Kenikmatan Iman Tiada batas, Tiada Akhir, Bagaimana Caranya?

Tulisan ini harus anda baca. Yaitu cara mengalami pengalaman tauhid yang mengharu biru dan syahdu. Yuk simak Kenikmatan Iman Tiada batas, Tiada Akhir, Bagaimana Caranya? caranya baca sampai selesai.


KENIKMATAN TIADA BATAS, TIADA AKHIR, APA ITU?

Saya dulu nggak paham tapi tidak tahu kalau dulu nggak paham tapi merasa paling paham. Dulu kalau saya tahu dan hapal terjemahan Al Quran merasa paling ngerti.

Setelah kena sihir saya baru paham kalau dahulu nggak ngerti tapi merasa paling ngerti. Setelah kena sihi apakah ngerti? Sama saja nggak ngerti.. Hehehe

Tapi Insya Allah sedikit paham maksud dari ayat yang dibaca. Coba perhatikan ini:

اِنَّ الَّذِيْنَ كَفَرُوْا سَوَاۤءٌ عَلَيْهِمْ ءَاَنْذَرْتَهُمْ اَمْ لَمْ تُنْذِرْهُمْ لَا يُؤْمِنُوْنَ ۝٦

Artinya: Sesungguhnya orang-orang yang kafir itu sama saja bagi mereka, apakah engkau beri peringatan atau tidak engkau beri peringatan, mereka tidak akan beriman. (QS Al Baqarah: 6)

Dahulu saya mengira orang kafir itu non muslim. Setelah kena sihir baru paham kalau orang kafir itu adalah orang yang hatinya ketutup dari melihat Allah. Yang dilihat mahluk melulu. Ketika diuji (misalnya dengan sihir) yang dilihat dukun melulu, Allahnya nggak kelihatan. Kenapa Allahnya nggak kelihatan? Karena hatinya ada tutupan. 

Ketika dikasih tahu bawa dibalik ujian ada Allah mereka ngak percaya. Dikasih tahu atau tidak dikasih tahu tetap saja hatinya gelap. Sehingga kalau diterjemahkan lebih dalam begini bunyinya.

Artinya: Sesungguhnya orang-orang yang kafir (hatinya ketutup dari melihat Allah) itu sama saja bagi mereka, apakah engkau beri peringatan atau tidak engkau beri peringatan, mereka tidak akan beriman (percaya). (QS Al Baqarah: 6)

خَتَمَ اللّٰهُ عَلٰى قُلُوْبِهِمْ وَعَلٰى سَمْعِهِمْۗ وَعَلٰٓى اَبْصَارِهِمْ غِشَاوَةٌ وَّلَهُمْ عَذَابٌ عَظِيْمٌࣖ ۝٧

Artinya: Allah telah mengunci hati dan pendengaran mereka. Pada penglihatan mereka ada penutup, dan bagi mereka azab yang sangat berat. (QS Al Baqarah: 7)

Aku pikir yang dikunci hatinya adalah mereka, ternyata saya. Saking kafirnya hati saya ditutup lalu dikunci dan digembok. Benar benar berkeras hati tidak percaya kalau dibalik mahluk, dibalik dukun, dibalik pelaku dan dibalik segala galanya ada Allah. Makanya bagi saya adzab yang sangat berat. Yaitu berbagai manifestasi neraka dalam bentuk kemarahan, kebencian, kekecewaan, ketakutan dll.

وَمِنَ النَّاسِ مَنْ يَّقُوْلُ اٰمَنَّا بِاللّٰهِ وَبِالْيَوْمِ الْاٰخِرِ وَمَا هُمْ بِمُؤْمِنِيْنَۘ ۝٨

Artinya: Di antara manusia ada yang berkata, “Kami beriman kepada Allah dan hari Akhir,” padahal sesungguhnya mereka itu bukanlah orang-orang yang mukmin. (Al Baqarah: 8 )

Udah gitu saya merasa paling beriman padahal aslinya kafir tingkat tinggi. Dulu saya menyangka yang tidak beriman adalah orang lain, yang kena adzab orang lain. Ternyata ayat ini jelas banget untuk saya. Saya menyangka beriman kepada Allah, nyatanya saya beriman kepada mahluk (jin, sihir). Saya percaya mahluk memiliki kekuatan selain Allah. Makanya sekali lagi kena adzab. Karena yang saya lihat pelaku sihir bukan Allah makanya dendam, dengki, marah dan kecewa. Inilah adzab yang sungguh berat.

يُخٰدِعُوْنَ اللّٰهَ وَالَّذِيْنَ اٰمَنُوْاۚ وَمَا يَخْدَعُوْنَ اِلَّآ اَنْفُسَهُمْ وَمَا يَشْعُرُوْنَۗ ۝٩

Artinya: Mereka menipu Allah dan orang-orang yang beriman, padahal mereka hanyalah menipu diri sendiri tanpa mereka sadari. (QS Al Baqarah: 9)

Seolah olah saya sudah menipu Allah dan menipu orang orang yang beriman. Bahkan dalam sujud saya berdoa, "Ya Allah atas nama orang beriman tolong berikan balasan yang setimpal dan adzab yang berlipat ganda untuk oang yang mendzolimi saya". Padahal sangat jelas yang sedang kena adzab adalah saya. Sebenarnya saat itu saya menipu diri sendiri, karena merasa beriman sehingga bisa ngatur ngatur Allah. Saya kafir alias tidak beriman tapi nggak sadar.

فِيْ قُلُوْبِهِمْ مَّرَضٌۙ فَزَادَهُمُ اللّٰهُ مَرَضًاۚ وَلَهُمْ عَذَابٌ اَلِيْمٌۢ ەۙ بِمَا كَانُوْا يَكْذِبُوْنَ ۝١٠

Artinya: Dalam hati mereka ada penyakit, lalu Allah menambah penyakitnya dan mereka mendapat azab yang sangat pedih karena mereka selalu berdusta. (QS Al Baqarah: 10)

Di hati saya ada penyakit yaitu penyakit ketertutupan atau kekafiran. Hati tertutup dari melihat Allah dibalik ujian. Saya dendam dan sakit hati karena yang dilihat bukan Allah tapi mahluk. Makanya saat itu saya mendapatkan adzab yang sangat pedih karena sudah berdusta.

Kurang lebih seperti itu...

Jika anda diuji dengan musibah yang berat lalu tersadarkan maka anda juga akan paham. Anda akan paham apa itu kafir, musyrik, taghut, berhala, islam, iman, taqwa, ikhlas, kubur, surga, neraka dan semacamnya. Kenapa bisa paham? Sebab pernah ngalami. Sehingga ketika membaca Al Quran di ayat yang relevan langsung KLIK. Langsung ngerti maksudnya.

Ketikan dibacakan ayat yang relevan langsung bergetar hatinya. Tak jarang tiba tiba menangis melelehkan air mata. Misalnya ketika mendengar ayat ini:

اِنَّ الَّذِيْنَ قَالُوْا رَبُّنَا اللّٰهُ ثُمَّ اسْتَقَامُوْا تَتَنَزَّلُ عَلَيْهِمُ الْمَلٰۤىِٕكَةُ اَلَّا تَخَافُوْا وَلَا تَحْزَنُوْا وَاَبْشِرُوْا بِالْجَنَّةِ الَّتِيْ كُنْتُمْ تُوْعَدُوْنَ ۝٣٠

Artinya: Sesungguhnya orang-orang yang berkata, “Tuhan kami adalah Allah,” kemudian tetap (dalam pendiriannya), akan turun malaikat-malaikat kepada mereka (seraya berkata), “Janganlah kamu takut dan bersedih hati serta bergembiralah dengan (memperoleh) surga yang telah dijanjikan kepadamu.” (QS Fushshilat: 30)

Ketika anda mulai diberikan cahaya. Hatinya mulai terbuka melihat Allah dibalik ujian, lalu belajar berteguh hati maka akan ada ketenangan dari dalam sanubari. Ketika anda sudah melewati fase ini, ketika membaca ayat diatas pasti sesenggukan. Karena sangat ngerti kalau bertahan dan berTuhan itu sungguh mengharu biru. Anda semakin meleleh ketika mengalami sendiri surga yang sudah dijanjikan Allah. Maksudnya adalah ketika kita ikhlas menerima ujian dari Allah, dan yang dilihat hanya Allah bukan mahluk maka anda akan mengalami hikmah yang teramat besar. Anda akan paham alasan mengapa di ujia dengan musibah tersebut. Karna itulah anda akan menangis.

Atau ketika anda membaca QS Ali Imran ayat 103:

وَاعْتَصِمُوْا بِحَبْلِ اللّٰهِ جَمِيْعًا وَّلَا تَفَرَّقُوْاۖ وَاذْكُرُوْا نِعْمَتَ اللّٰهِ عَلَيْكُمْ اِذْ كُنْتُمْ اَعْدَاۤءً فَاَلَّفَ بَيْنَ قُلُوْبِكُمْ فَاَصْبَحْتُمْ بِنِعْمَتِهٖٓ اِخْوَانًاۚ وَكُنْتُمْ عَلٰى شَفَا حُفْرَةٍ مِّنَ النَّارِ فَاَنْقَذَكُمْ مِّنْهَاۗ كَذٰلِكَ يُبَيِّنُ اللّٰهُ لَكُمْ اٰيٰتِهٖ لَعَلَّكُمْ تَهْتَدُوْنَ ۝١٠٣

Artinya: Berpegangteguhlah kamu semuanya pada tali (agama) Allah, janganlah bercerai berai, dan ingatlah nikmat Allah kepadamu ketika kamu dahulu bermusuhan, lalu Allah mempersatukan hatimu sehingga dengan karunia-Nya kamu menjadi bersaudara. (Ingatlah pula ketika itu) kamu berada di tepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu dari sana. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu agar kamu mendapat petunjuk. (QS Ali Imran: 103)

Dahulu saat sholat jumat kalau tidak salah imam baca ini. Dan saya nangis sejadi jadinya. Ketika imam membaca ayat ini tiba tiba saya terkenang dengan rumah tangga yang diujung tanduk. Lalu saya berusaha keras untuk melihat Allah dibalik istri saya. Saya memaklumi sebab badai rumah tangga kami asbab sihir. Sementara hakikatnya sihir juga datang dari Allah untuk menguji. 

Saya memaafkan istri, bahkan dukun dan pelakunya karena paham mereka adalah alat uji bagi keimanan saya. Siapa sangka setelah memaafkan rumah tangga jadi harmonis kembali, dikasih anak, dikasih rezeki dan hadiah lainnya. Yang dahulu selalu gagal dalam hubungan ranjang menjadi normal kembali bahkan seperti pengantin baru.

Anda saat itu saya mengikuti bisikan setan, saya ngikuti nafsu pasti rumah tangga sudah hancur, anak anak hancur, kekerabatan hancur dan saya sendiri pasti lebih hancur. Saat saya sudah berada di bibir/ tepi jurang neraka lalu Allah menyelamatkan kami. 

Langsung deh nangis bombay...

Dan saya yakin sahabat juga akan mengalami pengalaman yang syahdu ketika mau belajar melihat Allah dibalik ujian. Anda akan mengalami manisnya iman ketika mau belajar untuk menerima ujian bukan memberontak. 

Ketika anda menerima ujian karena yang dilihat adalah Allah (bukan mahluk) maka pelan pelan api neraka menjadi hangat lalu adem. Maksudnya hati yang membara pelan pelan mak nyess.. Ketika hatimu dipaksa untuk condong kepada Allah maka pelan pelan janji Allah akan anda alami dan rasakan. Ketika itulah anda akan menjadi orang yang gampang mewek. Mudah nangis ketika membaca ayat Al Quran yang relevan.

Lalu anda akan berubah, menjadi haus untuk selalu bertemu Allah setiap saat setiap waktu. Bukan bertemu Allah dalam masjid tapi dalam apapun yang anda lihat. Lihat anak keingat Allah dibalik anak, lihat ubi goreng teringat Allah yang sedang menjamu, lihat istri seakan akan lihat bidadari surga. Bahkan lihat dukun atau pelaku sihir langsung teringat Allah. "Marhaban selamat datang, kami tidak marah dan dendam. Karena kami tahu dibalik engkau ada Allah". 

Inilah yang dimaksud dengan pengalaman tauhid. Dalam seribu wajah, seribu nama seribu rupa hakikatnya hanya ada satu wajah yaitu wajah Allah. Dan ketahuilah pengalaman tauhid ini seperti minum air laut, nggak akan pernah ada habisnya, nggak ada akhirnya, nggak ada batasnya Dan nggak ada puasnya alias ketagihan, karena bertemu Allah adalah kenikmatan yang tidak bisa teruraikan.

Ingin mengalami pengalamam tauhid? Justru saat anda sedang diuji adalah momentum "mengalami". Kemana arah pandangan wajahmu saat diuji? Apakah wajahmu mengadap mahluk atau menghadap Allah. Kalau mengadap Allah berarti detik itulah anda sedang mengalami pengalaman "tauhid". Mulai detik itulah anda mulai mak nyess, merasakan kenikmatan... 

Pertahankan posisi hatimu kepada tauhid maka akan mengalami kenikmatan tiada akhir, tiada batas, tiada ukuran alias abadi selama lamanya.

Demikian semoga mencerahkan, share ya?

Wallaahu A'lam

Klinik Pendekar Langit


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Maafkan Orang Lain Karena Allah Kamu Pasti Dapat Surga

Mau dapat surga? Bentuknya solusi dari permasalah hidup, rumah tangga harmonis, rezeki lancar dll. Mau? kalau mau Maafkan Orang Lain Karena ...