya sudah selesai. Sebab tidak ada segala sesuatu yang bisa membuat cerita sendiri kecuali Allah saja.

Lalu akan ada sahabat yang protes, "kok Allah jahat sih?". Maka dijawab Allah tidak akan ditanya tentang perbuatanNya tetapi kamulah yang akan ditanya. Dan ketika kamu ditanya itu juga sudah takdir dariNya.

Jika maqom saya dan anda belum nyampe disini lebih baik kembali ke level pemahaman sebelumnya bahwa takdir bisa dirubah dengan doa. Oleh karena itu sering sering saja berdoa ya? Jika setelah berdoa tetap terjadi sesuatu yang buruk, lanjutkan saja doanya. Semoga akan menyusul takdir yang lebih baik.

Sip?

Wallaahu A'lam

Klinik Pendekar Langit

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Bagaimana Cara Belajar Ilmu Makrifat?

AKhir akhir ini banyak yang membahas tentang ilmu makrifat. Apa sebenarnya ilmu makrifat? Apakah belajar ilmu ini bisa jadi sakti? SImak Bag...