Ruqyah Al Fatihah Sihirnya Hancur Dukunnya Keok

Ruqyah bisa menggunakan fatihah loh? Dan saya ada pengalaman mengalahkan jin sakti dan dukun dengan fatihah. Caranya gimana? Selengkapnya di artikel lain. Sekarang kita bahas mukadimah Ruqyah Al Fatihah Sihirnya Hancur Dukunnya Keok

 

KIRIM FATIHAH, JINNYA IS D3AD

sy lebih fokus kesembuhan Rukman dulu tadz. sy lebih lega seperti nyambung dgn ust p langit. sblm Rukman sy fatehah kirim untuk p la git. sy kirim fatehah u p langit kayak nyambung.kayak dekat dgn p langit. apakah setany takut p langit ya

Jawab: makasih ya sudah kirim doa ke saya. Terus saja kirim fatihah ke saya, dan saya sangat berterimakasih. Sebagai imbalannya saya mendoakan anda dan siapapun juga supaya ketularan spirit dan semangat kami didalam melawan makar sihir.

Kirimi saya doa atau bacaan fatihah kepada kami saat masih hidup. Terlebih saat saya sudah meninggal. Emang kemana kita setelah meninggal? Pindah alam konon ke alam barzakh. Alam yang lebih lembut dari alam kita sekarang. Kalau alam kita sekarang disebut alam kasar atau alam materi.

Alam barzakh itu dimana? Saya nggak tahu, khan belum meninggal. Bisa alam yang benar benar baru, bisa alam jin, bisa alam setan, bisa alam malaikat, bisa alam ruh ruh orang sholeh, bisa alam ruh para wali dan bisa apapun juga.

Alam barzakh artinya alam pendiding. Kalau sudah kadung berada di barzakh maka tidak akan bisa kembali ke alam dunia/ alam kasar, pun tidak bisa langsung potong kompas ke alam akherat/ surga.

Di alam barzakh ini konon kita menunggu sampai kiamat besar. Setelah kiamat besar baru kemudian perjalanan kita dilanjutkan ke alam akherat.

Artinya alam barzakh bisa dimana saja selain alam dunia. Termasuk tidak menutup kemungkinan ada di alam jin atau setan. Ada beberapa kisah orang yang dijadikan tumbal dan bisa balik lagi ke dunia, katanya mereka dijadikan pekerja/ budak di kerajaan jin.

Ada satu dua orang yang bisa kembali, tapi lebih banyak manusia yang tidak bisa kembali ke dunia. Secara jasad mereka sudah dikubur sehingga tidak mungkin kembali ke dunia. Alias mereka akan terus dijadikan budak bangsa jin sampai hari kiamat besar. Ngeri ya?

Konon siapapun juga yang semasa hidupnya kerja sama dengan jin dimana sebagian jiwanya dijadikan persembahan akan bernasib sama. Misalnya dukun, pelaku sihir, korban tumbal, bayi korban tumbal, praktisi kesaktian, pesugihan dll. Mereka alam barzakhnya ada di alam kegelapan setan. Mereka akan di situ sampai hari kiamat. Benarkah demikian? Sekali lagi saya nggak tahu, khan nggak ngalami.

Lalu setelah saya meninggal alam barzakh saya ada dimana?

Sekali lagi saya nggak tahu. Cuman karena saya pernah kena sihir, lalu bergelut dengan dunia sihir/ santet, mengedukasi korban santet, dll bisa jadi alam barzakh saya ada di alam jin. Bisa jadi loh ya?

Saya sih berharap bebas keluyuran.. Kadang keluyuran di alam jin, kadang di alam arwah, kadang di langit 7, kadang di alam para kekasih Allah, kadang di alam malaikat dll. Harapan loh ya? Karena yang pasti hanya Allah Yang Tahu.

Tapi anggap saja saya keluyuran di alam falaq yaitu dimensi dimana sihir, energi ain, energi hasad terkirim maka pada saat itu kiriman anda sampai ke saya. Siapapun yang membaca fatihah atau kirim doa ke saya akan sampai kepada saya seperti paket shopee.

Kalau dari testimoni orang yang pernah mati suri melihat ketika ada seseorang yang kirim doa atau kirim fatihah kepada keluarganya yang sudah meninggal, maka kirimannya akan sampai. Bentuknya seperti cahaya.

Jika yang dikirimi sedang masuk lahar neraka maka akan dipanggil namanya. "si fulan bin fulan dapat kiriman fatihah dari anaknya". Maka tiba tiba muncul seseorang dari kubangan api dan berjalan menuju suara tersebut. lalu kiiriman fatihah akan berubah jadi makanan yang lezat dan baju yang bagus. Untuk sementara si fulan terbebas dari siksaan. 

Oleh karena itu jangan lupa sering kirim doa kepada ayah ibumu ya? Juga kepada keluarga lainnya yang sudah meninggal. Hanya itu yang sangat diharapkan mereka. Dan jangan lupa selain menyebut nama almarhum/ mah ayah ibumu, sebut juga nama pendekar langit. Sip ya?

Mengapa harus kirim doa ke pendekar langit? Nah kita mau cerita atau mendongeng nggak apa apa khan? Anggap saja saat anda kirim doa saya sedang keluyuran di alam falaq. Saya memang suka keluyuran di alam falaq karena gairahnya besar sekali. Yaitu gairah menghancurkan makar sihir yang terkirim melalui alam falaq.

Ketika anda kirim doa (misalnya kirim fatihah) maka paket yang anda kirim sampai ke saya. Saya bisa membaca pesan dalam paket tersebut. Selain berisi kopi juga berisi harapan agar saya membantunya menghancurkan sihir yang dialami. Lalu sepersekian detik saya datangi buhul yang mengikatmu. Lalu saya lemparkan kirimanmu yang berubah menjadi api lalu membakar buhulnya. 

Alhamdulilalh buhulnya hancur. Dan anda bermipi melihat saya sedang membakar buhulnya. Setelah itu keluhan anda pelan pelan reda dan hilang. Sebagai ucapan terimakasih anda terus mengirim doa ke saya agar bisa menjadi asbab membantu yang lainnya.

Tapi ini hanya dongeng loh ya? Tapi siapa tahu jadi nyata.. Ya nggak?

Sahabat sudah pernah mendoakan saya belum? Sudah pernah kirim fatihah belum? Kalau belum mulai hari ini kirim ya?

"Ustadz, saya ikut kajian katanya nggak boleh kirim fatihah, gimana dong?". Kalau ustadz anda bilang nggak boleh jangan pakai fatihah. Pakai doa lainnya gpp yang penting niatnya kirim doa ke saudara seiman.

Kapan kapan saya akan nulis kisah nyata kirim fatihah 40 hari khodam dukunnya m4ti. Kapan kapan ya?

Yang penting sekarang doakan keluargamu, doakan saudaramu dan kirim fatihah ke saya.

Sip?


Keampuhan surat Al Fatihah bisa dijadikan bacaan ruqyah

Dalam Syarh Riyadhus Sholihin (4: 671), Syaikh Muhammad bin Shalih Al ‘Utsaimin menyatakan ada dua syarat Al Fatihah bisa dijadikan bacaan ruqyah yaitu:

a- yang membacanya mengimani bahwa bacaan tersebut adalah ruqyah yang bermanfaat,

b- dibacakan pada orang sakit yang mengimani kalau ruqyah dengan Al Fatihah bermanfaat.

Dalil bahwa surat Al Fatihah bisa sebagai bacaan ruqyah adalah hadits dari Abu Sa’id Al Khudri berikut ini,

عَنْ أَبِى سَعِيدٍ الْخُدْرِىِّ أَنَّ نَاسًا مِنْ أَصْحَابِ رَسُولِ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- كَانُوا فى سَفَرٍ فَمَرُّوا بِحَىٍّ مِنْ أَحْيَاءِ الْعَرَبِ فَاسْتَضَافُوهُمْ فَلَمْ يُضِيفُوهُمْ. فَقَالُوا لَهُمْ هَلْ فِيكُمْ رَاقٍ فَإِنَّ سَيِّدَ الْحَىِّ لَدِيغٌ أَوْ مُصَابٌ. فَقَالَ رَجُلٌ مِنْهُمْ نَعَمْ فَأَتَاهُ فَرَقَاهُ بِفَاتِحَةِ الْكِتَابِ فَبَرَأَ الرَّجُلُ فَأُعْطِىَ قَطِيعًا مِنْ غَنَمٍ فَأَبَى أَنْ يَقْبَلَهَا. وَقَالَ حَتَّى أَذْكُرَ ذَلِكَ لِلنَّبِىِّ -صلى الله عليه وسلم-. فَأَتَى النَّبِىَّ -صلى الله عليه وسلم- فَذَكَرَ ذَلِكَ لَهُ. فَقَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ وَاللَّهِ مَا رَقَيْتُ إِلاَّ بِفَاتِحَةِ الْكِتَابِ. فَتَبَسَّمَ وَقَالَ « وَمَا أَدْرَاكَ أَنَّهَا رُقْيَةٌ ». ثُمَّ قَالَ « خُذُوا مِنْهُمْ وَاضْرِبُوا لِى بِسَهْمٍ مَعَكُمْ »

Dari Abu Sa’id Al Khudri, bahwa ada sekelompok sahabat Rasulullah -shallallahu ‘alaihi wa sallam- dahulu berada dalam safar (perjalanan jauh), lalu melewati suatu kampung Arab. Kala itu, mereka meminta untuk dijamu, namun penduduk kampung tersebut enggan untuk menjamu.

Penduduk kampung tersebut lantas berkata pada para sahabat yang mampir, “Apakah di antara kalian ada yang bisa meruqyah (melakukan pengobatan dengan membaca ayat-ayat Al Qur’an, -pen) karena pembesar kampung tersebut tersengat binatang atau terserang demam.”

Di antara para sahabat lantas berkata, “Iya ada.”

Lalu ia pun mendatangi pembesar tersebut dan ia meruqyahnya dengan membaca surat Al Fatihah.

Akhirnya, pembesar tersebut sembuh. Lalu yang membacakan ruqyah tadi diberikan seekor kambing, namun ia enggan menerimanya -dan disebutkan-, ia mau menerima sampai kisah tadi diceritakan pada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Lalu ia mendatangi Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dan menceritakan kisahnya tadi pada beliau.

Ia berkata, “Wahai Rasulullah, aku tidaklah meruqyah kecuali dengan membaca surat Al Fatihah.” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam lantas tersenyum dan berkata, “Bagaimana engkau bisa tahu Al Fatihah adalah ruqyah (artinya: bisa digunakan untuk meruqyah, -pen)?” Beliau pun bersabda, “Ambil kambing tersebut dari mereka dan potongkan untukku sebagiannya bersama kalian.” (HR. Bukhari no. 5736 dan Muslim no. 2201).

Imam Nawawi membuat Bab mengenai hadits di atas dalam Shahih Muslim tentang bolehnya mengambil upah dari ruqyah dengan Al Qur’an atau dzikir.

Sumber Rumaisho

Wallaahu A'lam

Klinik Pendekar langit


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Maafkan Orang Lain Karena Allah Kamu Pasti Dapat Surga

Mau dapat surga? Bentuknya solusi dari permasalah hidup, rumah tangga harmonis, rezeki lancar dll. Mau? kalau mau Maafkan Orang Lain Karena ...