Cara Menjalani Hidup Ringan Tidak Berat Lagi

Hidup terasa berat jika banyak musibah dan ujiannya. Meskipun banyak ujian tapi bisa kok menjalani hidup ringan. Bagaimana caranya? Simak Cara Menjalani Hidup Ringan Tidak Berat Lagi


SANTAPAN ROHANI, BACA SAMPAI HABIS NISCAYA HIDUPMU RINGAN DAN LAPANG, TIDAK BERAT LAGI

Hidup terasa berat banget knp y pk ustadz. Udah usaha apapun belum berhasil mlah hutang makin banyak. Tiap hari semangat pk ustadz tpi lum ad hasil. Y itu tdi pk kebutuhan yg tdk bisa sabar. Untuk kebutuhan tiap hari kdang gk bisa pk ustadz

Jawab: Saya seringkali menyampaikan hidup terasa berat karena dirimu merasa terpisah dengan Tuhan. Segiat apapun ritual ibadahmu kalau ternyata dirimu berat menjalani hidup itu sudah menjadi bukti kalau hatimu merasa terpisah dari Allah. Engkau merasa Allah itu sangat jauuh sekali dilangit sana. Allah itu tidak bisa dilihat, tidak bisa dirasakan dan tidak bisa ditemui sekarang. Dirimu kadung meyakini kalau Allah hanya bisa ditemui nanti diakherat.

Tapi yaa nggak apa apa namanya juga proses. Saya dahulu juga meyakini hal yang sama. Bahkan berpuluh puluh tahun sampai hampir kepala 4 masih meyakini Allah jauuuh sekali diatas langit sana. Padahal Allah itu sangat dekat, lebih dekat dari apa yang anda pernah bayangkan.

Tapi saya husnudzon.. Dengan ujianmu yang sangat berat ini adalah cara Allah untuk menarikmu lebih dekat dengan_Nya. Yang anda perlukan adalah hidupkan hatimu. Caranya sering sering saja musahbah ditempat yang sepi, sunyi jauh dari keramaian. Mudah mudahan dengan itu engkau mampu mendengar bahasa Tuhan.

Saya dahulu juga berkeyakinan sama seperti anda, misalnya:

1. Ibadah untuk mengejar pahala

2. Masuk surga itu nanti diakherat

3. Ritual ibadah adalah tanda keimanan

4. Pertanyaan man robbuka itu dikuburan

5. Pahala itu dilihat nanti diakherat

6. Allah akan kelihatan saat diakherat

7. Alam barzakh itu nanti

8. Dunia ini untuk mencari bekal akherat

9. Masuk neraka itu nanti

10. Orang non islam pasti masuk neraka

11. dll

Dan masih banyak anggapan anggapan lainnya yang diyakini karena kebiasaan. Atau karena apa kata kitab, apa kata ustadz, sering mendengar ceramah kyai, apa kata orang dll. Statement diatas itu tidak salah, alias benar adanya. Tapi pemahamanmu saja yang keliru. Oleh karena itu saran saya jangan merasa paling benar meskipun dirimu banyak hapalan dan pengetahuannya. 

Untuk kali ini saya tidak akan membahas 10 poin diatas. Saya berharap dengan wasilah musibah sihir yang anda alami anda akan dipahamkan langsung oleh Allah. Ketika dipahamkan oleh Allah itulah tiba tiba anda mengerti apa apa yang selama ini tidak dimengerti. Anda akan paham apa apa yang selama ini disalahpahami sebagian besar manusia. Sebuah kepahaman yang begitu menghunjam dan tak tergoyahkan.

Untuk tulisan santapan rohani kali ini saya ingin membahas tentang hidup yang terasa berat karena dirimu merasa terpisah dari Tuhan. Kamu merasa sendiri. Dirimu merasa bisa mengurus hidupmu sendiri tanpa ada peran Tuhan. Dalam bahasa lain Allah hanya melihat lihatmu saja tanpa ada niat untuk menolong. Padahal yang benar adalah:

1. Kamu tidak sendiri. Tuhan itu dekat

2. Bahkan Allah itu teramat sangat dekat

3. Bahkan engkau berinteraksi dengan Tuhan setiap saat

4. Allah sangat mencintai dan menyayangimu

5. Hidupmu sudah ada yang ngurus

6. Allah mendengar doamu dan sedang mengabulkan

7. Musibah adalah tanda Allah menyayangimu

8. Allah selalu ingin menolongmu

9. Allah hanya ingin engkau membalas cinta_Nya

10. Cinta Tuhan abadi

Intinya adalah tidak seharusnya hidupmu berat. Tidak selayaknya hidupmu ada penderitaan. Seharusnya hidupmu ringan, lapang dan bahagia. Dengan syarat engkau menjalani hidup bersama Allah, bukan bersama hawa nafsumu. Ketika itulah hidupmu serasa disurga sekarang dan selamanya.

Oleh karena itu berjalanlah menuju Allah, maka Allah akan berlari menjemputmu. Teruslah mendekat kepada Allah sedekat dekatnya. Apakah sedekat jarak antara bumi dengan matahari? Lebih dekat lagi. Apakah sedekat bumi dengan bulan? Lebih dekat lagi. Apakah jaraknya 1 kilo meter? Lebih dekatkan lagi. Apakah jaraknya 1 meter didepanmu? Yaa itu sudah bagus. Dengan itu hidupmu sudah ringan. Tapi kalau bisa lebih dekat lagi. Yaitu persis didepanmu. Atau lebih dekat lagi bahkan lebih dekat dengan urat lehermu.

Tapi jarak antara dirimu dengan Tuhan 1 meter itu sudah lebih dari cukup. Dengan itu hidupmu akan ringan, lapang dan bahagia. Maka berinteraksilah dengan Robbmu dengan jarak 1 meter didepanmu. Karena didepanmu adalah Robbmu maka berinteraksilah dengan sebaik baiknya. Ketika berinteraksi dengan Tuhan gunakan hatimu. Tangkap apa pesan Tuhan dengan qalbumu, ketika DIA menemuimu.

Pertanyaannya adalah ada apa dengan jarak 1 meter didepanmu? Coba silahkan dijawab. Coba diingat lagi ada apa atau ada siapa didepanmu dengan jarak 1 meter?. Kalau perlu siapkan buku dan catat aktifitasmu minggu ini. Dengan siapa anda berinteraksi? Apakah dengan orang tua, kerabat, pasangan, anak, tetangga, teman, klien, pembeli, rekan kerja, bos, pengemis, tukang parkir, tukang ojek, tukang paket, tukang gorengan, tukang sayur dan siapapun itu. Atau anda berinteraksi dengan peruqyah, pendekar langit, sutadz, kyai, orang pintar dll. Sekali lagi catat.

Siapakah mereka? Maka jawabannya mereka adalah mahluk yang dengannya anda bermuamalah. Mereka adalah mahluk yang dengannya anda berbagi cerita, bisnis, ngerumpi, curhat dll. Dan mereka adalah mahluk dimana dengannya anda marah, benci, dongkol, sedih, dendam, kecewa, takut, khawatir dll. Merekalah mahluk yang membuat hatimu sesak dan hidupmu berat. Merekalah biang kerok luka dalam batinmu khan?

Coba pandang sekali lagi, apakah mereka benar benar mahluk? Coba sesekali tanyakan dalam sepi apakah mereka benar benar ada? Coba buka hatimu dan letakkan akal serta egomu supaya engkau memahami sesuatu. Lalu kasih pertanyaan apakah mereka mahluk yang benar benar ada, hidup, bisa dan kuasa? Apakah mereka bisa hidup dengan sendirinya? Apakah mereka bisa menciptakan diri mereka sendiri? Kalau seribu nama seribu rupa mahluk tidak bisa menciptakan diri mereka sendiri, apakah mereka mempunyai daya kekuatan sendiri?

Coba sering sering direnungkan atau diangen angen. Semakin dalam dan lebih dalam lagi. Sampai anda yakin seyakin yakinnya bahwa segala mahluk tidak bisa mengadakan dirinya sendiri, tidak bisa hidup sendiri, tidak punya daya kekuatan sendiri. Artinya ada sesuatu dibalik seribu nama seribu rupa mahluk yang menjelmakan semuanya dari tidak ada menjadi ada. Sehingga yang benar benar ada bukanlah mahluk/ ciptaan akan tetapi yang sebena benar ada adalah DIA yang menjelmakan semuanya. Dalam bahasa lain DIA menjelmakan semuanya dan DIA juga yang ada dibalik semua jelmaan. DIA itulah yang sering kita sebut dengan nama Allah. DIA lah pemilik nama Allah.

DIA ada dibalik mahluk dan dibalik segala galanya. Dalam bahasa lain sumber dari segala sesuatu adalah DIA, dan DIA adalah sumber dari segala sesuatu. Inilah makna ahad atau esa. Ini juga makna wahdah (kesatuan) karena segala sesuatu sumbernya satu. Saya, anda, mereka dan alam semesta sumbernya satu. Dalam bahasa lain seribu nama seribu rupa mahluk sebenarnya adalah DIA.

Karena DIA adalah kholiq maka pasti berbeda dengan mahluk. Jadi jangan bayangkan DIA seperti mahluk. Malah jangan engkau membayangkan DIA karena akal pikirmu tak akan mampu. DIA ada sebelum alam semesta ada. DIA sudah ada sebelum kata kata ada. Bahkan DIA sudah ada sebelum memperkenalkan diri kepada sebagian hamba_Nya dengan nama Allah.

Karena DIA ingin memperkenalkan diri maka diciptakanlah dari diri_nya sendiri segala ciptaan. Apakah itu surga, neraka, malaikat, Iblis, jin, manusia, tumbuhan, hewan dll adalah realitas supaya diri_Nya dikenal. Termasuk DIA ciptakan dari dri_Nya sendiri sosok dukun, jin, pelaku sihir, orang dzalim dll supaya engkau mengenal_Nya. Yaitu mengenal hakikat dibalik orang orang yang kamu pikir sudah menghancurkanmu. Hakikatnya bukan mahluk yang menghancurkanmu tapi DIA yang menguasai segala mahluk. Apakah engkau tidak paham juga?

DIA lah dibalik peminta minta yanga mana dirimu sering mengusirnya. DIA lah yang ada dibalik pasanganmu dimana dirimu sering minta cerai. DIA lah dibalik dukun dimana engkau sering memintakan adzab berlipat ganda kepadanya. DIA lah dibalik orang jahat yang dengannya engkau mengalami luka batin berkepanjangan. Kalau demikian sebenarnya DIA dekat apa jauh?

Jika anda membuka qalbumu maka akan sadar bahwa ternyata DIA sangat dekat. DIA selalu datang kepadamu setiap hari namun engkau mengusirnya, membentaknya, memakinya, meminta cerai dengannya, berharap adzab padanya, menginginkan DIA menderita dan masih banyak lagi. Mengapa engkau malah memaki maki Robb yang datang hendak memberikan pengajaran? Sebab engkau tidak mampu mengenal_Nya. Hatimu dibutakan oleh nafsu atau egomu.

Saya ulang lagi dengan sebuah pertanyaan. Jika dibalik segala mahluk ada Allah yang menguasai dan mengendalikannya maka Allah itu dekat apa jauh? Tentu jawabannya dekat. Jika anda ingin tahu seebrapa dekat DIA denganmu maka hitung berapa mahluk yang sudah berinteraksi denganmu. Secara dzohir memang engkau berinteraksi dengan mahluk, tapi dalam pandangan ruhaniah itulah Allah yang sedang memberikan pengajaran. Pengajaran apa? Pengajaran iman.

Oleh karena itu berinteraksilah dengan Tuhanmu dengan sebaik baiknya. Bukan berinteraksi secara dzohir akan tetapi secara batin. Sebab wilayah dzohir yang diwakili dengan lisan, mata, telinga tangan dan kaki adalah sarana untuk berinteraksi dengan sesama mahluk. Bukan pula dengan cara menggunakan kata kata dan bahasa manusia, sebab kata kata dan bahasa adalah sarana untuk bersosialisasi antar mahluk. Berinteraksi dengan Allah menggunakan ruh dalam qalbumu. Yaitu qalbu yang paham dan sadar bahwa dibalik mahluk dan dibalik segala galanya ada Allah.

Agar supaya engkau mampu dialog dengan Robbmu syarat mutlaknya anda harus merendahkan egomu. Termasuk supaya Allah membantumu, menolongmu, memelukmu lalu memberikan hadiah besar buatmu maka mau tidak mau anda harus belajar menurunkan ego. Mau dotolong Allah tidak? Kalau mau dirimu dan keberadaanmu harus diturunkan, dipudarkan sampai pada satu titik mampu engkau tiadakan. Ketika ego/ dirimu diturunkan maka mulailah nampak Siapa yang sebenarnya ADA.

Contoh kongkret.. Ketika ada pengemis didepan rumahmu maka secara dzohir itu memang pengemis yang ingin minta sedekah. Tapi secara batin itulah Allah yang hendak mengujimu. Kalau engkau mengusirnya itu sama saja dengan mengusir Allah. Kalau engkau memberinya sedekah sehingga pengemisnya merasa girang maka itu sama saja dengan membahagiakan Allah. Ketika engkau lulus ujian dengan cara membahagiakan pengemis maka Allah akan memberikan balasannya. Dan balasannya bukan melalui pengemis tapi lewat mahluk yang lain. Meskipun balasannya melalui orang yang berbeda tapi hakikat pelakunya adalah Tunggal.

Atau ketika engkau teringat perlakuan buruk pasanganmu, sehingga mendorongmu untuk cekcok maka segeralah sadar. Memang secara lahiriah itu adalah pasanganmu dengan kelebihan dan kekuarangannya. Itu hanyalah mahluk yang banyak kekurangan dan kekhilafan. Tapi sadaralah dibalik pasanganmu ada Allah yang hendak menguji kesabaran dan imanmu. Apakah imanmu hanya sebatas dzohir sehingga yang nampak dalam hatimu adalah mahluk yang sangat buruk lalu mendorongmu untuk cekcok terus menerus yang berujung cerai? Atau apakah wajah imanmu dihadapkan kepada DIA dibalik pasanganmu yang menyebalkan. 

Maka sekali lagi segeralah sadar. Memang secara dzohir didepanmu adalah pasanganmu yang sering membuatkmu kesal, akan tetapi secara batin atau pandangan hati itu Allah. Mosok nggak peka? Ketika engkau sadar bahwa itu adalah Allah yang sedang menguji iman dan kesabaranmu maka segeralah turunkan egomu. Caranya redam kemarahanmu lalu gantilah dengan kesabaran. Setelah hatimu lapang segeralah isi dengan cinta dan kasih sayang. Caranya bisa dengan tersenyum tulus kemudian memeluknya atau membikin kopi untuknya. Soo cintailah pasanganmu sepenuh hati. Mencintai setulusnya bukan karena mahluk akan tetapi karena Allah.

Lakukan hal yang sama kepada setiap mahluk yang engkau berinteraksi dengannya. Bahkan lakukan ketika engkau melihat hewan yang lapar, tanaman yang layu dan lain sebagainya. Maka dengan itu percayalah Allah akan menolongmu, menyembuhkanmu, melindungimu, memperlancar rezekimu, mengharmoniskan rumah tanggamu dll. Semuanya akan dibereskan oleh DIA, bukan oleh diirmu.

Sahabat yang dirahmati Allah. Semoga setelah membaca tulisan ini dirimu tidak merasa sendiri lagi. Semoga hidupmu tidak berat lagi, tidak terluka lagi, tidak khawatir lagi dan lain sebagainya. Semoga hatimu tidak merasa terpisah lagi dan merasa jauh dengan Robbmu. Karena nyatanya Allah itu sangat dekat dan ada sekarang, sedang mengujimu. Maka pastikan saya dan anda lulus ujian dengan cara mengenal_Nya yang datang dibalik segala mahluk dan segala realitas takdirmu.

Jika saat ini takdirmu sedang tidak baik baik saja maka yang perlu anda lakukan adalah menurunkan ego atau nafsu. Ketika melihat kejadian yang tidak mengenakkan pelan pelan redam kekecewaan, kemarahan dan kesedihanmu. Dan anda rela melakukannya karena melihat Allah dibalik mahluk, bukan karena mahluknya. Sampai pada satu titik anda tidak marah dan tidak kecewa lagi meskipun takdirmu sedang tidak baik baik saja. Maka ketika hatimu sudah netral itulah Allah akan turun tangan membereskan semua masalahmu.

Bagaimana cara Allah membereskan urusanmu? Caranya bukan dengan cahaya yang turun dari langit, melainkan dengan mendatangkan mahluk mahluk lainnya sebagai jalan solusi. Semua mahluk dan semesta digerakkan untuk membantumu. Meskipun banyak mahluk yang menjadi jalan solusi semua permasalahanmu tapi hakikatnya yang datang adalah Tunggal, Ahad atau Esa. 

Dan setelah selesai membaca tulisan santapan rohani kali ini, maka mulailah anda memperbaiki hubungan dengan orang tua, psangan, anak, tetangga, rekan kerja dan orang lainnya. Bahkan perbaiki hubunganmu dengan orang orang yang pernah mendzalimimu. Kalaupun belum mampu paling tidak ada harus berjuang untuk meredam dendam dalam hatimu. Semua dilakukan bukan karena mahluknya melainkan karena Allah dibalik segala mahluk. Inilah yang disebut dengan amal sholeh atau amal yang terhubung. Tehubung dengan siapa? Dengan Allah. Bisa?

Terakhir saya mau sampaikan bahwa hidup didunia ini adalah ujian. Ujian apa? Ujian keimanan. Yaitu ujian mengenal Allah dibalik mahluk dan dibalik segala galanya. Maka kenalilah DIA sekarang, jangan nunggu m4ti. Tanda dirimu mampu mengenali_Nya adalah hidupmu yang tidak berat lagi, tidak merasa sendiri lagi, tidak merasa terluka lagi dll. Atau secara detail tandanya adalah dirimu tidak marah lagi, tidak kecewa, sedih, khawatir, putus asa dll. Hatimu yang semula bergejolak penuh api lalu bisa dinetralkan dan berganti dengan kebahagiaan. Bahagia karena selalu bersama Allah setiap saat dan setiap waktu.

Kalau maqom hatimu sudah demikian maka surga balasannya. Kalau dirimu sudah mengenal Allah saat di dunia ini maka matilah tidak apa apa. Sebab di akherat pasti anda akan mengenal jua. Diakherat yang anda kenal hanya Allah tidak ada yang lain. Secara dzohir memang anda ketemu surga dan segala isinya, tapi secara batin anda tidak melihat surga, melainkan melihat DIA dibalik surga dan segala realitas. Kemudian anda menikmati segala hidangan yang ada didalam surga tanpa ada yang mengganggu lagi. Karena pada saat itu hanya ada antara dirimu dengan diri_Nya.

Saat itu tidak ada lagi ujian, tidak ada lagi musibah, tidak ada lagi sihir, tidak ada lagi pasangan yang menjengkelkan, tidak ada lagi fitnah, tidak ada lagi segala sesuatu yang membuat hatimu sedih dan terluka. Saat itu selesai ujiannya lalu anda akan memetik hasilnya. Apa hasilnya? Hasilnya adalah cinta dan kebahagiaan kekal bersama Sang Kekasih.

Dan itu semua akan bisa anda alami dan rasakan ketika lulus ujian. Kalau tidak lulus dan masih saja hatimu gelap tidak mampu melihat Robbmu dibalik segala realitas maka setelah m4ti juga akan gelap. Kalau masih saja hatimu penuh api kemarahan dan berontak terhadap takdir maka setelah m4ti juga akan dipenuhi dengan api. Bahasa lainnya dirimu akan terdampar di barzakh yang penuh kegelapan. Itulah api yang paling panas hingga berwana gelap/ hitam (neraka). 

Oleh karena itu pastikan saya dan anda lulus ya? Btw bagi anda yang tidak sabar ingin mengerjakan ujian, kapan ujiannya dimulai? SEKARANG...!

Syukron

Pendekar Langit 

Demkian Cara Menjalani Hidup Ringan Tidak Berat Lagi

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Cara Menjalani Hidup Ringan Tidak Berat Lagi

Hidup terasa berat jika banyak musibah dan ujiannya. Meskipun banyak ujian tapi bisa kok menjalani hidup ringan. Bagaimana caranya? Simak Ca...