Anda ingin ruqyah? Ayuk sama saya. Bismillah Praktekkan, Ruqyah Bersama Pendekar Langit Sekarang.
RUQYAH BERSAMA PENDEKAR LANGIT, PRAKTEK YUK?
Dr awal komunikasi dgn ustad. Kepala saya tiba tiba sakit sekali. Trus stelah memberi tau saya langkah ruqyah tiba tiba sya mual rasa'y ingin muntah ustad. Padahal blum mulai ruqyah cuma baca langkah ruqyahnya saja. Astaghfirullah. Ustad tolong,,, kepala sya sakit skali _stelah baca al-fatihah sambil tepuk dada ,sy bnar bnar muntah muntah.. YaAllah tolong ustad. 😭
Jawab: Ada seorang sahabat yang WA saya. Katanya saat komunikasi dengan saya tiba tiba kepalanya sangat sakit. Mungkin tidak cuma saat komunikasi dengan saya tapi dengan peruqyah manapun akan mengalami sensasi yang sama. Sebab sensitifitas jinnya sedang kuat.
Singkat cerita sahabat diatas saya suruh kirim doa (baca fatihah) ke pendekar langit, setelah itu tepuk tepuk dadanya. Detailnya saya jawab begini, "Coba tepuk dadanya sambil baca, "bismillah Ya Allah keluarkan setan dalam tubuh ini sebagaimana Engkau keluarkan setan dari tubuh pendekar langit". Setelah itu beliau benar benar muntah. Muntah itu maknanya jinnya keluar bersama hawa yang menyertainya.
Nah bagi sahabat yang terkena gangguan jin dan sihir, khususnya ketika sensitifitasnya sedang kuat coba lakukan hal yang sama. Sensitifitas kuat maksud saya adalah ketika dadanya gemuruh kencang, hawanya pengin marah, tiba tiba sakit kepala hebat dan semacamnya.
Cara mempraktekkannya sbb (baca baik baik).
1. Sambung mata
Pertama lihat wajah saya, itulah pendekar langit. Manusia biasa, mahluk yang memiliki banyak sekali kekurangan. Kita semua sama, mahluk yang banyak salah dan dosa. Oleh karena itu pandang secara lahiriah itulah saya pendekar langit, yang hanya seonggok tanah berjalan. Artinya pandang secara lahiriah saya adalah mahluk yang hin4 sehin4 hin4nya yang tidak punya kekuatan apa apa.
2. Sambung hati
Kedua pegang dadamu.. Mari kita sambungkan hati. Aku tak tahu ada apa dihatimu dan engkau juga tidak tahu ada apa dihatiku. Yang tahu hanya Allah. Caranya tetap sama pandang wajah saya tapi tidak secara lahiriah. Kalau secara lahiriah saya hanya seonggok tanah yang berjalan, tapi pandang dengan qalbu yang ada dalam dadamu dibalik pendekar langit ada Allah.
Jika sampai titik ini dada anda mulai bergemuruh, mulai muncul mual artinya mulai nyetrum.. Oleh karena itu resapkan lagi kata kata saya bahwa secara lahiriah saya adalah mahluk yang hina, tetapi secara pandangan mata hati dibalik pendekar langit ada Allah yang membimbingku untuk menulis artikel ini.
Apakah makin mual?
3. Doakan pendekar langit
Setelah itu doakan saya begini, "Bismillah Ya Allah keluarkan setan yang ada di dada, kepala dan seluruh tubuhku sebagaimana engkau mengeluarkan setan dari tubuh pendekar langit.. Alfaatihah (lalu baca fatihah 3 kali dengan niat ruqyah)".
4. Baca ayat ini
Setelah itu bayangkan cahaya Allah yang dilewatkan dari qalbu pendekar langit memancar terang benderang menyinari hatimu lalu memantul ke dalam jiwamu yang dihuni oleh iblis dan setan. Bayangkan cahaya itu membuat para setan lari terbirit birit lalu berhamburan keluar. Baca ayat ini,
Surat An-Nur Ayat 35
۞ ٱللَّهُ نُورُ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضِ ۚ مَثَلُ نُورِهِۦ كَمِشْكَوٰةٍ فِيهَا مِصْبَاحٌ ۖ ٱلْمِصْبَاحُ فِى زُجَاجَةٍ ۖ ٱلزُّجَاجَةُ كَأَنَّهَا كَوْكَبٌ دُرِّىٌّ يُوقَدُ مِن شَجَرَةٍ مُّبَٰرَكَةٍ زَيْتُونَةٍ لَّا شَرْقِيَّةٍ وَلَا غَرْبِيَّةٍ يَكَادُ زَيْتُهَا يُضِىٓءُ وَلَوْ لَمْ تَمْسَسْهُ نَارٌ ۚ نُّورٌ عَلَىٰ نُورٍ ۗ يَهْدِى ٱللَّهُ لِنُورِهِۦ مَن يَشَآءُ ۚ وَيَضْرِبُ ٱللَّهُ ٱلْأَمْثَٰلَ لِلنَّاسِ ۗ وَٱللَّهُ بِكُلِّ شَىْءٍ عَلِيمٌ
Arab-Latin: Allāhu nụrus-samāwāti wal-arḍ, maṡalu nụrihī kamisykātin fīhā miṣbāḥ, al-miṣbāḥu fī zujājah, az-zujājatu ka`annahā kaukabun durriyyuy yụqadu min syajaratim mubārakatin zaitụnatil lā syarqiyyatiw wa lā garbiyyatiy yakādu zaituhā yuḍī`u walau lam tamsas-hu nār, nụrun 'alā nụr, yahdillāhu linụrihī may yasyā`, wa yaḍribullāhul-amṡāla lin-nās, wallāhu bikulli syai`in 'alīm
Artinya: Allah (Pemberi) cahaya (kepada) langit dan bumi. Perumpamaan cahaya Allah, adalah seperti sebuah lubang yang tak tembus, yang di dalamnya ada pelita besar. Pelita itu di dalam kaca (dan) kaca itu seakan-akan bintang (yang bercahaya) seperti mutiara, yang dinyalakan dengan minyak dari pohon yang berkahnya, (yaitu) pohon zaitun yang tumbuh tidak di sebelah timur (sesuatu) dan tidak pula di sebelah barat(nya), yang minyaknya (saja) hampir-hampir menerangi, walaupun tidak disentuh api. Cahaya di atas cahaya (berlapis-lapis), Allah membimbing kepada cahaya-Nya siapa yang dia kehendaki, dan Allah memperbuat perumpamaan-perumpamaan bagi manusia, dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu. (QS An Nuur: 35)
5. Pekikkan takbir
Sudah muntah belum? Kalau belum coba lanjutkan dengan memerintahkan para setan keluar, "Keluar kalian wahai mahluk kegelapan" kemidian memekik takbir dengan suara tegas dan kencang sambil tepuk tepuk dadanya dan usap kepalanya, Bismillah Allaahuakbar 3x.
Siapa yang memintamu untuk memerintahkan para setan keluar? Jika anda kira yang memintamu adalah saya pendekar langit maka anda salah. Makanya setannya masih ada yang bertahan. Khan tadi kita sepakat di tahap ini sudah masuk ke hati. Sudah sambung hati atau menyatukan hatiku dan hatimu. Dan didalam hati tidak boleh ada mahluk, hanya ada Allah saja.
Oleh karena itu ulangi tahap ini dengan meyakini yang memerintahkan setan setan keluar hakikatnya adalah Allah lewat tulisan dari pendekar langit. Hunjamkan dalam hatimu bahwa Allah mengutuk dan mengusir iblis dari surga, bacalah, "Keluar kamu wahai mahluk yang t3rkutuk..."
Atau selengkapnya baca Surat Al-Hijr Ayat 34
قَالَ فَٱخْرُجْ مِنْهَا فَإِنَّكَ رَجِيمٌ
Arab-Latin: Qāla fakhruj min-hā fa innaka rajīm
Artinya: Allah berfirman: "Keluarlah dari surga, karena sesungguhnya kamu terkutuk, (QS Al Hijr: 34)
Ingat yang berkalam bukan saya pendekar langit bukan pula anda, tetapi Allah. Jika posisi hatimu ada dimaqom ini saya sangat yakin sekali setan iblis apapun itu akan tunduk dan keluar dalam keadaan hin4.
Jika anda belum muntah latihan lagi, ulangi lagi. Posisikan pandangan lahiriah pada tempatnya dan pandangan batin (qalbu) pada tempatnya.
Bagaimana hasilnya? Share di komentar ya?

Tidak ada komentar:
Posting Komentar