Katanya paling susah mengeluarkan dan melepaskan gangguan jin adalah yang berasal dari jin khodam, jin kesaktian dan jin nasab serta jin pecinta. Harus ada keistikomahan untuk diruqyah dan ruqyah mandiri. nah kali ini saya mau share cara melepas jin khodam/ nasab tanpa perlu di ruqyah. Semoga bermanfaat
Cara Melepas Jin Khodam/ Nasab Tanpa Perlu di Ruqyah
Banyak yang putus asa sebab gangguan jin nasab terus berlanjut bertahun-tahun sampai memicu gerd, asam lambung dan vertigo. Secara lapangan memang melepaskan ikatan perjanjian jin nasab butuh perjuangan.
Namun teorinya sebenarnya mudah. Secara teori loh? Dimana setelah membaca teorinya wajib praktek dan istikomah dalam praktek.
Nah bagaimana cara melepaskan ikatan perjanjian dengan jin nasab, jin khodam, jin pecinta dll tanpa perlu ruqyah dan dirruqyah?
Baca ulasannya ya? Semoga mencerahkan.
Sumber dari grup dan channel pengobatan islam yang saya ikuti.
Check it dot
AAAAAAAAAAA
------------------------------
*
Teknik Melepas Jin Khodam==========================
Jin khodam atau prewangan adalah jin yang secara khusus berinteraksi dengan manusia dan dimintai jasanya. Kali ini kita tidak sedang membahas hukumnya. Tetapi cara sederhana berlepas diri dari khodam yang pernah membantu tersebut.
Mengapa perlu berlepas diri ?
Perjalanan pengalaman hidup kadang adalah guru paling bijak.
Salah satu pelajaran penting dalam urusan jin adalah jangan pernah bekerja sama dengan mereka.
Karena tidak ada yang gratis dalam kerjasama itu, dan selalu ada resiko berat di kemudian hari.
Jika saat ini masih merasa dibantu oleh jin, segara pikirkan ulang.
Jika sudah terlanjur, gimana cara melepasnya?
Diruqyah...ini jawaban yang lazim kita dengar.
Ikrar pemutus...ini juga yg pernah kita tahu.
Adakah cara yang lebih sederhana, dan menenangkan hati?
Ada.
Simak kisah dalam Tafsir Ibnu Katsir berikut.
Penggalan kisah dalam Tafsir Surah Al Ahqaf ayat 29-32.
Kisah ini tentang Sawad Ibnu Qarib r.a. beliau sebelum masuk Islam adalah tukang tenung.
Berikut Penuturan Umar Bin Khaththab :
Umar berkata kepadanya, "Hai Sawad, ceritakanlah kepada kami kisah permulaanmu masuk Islam."
Sawad radhiyallahu anhu menceritakan bahwa sesungguhnya ketika ia tinggal di India, dia mempunyai teman jin.
Sawad melanjutkan kisahnya, "Ketika aku sedang tidur di suatu malam, tiba-tiba teman jinku datang kepadaku dalam mimpiku, lalu berkata kepadaku, 'Bangunlah dan pahami serta pikirkanlah. Jika engkau berakal, sesungguhnya telah diutus seorang rasul dari keturunan Lu'ay ibnu Galib'.
Lalu jin itu mengucapkan syair berikut, 'Aku merasa heran dengan jin dan gerakannya dalam mempersiapkan unta kendaraannya, lalu memacunya menuju ke Mekah mencari petunjuk.
Tiadalah jin yang baik itu sama dengan jin yang jahat.
Maka bangkitlah kamu menuju ke manusia yang terpilih dari kalangan Bani Hasyim, dan perhatikanlah apa yang diajarkannya.'
Kemudian jin itu menyadarkanku dan membuatku terkejut, lalu berkata, 'Hai Sawad ibnu Qarib, sesungguhnya Allah telah mengutus seorang nabi, maka bangkitlah kamu menemuinya, niscaya engkau mendapat petunjuk dan bimbingan".
Pada malam kedua dia datang lagi dan membangunkan diriku seraya mengucapkan, 'Aku heran dengan jin dan pencariannya, dia mempersiapkan kendaraannya dan memacunya menuju ke Mekah mencari petunjuk, tiadalah kedua telapak kakinya sama dengan ekornya. Maka bangkitlah kamu menemui orang pilihan dari Bani Hasyim, tiadalah jin yang beriman itu sama dengan jin yang kafir.'
Dengan berulang-ulangnya kejadian itu terhadap diriku, maka timbullah dalam hatiku rasa cinta kepada Islam dan ingin tahu akan Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam menurut apa yang dikehendaki oleh Allah Subhanahu Wa Ta'ala.
Maka aku berangkat dengan mengendarai unta kendaraanku yang telah kupersiapkan untuk itu.
Setelah menempuh perjalanan yang cukup jauh, sampailah aku kepada Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam yang saat itu beliau di Mekah, sedangkan orang-orang yang mengelilinginya masih belum begitu banyak.
Ketika Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam melihatku, maka beliau bersabda, 'Selamat datang denganmu, hai Sawad ibnu Qarib, kami telah mengetahui apa yang telah disampaikan olehnya.'
Aku berkata, 'Wahai Rasulullah, saya telah menggubah syair. Maka dengarkanlah syair saya ini.' Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda, 'Bacakanlah, hai Sawad!' Maka aku membacakan syairku:
Jin temanku telah datang di malam hari sewaktu tidur, dan apa yang kualami dalam tidurku itu bukanlah dusta.
Tiga malam berturut-turut dia datang dengan mengucapkan,
'Telah datang kepadamu seorang Rasul dari Bani Lu'ay ibnu Galib. '
Maka kusingsingkan kainku dan kukendarai unta kendaraanku menempuh padang pasir, dan aku bersaksi bahwa Allah tiada Tuhan selain Dia (yang berhak disembah), dan bahwa engkau adalah orang yang tepercaya terhadap semua yang gaib. Dan bahwa engkau adalah rasul yang paling dekat hubungannya dengan Allah, hai putra orang-orang yang mulia lagi baik. Maka perintahkanlah kepadaku sesuai dengan apa yang disampaikan kepadamu, wahai sebaik-baik rasul, sekalipun memerintahkan kami untuk memasuki sarang serigala. Semoga engkau menjadi syafaatku kelak di hari yang tiada pemberi syafaat kepada Sawad ibnu Qarib selain engkau.
Setelah mendengar syair itu Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam tertawa sehingga kelihatan gigi serinya, dan berkata kepadaku, 'Engkau beruntung, hai Sawad'."
Lalu Umar Radiallahu anhu bertanya kepadanya,
"Apakah teman jinmu itu masih juga datang kepadamu?"
Sawad menjawab, "Sejak aku membaca Al-Qur'an, dia tidak pernah lagi datang kepadaku, dan sebaik-baik pengganti adalah Kitabullah."
Kemudian Imam Baihaqi menyandarkan hadis ini melalui dua jalur yang lain.
--------
Apa pelajaran penting dalam kisah diatas?
Saat hati dan diri kita telah diisi dg Al Qur'an, dan Al Qur'an telah benar benar menjadi "sahabat" dalam keseharian kita, maka sahabat/khodam/prewangan dari bangsa jin akan dengan sendirinya pergi.
Persoalannya kemudian, kenapa kita yang sudah membaca Al Qur'an, kadang masih mengalami gangguan?
Mungkin perlu meluangkan waktu lebih banyak untuk bersama Al Qur'an, membaca terjemahan dan tafsirnya.
Hingga seperti Kalimat Sawad Ibnu Qarib diatas
Kitabulloh adalah sebaik baik pengganti.
Kualitas interaksi dg Al Qur'an
Persoalan kita mungkin disini. Dan ini kuncinya.
Ini pula mungkin yang mnyebabkan Sawad Ibnu Qarib dengan "mudah" melepas masa lalunya.
Sangat simple.
Tanpa ribet dalam proses 'pelepasan diri'.
Cukup fokus pada kualitas interaksinya dengan Al Qur'an.
Wallohua'lam.
M. Nadhif Khalyani
RLC Indonesia
Tag: ruqyah, ruqyah syar'iyyah, ruqyah aswaja, gangguan jin, sihir, penyakit ain, kisah ruqyah, herbal, pengobatan islam, thibbun nabawi, terapi bekam
Nah begitulah cara melepas jin khodam/ nasab tanpa perlu di ruqyah. Jawabannya adalah menghidupkan hati setiap hari dengan Al Qur'an. Wajib ada interaksi aktif dengan Al Qur'an.
Semoga bermanfaat. Share ya?
Sukses

Tidak ada komentar:
Posting Komentar