Begini Rasanya Sakaratul Maut Jelang Ajal

Mau tahu seperti apa rasanya sakaratul maut? Yang jelas sakit atau tidak tergantung kedekatan anda dengan Allah. Berikut saya mau jelaskan Begini Rasanya Sakaratul Maut Jelang Ajal. Simak ya?

 

SANTAPAN ROHANI, BEGINI RASANYA SUKMA DITARIK

Bbrp waktu yg lalu saat pagi hari & libur...tb2 saya dihinggapi rasa kantuk yg luar biasa,mata trsa berat bgt tadz.saat saya cb tiduran,tdk berselang lama ruh/sukma saya trsa ditarik2 scr paksa oleh kekuatan yg tdk terlihat.saya bertahan sekuat tenaga spy tdk tertarik,hingga ruh/sukma saya trsa sudah smp di leher.saya bc kalimat tahlil & hauqaloh berulang2 saat mulai tersadar saya merasakan leher saya spt sdg dismblih dgn p1sau tadz.. alhmdulillah saya BS bertahan & bangun dr tidur itu

Jawab: Kisah diatas adalah usaha jin untuk menarik sukma manusia. kalau dalam sihir ada usaha jin untuk menculik sukma korban dan dimasukkan ke dalam buhul sihir.

Bayangkan anda sedang tindihan atau rep repan. Saat itu badan anda kaku tidak bisa digerakkan. Anda ketakutan setengah mati sebab melihat mahluk mahluk yang menyeramkan terbang mengelilingi. Suasana tambah menyeramkan ketiika ada suara angin menderu deru. Ingin rasanya berteriak namun mulut terasa kaku.

Orang lain melihat anda sedang tertidur. Hanya nafas yang naik turun tidak beraturan. Tapi anda yang mengalami sedang menghadapi sebuah venomena yang sangat mengerikan. Saat itu anda benar benar berjuang untuk sadar lalu keluar dari kejadian menyeramkan tersebut. 

Keadannya seperti anda teseret arus disungai yang sedang banjir. Apapun anda pegang meskipun sebuah rumput yang lemah supaya bisa selamat. Anda hanya tidak ingin tengglm lalu melakukan semua daya upaya. Apakah saat itu anda selamat?

IYA selamat kalau hanya sekedar tindihan. Dan tetap selamat meskipun saat itu tindihan karena sihir. Biasanya anda mencoba baca baca apapun yang bisa dihapal. Dan tidak jauh jauh dari membaca Al Ikhlas, Al Falaq dan An Naas. Atau anda meneriakkan takbir atau sekedar baca basmalah. Akhirnya anda bisa sadar dan terbangun dalam keadaan tersengal sengal.

Pertanyannya siapakah yang membaca Al Falaq pada saat tindihan? Yang jelas bukan lisanmu, sebab lisanmu kaku. Mengapa pada saat itu hanya bisa membaca seadanya padahal kamu hapal Quran misalnya? Yang jelas saat itu hapalan nggak ada gunanya. Dalam bahasa lain akal saat itu seperti ketutup. 

Terus apa tujuan saya menulis tema ini?

Apakah anda tidak sadar? Seperti itulah rasanya sakaratul maut. Bukankah anda melihat orang sakaratul maut seperti orang yang sedang tertidur? Hanya nafasnya saja yang kembang kempis. Terkadang nafasnya sampai ngorok. Bagi kita yang melihat orang yang sakaratul maut seperti orang yang sedang tertidur, tapi yang mengalami sedang menyaksikan sebuah pemandangan yang sangat mengerikan.

Orang yang sakaratul maut melihat mahluk mahluk mengerikan sedang mengelilingi. Ingin rasanya sadar lalu bangun tapi tidak bisa. Mulut, tangan dan kaki rasanya kaku. Akal tidak bisa memerintahkan tubuhnya untuk bergerak. Beberapa saat kemudian muncul dua mahluk besar, hitam dan mengerikan mendekatinya lalu menindih tubuhnya. Mahluk yang lain memukul mukul dadanya sambil berteriak, "keluar kamu". 

Saat itu saya dan anda merasakan ada sesuatu yang menarik dari ujung kaki lalu naik ke lutut, perut sampai ke dada. Setiap tarikan rasanya sangat menyakitkan seperti ditebas seribu ped4ng. Rasa nyeri dan kesemutan yang dahsyat luar biasa. Keadaan saat itu sungguh mencekam dan menakutkan. Yang bisa anda lakukan hanya berharap bisa sadar lalu terbebas dari keadaan yang mencekam tersebut. Apapun akan anda tebus, meskipun harus menebus dengan emas sebesar gunung.

Saat mahluk hitam, besar dan menyeramkan tersebut berhasil menarik dan membetotmu sampai dada barulah anda sadar bahwa saat itu ajal akan segera tiba. Rasa takut yang luar biasa menyelimuti jiwa. Saat itu anda benar benar ingin sadar lalu hidup kembali meskipun sesaat saja untuk melakukan satu kebaikan. Hanya ingin berwasiat, "seluruh harta bendaku aku sedekahkan karena Allah". Saat itu barulah anda percaya/ beriman bahwasanya hari pembalasan itu nyata adanya. Namun sayang, saat itu nyawa sudah dikerongkongan. Kesadaranmu sudah tidak ada gunanya. 

Haaarrgggghhhh... Akhirnya anda terbangun dan sempat merasa lega sejenak. Berikutnya anda shock dan kaget luar biasa sebab menyaksikan sesosok jasad terbujur kaku. Semakin shock sebab jasad itu adalah dirimu. 

Sosok mahluk hitam, besar dan menyeramkan masih mengapit dua lenganmu hendak membawamu pergi. Anda berteriak didekat orang tua, psangan, anak dan tetangga yang menangis mengelilingi jasadmu. "Bapak, emak, abi, umi ini akuu. Tolong akuuu.. Aku mau dibawa mahluk menyeramkan ini. Tolonnng". Akan tetapi orang tua, keluarga, kerabat dan tetangga tidak bergeming. Mereka tetap mengelilingi jasadmu yang kaku.

"Toloooooonngggg....!". Akhirnya saya dan anda dibawa naik oleh mahluk hitam yang menyeramkan. Dibawa kemana? Mana saya tahu? Yang jelas kayaknya dibawa ke tempat yang tidak menyenangkan.

"Lalu mengapa saya bercerita seakan akan sudah mengalami?". YA saya mengalami saat kena sihir. Yaitu pada saat sukmaku berhasil ditarik oleh mahluk hitam yang menyeramkan. Saat itu saya dibawa ke sebuah tempat yang sangat gelap. Namun dalam kegelapan itu saya bisa melihat sekilas bahwa kami dimasukkan ke dalam lubang seperti kuburan lalu ditutup. Kalau dalam sihir sukmaku dimasukkan ke dalam buhul lalu dipendam dikuburan.

Setelah kejadian itu saya menjadi orang yang linglung. Sebab setengah jiwaku sudah pergi. Saya belum meninggal, tapi sudah setengah meninggal. Yang saya rasakan saat itu adalah hidup seperti mimpi dan mimpi seperti hidup nyata. Seperti berada di dua alam yang berbeda. Dan rasanya sungguh tidak bisa dilukiskan dengan kata kata.

Khabar baiknya saya bisa kembali seutuhnya ke dunia ini setelah gigih ruqyah. Sebagian sukmaku yang berada dialam lain berhasil ditarik dan menyatu kembali. Seandainya sukmaku tetap terikat di alam kegelapan kemungkinan saya sudah gil4.

Anda bisa membayangkan seandainya sukmaku dan sukmamu ditarik semuanya. Artinya saya dan anda sudah meninggal dunia dan mustahil kembali. Saat itu anda masih hidup tapi terdinding/ terhijab, terbarzakh dari alam dunia. Sebagaimana anda mimpi buruk tapi tidak akan pernah bisa terbangun untuk selama lamanya. Anda sangat ingin terbangun lalu kembali ke dunia meskipun beberapa detik supaya bisa melakukan amal sholeh, tapi tidak akan pernah bisa.

Sehingga yang bisa anda lakukan hanya berlari kesana kemari sambil berteriak dan melolong. Didepan ada ular yang siap melahapmu, dibelakang ada harimau yang siap menerkammu. "Ya Allah tolong aku.. Ayah, ibu, abi, umi toloong. temanku, tetanggaku, kawanku tolong aku". Namun teriakanmu sia sia belaka. Dan tahukah sahabat teriakan leluhurmu inilah konon cikal bakal gangguan leluhur (nasab).

Sahabat yang dirahmati Allah... 

Sakaratul maut sungguh sebuah kejadian yang sangat mengerikan. Dan pasca sakaratul maut lebih mengerikan lagi. Pertanyaannya mengapa sangat mengerikan? Sebab selama ini saya dan anda kadung meyakini mahluk memiliki kekuatan selain Allah. Keyakinan seperti itulah yang membuat hidupmu mengerikan.

Anda meyakini sihir itu hebat sehingga membuatmu gentar dan ketakutan. Anda meyakini pelaku sihir itu kejam sehingga membuatmu sangat marah dan dendam. Anda meyakini orang dzalim menusukmu dari belakang sehingga membuatmu sedih dan kecewa. Anda meyakini bisa mengurus hidupmu sehingga diliputi kekhawatiran. Yang meyakini apanya? HATIMU.

Hatimu meyakini mahluk memiliki kekuatan selain Allah sehingga dengan itu membuat dadamu sempit berisi kemarahan, dendam, ketakutan, kengerian, kekecewaan, ketakutan, kecemasan, putus asa dll. Artinya yang menderita itu siapa? KAMU. Dirimu memilih untuk menderita. Padahal seharusnya anda boleh memilih untuk tetap berbahagia apapun yang terjadi. Dalam bahasa lain menderita atau bahagia adalah pilihanmu sendiri.

"Bagaimana mungkin saya tidak marah, sedih dan kecewa ust, sedangkan hidup saya hancur karena didzalimi oleh dukun dan pelaku sihir". Jawabannya IYA sebab dirimu melihat mahluknya bukan Allahnya. Makanya supaya tidak marah, takut, cemas dll hatimu jangan melihat dukun dan pelaku sihir akan tetapi lihatlah Allah. Ketika kamu berusaha untuk melihat Allahnya niscaya kemarahan, ketakutan, kengerian, keputusasaan dll akan terkikis. Lama kelamaan makin terkikis sehingga habis berganti dengan hati yang lapang, tenang, damai dan bahagia.

Nah sekarang kita sampai dipoint pentingnya... Yaitu pada saat saya dan anda mendekati sakaratul maut. Ketika tubuh terasa kaku lalu datang berbagai mahluk menyeramkan apakah saat itu merasa ngeri dan takut? Apakah ketika ada mahluk hitam besar yang hendak menarik sukma lalu kamu berteriak dan melolong? 

Jawabannya tentu tidak.. Sebab anda sudah berada di maqom tauhid. Yaitu hatimu sudah mengenal Allah dibalik segala sesuatu. Sebelum ajal tiba anda sudah pernah mengalami hal yang sama pada saat kena sihir dahulu. Meskipun dahulu diserang iblis dari segala penjuru anda tetap santai saja. Anda memilih untuk berbahagia. Mengapa bahagia? Sebab yang anda lihat bukan iblisnya namun Allahnya. Dengan itulah hidupmu berjalan baik baik saja.

Apakah saat sakaratul maut yang muncul adalah mahluk mahluk menyeramkan? Bisa jadi IYA. Tapi begitu hatimu tidak melihat mahluknya melainkan melihat Allahnya niscaya mahluk menyeramkan itu akan hancur lebur menjadi abu. Sisanya lari ketakutan setengah mati. Setelah itu muncul mahluk mahluk yang sangat indah, bidadari yang jelita dan malaikat yang berseri seri. 

Lalu muncul sosok malaikat yang tak terlukiskan indahnya mendekatimu sambil mengatakan, "Hai jiwa yang tenang, keluarlah dan temui Robbmu dengan bahagia". Lalu sukma/ nyawamu keluar dari jasad sebagaimana mencabut sehelai rambut dari tumpukan tepung. Wuuusssh langusng keluar tanpa rasa sakit sama sekali.

Singkat cerita ada cerita fiktif tentang pembicaraan antara dua orang, "Om selamat ya, kamu bisa sampai disini. Apakah ingin balik ke dunia?". Tanya si A

B: "Enggaklah Mas.. Disini sangat damai, nyaman, tenang dan bahagia. Disini apa apa serba ada dan bisa dinikmati dengan mudah. Sedangkan di dunia banyak penderitaan. Aku mau disini saja selamanya".

A: "Iya juga sih. Tapi sayangnya kamu harus kembali ke dunia untuk sementara. Karena waktumu sebenarnya belum habis. Kembalilah ke dunia dan berilah peringatan kepada yang lain, khususnya kepada mereka yang sedang diberikan ujian besar. Sebab bagi mereka sudah dipersiapkan tempat kembali yang terbaik"

B: "Balik lagi ya? Hadeeehh.. Baiklah, aku akan kembali"

Demikian Begini Rasanya Sakaratul Maut Jelang Ajal

Syukron

Santapan Rohani Pendekar Langit

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Bahaya & Nasib Buruk Orang yang Punya Khodam Pendamping

Banyak umat yang menyangka punya khodam jin itu bagus. Padahal sebaliknya sangat berbahaya. Dimana bahayanya? Simak penejlasan Bahaya & ...