Tanda doa terkabul adalah anda mendapatkan balasan dari doa yang anda panjatkan. Mekanisme detailnya bagaimana? SImak Begini Rahasia Mekanisme Doa Terkabul.
SANTAPAN ROHANI, BEGINI MEKANISME DOAMU DIKABULKAN OLEH ALLAH
...ustad,alhamdulillah sekarang sy blajar untuk mlepaskn ego, amarah,kesal, kecewa,dendam dll, walau pun suuuulit bhkan jatuh bangun,sy blajar iklas dan ridho dgn semua takdir dan ujian yg allah berikn walau pun berat sy ttp jlani, bhkan suuuulit sx di awal²,tp perlahan² skarang sy bisa menerima semua ny dgn sy mlihat allah di blik semua kejadian, ujian cobaan,
alhamdulillah sekarang sy mlihat hasil ny,di mna dulu paman dan bibi sy benci dn bhkan tidak pernah dtg ke rmh sama sx,tp sy ttp dtg ke rmh ny,minta maaf dn silaturahmi,sy ttp menjlani slma 2 thn,sekarang paman dn bibi,dtg main ke rmh sy,bhkan hubungan sy dgn mereka sudah membaik,bahkan bliau mau membawa sy ke tmpat peruqyah,
alhamdulillah sy sering bc santapan rohani yg sllu ustad share, sy blajar bnyak dr santapan rohani,yg di mna tlah membuka mata dn hati sy yg gersang dn gelap,dgn izin allah mempertemukn sy dg fb ny ustad pl sebagai perantara,sangaaaaaat² bertrimakasih,sy tidak dpt berkata² lagi,hanya allah yg dpt membls semua ke baikn ustad,sukron ustad atas semua bimbingan ny🙏🙏
Jawab: Kemarin saya menulis santapan rohani tentang mengapa hidupmu berat. Jawabannya karena dirimu merasa terpisah dari Tuhan, hatimu merasa jauuuh dari Allah. Saya menjelaskan bahwa Allah itu nggak jauh tapi dekat, bahkan sangat dekat. Cuman karena ketutup wajah mahluk jadinya dirimu tidak mampu melihat_Nya.
Saya menjelaskan bahwa dengan siapapun anda berinteraksi pada hakikatnya sedang berinteraksi dengan Allah. Karena dibalik mahluk dan dibalik segalanya ada Allah. Innallaaha bikulli syain muhiith, sesungguhnya Allah meliputi segala sesuatu. Oleh karena itu kalau ingin kenal Allah, ingin ditolong Allah, ingin dicintai Allah dll perbaiki hubunganmu dengan orang lain. Perbaiki hubunganmu dengan orang tua, kerabat, pasangan, anak, tetangga, teman, relasi, klien dan semuanya. Bisa?
Jawabannya seperti sahabat diatas yaitu suliiiiiit sekali. Bahkan mustahil bisa jika nafsumu masih dominan. Yaitu ketika dirimu merasa ada dan tidak layak untuk dijahati, didzalimi, difitnah, dilukai dll. Dirimu merasa benar sehingga membela diri. Dalam bahasa lain dirimu mengatakan, "ana khoirum minhu" atau aku lebih baik dari mereka, sehingga tak layak mereka merendahkanmu. Tahukah anda perkataan ana khoirum minhu itu perkataan siapa? Jawabannya perkataan Iblis. Yaitu pada saat Iblis disuruh sujud kepada perintah dan ketetapan Allah.
Kalau dalam bahasa kita kita Iblis mengatakan begini, "Aku khan lebih baik, lebih kaya, lebih suci, lebih alim, lebih nyunnah, lebih pinter dll. Aku ini orangnya baik, setia, suka menolong, gemar sedekah, sering tahajud, seringt ngaji dll. Tidak pantas diriku dihancurkan oleh sihir. Tidak pantas kesetiaanku berbalas dengan pengkhianatan. Ujin ini tidak seharusnya terjadi, makanya aku mau berontak dan melawan". Nah seperti itulah bentuk pengingkaranmu kepada takdir Allah. Dalam bahasa lain karena ujiannya nggak logis, diluar nalar, tidak masuk akal dll lalu membuatmu enggan bersujud.
Tidak peduli kepalamu ribuan kali bersujud saat sholat, karena faktanya hatimu tidak mau sujud. Hatimu berontak terhadap perintah Allah. Yaitu perintah untuk sujudkan hatimu meskipun ujiannya tidak masuk akal. Secara dzohir memang kepalamu direndahkan serendah rendahnya ditempelkan ke tanah yang hina, tapi buktinya dirimu masih tinggi hati. Secara dzohir akalmu direndahkan saat sujud dalam sholat, tapi realitanya akalmu ditinggikan.
Apa buktinya dirimu membangkang terhadap perintah Allah untuk bersujud? Buktinya dirimu marah, dendam, kecewa, sedih, putus asa dll. Hawa negatif dalam nafsumu diataslah yang membuatmu terluka batinnya. Batinmu luka karena harus dipaksa menerima ujian diluar logika dan nalar. Dalam bahasa lain batinmu terluka karena menganggap Allah salah dalam memberikan ujian.
Karena dirimu membangkang perintah Allah untuk sujud itulah yang menyebabkan dirimu dikutuk. Yang dikutuk siapa? Kamu bukan Iblis mahluk bertanduk. Karena iblisnya sudah berubah jadi manusia dan tidak bertanduk lagi. Khan realitanya memang dirimulah yang sedang dihinakan. Dirimu dilempar dari tempat tertinggi ke lembah yang paling dalam. Seperti apa bentuknya? Bentuknya adalah rumah tangga yang dulu harmonis lalu dilempar menjadi diujung tanduk. Yang dahulu kaya lalu dibalik jadi gembel. Dahulu dihormati lalu berubah menjadi sampah masyarakat yang hina.
"Terus gimana dong ustadz?". Saya paham ujianmu memang berat. Semakin egomu dominan rasanya semakiiin berat sekali. Ujian berat yang kamu alami tujuannya supaya egomu bisa jjinak bukan malah semakin keras dan ugal ugalan seperti kuda liar. Oleh karena itu belajarlah untuk menurunkan egomu. Protes boleh tapi jangan sampai membuatmu terus membangkang kepada ketetapan Allah.
Misalnya gini, "Yaa Allah mengapa saya yang ganteng, sholeh dan suka menabung ini malah diuji dengan ujian yang sangat berat? Mengapa tidak dukun dan pelaku sihir saja yang dihinakan? Mengapa mereka malah semakin sehat, kaya dan bahagia?". Tapi ketika Allah menjawab, "AKU lebih tahu daripada elo", maka ketika nyata perkataan Allah dalam realitas takdir segeralah turunkan akalmu dan sujudkan hatimu. Sebab Allah lebih tahu, lebih berilmu dan akan memahamkanmu hikmahnya kepadamu.
Pertanyaannya adalah kamu lebih percaya Allah apa lebih percaya akal dan nafsumu? Kalau dirimu mempercayai akal dan nafsumu maka ini sama saja dengan menyembah Iblis. Kalau demikian jangan salahkan kalau hidupmu semakin menderita. Sebab engkau mau mau aja diajak iblis untuk menemaninya dalam neraka penderitaan. Tapi kalau dirimu lebih percaya Allah maka terimalah takdirmu dan lapangkan hatimu. Ikhlaskan apa yang hancur, biarkan apa yang pergi. Percayalah setelah itu Allah akan memberitahukan kepadamu hikmah dari ujian ini.
Sahabat kita diatas berjuang menurunkan egonya sampai jatuh bangun. Artinya sulit sekali untuk iklhas, berat sekali untuk melupakan segala kejadian yang memilukan. Bahkan sangat berat... Tetapi setelah sahabat diatas berjuang untuk sedikit menggeser cara pandangnya pelan pelan bisa menerima ujian. Bagaimana cara menggeser paradigma? Paradigma itu bahasa arabnya Ad Diin ditranslate lagi ke bahasa indonesia jadi agama. Sehingga kalau mau dimampukan untuk ikhlas maka dirimu harus pindah agama. Caranya bukan KTP nya harus beragama islam. Akan tetapi caranya jangan lihat mahluknya akan tetapi lihatlah Allah dibalik mahluk. Dalam bahasa lain jangan lihat itu mahluk, tapi lihat dalam ruhaniahmu itu Allah yang sedang menguji imanmu, lalu dengan itu sujudlah. Inilah makna agama islam yang sebenar benarnya. Yaitu agama ketundukan.
Lihat dengan qalbumu didepanmu ada Allah. Mosok ketika didepanmu ada Allah lalu diirmu mengusirnya, memarahinya, membentaknya, memakinya, meminta cerai dengannya, berharap adzab menimpanya dll? "Aku cinta sama Allah kok ustadz, aku ingin selalu bersama Allah". Itu khan kata mulut manismu, buktinya kamu ingin berpisah dengan Allah saat minta cerai sama suami/ istrimu. "Tapi khan dia yang salah ustadz, dia sudah berkhianat?". Nah khan logika akal pikir lagi yang dipakai. Lagi lagi nafsumu yang diimani.
Berat khan meletakkan logika akal pikir? Beraaaat sekali. Dalam bahasa lain tidak mudah khan jadi orang yang beriman kepada Allah? Sulit khan masuk agama Islam? Kalau iman dan islam versi manusia mah gampang sekali, tapi kalau iman dan islam versi Allah ternyata perlu perjuangan yang luar biasa.
Khabar baiknya sekarang ini anda sedang diajari langsung oleh Allah melalui ujian yang diluar nalar supaya dirimu menjadi orang yang beriman dan berislam. Bukan iman dan islam secara lahiriah saja akan tetapi iman dan islam yang menghunjam dalam dadamu. Yaitu hati yang tunduk dengan segala perintah dan ketetapan Allah, meskipun perintah_Nya menurutmu tidak masuk akal.
Ketika hatimu sudah beriman kepada Allah bukan kepada nafsumu dan hatimu sudah sujud maka Allah akan membuka hikmahnya. Didalam bungkusan hikmah salah satunya ada surga. Karena sesuai hadits dan Al Quran balasan orang yang beriman dan berislam dibingkai dalam satu kata yaitu taqwa adalah surga. Surganya bukan surga yang jauuuh disana diatas langit, tapi surganya sekarang dan selamanya.
Ketika anda sudah berada dalam surga itulah dirimu jadi paham apa yang sering disampaikan dalam ceramah pak ustadz yaitu, nikmat terbesar adalah iman dan islam. Pahamnya bukan sekedar hapal secara tekstual, atau karena membaca kitab. Kalau pahamnya masih sekedar tekstual, ikut kajian dan atau karena membaca kitab biasanya malah makin tinggi hati lalu mulai menyalahkan orang lain. Akan tetapi paham sepaham pahamnya karena sudah mengalami dan merasakan sendiri dengan haqqul yaqin.
Sebagaimana kisah sahabat diatas yang berjuang menurunkan egonya lalu memperbaiki hubungan dengan kerabat meskipun bertolak belakang dengan perasaan. Pada akhirnya kerabatnya luluh juga dan membantunya ikhtiar ruqyah untuk meraih kesembuhan. Inilah yang disebut dengan buah dari satu butiran iman. Kumpulkan butiran butiran iman lainnya yang bisa anda gunakan untuk lebih serius didalam menurunkan ego. Caranya perbaiki hubunganmu dengan orang lainnya, dengan tumbuhan, hewan dan lain sebagainya karena Allah. Perbaiki hubungan karena Allah nya bukan mahluk nya.
Jika anda ingin tahu tanda tanda doa terkabul maka jawabannya seperti paragraf diatas. Artinya tanda doa akan terkabul bukan hanya dirimu sholatnya lebih rajin, ngajinya lebih giat, dzikirnya lebih banyak dll lalu dengannya bisa sembuh. Akan tetapi doanya minta disembuhkan, caranya dengan mengingkari bisikan hawa nafsunya lalu mulai memperbaiki hubungan dengan orang lain. Indikasi terkabul adalah orang lain mulai respek kepadamu. Secara lahiriah memang kerabat atau tetangga mulai respek kepadamu tetapi hakikatnya Allah lah yang respek dan menghargai perjuanganmu. Berikutnya semakin banyak yang respek, urusanmu makin lancar, rezekimu mengalir, rumah tangga mulai harmonis kembali dll.
Begitu kira kira, share ya?
Syukron
Pendekar Langit

Tidak ada komentar:
Posting Komentar