Pernahkah anda bertanya tanya Mengapa Aku Ada dan Hidup? Kalau saya sering bertanya demikian. Mengapa saya harus ada, siapa yang mengadakan, dan untuk tujuan apa saya hidup? Mau tau jawabannya? Yuk simak artikel Mengapa Aku Ada dan Hidup?
HANYA WAKTU YANG BISA MENJAWAB
Bagaimana p ustad, saya sangat tersiksa 😵 dengan keadaan begini.... ðŸ˜, apakah saya yang harus minta cerai, biar suami tenang dan saya tidak tersiksa begini ðŸ˜Banget p ustd ðŸ˜...bener bener ujian Allah, semoga saya masih kuat dan sabar 🥲
Jawab: Sahabat diatas mendapatkan ujian yang besar. Kalau saya di posisi beliau belum tentu kuat. Yuk kita sama sama doakan semoga sahabat yang sedang diuji oleh Allah dengan ujian yang besar semoga senantiasa diberikan kesabaran.
Saya sering membayangkan begini. Dulu sebelum lahir saya dan anda bukan apa apa dan bukan siapa siapa. Kita pernah tidak ada, pernah tiada. Bahkan kedua orang tua kita tidak pernah tahu kalau kita akan ada dan hadir dalam hidup mereka.
Sebelum kita lahir, kita adalah sesuatu yang tidak bisa disebut. Tidak ada satu katapun yang bisa menyebutnya.
Kedua orang tua kita tidak pernah mengatakan, "sekarang reyfan (anak saya) belum lahir. Artinya anak kita sekarang belum ada. Anak kita tiada dan tidak bisa disebut". Kata kata diatas sama sekali tidak bisa menggambarkan makna ketiadaan sebelum lahir.
Artinya ketiadaan tersebut bukan sesuatu yang bisa disebut dengan kata. Ketiadaan yang tidak bisa diketahui dan dimengerti oleh apapun dan siapapun. Ketiadaan yang tidak bisa disebut dengan apapun itulah kampung halaman kita semua.
Kedua orang tua, kakek nenek dan tetangga kita bahagia menyambut kelahiran kita di dunia ini. Padahal saat itu kita juga nggak tahu kenapa bisa lahir. Tahu tahu muncul dari ketiadaan lalu menangis, oeek oeekk...
Apa jangan jangan sekarang ini kita juga sedang ditunggu kelahiran ke dua? Yaitu saat kita meninggal dunia? Jangan jangan ada banyak sekali mahluk yang menunggu dengan harap dan cemas. Lalu setelah kita lahir kembali (kematian) mereka akan bersorak bahagia. Jangan jangan....
Dari pada mikirin yang belum terjadi kita kembali ke laptop aja...
Sekali lagi kita lahir dari ketiadaan. Lahir begitu saja tanpa ada kompromi. Harusnya khan dibicarakan dulu, maunya lahir dimana, orang tuanya siapa, warna kulitnya apa, mau laki laki apa wanita. Nyatanya tidak ada kompromi sama sekali.
Celakanya kita lahir di pinggir gunung dari orang tua yang miskin. Bukankah ini nggak adil. Harusnya lahir di italia biar ganteng apa cantik dengan orang tua yang kaya raya. Nyatanya kita tidak diberikan pilihan sama sekali. Mau tidak mau, suka tidak suka harus menerima pilihan. Entah siapa yang memilih demikian.
Katanya yang memilihkan adalah Tuhan. Tapi entahlah. Wong dari lahir sampai sekarang kita tidak bisa melihat Tuhan. Kalau kita bisa melihatnya tentu saya akan bertanya, "Yaa Tuhanku mengapa aku dilahirkan dipinggir gunung?"
Nyatanya dari lahir sampai sekarang kita tidak diberikan kesempatan untuk bertanya. Yang terjadi kita dipaksa untuk menjalani taqdir demi taqdir. Kadang takdirnya baik kadang buruk. Hidup penuh dinamika dimana kita tidak diberikan ruang untuk bertanya "Why?"
Kita tidak diberikan ruang untuk mengeluhkan taqdir yang sangat berat. Padahal setiap saat kita selalu bertanya tanya, "mengapa aku kena sihir? Mengapa pasanganku mengkhianati cinta? Mengapa aku ditusuk dari belakang? Mengapa harga diriku dinjak injak? Mengapa.. Mengapa.. MENGAPAAA......
Saya dan anda tidak minta dilahirkan tapi nyatanya sudah lahir dan dewasa. Begitu sudah dewasa harus rela menerima musibah yang bertubi tubi. Bukankah kalau begini ceritanya mending tidak usah dilahirkan saja? Mending sampai detik ini tetap menjadi sesuatu yang tidak bisa disebut.
Tetapi nyatanya seribu pertanyaan dijawab dengan keheningan. Sepi tiada suara. Seakan akan ada sesuatu yang memaksakan, "udah nggak usah protes, jalani saja". Sebuah pemaksaan mutlak dan absolut. Sementara kita tidak diberikan pilihan dan kebebasan meskipun hanya sebesar dzarah.
Sekali lagi dari lahir sampai detik ini yang berkuasa adalah pemaksaan absolut. Berdiri sendiri tanpa bisa direcoki. Kekuasaan mutlak dan sangat angkuh. Egois tingkat tinggi. Tiada lawan tiada tandingan. Suka suka Dia.
Mau tidak mau saya dan anda hanya bisa menjalani hari demi hari tanpa tahu apa yang terjadi di masa depan. Dahulu saya juga nggak tahu bakalan kena sihir yang membuat hancur jiwa raga.
Namun justru dalam kehancuran itulah saya mendapatkan jawaban. Jawaban seribu pertanyaan hanya dengan satu kalimat, "udah jalanin aja, nanti kamu juga ngerti". Jawaban yang singkat mengubur semua rasa penasaranku. Rasa kepo terhadap jawaban pertanyaan "why" ternyata dijawab oleh waktu. Hanya waktu yang akan menjelaskan semuanya.
Artinya memang kita hanya disuruh nonton tanpa bisa berbuat apa apa. Disuruh nonton film tanpa tahu jalan cerita dan endingnya. Kita disuruh membaca buku dengan urut halaman demi halaman. Kalau belum selesai halaman 1 maka halaman 2 tidak akan bisa terbuka.
Ya sudahlah mau gimana lagi? Kekuasan absolut bukan ditangan kita. Pada akhirnya kita hanya bisa pasrah, tidak ada ruang untuk protes. Justru semakin kita protes semakin kita merasa tertekan. "Mengapa hidupku hancur?". Semakin kita mempertanyakan semakin menderita. Sebab tidak akan pernah ada jawaban kecuali keheningan.
Ketika saya sudah mendapatkan jawaban dari rasa penasaran lalu ada sahabta yang bertanya, "mengapa saya kena sihir?". Sebenarnya saya tidak tahu jawabannya. Karena sekali lagi yang bercerita tentang rahasia hidup anda bukan saya.
Oleh karena itu sebagaimana yang sudah saya tulis sebelumnya, "jalani saja". Hanya waktu yang akan menjawab semuanya. Mulailah bersahabat dengan waktu dan masa. Silahkan menonton drama yang entah kapan berakhirnya.
"kapan berakhirnya ustadz, saya sudah lelah?". Jawabannya i dont know. Jangankan anda wong kisah saya sendiri juga tidak tahu kapan berakhirnya. Mosok orang yang tidak tahu memberi tahu kepada orang lain yang tidak tahu? Kita ini sama sama tidak tahu dan nggak akan pernah ngerti.
Kita tidak mengerti mengapa bisa lahir, kita tidak mengerti mengapa hidup hancur karena sihir, kita juga tidak tahu sampai kapan cerita ini berakhir. Dari pada mikirin sesuatu yang kita tidak akan pernah tahu mending nikmati saja apa adanya tanpa penghakiman.
Punya uang dinikmati, nggak punya uang juga dinikmati. Hidup normal disukuri, kena sihir juga di syukuri. Makan nasi sama kerupuk dinikmati, makan nasi sama ayam juga dinikmati. Nikmati saja semuanya. Sebab kita tidak diberi kesempatan untuk memilih. Kita hanya diberi dan diberi...
Yuk kita belajar menikmati apa adanya biar hati damai dan bahagia. Nikmati apa adanya yang tahu tahu ada dan tahu tahu hadir dalam hidup kita.
Terima dan nikmati semua pemberianNya.
Nya itu siapa? Saya juga tidak tahu. Pokoknya Nya itu ya yang memberi. Nya itu Dia yang punya kekuasaan mutlak dan absolut. Nya itu Dia yang memaksa kita untuk menelan semuanya tanpa bisa melawan.
Sekali lagi nikmati saja. Karena dengan menikmati apapun, maka hidup akan menjadi indah.
Selamat beristirahat
Klinik Pendekar Langit

Tidak ada komentar:
Posting Komentar