Ternyata Orang Pintar Jauh Lebih Tenar di Banding Peruqyah

Setiap ada yang kena gangguan setan pasti pikiran pertama minta tolong sama orang pintar. Ingin dilihat dan diterawang. Betul tidak? Simak artikel Ternyata Orang Pintar Jauh Lebih Tenar di Banding Peruqyah.

 

KENA GANGGUAN DEMIT LANGSUNG KEPIKIRAN ORANG PINTAR

To td malam kumat lagi tengah malam jerit" lagi. Dibawa ke orang pintar sama keluarganya ustadz 😌 Iya ustadz.. Jd percuma aja  kalau saya kasih minyak ruqyah lagi...toh ujung ujungnya ke orang pintar 🙃. Diamkan saJa ya pak ustadz ..

Jawab: Lebih banyak mana orang pintar dengan peruqyah? Jauuuh lebih banyak orang pintar, orang bisa, orang terawarangan dan paranormal. Ketika seseorang terkena gangguan jin dan santet pikiran mereka langsung minta bantuan orang pintar.

Nggak disini nggak disana dimana mana sama saja. Pokoknya kalau ada indikasi gangguan jin langsung kepikiran orang pintar, orang sakti punya karomah dan semacamnya. Termasuk ketika ada masalah kehidupan misalnya ditinggal suami, langsung kepikiran orang pintar untuk mengembalikan suami yang mingg4t. Ujung ujungnya pelet. Atau sakit hati sama seseorang, lalu datang ke orang pintar berjubah, ujung ujungnya santet.

Inilah tugas peruqyah untuk mengedukasi umat yang sangat awam tentang dunia non medis. Oleh karena itu para praktisi ruqyah harus menampilkan wajah yang humanis supaya dakwahnya diterima. Jangan tampang muka s4ngar.

Untuk awal awal janganlah terlalu kaku, Dikit dikit salah, dikit dikit bid'ah, dikit dikit syirik. Kalau orang awam langsung ditembak demikian pasti mereka akan lari. Mereka lebih percaya sama orang pintar yang ndeso dan lebih humanis. Artinya ketika mereka lari ke orang pintar (baca: dukun) jangan sepenuhnya salahkan mereka. Itu salahmu juga yang terlalu kaku dan ekstrim.

Mengapa banyak umat dan orang awam langsung kepikiran orang pintar saat terkena gangguan mahluk halus?

Karena sudah kadung diyakini oleh masyarakat umum kalau mengusir setan harus melalui orang sakti. Harus melalui orang yang yang punya kelebihan, libuwih atau karomah. Inilah paradigma keliru yang harus diluruskan.

Keyakinan hanya orang sakti yang bisa mengalahkan setan ini paradigma yang kacau. Mosok yang masuk surga hanya orang sakti. Khan yang bisa mengalahkan iblis dan setan artinya dia calon penghuni surga. Oleh karena itu harus diluruskan, bahwa orang yang masuk surga adalah mereka yang sabar, ikhlas, syukur, baik hati, tulus, jujur, kasih sayang, empati, peduli dll. Camkan paragraf ini baik baik.

Artinya seharusnya yang bisa mengalahkan setan adalah mereka yang punya hati yang mulia (sabar ikhlas dll). Mereka yang rendah hati, tidak merasa sakti, tidak merasa bisa, tidak merasa kuasa dll, itulah mereka yang bisa mengalahkan setan. Sehingga kesimpulannya orang yang bisa mengalahkan setan justru orang yang merasa dirinya tidak sakti.

Tapi ternyata paradigma dimasyarakat kebalik balik. Orang yang kelihatan sakti, bisa menebak nebak, bisa menerawang dll dianggap punya kelebihan untuk menghancurkan gangguan jin dan sihir. Sementara orang yang rendah hati malah dianggap mudah diganggu setan. Sekali lagi kebalik balik jadinya.

Itulah mengapa banyak orang yang terkena gangguan non medis sudah datang ke banyak orang pintar nggak sembuh juga. Malah nambah penyakitnya. Sebab orang pinter tersebut memasukkan jin lain ke tubuh korbannya. Plus uangnya habis habisan sehingga stress sendiri.

Oleh karena itu hunjamkan dalam dadamu bahwa orang yang mampu mengalahkan iblis dan setan adalah mereka yang beriman kepada Allah. Maksudnya adalah mereka yang yakin, percaya, trust, bersandar hanya kepada Allah Yang Maha Sakti. Orang yang bisa menghancurkan sihir justru mereka yang merasa dirinya tidak sakti. Camkan ya?

Mengapa mereka tidak sakti tapi bisa mengalahkan Iblis?

Sebab mereka beriman dan menyerahkan diri kepada Allah Yang Maha Sakti. Dalam bahasa lainnya mereka mempersilahkan Allah sendiri yang menghancurkan Iblis. Tapi tolong kalimat ini jangan kau telan dengan akalmu, nanti bisa ker4cunan. 

Maksud saya adalah untuk menghancurkan gangguan jin dan sihir tetap pakai cara membaca doa dan ayat ruqyah. Setelah itu mereka memasrahkannya kepada Allah. Misalnya lisan berdoa, "Ya Allah lindungi kami dari kejahatan tukang sihir", lalu hati percaya kepada Allah. 

Atau membaca ayat ayat ruqyah dimana dirinya tidak merasa yang membacanya. Memang lisan membaca ayat ayat Allah, tetapi hati berada dalam posisi iman. Lisan membaca, hati jangan sampai merasa kamu yang membacanya. Dalam bahasa lain lisan membaca  kalam Allah, tapi dalam hatimu Allah sendiri yang sedang membaca kalamNya. Ketika anda sudah berada di maqom ini terjadilah kun fayakuun.

Misalnya kamu membaca, "Sesungguhnya tipu daya setan itu lemah", maka hatimu berada dalam maqom iman. Hatimu meyakini Allah sendiri yang sedang membaca kalamNya. Kalau sudah begini maka sihir dan setan pasti akan h4ncur, tidak pakai Insya Allah.

Yang sering terjadi adalah, kamu membaca ayat ruqyah, hatimu juga meyakini kamu yang membacanya. Ini namanya merasa bisa atau merasa sakti. kalau demikian hanya akan ditertawakan para jin. Jinnya pura pura kesakitan dan mengatakan mau keluar, padahal itu hanya tipu daya. Setelah itu kamu merasa hebat karena bisa mengeluarkan jin. Padahal aslinya kamu diperdaya.

Ayuk luruskan paradigma kita semua tentang gangguan setan. Bahwa orang yang bisa mengalahkan setan yang paling sakti, justru manusia yang merasa tidak sakti. Yaitu manusia yang meyakini hanya Allah saja yang sakti.

Begitu kira kira

Wallaahu A'lam

Klinik Pendekar Langit

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Bagaimana Cara Belajar Ilmu Makrifat?

AKhir akhir ini banyak yang membahas tentang ilmu makrifat. Apa sebenarnya ilmu makrifat? Apakah belajar ilmu ini bisa jadi sakti? SImak Bag...