Bagaimana caranya bisa sakti? Bahkan bisa mengalahkan iblis. Caranya simak artikel Cara Menjadi Manusia Sakti Mandraguna Bahkan Bisa Mengalahkan Iblis.
SANTAPAN ROHANI, BAGAIMANA SUPAYA BISA LEGOWO DAN BISA SAKTI MANDRAGUNA
Saya pernah bilang k ustadz saya belajar legowo. Tapi saya d kecewakan sama teman,saya ud bantu tenaga pikiran waktu tapi setelah berhasil sya d tinggal kan. Saya merasa sakit hati sekali ustadz. Jadi ilang legowo saya ustadz. Astaqfirullah hal adzim. Ya Allah ampuni saya
Jawab: Cara supaya kamu menjadi sakti adalah dengan legowo dengan apapun ketetapan Allah. Artinya legowonya murni karena Allah bukan karena mahluk. Dan ternyata untuk legowo pada prakteknya tidak mudah sebagaimana sahabat diatas.
Awalnya bilang ke saya akan belajar legowo dan itu bagus sekali. Namun ketika teringat kembali pernah dikecewakan teman yang sudah dibantunya muncul lagi rasa sakit hati. Artinya sahabat diatas melihat mahluk bukan Allah sehingga bangkit sakit hatinya. Karena hatinya melihat mahluk sehingga tidak akan bisa menjadi sakti.
Kehidupan ini sebenarnya hanya ada 2 yaitu diri Tuhan dan diri mahluk. Ketika qalbumu mampu melihat diri Tuhan maka dirimu hilang. Ketika dirimu hilang saat itulah engkau berubah menjadi sakti. Siapa yang sakti? Jawabannya Allah bukan kamu. Ketika qalbumu hanya mampu melihat dirimu dan mahluk maka diri Tuhan hilang.
Akibatnya kamu tidak sakti dan pasti sakit. Ketika hatimu ketutup dari Allah maka pasti masuk n3raka, bentuknya adalah sakit hati. Ketutup hatinya bahasa arabnya kafir. Dan orang kafir pasti masuk nerka. Bentuk neraka di dunia adalah hati yang sesak penuh dengan kemarahan, kebencian, kekecewaan, ketakutan dll. Inilah refleksi neraka dunia sebelum neraka akherat. Klop khan?
Artinya untuk bisa masuk surga mau tidak mau qalbumu harus mampu melihat Allah dibalik segala realitas takdir. Dan untuk mampu melihat Allah dibalik segala ujian mau tidak mau hatimu harus hidup. Untuk menghidupkan hati bisa dilakukan dengan hal hal yang kecil dulu.
Buktikan untuk dirimu sendiri dari hal hal yang kecil dulu bahwasanya kalau qalbumu mampu melihat Allah pasti akan mendapatkan janjiNya yaitu surga. Surga dalam qalbu dalam bentuk kedamaian, kebahagiaan, kesejahteraan dan keselamatan. Sedangkan manifestasinya dalam bentuk kejadian kejadian yang menakjubkan.
Kita mulai dengan keyakinan hati bahwa hidup adalah ujian. Sebenarnya dari bangun pagi sampai pagi lagi isinya adalah ujian semua. Cuman kalian nggak sadar. Makanya dari tadi saya ajak untuk menghidupkan hati masing masing supaya sadar bahwa kehidupan ini bukan kebetulan tapi ujian. Ujian apa? Ujian keimanan. Yaitu kemana arah wajah hatimu menghadap. Apakah menghadap Allah atau menghadap mahluk.
Hunjamkan dalam hati bahwa hidup ini adalah ujian. Kalau sudah tertanam dalam hati barulah soal ujian anda kerjakan. Ketika anda berhasil mengerjakan satu ujian kecil tentang keimanan, maka akan langsung dapat hadiahnya. Semakin banyak hadiah semakin anda termotivasi untuk mengerjakan soal lainnya yang lebih berat.
Sekali lagi kita mulai dari hal hal kecil dulu supaya mudah. Jangan langsung disuruh mengerjakan ujian sihir karena soal ini sangat sulit sekali. Mampu melihat Allah dibalik ujian sihir itu susah banget. Makanya kita mulai dari hal hal sederhana dulu.
Misalnya gini. Ketika keluargamu makan nasi sama tempe dimana sebelumnya anda sedih sebab belum mampu memberikan anak anakmu makanan yang lebih bergizi, coba lihat dengan qalbumu. Lihatlah bahwa yang mengidangkan makanan hari itu adalah Allah. Seakan akan saja kamu kerja banting tulang lalu dapat sedikit uang, itu hanya seakan akan saja. Karena yang sebenarnya duit buat kamu beli beras sama tempe itu semua dari Allah.
Ketika nasi tempe sudah diedpan mata lihatlah bahwa itu hidangan dari Allah. Allah yang menumbuhkan padi nun jauh disana, juga kedelai diujung dunia yang lain lalu mengumpulkannya dan mendistribusikan hingga sampai didepan anda. Di matamu sepele dan sering kau tangisi, tapi proses proses nasi tempe sampai didepanmu itu sangat njlimet. Pantaskah kamu kufur dengan nikmat Allah hari ini?
Lihatlah hidangan hari itu, lalu makanlah sehingga perutmu kenyang. Lalu ucapkan alhamdulillah. Segala puji bagi Allah yang sudah menghidangkan nasi tempe pada hari ini sehingga keluargamu bisa kenyang. Jika kamu tersentuh dengan beberapa paragraf diatas karena melihat dengan qalbumu bagaimana pedulinya Allah kepadamu artinya hatimu mulai hidup.
Latih terus hal diatas setiap hari niscaya hatimu akan bahagia. Seberapapun pemberian Allah akan kamu syukuri dengan tulus. Inilah surga dalam hati yaitu merasa selalu bersama Allah. Dan rasa bahagia dalam hatimu akan menarik lebih banyak kebahagiaan lainnya. Yaitu anak anak dan keluargamu pasti akan makan enak dan lezat yang didatangkan dengan cara yang menakjubkan. Misalnya ada kerabat yang kasih nasi ayam plus es cendol.
Ini jangan kamu pandnag secara kebetulan. Semua sudah disetting dengan sempurna dari sononya. Seakan akan saja kerabatmu ngasih nasi ayam, hanya seakan akan saja. Sebab yang sebenarnya adalah Allah yang mendatangkannya dengan menggerakkan hati kerabatmu. Jika kamu lulus ujian ini maka esok hari datang lagi makanan lezat dan bergizi dari sumber lainnya. Dan itu nggak akan ada putus putusnya. Kalau nggak percaya coba aja.
Inilah surga yang saya maksudkan ketika hatimu mampu melihat Allah dibalik segala takdir. Ketika kamu sudah merasakan surga dengan pengalaman nyata maka imanmu mulai tumbuh. Anda akan berusaha untuk melihat Allah dalam kejadian kejadian yang lainnya. Misalnya saat diparkiran anda kasih uang parkir lebih. Bukan karena ingin disebut orang baik, tetapi ingin membahagiakan Allah lewat tukang parkir.
Atau saat kamu didatangi pengemis lalu anda kasih uang 5.000 dan makanan. Jika hal ini kamu lakukan setiap hari maka pada saatnya uang 5.000 tersebut bisa berubah menjadi 5 juta. Tambah lagi imannya. Nah dari beberapa kisah diatas artinya anda mulai sakti khan? Hanya modal bersyukur dengan nasih tempe, dan memberi kebahagiaan kepada tukang parkir menjadikan hidupmu lebih berkelimpahan. Sakti nggak? Siapa yang sakti? Allah bukan kamu.
Atau ketika anda kehilangan sendal karena yang dilihat Allah tidak membuatmu merasa kehilangan. Esok hari kehilangan duit 100.000 nggak juga merasa kehilangan. Saat hujan rumahmu pada bocor, tapi tidak merasa sedih. Mengapa tidak sedih? karena hatimu belajar melihat Allah dibalik segala realitas. Maka pecayalah suatu hari nanti kamu layak dapat hadiah surga. Misalnya dapat rezeki besar untuk membangun ulang rumahnya sehingga tidak bocor lagi.
Atau saat melihat pasanganmu anda pasang wajah sumringah. Bukan karena suami/ istrimu baik tetapi karena kamu melihat ada Allah dibalik pasanganmu. Bahkan mungkin hari itu pasanganmu jutek banget, tetapi tetap dibalas dengan senyuman tulus seraya dibikinin kopi rasa cinta. Mengapa tulus? Sebab yang dlihat bukan mahluk tetapi Allah. Jika kamu melakukannya terus menerus maka pasti akan dapat hadiah surga. Misalnya dalam bentuk rumah tangga yang lebih harmonis.
Ketika iman dalam hatimu mulai tumbuh membesar maka belajarlah untuk melihat Allah dibalik kejadian kejadian yang lebih besar. Misalnya ketika kamu dihina, disalahkan, dianggap sesat sama orang lain tapi kamu balas dengan senyuman. Malah mereka anda traktir bakso. Bukan supaya dianggap orang baik, tetapi semua murni karena melihat Allah dibalik hinaan dan cacian. Maka percayalah pada saatnya anda akan diberikan surga.
Kalau sudah mampu melihat Allah dalam ujian yang lebih sulit, cobalah mengerjakan soal yang paling sulit yaitu ketika kamu diberikan ujian sihir. Kerjakan ujiannya sampai hatimu sudah bisa legowo ketika bertemu dengan orang yang sudah tega menusukmu dari belakang. Ketika ujian sihir ini bisa anda lalu maka pasti anda akan diberikan surga firdaus, yaitu tingkatan surga tertinggi. Bentuknya apa ustadz? Bisa apa saja terserah Allah. Khan Allah yang nguji bukan saya.
Ketika di dunia kamu sudah bisa melihat Allah dengan gamblang maka setelah mati juga pasti bisa melihat Allah. Pasti tidak bisa tidak. Artinya ketika saya dan anda meninggal dunia pasti masuk surga dan tidak akan masuk neraka. Sebab neraka hanya untuk ,mereka yang hatinya gelap, tertutup tidak mampu melihat Allah. Yang dilihat adalah mahluk melulu. Bahasa arabnya tertutup sekali lagi adalah kafir.
Seperti itulah caranya menjadi orang sakti dimana hakikatnya yang sakti bukan kamu tetapi Allah. Teorinya mudah tapi anda wajib praktek. Dan ternyata prakteknya nggak gampang khan? Buktinya saat makan nasi tempe anda nangis sebab kasihan sama anak anakmu. Saat kehilangan sendal anda marah. Saat ada pengemis atau peminta sumbangan dirumahmu anda mengusirnya.
Apalagi saat dihina tetangga anda kalap. Saat dituduh sesat anda berdebat sampai ngotot. Saat teringat orang yang pernah melukaimu anda sakit hati. Apalagi jika saat ini anda kena sihir sakit hatinya nggak sembuh sembuh. Marah, kecewa dan sedihnya nggak ilang ilang. Bukankah ini nyata dan jelas kalau yang hatimu lihat adalah mahluk bukan Allah?
Mau anda ngaji setiap hari, doa sampai nangis nangis, sholat dikhusuk khusukin tetap saja hatimu belum kebuka. Mau anda bergelar ustadz, peruqyah, kyai, penceramah dll tetap saja hatimu masih gelap dan tertutup. Ini saya bicara apa adanya loh ya? Bukan sekedar omon omon.
So sekarang coba longok hatimu sendiri dan dicek apakah isinya mahluk atau Allah? Wong disuruh ngecek hatimu sendiri tapi kamunya suka ngecek hati orang lain. Diminta ngebenerin hati sendiri malah sukanya ngebenerin hati orang lain. Oleh karena itu mulai sekarang stop menilai orang lain apalagi menghujat dan menyalahkan mereka. Sebab yang paling pantas dinilai adalah dirimu sendiri. Ketika hatimu sudah bener maka otomatis orang lain akan meniru. Ketika hatimu sudah islam (pasrah) maka orang lain akan ikut kamu masuk islam dengan suka rela.
Ada sahabat yang WA sbb: "Terimakasih banyak pak ustadz saya juga sudah sangat bingung dengan keadaan kami tapi Allhamdulillah setelah suka mampir di FB pak ustadz saya menemukan pencerahan dan GK pernah gelisah lagi lebih bnyak mendekatkan diri kepada Allah terimakasih bnyak🤲" (Sahabat 1)
"Ulasan2 ustd di group WA sangat bermanfaat, Alhamdulillah sekarang saya merasa lebih bisa menerima apa yg sudah Alloh tetapkan pada diri saya ustd .Saya senantiasa berusaha menjaga hati dari rasa dendam. Sekarang saya menyadari , utk mendapatkan ridho Alloh SWT, saya harus ridho dulu thd ketetapanNya"
Saya seneng ada sahabat yang tercerahkan dengan tulisan saya. Sehingga hati mereka lebih bisa legowo menerima takdir kehidupan yang tidak sesuai dengan hawa nafsunya. Yang semula gelisan jadi lebih tenang, yang semula berontak lebih mampu untuk menerima ketetapan Allah.
Tteapi tulisan saya bukan teori loh ya? Anda harus praktek dikehidupanmu sendiri. Yaitu praktek melihat Allah dalam segala realitas ujian masing masing sampai mendapatkan surganya sendiir sendiri. Dan perjuangan ini bisa dimulai hari ini sampai menutup usia. Karena sekali lagi ujian keimanan ini bukan sesuatu yang mudah.
Mengapa tidak mudah? Sebab lawannya tidak jauh. Lawannya adalah dirimu sendiri. Maka lihatlah didepan cermin siapakah biang kerok dibalik carut marutnya kehidupan. Ternyata biang keroknya bukan orang lain, bukan jin, bukan dukun, bukan pelaku sihir dan bukan mahluk mahluk lainnya. Sebab semua mahluk yang didatangkan dalam hidupmu semua didatangkan oleh Allah untuk menguji keimananmu. Kesimpulannya biang keroknya bukan orang lain tetapi dirimu sendiri. Sehingga surga dan neraka itu bukan karena orang lain, tapi semua pilihanmu sendiri.
Demkian semoga mencerahkan, share ya?
Wallaahu A'lam
Klinik Pendekar langit

Tidak ada komentar:
Posting Komentar