Seringkali kita bertanya, mengapa aku diuji seberat ini? Mengapa ujiannya tidak ada jalan keluar? Yuk dibaca dengan hatimu Alasan Diberikan Ujian yang Berat Karena Anda Spesial
CALON KEKASIH PASTI DIHANCURKAN
Iya Ustadz, sy termotivasi dg kata2 Ustadz di mana semua ujian sihir itu ada Allah di belakang semua nya. Dan sy menyetujui dan mengakui dan meresapi kata2 itu . Shg skrg semua sy kembalikan sm Allah dan pasrah atas kehendaknya
Jawab: Kita semua pernah mendengar tausiyah dan ceramah dimana ustadznya mengatakan bahwa, "hidup di dunia ini adalah ujian". Kita juga membaca di kitab yang mengatakan bahwa, "ketika Allah mencintai hambaNya maka akan diuji".
Dalam Al Quran juga ada lumayan banyak ayat yang mengatakan bahwa manusia hidup di dunia ini pasti akan diuji. Misalnya dalam QS Al Baqarah 155-157.
"Kami pasti akan mengujimu dengan sedikit ketakutan dan kelaparan, kekurangan harta, jiwa, dan buah-buahan. Sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang sabar, (yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan “Innā lillāhi wa innā ilaihi rāji‘ūn”. Mereka itulah yang memperoleh ampunan dan rahmat dari Tuhannya dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk." (QS Al Baqarah: 155-157)
Atau disebutkan dalam QS Al Ankabut ayat 2-3 sbb: "Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan: "Kami telah beriman", sedang mereka tidak diuji lagi?. Dan sesungguhnya kami telah menguji orang-orang yang sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar dan sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang dusta." (QS Al Ankabut: 2-3)
Ayuk sebagai orang yang mengaku "beriman" khususnya yang sedang mendapatkan ujian berat renungkanlah dalam dalam ayat ayat diatas. Coba sesekali jangan fokus kepada musibahnya yang akan membuat anda semakin menderita, tetapi cobalah membaca pesan dibalik musibah. "Mengapa Allah mengujiku seberat ini ya? Ada pesan apa ya? Apa yang harus aku lakukan ya?". Sering seringlah tanya kepada hatimu.
Saya sering menulis bahwa musibah yang anda alami adalah pembuktian iman yang selama ini saya dan anda sering ucapkan. Yaitu "kemana arah wajahmu memandang". Apakah memandang mahluk yang memiliki kekuatan lalu percaya/ beriman kepadanya, atau memandang Allah dibalik mahluk tersebut lalu beriman kepada_Nya.
Saya tidak peduli kemana dan dimana anda ngaji ikhlas, dari madzab dan manhaj manapun anda ngaji saya tidak peduli, yang penting hasil dari ngaji tersebut anda bisa sabar saat menghadapi ujian. Mau pakai bahasa apapun saya juga tidak peduli yang penting hati anda mampu menerima ujian tersebut dengan hati yang lapang. Mau pakai bahasa fikih, bahasa pahala, bahasa filsafat atau apapun yang penting endingnya bisa meresap kedalam hati dan membuatnya lebih adem.
Seringkali saya menulis tema ikhlas di fanpage Klinik Pendekar Langit dalam beberapa bahasa. Silahkan pilih saja bahasa mana yang masuk ke hatimu. Tidak perlu berdebat tentang bahasanya yang penting mampu membuat hatimu terbuka lalu menerima ujiannya karena Allah, bukan karena yang lain.
.
.
Sahabat yang dirahmati Allah, kalau dalam bahasa saya ujian adalah tanda kedatangan Allah. Allah sedang mengetuk pintu hatimu yang selama ini tertutup. Allah sedang membuka mata hatimu yang selama ini buta tentang_Nya. Allah rindu padamu dan hendak mengajakmu pulang. Dialog hati kalau bahasa kita begini (dibaca dengan hati ya?):
"Ini AKU". Kata Allah yang datang melalui musibah bertubi tubi. SuaraNya datang tanpa huruf, tanpa nada, tanpa rupa.
"Yaa Allah, tolonglah aku, aku sudah sangat lelah dengan ujian ini. Hidupku dihancurkan oleh dukun dan pelaku dzalim yang sangat jahat". Jawabmu seraya menangis pilu.
"Apakah engkau tidak kenal AKU wahai hambaKu?. Itu AKU, coba buka mata hatimu, jangan merem terus?". Jawab Allah seraya mendatangkan lebih banyak lagi mahluk yang menjadi asbab kehancuran
"Yaa Allah, kenapa mereka semua datang dan membuat hidupku makin hancur? Aku sudah tidak kuat, ambil saja nyawaku". jawabmu seraya memberontak takdir.
"Kamu memanggil siapa? AKU ada disini. AKU yang datang setiap hari dengan seribu wajah, apakah engkau nggak kenal? Bukalah hatimu dan biarkan AKU masuk, jangan engkau gelapkan dengan penampakan mahluk". Kata Allah mengetuk hatimu lebih keras yang membuatmu semakin tidak berdaya.
"Yaa Allah berikan adzab yang berlipat ganda kepada mereka. Aku sudah tidak kuat lagi... Ambil saja nyawaku lalu adili kami diakherat, lalu lemparkan ke neraka". Jawabmu berteriak kencang.
"Kenapa engkau belum juga mengenalKu?. Justru AKU sekarang sedang mengadzabmu (mengujimu) supaya kamu sadar bahwa mahluk tidak memiliki kekuatan apa apa. Sadarlah itu AKU bukan yang lain. Tataplah lebih dalam lagi, itu AKU. Kenali AKU lalu kita pulang". Kata Allah seraya mendobrak hatimu hingga hancur berkeping keping.
No way out, tidak ada jalan keluar. Mustahil hati yang luka akan sembuh selama lamanya. Lalu dalam serpihan luka anda membatin, "Hmmm benar juga ya? Bukankah mahluk tidak memiliki kekuatan apa apa tanpa ijin dan kehendak Allah?. Termasuk aku juga tidak bisa apa apa dan tidak kuasa apa apa. Berarti bukankah artinya semua ini adalah dari Allah bukan dari mahluk? Apakah selama ini aku sudah buta?"
"Ya benar, semua dari AKU. Semua itu AKU. Engkau menderita lahir dan batin karena selama ini yang dilihat mahluk. Menganggap mahluk dan dirimu sendiri sebagai tuhan selain diriKu. Maka tataplah dengan mata hatimu dan kenalilah AKU Yang datang. Aku datang memanggilmu dan mengajakmu pulang kepadaKU". Jawab Allah.
Ketika anda tersadar gemetarlah lututmu seiring dengan tangisan yang mengharu biru. Anda sesenggukan seraya bersujud, "Marhaban, selamat datang ujian. Maafkan aku Ya Allah yang selama ini buta, sehingga tidak mengenalMU. Sekarang kami menerima ujian ini dengan ikhlas. Kami tidak akan berontak lagi. Ampuni kami yang lemah ini, kuatkan kami didalam menerima kedatanganMu."
"Akhirnya engkau mengenalku wahai kekasih. Itulah kata kata yang selama ini AKU tunggu darimu. Kata kata penyerahan total. Ketika engkau berserah maka saat itulah AKU yang akan membereskan semuanya sesuai caraku bukan caramu. AKU mampu dan sangat mudah, karena AKU lah Tuhan". Jawab Allah seraya tersenyum.
"Ya Allah ternyata selama ini Engkau dekat, hanya aku yang buta. Yaa Robb hamba lelah, hamba mau tidur dalam pelukanMU". Kata anda merajuk
"Kembalilah dan pulanglah kepadaKu. Tidurlah dengan tenang dan nyaman wahai hambaKu. Tidurlah dalam kesadaran selama lamanya bersamaKu. Saksikanlah AKU akan membereskan semuanya. Saksikan bahwa AKU lah Tuhan yang sebenar benarnya". Jawab Allah sambil memelukmu.
Alkisah lahirlah satu kekasih Allah yang disambut riuh oleh penduduk langit. Arsy bergetar hebat menyambut kelahiran sang kekasih Allah. Mereka semua para malaikat memberikan sujud penghormatan kepadamu atas perintah Allah.
Alkisah....
Ketika engkau melihat dukun (orang jahat) engkau akan berkata, "marhaban Yaa Robb. Kuatkan kami dan berikan kami petunjuk". Ketika engkau melihat kehancuran engkau berkata, "marhaban, terimakasih Yaa Allah, semua milikMu sudah Engkau ambil. Ambil semua Yaa Robb, karena aku hanya ingin memilikuMu selamanya".
Ketika engkau melihat sahabatmu yang sedang menderita karena ujian engkau akan berkata, "Yaa Allah, berikan mereka petunjuk sehingga teman temanku mampu melihat engkau dibalik segala galanya lalu mampu bersabar dengannya. Ketuklah pintu hati mereka sehingga memancar cahaya Engkau menerangi kegelapan"
Ketika engkau berada dalam surga dan sedang bercengkerama dengan penduduknya sambil minum susu tiba tiba anda bangkit, "Yaa Allah aku lupa. Hamba masih ada satu teman yang terbakar dalam neraka. Ijinkan kami masuk kedalamnya lalu menyelamatkannya". Lalu jadilah anda orang paling sibuk mencari cari keluarga, sahabat dan teman dalam puing puing neraka kemudian menyelamatkan mereka semua.
Secara lahiriah anda menyelamatkan manusia yang terbakar dalam neraka, tetapi hakikatnya DIA Yang Sangaaaat Penyayang sedang menyelamatkan orang orang yang masih ada iman meskipun hanya sebesar atom.
Dan itu semua adalah buah saat anda mampu mengenal Allah di dunia. Saat itu anda benar benar mengenal Allah dibalik segala sesuatu lalu menyambutnya dengan ikhlas, sabar, tenang dan bahagia. Itulah buah dari kesabaran dan keikhlasan anda saat di dunia.
Percayalah, "saya dan anda" punya peluang untuk itu. Punya kesempatan untuk menjadi kekasih Allah. Ambil peluangnya sebelum pulang ke kampung halaman.
Semoga menyadarkan
Note: Cerita diatas adalah bahasa hati yang tidak berhuruf dan tidak bersuara. Maka bacalah dengan hatimu yang jujur
Wallaahu A'lam
Pendekar Langit

Tidak ada komentar:
Posting Komentar