Musibah adalah Jalan untuk Menaikkan Derajadmu

Kamu seringnya memaknai ujian atau musibah dengan akal dan logikamu, makanya nggak kelar kelar. Coba muhasabah diri ada apa dibalik musibah. SImak Musibah adalah Jalan untuk Menaikkan Derajadmu.

 

SANTAPAN ROHANI, PRAKTEKKAN INI MAKA DERAJADMU AKAN DI TINGGIKAN SETINGGI TINGGINYA

Ustadz saya kena pecat dari kerjaan. Kenak fitnah saya ustadz 😭. Gimana ini ustadz. Tuduhannya buat saya terheran heran ustadz 🥹. Saya kan guru ustadz.. Jd anak ibu yayasan tuduh saya suka sama suaminya 😭 Ya Allah.. Akhirnya saya dipecat. Padahal saya gak suka sama sekali ustadz. Fitnahnya kejam sekali. Malah karir saya baru mau naik naikknya ustadz. 😭 hancur hati saya ustdz.. Tp saya yakin apa yg hilang akan Allah ganti dengan yg lebih baik. Semenjak mandi ruqyah kali ini banyak cobaannya ustadz. Iya ustadz.. Alhamdulillah saya lebih tenang ustadz .. Saya yakin ini cara Allah untuk angkat derajat saya

Jawab: Yuk kita baca santapan qolbu atau santapan ruhani. Karena ini santapan qolbu maka otakmu jangan ikut melahap ya? Karena hidangan qolbu itu bukan untuk makanan otak. Kalau otakmu ikut melahap pasti akan ker4cunan. Dalam artian kalau membaca santapan rohani pinggirkan dulu keilmuwanmu, hapalanmu, dalilmu, kefasihanmu, nafsumu, dll. Siap?

Coba baca keresahan sahabat karena tiba tiba dipecat dengan alasan yang aneh. Sedih nggak? Ya sedih banget lah. Kebayang bagaimana nanti anaknya nggak makan, dirinya nganggur, malu sama orang dan banyak lagi. Maka ketika itu gunakan akalmu, misalnya coba klarifikasi, kasih penjelasan, tabayyun dll. Ketika anda klarifikasi keluarkan semua jurusmu. Keluarkan hujjahmu, alasanmu, dalilmu, pembelaanmu, hapalanmu, haditsmu, ceramahmu dll. Jika setelah berbusa busa memberikan pembelaan tapi tetap dipecat bagaimana? Nah pada saat itulah masuk santapan qalbu.

Apa yang disantap? 

Yaitu santaplah kenyataan kalau karirmu diputus sepihak. Dalam artian terimalah dan ikhlaslah dengan kenyataan ini. Nah khan? Pasti otakmu memberontak. Mana bisa menerima? Ini bukan salahku, ini salah mereka yang memfitnah dengan kejam. Aku nggak bisa terima dihinakan dan diperlakukan seperti ini. Mereka jahat dan dzolim. Aku akan membalasnya. Nah itulah reaksi jika saat anda membaca santapan rohani masih membawa akal dan nafsu.

Makanya saya nggak heran ketika menulis santapan rohani ada yang kontra. Ada yang marah ke saya, ada yang menuduh, ada yang menghujat, ada yang bilang sesat, syirik dll. Ya nggak ada masalah, sebab akal mereka yang bicara. Suatu saat ketika akalnya buntu lama lama juga akan melahap tulisan yang dahulu dihujatnya.

Saya bisa merasakan betapa hancurnya perasaan bu guru diatas. Sebab dipecat dengan cara yang tidak baik. Plus difitnah dengan sesuatu yang tidak pernah ia lakukan. Dipecat dengan tidak hormat dan akan segera jadi penanggguran tanpa penghasilan. Pedih rasanya. Saya tahu bener sebab dahulu saya juga dipecat dengan tidak hormat. Padahal karir saya sedang melejit. DItambah anggap saja bonus tahunan saya sebesar 1 milyar hangus. Makin meronta ronta nafsu saya. 

Saya butuh waktu sekitar 2 tahun sehingga akal dan nafsuku jinak kembali. Butuh waktu beberapa tahun sehingga saya pelan pelan bisa menerima kenyataan pahit ini. Dan selama 2 tahun itupun setiap hari saya merenung, menimbang, introspeksi, sampai akhirnya memutuskan untuk ikhlas. Sehingga proses ikhlas itu bukan setelah membaca dalil tentang ikhlas, tapi proses ikhlas itu setelah melewati dinamika lapangan yang mengharu biru. Dibingkai satu hal, yaitu proses ikhlas bisa tertanam dalam dada saat hati mampu melihat Allah dibalik segala galanya.

Bagaimana cara mengenal atau melihat Allah dibalik segala galanya?

Tidak ada cara yang bisa kamu lakukan. Tapi Allah yang melakukan lewat takdirmu yang mengharu biru. Sebagaimana sering saya tulis ujian yang ugal ugalan itu tanda cinta Allah. Allah yang ngasih ujian Allah juga yang akan membuka hikmahnya. Artinya Allah yang akan menancapkan cahayaNya dalam qalbumu, yaitu saat dirimu sudah siap.

Artinya tidak benar ketika ada yang mengatakan, aku sudah mengenal Allah, atau aku sudah bertauhid kepada Allah. Itu semua hanya prasangkanya saja. Yang benar adalah Allah sendiri yang mengenalkan diriNya kepada hamba hamba yang dikehendaki. 

Kembali ke laptop..

Sahabat kita mengatakan, "Tuduhannya buat saya terheran heran ustadz 🥹. Saya kan guru ustadz.. Jd anak ibu yayasan tuduh saya suka sama suaminya 😭 Ya Allah.. Akhirnya saya dipecat. Padahal saya gak suka sama sekali ustadz. Fitnahnya kejam sekali.". Dalam sihir fitnah fitnah seperti ini akan menjadi makanan sehari hari. Fitnah yang sungguh kejam. Fitnah yang akan meruntuhkan harga dirimu. 

"Hancur hati saya ustadz". Bagus lah hancur. Karena ini santapan rohani maka saya akan mengatakan bahwa hancurnya hatimu itu bagus buat akheratmu. Artinya ketika harga dirimu hancur karena fitnah yang kejam itu keren. Rasakan bagaimana sakit dan pedihnya harga diri dan nama baikmu hancur dimasyarakat. Sakit sekali seperti sakaratul maut khan? Dan inilah hakikatnya satu otot nyawamu yang sedang dibetot, sakitnya luar biasa.

Jangan tersinggung dengan paragraf diatas ya? Saya menulis demikian supaya anda paham bahwa memang Allah sengaja hendak menghancurkan harga dirimu. Supaya kamu nggak punya harga diri lagi. Supaya kamu tidak menuhankan pekerjaan, tidak menuhankan uang dll. Sampai pada satu titik tenang tenang saja meskipun nggak punya harga diri. Bukan cuman tenang malahan bahagia. Mengapa demikian? Sebab saat harga dirimu sudah nggak ada nilainya maka "diri" Allah lah yang menggantikan. Dan saat itulah PASTI engkau akan melihat keajaiban dalam hidupmu.

Paragraf diatas kalau dibaca oleh orang yang banyak hapalannya, banyak ilmunya pasti menolak. Lalu mengatakan mana ada Allah menggantikan manusia? Sesat itu, kafir itu. Artinya yang mengatakan demikian masih membawa ilmunya saat membaca santapan rohani. Tapi ketika anda mengalaminya pasti paham makna dibalik itu. Dan anda yang kena sihir sehingga nama baiknya hancur suatu saat akan mengerti.

Sahabat kita curhat, "Tp saya yakin apa yg hilang akan Allah ganti dengan yg lebih baik. Alhamdulillah saya lebih tenang ustadz .. Saya yakin ini cara Allah untuk angkat derajat saya"

Apakah Allah akan mengganti yang lebih baik? Apakah Allah akan mengangkat derajad? Maka jawabannya YA, itu pasti. Pasti akan diganti dengan yang jauh lebih baik dan anda akan diangkat setinggi tingginya. Cuma syaratnya anda harus menjalani prosesnya yang mengharu biru dulu. Artinya ucapan diatas bukan untuk menenangkan nafsumu, tapi harus kamu alami sendiri, barulah setelah itu imanmu akan kuat menancap dalam qalbu.

Proses apakah gerangan? Yaitu proses proses mengikis dan menggerus keinginan hawa nafsu yang maunya begini dan begitu. Dalam bahasa lain anda harus menjalani proses yang sangat menyakitkan sampai pada satu titik dirimu menyerah (muslim) kepada takdir. Dan proses ini bisa cepat bisa lama. Celakanya banyak yang sangat lama sampai belasan tahun.

Artinya proses mengalahkan diri sendiri itu ternyata butuh waktu yang tidak sebentar. Ketika anda masih sakit hati, masih dendam, masih marah, masih tidak terima, masih sedih, masih khawatir dll berarti kamu belum bisa mengalahkan diri sendiri. Indikasi anda bisa mengalahkan diri sendiri adalah mulai merasa hambar dengan ujian. Difitnah biasa saja, dinyinyiri biasa saja, dipecat biasa saja, jadi pengangguran biasa saja. Mengapa demikian? Sebab anda membiarkan takdir lewat apa adanya tanpa penghakiman apapun.

Dan pada saat itulah anda mulai melihat pelangi dibalik badai. Baru  melihat dari kejauhan senengnya sudah minta ampun. Seneeeng banget. Kalau dalam bahasa lain yang seringkali saya tulis adalah, anda mulai bisa melihat pintu surga. Anda sudah seneng banget padahal baru melihat dari kejauhan atau baru mencium baunya, sebab anda yakin akan segera memasukinya.

Dan anda pasti akan memasukinya. Saat langkah pertama masuk surga itulah imanmu makin menancap kuat dalam qalbu. Sebab imanmu adalah iman yang melihat, mengalami dan merasakan sendiri. Bukan iman yang jauuuuuh disana. Bukan iman kepada sesuatu yang nggak kelihatan. Imanmu saat itu sudah sampai pada haqqul yakin.

Dalam bahasa lain ketika anda membiarkan takdir lewat apa adanya tanpa penghakiman, atau tanpa ada intervensi dari hawa nafsu maka saat itulah titik dimana hidup anda akan berubah. Kalau bahasa sahabat diatas "akan diganti yang lebih baik". Kalau bahasa saya akan dikasih sesuatu yang baru yang jauuuuh lebih baik. Bisa berupa masih kerja ditempat yang sama, atau ditempat yang lain. Yang jelas di pekerjaan baru yang lebih enak, lebih mudah, dan lebih membahagiakan.

Siapa yang menempatkanmu ditempat yang jauh lebih baik? Jawabannya Allah bukan kamu. Sebab anda hanya membiarkan takdir lewat tanpa ada pembenaran atau penyalahan apapun. Lewat lewat aja tanpa ada keinginan menghalangi. Sehingga ketika pada satu titik takdir mengantarkanmu kepada tempat yang lebih dimuliakan maka yang melakukannya adalah DIA yang mengatur takdir. Dan sekali lagi saat itulah imanmu benar benar menancap dalam dada. Semakin lama semakin dalam..

Saat itulah anda sudah mengenal Allah dengan pengenalan yang sebenar benarnya. Ketika itulah yang bisa anda lakukan setiap hari hanyalah pujian dan pujian kepadaNya. Memuji tiada habis habisnya sebab karuniaNya datang tiada putus putusnya.

Semoga mencerahkan, share ya?

Syukron

Klinik Pendekar Langit


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Kunci Kesembuhan Yakini Hanya Allah Yang Mampu Menyembuhkan

Apakah anda kena sihir santet dan sulit meraih kesembuhan? Coba baca ini. Kunci Kesembuhan Yakini Hanya Allah Yang Mampu Menyembuhkan. Simak...