Mungkin sahabat tidak percaya bahwa sebanyak apapun sholat dan ibadahmu tidak bisa membuatmu serta merta masuk surga? Loh kok bisa begitu? Makanya simak jawabannya mengapa Sholat & Ibadah Tidak Bisa Membuatmu Masuk Surga.
SANTAPAN ROHANI, AMAL IBADAH TIDAK MEMBUATMU MASUK SURGA
setelah saya mandi air rukiyah dari ustad saya alhamdulilah ada perubahan,yang mau saya tanya supaya pe.nyakit saya tdk kambuh lagi gimana cara mengatasinya lawannya gi mana ustad,pa dgn banyak berzikir ya ustad,klu blh saya minta saya tdk mau sakit lagi ustad,saya udah capek tenaga,waktu terutama batin dan badan sayaðŸ˜ðŸ˜ðŸ˜ (WA Sahabat)
Jawab: Silahkan sahabat baca tulisan saya seputar ruqyah, mandi ruqyah, ruqyah mandiri dan semacamnya. Tapi harus saya katakan dengan sejujurnya bahwa tulisan saya seputar ruqyah sebenarnya ingin membawamu kepada tulisan santapan rohani. Sehingga membaca tulisan santapan rohani wajib anda lakukan.
Ada apa ditulisan santapan rohani? Ditulisan santapan rohani tidak ada cara ruqyah, tidak jualan produk ruqyah, tidak ada apapun kecuali ingin mendekatkanmu kepada Allah. Artinya semua tulisan saya seputar ruqyah sebenarnya hanya modus atau penghubung saja. Yaitu jalan bagi saya dan anda supaya mengenal Allah dibalik ujianmu.
Relate dengan pertanyaan sahabat diatas kurang lebih, bagaimana caranya supaya sembuh sempurna dan tidak kumat lagi. Sebab selama ini sudah melakukan segala ikhtiar tapi tidak kunjung sembuh sampai capek dan lelah lahir batin. Maka jawaban pertanyaan diatas adalah kenali Allah. Jadikan Allah sebagai ujung pangkal pencarian anda. Jadikan Allah sebagai yang pertama dan selalu pertama tiada akhirnya.
Artinya jangan jadikan segala sesuatu selain Allah sebagai penghubungmu. Jangan jadikan Allah sebagai jongos untuk memenuhi kebutuhan, hajat dan hawa nafsumu. Akan tetapi sekali lagi jadikan Allah saja sebagai tujuan yang pertama dan utama.
Dan jawaban semua pertanyaan apapun itu adalah Allah. Hatimu kudu nyangkut ke Allah dulu. Hatimu jangan nyangkut ke sihir, sakit, tidak punya uang, didzalimi orang, banyak utang, rumah tangga diujung tanduk dan lain sebagainya. Yang nyangkut pertama kali dalam hatimu adalah Allah. Kemudian Allah lagi dan Allah terus.
Sehingga pertanyaan sahabat diatas jawabannya sangat sederhana, bagaimana supaya bisa sembuh sempurna dan tidak kumat lagi? Maka jawabannya adalah Allah. Allah lah yang menyembuhkanmu dengan kesembuhan jiwa raga lahir batin dunia akherat sekarang dan selamanya. Dalam bahasa lain karena Allah aku bisa sembuh. Begitu seharusnya.
Jangan sampai anda meyakini dalam hati karena ruqyah saya sembuh. Atau karena peruqyah, pendekar langit, media ruqyah PL dll saya bisa sembuh. Jangan pula hatimu meyakini peruqyah, media ruqyah, dan apapun mahluknya sebagai perantara kesembuhan. Sebab harus dicamkan bahwa Allah tidak butuh perantara. Bahasa lainnya Allah tidak butuh serikat. Kalau anda meyakini Allah butuh serikat itu menyekutukan Allah namanya. Bahasa arabnya syirik.
Hatimu harus menjadikan Allah sebagai Yang Tunggal, satu satunya tidak ada duanya. Kita bicara keyakinan hati loh ya? Bukan penampakan akal pikiran. Jika berbicara bahasa hati artinya yang menyebabkanmu kena sihir adalah Allah. Yang membuat hidupmu hancur adalah Allah. Sampai kemudian yang membuatmu sembuh adalah Allah. Karena Allah saya dan anda sembuh.
Untuk mempermudah anda memahami saya akan jelaskan begini. Misalnya pada saat kena sihir anda diprovokasi oleh setan dan didorong untuk bertengkar dengan pasangan. Saat itu dada anda penuh kecurigaan dan kemarahan yang memuncak. Hampir saja anda terjebak bisikan setan lalu melampiaskan kemarahan. Sepersekian detik buru buru diredam karena ingat Allah. Ingat bahwa pada saat itu Allah sedang mengujimu.
Pada saat setan berbisik dalam pikiranmu lalu anda sadar bahwa mustahil setan bisa hidup sendiri dan bergerak sendiri untuk memprovokasimu kalau tidak digerakkan Allah. Secara akal anda memang sedang diprovokasi setan, tapi secara keyakinan hati anda sedang diuji oleh Allah secara langsung detik itu juga. Ketika hatimu ingat Allah pada akhirnya tidak berhasil diadu domba.
Saat melihat suami atau istrimu yang dahulu pernah menyakiti tiba tiba luka lama berdarah kembali. Hampir saja anda melampiaskan kemarahan ketika tiba tiba hatimu sadar lalu ingat Allah. Mustahil pasanganmu bisa hidup sendiri lalu melukai hatimu, kalau tidak digerakkan Allah. Secara akal memang terlihat pasanganmu dan segala kenangan buruk masa lalu, tapi secara keyakinan hati semua perbuatan Allah. Secara akal memang pasanganmu menguji kesabaran, tapi hakikatnya yang sedang menguji kesabaranmu pada detik itu adalah Allah.
Saya akan sampaikan dengan bahasa lugas yang mungkin membuatmu sangat marah kepadaku lalu menuduhku sesat. Tapi apapun resikonya tetap saya sampaikan. Gini...! Seakan akan saja yang kasih rezeki adalah bos tetapi pada hakikatnya yang kasih rezeki adalah Allah. Seakan akan saja yang membisikmu dengan bisikan adu domba adalah setan, tapi sebenarnya itu Allah yang sedang menguji keimananmu. Seakan akan saja didepanmu ada pasangan yang pernah menyakitimu, tapi sebenarnya itu Allah yang sedang menguji kesabaranmu. Tapi memandangnya bukan dengan akal dan panca idera melainkan dengan qalbumu yang terdalam.
Apakah bos, setan, pasangan dll adalah Allah? Bukan. Luruskan dulu cara pandangmu. Kalau melihat dengan akal dan panca indera nampak berbagai mahluk. Kalau memandang dengan mata hati nampaklah Allah.
Ketika yang diingat dalam qalbumu adalah Allah maka hatimu akan bersyukur kepada_Nya. Misalnya baru saja terima gaji, langsung yang diingat Allah maka dengan itu engkau akan bersyukur dengan benar. Saat hatimu segera sadar bahwa yang menguji kesabaranmu adalah Allah maka dengan itu engkau mampu bersabar. Sehingga pertengkaran yang nyaris saja terjadi bisa dihindari. Yang awalnya mendatangi pasangan hendak mengajak bertengkar lalu berubah memeluk dan menc1umnya.
Sehingga kesimpulannya sbb:
1. Karena Allah aku bisa bersabar
2. Karena Allah aku kuat
3. Karena Allah aku ikhlas
4. Karena Allah aku mengalah
5. Karena Allah aku memaafkan
6. Karena Allah aku sedekah
7. Karena Allah aku ibadah
8. Karena Allah aku masuk surga
Artinya semua karena Allah bukan karna kamu. Ini harus saya tegaskan karena selama ini saya dan anda selalu mengaku aku. Aku yang ruqyah, aku yang ikhlas, aku yang sedekah, aku yang kaya, aku yang ibadah dll. Kalau anda selalu mengaku aku maka dijamin tidak akan benar benar sembuh selama lamanya. Yang ada hanyalah lelah dan capek tiada habisnya.
Ini bahasa hati loh ya? Bukan bahasa akal. Sebab meskipun saya sudah menjelaskan seribu kali tetap saja masih banyak sahabat yang salah paham lalu menghujatku di komentar. Misalnya gini, "Kalau semua karena Allah berarti kita tidak perlu ikhtiar, tidak perlu ibadah, tidak usah sholat dll dong?". Ini namanya salah paham. Ranah hati jangan dicampur aduk dengan ranah akal. Ranah akal adalah ikhtiar sedangkan ranah hati adalah tawakal.
Dari penjelasan diatas kesimpulannya yang membuatmu masuk surga bukan amalmu, ibadahmu, sedekahmu, sholatmu, ngajimu dan lain sebagainya. Akan tetapi Allah. Oleh karena itu hatimu jangan mengaku aku dan meyakini, "karena amal ibadahku maka aku masuk surga". Pengakuan hati atau qalbu loh ya? Bukan akal.
Terus bagaimana caranya ust?. Caranya yakini karena Allah aku bisa ikhtiar, karena Allah aku bisa ruqyah, karena Allah aku bisa sembuh, karena Allah aku bisa ibadah, karena Allah aku bisa sholat, karena Allah aku bisa alim, karena Allah aku bisa kaya, karena Allah aku masuk surga. Artinya apa? Artinya semua mua mua dan mua milik Allah. Ibadahmu, sholatmu, duitmu, ilmumu, hidupmu dan matimu semua mua milik Allah. Tidak ada sebesar dzarahpun milikku dan milkmu.
Kalau anda meyakini aku yang ruqyah, aku yang ibadah, aku yang sholat, aku yang sedekah, aku yang beramal, aku yang masuk surga dll itu disebut dengan kesombongan Iblis. Nanti diakherat anda akan kecele lalu menyesal selama lamanya. Misalnya karena merasa paling alim, sholatnya rajin, ilmu agamanya tinggi, sedekahnya banyak dll lalu hendak melenggang masuk surga. Nanti dcegat malaikat dan ditanya, "Mengapa kamu begitu PD mau masuk surga?". Lalu anda menjawab, "Karena amalku setinggu gunung maka aku layak masuk surga".
Maka percayalah anda akan ditanya detail oleh malaikat yang sempurna akalnya. Anda akan berdebat dengan perdebatan yang wajib bisa dipertanggung jawabkan. Apakah anda mau berdebat dengan mahluk yang paling sempurna akalnya? Saya yakin anda akan kalah. Seluruh amal ibadahmu jika ditimbang dengan nikmat sebiji mata juga akan kalah. Mosok berani beraninya mau berdebat?
Lebih baik jawab sekarang saja pertnayaan malaikat dengan hatimu yang jujur. Jawablah karena Allah aku bisa ibadah. Kalau tidak karna Allah maka aku tidak bisa ibadah bahkan tidak bisa melakukan apapun. Kemudian tunjukkan buktinya. Caranya dengan tidak sombong dan merendahkan mereka yang ibadahnya belum sempurna. Tidak bermusuhan dengan mereka yang beda aliran, madzab dan manhaj. Apalagi memandang sebelah mata kepada mereka yang kurang ibadahnya. Lalu bersyukurlah dan pujilah Allah karena DIA menghendakimu bisa ibadah dengan rajin.
Sehingga diakherat nanti malaikat enggan bertanya kepadamu. "Ssst orang itu jangan ditanya, sebab pertanyaan kita sudah dijawab saat di dunia, biarkan ia masuk surga". Kata malaikat. Atau kalau malaikat bersikeras bertanya maka jawab saja, "Amalku biasa saja, sholatku juga biasa saja, pun dengan amalan lainnya. Dan saya tidak tahu mengapa semua serba biasa saja, sebab semuanya bukan milikku. Semua milik Allah. Allah lah yang menentukan demikian".
Sahabat yang dirahmati Allah. Setelah anda membaca dengan seksama tulisan santapan rohani kali ini maka seharusnya anda bisa menjawab pertanyaan, "bagaimana caranya sembuh sempurna dan tidak kumat lagi?". Bukan karena ruqyah, mandi ruqyah, peruqyah, pendekar langit dan apapun anda bisa sembuh. Akan tetapi yakini dalam qalbumu, "karena Allah aku bisa sembuh". Ketika cahaya keyakinan ini sudah tertanam dalam hatimu maka jalan kesembuhan akan didatangkan.
Dalam bahasa lain ketika hatimu sudah trust, percaya atau beriman kepada Allah Yang Maha Menyembuhkan maka tajalli proses kesembuhan itu akan didatangkan. Dalam bahasa lain ketika hatimu sudah sembuh maka manifestasi proses kesembuhan akan dimunculkan. Apakah bertemu peruqyah yang cocok, ketemu pednekar langit, belajar ruqyah sendiri atau apapun yang menjadi jalan kesembuhan.
"Berarti Allah membutuhkan perantara untuk kesembuhan dong ust?". bagi anda yang terjebak kepada kebingungan ini berarti belum paham mana bahasa akal mana bahasa hati. Jawabannya TIDAK. Allah tidak butuh perantara dan atau serikat. Khan tadi saya tulis seakan akan saja anda dapat rezeki dari bos (mahluk), tapi hakikatnya itu dari Allah. Sehingga seakan akan saja anda ketemu peruqyah, pakai media ruqyah, ketemu pendekar langit dll. Itu bahasa akal atau seakan akan saja. Karena bahasa hati itu semua juga dari Allah. Dalam bahasa lainnya karena segala galanya dilangit dan dibumi ini milik Allah.
Syukron
Santapan Rohani Pendekar Langit

Tidak ada komentar:
Posting Komentar