Bagi sahabat yang saat ini sedang ditimpa musibah wajib baca ini ya? Simak penjelasan Bersama Allah dalam Musibah itu Sementara, Dalam Nikmat itu Selamanya. Jangan lupa praktekkan.
SANTAPAM ROHANI, YUK BIKIN PROGRAM "SEHARI BERSAMA ALLAH DALAM MUSIBAH"
Saya bingung apa yang terjadi pada saya, saya tidak pernah dzolim sama orang lain, saya juga tidak iri dengan kehidupan orang lain, bahkan saya sering bantu orang,, Tapi kenapa kehidupan saya seakan-akan dunia ga adil pada saya,,,ðŸ˜ðŸ˜. Sekarang saya menjauhi orang-orang, termasuk saudara dari napa dan ibu saya lebih nyaman sendirian,,, ga mau bantu orang lagi, ga mau. Saya capeee,,,, saya cape.... Saya lelah dengan semua iniðŸ˜ðŸ˜ðŸ˜ (Sahabat 1)
yaAllah pak ustadz itu dukun sudah terlalu banyak membnuh orang dengan ilmu setannya ( bahkan Allah sqja di maki2 dalam mimpiku dukun berkatq Allah itu apa gombal ,) yaAllah makhluk seperti itu mengapa masih baik baik saja di dunia ini malah cenderung senang hidupnya. apakah aku akan kalah pak ustadz , dunia ini jadi apa bila makluk sepeèti itu di biarkan semaunya sendiri seperti dajjal membuat kerusakan di bumi Allah (Sahabat 2)
Jawab: Saya sangat empati kepada sahabat yang sedang diuji dengan ujian yang berat. Khususnya anda yang kena sihir dimana membuat hatimu benar benar patah. Rasanya sungguh pedih dan perih tiada terkira.
Saat teringat kekejaman dukun dan pelaku dadanya sesak menahan kemarahan. Saat mengenang rumah tangga yang diujung tanduk nangis. Teringat teman menusuk dari belakang nangis lagi. Terbayang ekonomi amburadul yang membuat anak anak kesulitan untuk sekedar makan dada sesak berurai air mata, Saat terkurung dikamar tidak bisa keluar rumah membuat air mata mengalir. Saat teringat fitnah yang kejam sesenggukan. Wes pokoe tiada hari tanpa nangis. Tiada hari tanpa kesedihan dan air mata.
Jiwanya sungguh rapuh, lemah bahkan hampir tidak kuat lagi. Makanya sebagian sahabat yang kena sihir penginnya mati saja. Karena sungguh capek dan lelah jiwa raga lahir dan batin. Capeeeek sangat. Berharap Tuhan mencabut nyawanya lalu menidurkannya diranjang keabadian. Tapi nyatanya nggak mati mati juga. Jadinya hidup enggak mati juga enggak. Menderita antara hidup dan mati.
Maukah sahabat saya kasih tahu cara supaya semua berakhir dengan sangat indah? Maksudnya kemarahan, kesedihan, ketakutan dan kekecewaan akan berganti dengan kenyamanan, keindahan dan kebahagiaan. Mau? Kalau mau baca dan hidupkan hatimu.
Bagaimana caranya? caranya adalah jalani saja. Kuat nggak kuat dijalani saja. Tapi ada satu catatan penting yang harus anda praktekkan. Yaitu selalu ingat Allah dalam hatimu. Apapun yang terjadi, yang datang, yang menyerang, yang apa saja ingatlah Allah dalam hatimu.
Allah itu apa? Allah itu siapa?. Allah itu bukan mahluk. Allah itu yang menciptakan mahluk. DIA ada dibalik segala ciptaan. DIA hadir dibalik setiap mahluk. DIA tak tersentuh, tak bisa disebut, tapi ada dan hadir dalam setiap kejadian.
Artinya ketika diserang jin hatimu jangan ingat jin. Akalmu boleh ingat jin lalu segera ruqyah. Tapi hatimu jangan ingat jin akan tetapi ingat DIA dibalik jin. Saat melihat pelaku maka akalmu boleh ingat pelakunya lalu baca ayat kursi pelan pelan. Tapi wajah pelaku jangan masuk kehatimu. Ingatlah Allah saat melihat pelaku. Saat cekcok dengan pasanganmu hatimu jangan ingat pasangan tapi ingat Allah dibalik pasangan. Kalau secara akal memang dirimu sedang marahan sama pasangan, tapi hatimu ingat DIA yang menggerakkan pasangan. Saat kamu sedih lalu nangis ingatlah Allah dalam hatimu. Ingat Allah jangan ingat sesuatu yang membuatmu sedih.
Saat melihat sesuatu yang membuatmu sedih dan menangis jangan hatimu ingat sesuatu tersebut, tapi ingatlah DIA dibalik sesuatu. Misalnya ketemu pelaku dzolim yang membuat dadamu sesak, maka segera hatimu ingat Allah lalu redam kemarahanmu. Jangan malah bilang begini, "Pelaku biad4b, semoga Allah segera meng4dzabmu". Kalau demikian batinmu malah akan semakin menderita sebab melihat pelaku baik baik saja. Malah semakin sehat, makmur dan sejahtera. Akan tetapi katakan, "Sabarkan ya Allah, kuatkan ya Allah. Kuatkan hatiku menerima kedatangan_Mu".
Kalau anda mau mempraktekkannya maka saya yakin seiring waktu alias pelan pelan hidupmu akan berubah seiring dengan perasaanmu yang juga berubah. Perasaan lelah dan capek akan berubah menjadi syahdu, nyaman dan bahagia. Mungkin saja pelaku dzolim dan orang orang yang menjadi bagian dari kehancuranmu baik baik saja, tapi saat itu anda sudah tidak peduli. Sebab anda sudah bahagia dengan kehidupanmu yang baru.
Cobalah sehari dulu. Yaitu sehari bersama Allah bukan bersama mahluk. Buang semua mahluk dalam hatimu lalu habiskan hari itu berduaan bersama Allah. Apapun yang kamu lihat dan yang didapatkan ingatlah Allah jangan ingat mahluk. Jangan sampai kamu bilang, "Gara gara sihir, gara gara dukun, gara gara pelaku, gara gara pasangan dan gara gara lainnya". Tapi katakanlah, "Semua gara gara Allah".
Lalu esoknya coba lagi. Jika gagal coba lagi. Misalnya hari ini ketemu pelaku sihir yang membuatmu marah dan dendam maka esok coba lagi. Saat melihat pelaku sihir hatimu segera ingat Allah. Jika dengan itu kemarahan dan dendam tidak seperti kemarin artinya dirimu ada peningkatan. Lakukan lagi esok, minggu depan, sebulan, dua bulan, setahun dua tahun dan seterusnya.
Jika hari ini anda sudah berjuang bersama Allah dalam suka dan duka, lalu esok hari dapat rezeki nomplok segera ingat Allah. Itu dari Allah bukan dari mahluk. Jika minggu depan urusanmu lancar itu juga dari Allah. Jika bulan depan pasangan anda lebih lembut hatinya ingat semua itu juga dari Allah. Jika anda bertemu dengan relasi baru itu juga dari Allah. Atau bahasa qalbu yang lebih dalam, "Itulah Allah"
Sehingga seiring waktu hatimu yang sakit akan terobati dengan sendirinya. Siapa yang ngobati? Allah. Misalnya rumah tanggamu kandas karena sihir, lalu seiring waktu anda taaruf dan sudah menentukan tanggal pernikahan. Tak henti henti anda takjub, sebab calon pasanganmu adalah yang anda impi impikan selama ini. Misalnya anda akan menikah dengan laki laki yang mancung hidungnya, lebat jenggotnya, lembut tutur katanya dan kebapakan banget. Atau anda sudah menentukan tanggal pernikahan dengan wanita pujaan. Yaitu yang panjang rambutnya, manis senyumnya, manja, dan keibuan banget.
Anda sampai heran seribu heran sebab sosok seperti itulah yang anda impikan selama ini. Sampai sampai anda sangat yakin ini bukan kebetulan. Ini pasti sudah didesain dari sononya. Ini pasti dari Allah. Lalu dengan itu hatimu puas dan bahagia dengan pilihan dan pemberian_Nya. Nggak cuman itu sebab rezekimu mengalir, relasimu nambah, urusanmu jadi lancar. Memang pelakunya baik baik saja tapi anda sudah tidak peduli lagi. Sebab anda sudah sangat bahagia dengan hidupmu.
Dan ini bukan omon omon loh ya? Anda pasti akan mengalaminya tidak bisa tidak. Hatimu pasti puas dan bahagia. Asalkan hatimu selalu berduaan dengan Allah bukan dengan mahluk. Asalkan qalbumu selalu bersama Allah bukan bersama dengan selain_Nya.
Dan PR nya adalah sekarang. PR yang selama bertahun tahun diirmu nggak lulus lulus juga. Makanya mulai sekarang berjuanglah bersama Allah dalam duka. Berduaan dengan Allah saat sedang kena musibah. Caranya saat sedang berduka atau saat kena musibah ingatlah Allah jangan ingat mahluk. Hatimu jangan ingat dukun dan pelaku sihir yang membuatmu sakit hati, tapi ingat Allah sehingga hatimu jadi lebih tangguh.
Camkan ya? Camkan bahwa bersama dengan Allah saat kena musibah hanya sementara saja. Berduaan dengan Allah dalam duka hanya sebentar saja. Paling lama setahun dua tahun saja. Syukur syukur hanya itungan bulan. Makanya diawal saya bilang, "Jalani saja". Tapi jalanilah bersama Allah bukan bersama mahluk.
Ketika sudah selesai jatah waktu berduaan dengan Allah saat duka, maka akan berganti dengan bersama dengan Allah dalam suka. Camkan bahwa bersama Allah dalam suka itu selama lamanya. Bercinta, bermesraan, berbahagia, merindu, bermanja manja dengan Allah itu selama lamanya. Dalam bahasa lain ketika dirimu mampu mengenal Allah dibalik segalanya maka DIA tidak akan membiarkanmu sedih lagi meskipun hanya sekali. Inilah yang disebut dengan surga yang kekal.
Syukron
Pendekar Langit Tampilkan lebih sedikit

Tidak ada komentar:
Posting Komentar