Saya Hanya Mengajakmu Kembali Kepada Allah Supaya Hidupmu Bahagia

Apa kunci kebahagiaan? Kunci kebahagiaan adalah kembali kepada Allah sekarang, bukan nanti setelah mati. Bagaimana penejlasannya? Simak artikel Saya Hanya Mengajakmu Kembali Kepada Allah Supaya Hidupmu Bahagia

 

SAYA TIDAK HENDAK MENCERAMAHIMU

pendekar langit berhati mulia.semoga sehat sll panjang umur rezeki berkah amin.i love u pendekar langit 

Jawab: Aamiin.. Dahulu saya seneng banget dipuji. Dan memang buanyak banget yang memuji saya. Dulu saya suka ngajar orang tentang bisnis online, seminar bisnis affiliate, ngajar nulis, memotivasi, memberikan ceramah, ngajak sedekah dan masih banyak lagi. 

Wajar banyak orang yang memujiku... Bahkan karena ilmuku cukup luas setiap hari ada saja yang datang kerumah untuk belajar. Makanya dulu saya bikin komunitas belajar yang anggotanya puluhan ribu dari seluruh indonesia.

Laluuu. Jebreeeddd duniaku terbalik.. Benar benar saya sempat merasakan jadi gembel yang berharap belas kasih orang lain. Terhina sehina hinanya. Dahulu menjadi yang terdepan dalam mengajak sedekah lalu terbalik menjadi orang yang berharap sedekah.

Sekian lama merenung akhirnya saya menyimpulkan bahwa "ini adalah teguran" dari Allah karena saya dahulu merasa "aku yang.....". Padahal sejatinya bukan aku yang melakukannya tetapi Allah. Saat itu saya merampas selendang Allah makanya disentil dengan teguran yang membuatku sekarat lalu m4ti. 

Setelah aku m4ti barulah aku sadar bahwa semuanya adlah perbuatan Allah. M4ti yang saya maksud adalah menerima, pasrah dan ridho dengan teguran dari Allah. Justru setelah m4ti aku bisa melihat Allah dengan nyata melalui pandangan qalbu. Setelah itu hatiku mak nyesss, adem rasanya.

Dan sekarang segala pujian saya serahkan kepada Allah. Alhamdulillah, segala puji itu bukan untuk mahluk tetapi untuk Allah. Ketika anda memuji mahluk maka harus berbarengan dalam hatimu bahwa hakikatnya yang dipuji adalah Allah yang ada dibalik mahluk dan dibalik segala galanya.

Ketika saya meracik media ruqyah, lalu banyak sahabat yang terbantu, maka saya merasa bukan saya yang melakukannya tetapi Allah. Sehingga saya santai saja, tidak merasa memiliki kesaktian apa apa. Ketika saya dapat rezeki dari media ruqyah saya juga tidak merasa sedang jualan. karena saya meyakini yang ngasih juga Allah melalui tangan tangan mahlukNya.

Makanya dalam banyak tulisan "saya mengajak" untuk menerapkan keyakinan tauhid ini dalam qalbu masing masing. Saya tidak hendak berceramah apapun, karena kalau ceramah kesannya memojokkan anda. Tetapi saya memanggil hatimu.

Kalau hatimu menyambut panggilan saya silahkan, kalau menolak juga silahkan. Dan saya meyakini apakah anda menolak atau menerima hakikatnya semua juga dari Allah, bukan dari diri saya sendiri. Makanya sekali lagi saya santai saja.

Sekali saya tidak hendak menceramahimu. Saya tidak hendak mengajakmu masuk dalam madzab dan aliranku, sama sekali tidak. Saya juga tidak akan menuduhmu ahli maksiat, ahli neraka dll. Sekaan akan saya menatapmu terbakar di neraka akherat kelak. Tidak sama sekali. Justru saya berharap sebaliknya.

Ketika saya menulis tentang tema kafir musyrik sebenarnya itu menceritakann diri saya sendiri saat dahulu kala. Saya dahulu kafir musyrik tapi tidak sadar. Kafir musyrik yang saya maksud adalah hati saya tertutup dari melihat Allah dibalik segala sesuatu. Yang dilihat selalu saja mahluk, makanya hati dipenuhi dengan kemarahan, dendam, kedengkian, kekecewaan dll. Kafir musyrik yang saya maksud adalah ketertutupan hati kita di dunia ini. Lalu mengajakmu membuka tutupan tersebut.

Saya tidak mengatakan, "kalau kamu tidak sholat sesuai contoh Nabi kamu masuk neraka, karena kalau tidak sesuai sunnah neraka bagiannya". Nggak akan saya bicara begitu. Kalau saya bicara neraka saya selalu bicara neraka dunia dalam bentuk kemarhan, kesedihan, ketakutan dll. Saya hanya mengajak lihatlah Allah dibalik segala sesuatu supaya hatimu adem.

Kalau saya menceramahimu misalnya tentang perbuatanmu yang tidak sesuai dalil khan baisanya ujung ujungnya debat, lalu masing masing merasa paling benar. Bukannya menambah teman malah nambah musuh. Karena ketika saya menceramahimu terkesan anda adalah orang yang sangat buruk. Padahal setiap manusia punya kelemahan dan kelebihannya masing masing. Tidak ada manusia yang sempurna, oleh karena itu jangan merasa sempurna.

Dakwah itu bagi saya adalah mengajak hati untuk kembali kepada Allah. Mengajak supaya wajah imanmu menghadap Allah bukan mahluk. Ketika hati sudah kembali kepada Allah maka otomatis syariat akan ngikutin. Inilah dakwah tauhid yang diemban oleh semua nabi dan rosul.

Artinya dakwah Nabi kita Muhammad shollallaahu alaihi wasallam sama saja. Yaitu mengajak hati kita beriman kepada Allah yang ada dibalik segala galanya. Dakwah nabi kita adalah menempa mentalitas kita semua dengan iman itu tadi supaya bisa menjalani hidup dengan terarah. Artinya dakwah nabi sebenarnya tidak menyuruh kita menghapal Al Quran dan Hadits tetapi menjadi Al Quran dan Hadits yang berjalan dimuka bumi.

Mengapa saya juga bermaksud mengajak hatiku dan hatimu untuk kembali menatap (beriman kepada) Allah bukan memandang mahluk? Tujuannya supaya kita bisa mengadapi hidup ini dengan tenang meskipun berada ditengah badai. Supaya kita menemukan solusi dari segala permasalahan hidup. Bukankah yang kita cari adalah ketenangan dan kebahagiaan? Dan kunci kebahagiaan adalah kembali kepada Allah, tidak ada cara lain lagi.

Dan untuk sampai di maqom ini butuh proses yang alamiah, sehingga rasanya meresap natural dalam hati. Proses alamiah itulah yang disebut dengan hidayah. Sementara hidayah bukan ditangan saya, tetapi ditangan Allah.

Begitu kira kira

Wallaahu A'lam

Klinik Pendekar Langit


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Maafkan Orang Lain Karena Allah Kamu Pasti Dapat Surga

Mau dapat surga? Bentuknya solusi dari permasalah hidup, rumah tangga harmonis, rezeki lancar dll. Mau? kalau mau Maafkan Orang Lain Karena ...