Ternyata Ucapan "Saya Berharap Ridho Allah Saja" Hanyalah Dusta

Kalau memang hanya mencari ridho Allah ya sudah ridholah dengan musibah yang anda alami. Bisakah? Nyatanya sulit khan? Simak artikal Ternyata Ucapan "Saya Berharap Ridho Allah Saja" Hanyalah Dusta.


CARA MENCARI RIHDO ALLAH, PRAKTEKKAN YA?

xxx: Saya hanya berharap Ridho Allah Pak,, Karena sejatinya saya juga pendosa🙏🙏

Pendekar Langit: takdir ibu yang sangat pahit itu dari Allah. Kalau ibu ingin ridho Allah maka ridholah dengan ujian ini

xxx: Klu inget itu mah nangis terus saya Pak,,,ikhlas itu bener2 menguras tenaga Pak,,lelah,,beraat. Merasa di injak2 ,di rendahkan,gak di anggap,di sepelekan,,wis pokok,e komplit Pak🙏

Pendekar Langit: nah sekarang baru paham kalau ikhlas dan mencari ridho Allah itu suaaangaaat berat khan

Jawab: Sepertinya sahabat harus sering sering mampir di fanpage ini supaya lama kelamaan paham apa yang saya tulis khususnya santapan rohani. Karena beberapa kali sahabat curhat baik di WA atau DM dimana mereka sebenarnya belum paham.

Misalnya begini, "Saya sudah ikhlas pak, tapi mengapa pelaku dzolim terus menerus ngirim?". Atau "Saya hanya mencari ridho Allah saja, tapi kalau ingat pengkhiantan masa lalu saya jadi nangis karena merasa harga diri terinjak injak". Atau, "Saya sudah berserah kepada Allah alias meniadakan diri, tapi saya lelah karena sudah 30 tahun ujian ini tidak kunjung berhenti".

Maka ketahuilah ucapan diatas hanya sampai dilisan saja. Atau mentok di jiwamu, tapi tidak nyampe ke hatimu. Artinya ucapan diatas belumlah ikhlas, belum ridho dan belum berserah. Itu semua sadar atau tidak sadar hanya ucapan hawa nafsu.

Misalnya ucapan, "saya sudah sedekah, sudah tahajud tapi kok nggak kaya kaya juga?". Sekilas nampak bener apalagi membawa bawa ibadah, tapi sebenarnya itu ucapan nafsu yang ingin mengatur ngatur Tuhan. Seakan akan ngomongnya begini, "Tuhan, saya sudah lama rutin sedekah nih, tapi kok nggak kaya? Harusnya khan aku kaya? Kalau memang Engkau adalah Tuhan, dan kalau memang firmanMu benar segera kayakan aku". Bukankah ini ngatur Tuhan seakan akan mahluk yang lebih tahu dari diriNya.

Kesimpulannya iman yang seperti diatas hanya dilisan saja, atau di akal pikirannya paling mentok dijiwanya. Iman yang sesuai dengan prasangka hawa nafsunya sendiri. Iman ini tidak meresap sampai ke dalam hatinya.

Atau dalam kehidupan sehari hari ada yang bilang gini, "kamu itu banyak melakukan amalan syirik, kamu pasti masuk neraka". Jika ini bersifat tuduhan maka yang ngomong sebenarnya mempunyai iman yang nggak nyampe ke hatinya. Imannya hanya sampai di akal pikirannya saja lalu mengatakan sesuatu sesuai dengan nafsunya. Meskipun karena hapal ilmu agama lalu membawa seribu dalil sekalipun sejatinya itu semua hanyalah statement dari nafsu yang mempermainkan akal pikirannya.

Celakanya kebanyakan dakwah dilakukan seperti ini. Mereka para pendakwah tidak mengajak (merangkul) umat untuk menyentuh hati masing masing. Saya jarang melihat dakwah yang sampai ke hati. Yang ada adalah dakwah berisi ancaman ancaman, "kalau tidak begini maka salah, sesat dan neraka". Itu sama sekali tidak mengajak kepada iman melainkan sebuah doktrin untuk mengikuti jalan pikiran orang lain. Kalau tidak mengikutinya maka diancam dengan neraka.

Meksipun para pendakwah menunjukkan, "ini loh dalilnya", tetap saja mereka menafsirkan dalil sesuai dengan keinginan diri (nafsunya) sendiri. Kalau nggak begini Tuhan akan marah, kalau nggak begitu Tuhan akan murka. Kalau sesuai denganku maka Tuhan akan senang dan memasukkan ke dalam surga. Bagi saya ini doktrin.

Terus dakwah yang sampai ke hati alias mengajak kepada iman seperti apa?

Kalau dikorelasikan dengan chat sahabat diatas, "Saya hanya ingin mencari ridho Allah, tapi kalau ingat kejadian dulu saya merasa harga diiri diinjak injak, saya hanya bisa nangis". Maka dakwahnya adalah mengajak hatinya supaya tidak sedih lagi, tidak nangis lagi, tidak kecewa lagi. Indikasi dakwah berhasil adalah ketenangan dalam hatinya karena ingat kepada Allah. Nah ini baru keren.

Maka sampaikan kepada mereka yang sedang diuji dan sedang mencari ridho Allah maka ketahuilah yang memberikan ujian kepada mereka adalah Allah bukan mahluk. Jika memang serius ingin mencari ridho Allah, maka ridholah dengan musibah yang sedang dialaminya. Mengapa harus ridho dengan ujian yang sangat berat ini? Sebab yang kasih ujian adalah Allah.

Apakah ketika saya menyampaikan statement diatas dirimu langsung ridho? Tentu tidak. Tapi paling tidak ucapan saya diatas langsung mengena di hati, "Oh iya ya?". Ketika hatinya sudah paham, maka mulai muncul sedikit demi sedikit tunas kesabaran sehingga yang sebelumnya selalu berontak paling tidak sedikit bisa mengendalikan diri.

Dan ketika hatimu sudah paham, "o iya ya ternyata ujian itu dari Allah" maka dimulailah perang melawan hawa nafsu and the genk VS iman and the genk. Hawa nafsu and the genk adalah diri/ nafsumu sendiri bersama iblis, setan, siluman, sihir, santet dll yang selalu mengajak untuk melihat mahluk yang memberikan ujian. Sementara iman and the genk adalah qalbumu bersama para malaikat yang mengajak untuk melihat Allah dibalik ujian.

Saya hanya menulis satu paragraf saja dan tidak perlu pakai dalil macam macam. Tapi jika satu paragraf itu bisa memahamkan hatimu maka mulai saat itulah terjadi pergolakan disebabkan perang yang sedang terjadi pada dirimu sendiri. Dan perang ini bisa bertahun tahun, puluhan tahun bahkan sampai menjelang ajal. 

Ketika sedikit demi sedikit engkau bisa mengalahkan diri (nafsumu) sendiri maka pintu surga sedikit demi sedikit akan kebuka. Dan anda pasti melihatnya. Tapi tidak melihat dengan mata lahiriah melainkan dengan qalbu. Yaitu qalbu yang mulai merasa lapang, damai, tenang dan bahagia. Sedangkan manifestasi surga secara lahiriah misalnya anda mulai terbiasa dengan ujian, terbiasa dengan hinaan, terbiasa diserang setan dll. Lalu pelan pelan rumah tanggamu mulai adem, rezeki mulai kebuka, relasi mulai normal dan lain sebagainya.

Inilah dakwah yang sebenarnya, yaitu mengajak kepada iman. Dakwah yang real dan nyata hasilnya dimana bisa dirasakan oleh dirimu sendiri. Real nyata senyata nyatanya. Nerakanya nyata senyata nyatanya dan surganya nyata senyata nyatanya. Neraka dan surga yang bisa anda rasakan di dunia ini. Sedangkan neraka dan surga di akherat sono hanyalah refleksi saja dari pencapaian perjuangan anda sekarang.

Kembali kepada curhatan sahabat diatas dimana lisannya mengatakan hanya mencari ridho Allah, tapi hatinya masih bergejolak dan memberontak. Padahal kalau ingin mencari ridho Allah maka ridholah dengan ujian/ musibah yang sedang anda alami sekarang. Sebab bahasa iman mengatakan yang kasih musibah/ ujian itu Allah, oleh karena itu pasrahlah. 

Bisakah? Jawabannya ternyata TIDAK. 

Ternyata tidak mudah mencari ridho Allah khan? Paling tidak dengan musibah berat yang anda alami, anda jadi tahu kalau mencari ridho Allah itu sangat tidak mudah. Buktinya sampai sekarang saya dan anda masih marah kepada pasangan, dendam kepada pelaku dzolim, kecewa kepada kerabat, sedih kepada relasi dll. Mahluk terus yang dilihat.

Mengapa sangat tidak mudah?

Karena lawannya adalah dirimu sendiri. Lawannya adalah ego/ nafsumu sendiri bersama diri diri yang lain. Karena diri/ nafsumu masih dominan makanya diri Allah jadi nggak nampak. Sehingga satu satunya cara adalah kikis sedikit demi sedikit diri/ nafs mu yang merasa ada bisa dan kuasa lalu berikan ruang kepada Allah untuk Ada, Bisa dan Kuasa.

Sampai pada satu titik dimana diri/ nafsumu berhasil engkau tundukkan maka terlihatlah siapa yang sebenarnya Ada. Ketika dirimu sudah tiada maka terang benderanglah siapa satu satunya Yang Ada.

Sahabat yang dirahmati Allah. Saya tahu tulisan ini mungkin belum bisa dipahami olehmu sekarang. Tapi saya meyakini suatu saat anda akan mengerti. Artinya tidak usah menginginkan buru buru paham, karena yang buru buru juga berasal dari hawa nafsu. Insya Allah suatu saat nanti Allah akan memahamkan saya, anda dan kita semua. Aamiin

Demikian semoga mencerahkan, share ya?

Wallaahu A'lam

Klinik Pendekar Langit

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Bagaimana Cara Belajar Ilmu Makrifat?

AKhir akhir ini banyak yang membahas tentang ilmu makrifat. Apa sebenarnya ilmu makrifat? Apakah belajar ilmu ini bisa jadi sakti? SImak Bag...