Melihat Allah itu saat kita sudah mati lalu dikubur. Begitulah ceramah yang sering kita dengar. Namun sebenarnya mengenal dan melihat Allah seharusnya dilakukan saat masih hidup di dunia jangan nunggu dikubur dulu. Bagaimana caranya? Simak Cara Melihat Allah Saat Masih Hidup di Dunia.
SANTAPAN ROHANI, BAGAIMANA CARA MENYAMBUNGKAN HATI KE ALLAH?
Ustadz Adhin Bagaimana agar hati selalu nyambung terus ke Alloh? Kenapa ya sy belum memiliki hati yg muthmainah? Apa yg dilakukan saat nyepi?
Jawab: Bagaimana menyambungkan hati dengan Allah? Jawabannya, "sambungkan saja sekarang". Caranya lihatlah Allah dengan hatimu dibalik segala sesuatu. Hadirkan Allah dalam melakukan aktifitas apapun.
Saat pagi hari sarapan dengan keluarga hatimu melihat Allah dibalik keluargamu. Karena hatimu sedang nyambung kepada Allah maka nikmati sarapanmu bersama keluarga. Saat kerja berhadapan dengan bos maka sambungkan hatimu dengan Allah. Caranya lihat dengan hatimu ada Allah dibalik bosmu sehingga berinteraksi dengan sebaik baiknya.
Saat pulang kerja nyerempet orang lalu orang tersebut memaki maki maka lihat Allah dibalik orang yang memaki tersebut sehingga bisa lebih bersabar menghadapinya. Jangan balas dengan makian tapi balaslah dengan kata kata yang bijak. Dan dengan siapapun anda berinteraksi pastikan hatimu nyambung ke Allah nya bukan mahluknya.
Kenapa sulit memiliki hati yang muthmainnah? Untuk memiliki hati/ jiwa yang muthmainnah caranya selalu nyambung ke Allah. Dengan itu niscaya jiwamu lebih tunduk dan tenang. Karena arti dari muthmainnah adalah ketenangan. Dan dalam ketenangan ada sebenar benar keikhlasan, ketulusan, kejujuran, kesabaran dll. Inilah yang disebut dengan kesholehan, yakni hati yang sholih atau nyambung ke Allah. Amalannya disebut amal sholeh atau amal yang nyambung ke Allah. dan hanya amal sholeh saja yang diterima Allah.
Sulit memiliki hati yang muthmainnah karena hatimu selalu nyambungnya ke mahluk. Sehingga dengan itu jiwamu tidak tenang. Apa bukti hatinya nyambung ke mahluk? Buktinya saat dihina marah, saat kehilangan sedih, saat dicela kecewa, saat dikhianati dendam. Hal itulah yang membuat hatimu nggak ada tenang tenangnya.
Bagaimana cara mengenal Allah sehingga hati bisa selalu nyambung dengan_Nya? Caranya sering seringlah menyepi untuk tafakur dan muhasabah diri. Sebagaimana rosulullah shollallaahu alaihi wasallam sering menyepi di gua hira'. Atau seperti Nabi Musa alaihis salam yang menyepi 40 hari di gunung thursina. Atau seperti Nabi Ibrahim yang menyepi/ wukuf di arafah lalu dapat wahyu/ ilham.
Sahabat bisa baca atau browsing di internet mengapa rosulullah shollallaahu alaihi wasallam menyepi di gua hira'. Lakukan hal yang sama seperti yang beliau lakukan.
Mengapa harus menyepi dari keramaian? Supaya akalmu tidak sibuk dengan mahluk terus. Karena akalmu terlalu sibuk dengan mahluk itulah yang membuat mata hatimu jadi tumpul. Kesibukan dunia membuatmu melupakan akherat. Dimana akherat itu? Proyeksi negeri akherat ada dihatimu.
Dimana tempat terbaik untuk menyepi? Dimana saja yang penting dirimu tidak disibukkan dengan urusan mahluk dan dunia. Bisa dikamarmu, dimasjid, digunung, dipantai atau dimanapun. Mungkin yang paling pas anda bisa bangun disepertiga malam lalu sholat tahajud baik di kamar atau dimasjid. Setelah sholat tahajud selesai lalu duduk dan diam.
Ketika sudah sendirian dalam sepi apa yang dilakukan? Diem. Misalnya diam sambil melihat bintang dilangit sambil tafakur. Nggak usah baca dzikir secara lafadz juga tidak apa apa. Karena saat menyepi anda ingin mencari Tuhan yang hilang dari qalbumu. Kalau kamu dzikir lafadz misalnya baca tahlil, tahmid, tasbih atau apapun khan jadinya nggak nyambung. Wong belum kenal Allah sudah nyebut nyebut.
Anda bisa diam sambil merenung. Atau tanyakan pada dirimu sendiri mengapa hidupmu begitu sulit, ruwet dan rumit? Apa yang salah pada dirimu? Mengapa harus kena sihir? Apa ada pesan dibalik musibah? Esok lagi luangkan waktumu barang satu jam untuk menyepi kembali dan lakukan hal yang sama. Sampai kapan? Sampai pelan pelan ada petunjuk yang masuk ke dalam hatimu.
Petunjuknya seperti apa? Saya nggak tahu. Tapi biasanya seputar perintah yang masuk dalam hatimu untuk menymblih nafsumu. Sebagaimana kisah Nabi Ibrahim alaihis salam saat wukuf/ menyendiri di arafah lalu dapat wahyu dan diperintahkan untuk menymblih anaknya. Sebenarnya maknanya kias. Yaitu disuruh menymblih domba yang selama ini dianggap anaknya sendiri.
Domba itu apa? Domba adalah nafsu hewanimu sebagaimana yang saya tulis diparagraf sebelumnya. Sifat marah, buas, rakus, dendam, nyolot, baperan dll itu sifat hewani dalam nafsumu yang harus dismblh. Selama ini anda sudah menjadikan sifat sifat itu sebagai anakmu sendiri yang terus dipelihara sehingga tumbuh besar. Makanya mumpung nafsu hewaninya masih remaja segera smbelih. Karena kalau sudah menua kulitnya jadi tebal. Dalam bahasa lain ketika nafsu sudah menyatu dengan jiwamu akan sangat sulit dikalahkan.
Artinya menyepi baru sebatas proses menghidupkan hati. Menyepi adalah proses supaya dirimu dapat ilham (wahyu) dalam bentuk petunjuk yang dihunjamkan dalam hatimu. Ilhamnya apa? Bisa apa saja, misalnya disuruh menmblih nafsumu. Karena ketika petunjuk itu datang maka anda harus benar benar mau berjuang menmblih nafsumu. Inilah yang tidak mudah sebab yang dismblih adalah ego atau dirimu sendiri.
Apa yang terjadi ketika nafsu sudah disemblih? Mati. Khan disemblih maka setelah itu mati. Tapi bukan mati secara lahiriah lalu dikubur. Yang dimaksud adalah m4ti hawa nafsunya. Dalam bahasa lain nafsunya bisa ditundukkan/ dikalahkan.
Apa yang terjadi ketika nafsunya mati? Yang terjadi adalah anda akan kenal, melihat dan bertemu Allah. Khan anda juga sering membaca atau mendengar ceramah bahwa setelah mati maka kita akan bertemu Allah. Meskipun yang anda pahami adalah mati lalu dikubur lalu bertemu Allah diakherat. Yang anda pahami bertemu Allah itu seperti bertemu dengan temanmu bertatap tatapan. Sebenarnya bukan seperti itu maksudnya.
Yang dimaksud adalah mati ego atau hawa nafsumu. Secara lahiriah kamu masih hidup, masih bekerja dan melakukan aktifitas. Tapi egomu sudah bisa ditundukkan/ dikalahkan. Kalah dengan siapa? Dengan takdir. Atau bahasa yang lebih pas dirimu kalah dengan DIA yang membawa takdir. Karena sudah kalah tentu tidak ada perlawanan meskipun hanya sedikit. Sebab kalah artinya menyerah.
Sehingga ketika kamu dihina tetap tenang, didzalimi tetap lapang, dikhianati tetap sabar. Mengapa demikian? Sebab semua kejadian yang kamu alami adalah takdir. Sementara nafsumu sudah kalah dengan DIA yang membawa takdir sehingga tidak berani melakukan pemberontakan. Mengapa tidak memberontak? Sebab hatimu tidak melihat mahluknya tapi melihat Allah yang hadir bersama takdir.
Kalau kamu masih marah, melawan, berontak, dendam dll artinya dirimu belum benar benar menymblih nafsu. Meskipun kamu bilang sejuta kali ikhlas karena Allah itu hanya dusta. Mengapa demikian? Sebab nyatanya hatimu belum bisa lapang menerima DIA yang datang bersama takdir. Mengapa belum bisa lapang? Sekali lagi karena yang dilihat hatimu adalah mahluknya bukan Allah nya.
Apa yang terjadi ketika hati tetap tenang meskipun kedatangan takdir yang buruk menurut penilaianmu? Jika demikian anda akan diperkenalkan dengan sifat sifat Allah. Apa sifat Allah? Sifat Allah ada dalam 99 asmaul husna. Misalnya ketika rezekimu seret, bisnismu hancur, kena sihir usaha dll tapi kamu bisa maintain hati tetap tenang karena Allah maka Allah akan menunjukkan sifat_Nya kepadamu. Misalnya Ar Rozaaq. Kongkretnya ketika hatimu tetap tenang saat bisnisnya hancur justru didatangkan sumber rezeki/ bisnis lain yang lebih baik dari sebelumnya.
Apa yang terjadi ketika kita sudha mengenal sifat sifat Allah? Yang terjadi berikutnya anda akan naik level keimanannya. Bukan beriman kepada sifat Allah lagi tapi kepada DIA dibalik sifat itu. Dalam bahasa lain anda bukan lagi mengenal nama, sifat dan af'alnya Allah tapi mengenal Allah. Mengenal DIA yang punya nama, sifat dan af'al.
Apa yang anda rasakan ketika sudah mengenal DIA dibalik nama sifat dan af'al? Jawabannya kembali sebagaimana paragraf awal yaitu DIAM. Seseorang yang sudah mengenal Allah hanya bisa diam. Bahkan kata Allah tidak mampu keluar dari batinnya. Karena DIA ada sebelum kata kata ada. DIA ada sebelum segala sesuatu ada. Bahkan DIA ada sebelum kata DIAM itu ada. Atau bahkan DIA sudah ada sebelum kata kata DIA ada. Bingung khan?
Artinya orang yang sudah mengenal Allah tidak bisa berkata kata alias hanya diam. Diam tapi mengerti bahwa hanya DIA yang ada, selain DIA tidak pernah ada untuk selama lamanya. Artinya saya, anda, mereka dan segenap alam semesta hakikatnya tidak pernah ada dari dahulu, sekarang dan selama lamanya.
Lalu mengapa saya ngoceh setiap hari menulis santapan rohani? Mengapa saya menulis bagaimana seharusnya kita mengenal Allah? Saya melakukannya untuk mengantarkan kepahaman ke dalam hatimu. Sebab kalau saya hanya diam diam saja bagaimana mungkin anda akan paham dan mengerti. Ketika suatu saat anda paham dan mengerti maka dirimu juga hanya bisa DIAM.
Mungkin tulisan saya kali ini kejauhan dan sulit dimengerti. Oleh karena itu praktekkan saja sendiri. Yaitu meluangkan waktu untuk menyendiri, keluar dari keramaian. Sebab keramaian dunia hanya menyibukkan akalmu yang menyebabkan hatimu tidak peka. Dengan menyepi satu jam setiap hari niscaya hatimu semakin lama semakin terbuka dan hidup.
Apakah menyepi sama artinya dengan bertapa atau meditasi? Bukan. Atau apapun istilahnya terserah dirimu saja. Yang penting bukan menyepi dihutan untuk mencari ilmu kesaktian. Bukan dengan cara menyepi dekat air terjun, berendam disungai, tidur dikuburan atau apapun yang tujuannya mencari karomah. Bukan itu maksud saya. Kalau niatmu mencari kesaktian nanti bisa kemasukan jin.
Sekali lagi yang saya maksudkan adalah tafakur dan muhasabah diri. Sampai kapan? Sampai diberikan pemahaman tentang hikmah kehidupan. Dan anda harus mempraktekkannya. Supaya diberikan kepahaman (ilham) bahwa ada sesuatu dibalik sesuatu. Dalam bahasa lainnya ada Allah dibalik segala sesuatu. Dengan kepahaman itulah yang menjadikanmu ringan menjalani kehidupan dunia yang penuh dengan dinamika.
Syukron
Santapan Rohani Pendekar Langit

Tidak ada komentar:
Posting Komentar