Kamu meyakini bahwa dirimu ada, alam semesta juga ada. padahal kalau didekati sebenarnya tidak ada. Kok bisa? Yuk simak artikel Alam Semesta Tampak Ada Tapi Sebenarnya Tiada
ADA SEBENARNYA TIADA
*Kalau nggak kuat jangan dibaca, nanti bisa membuatmu gil4 (baca ketagihan)*
Kalo saya melihat terduga pelaku, ga ada rasa benci sama sekali sekarang.. Alhamdulillah ga pernah fokus sama makhluk, sedang memperbaiki diri sendiri yg banyak salahnya ini. Saya sudah pasrahkan kepada Allah. Semua kersane Allah(kehendak Allah). Awak kulo mboten saget nopo2.terserah Kersane panjenengan(Allah)
Jawab: Semakin kita diuji semakin nyata bahwa manusia tidak bisa apa apa. Semakin besar ujiannya semakin kita merasa lemah. Hingga ketika diberikan ujian yang tidak ada jalan keluar barulah sadar kalau manusia itu nothing. Nggak bisa apa apa dan tidak kuasa apa apa.
Ketika kita menyadari bahwa dirimu adalah nothing maka mulailah engkau bercermin. Sebenarnya siapa yang dibalik cermin? Mengapa sebegitu lemahnya? Semakin lama anda akan semakin asyik melihat diri lalu masuk ke dalamnya. Semua karena rasa penasaran yang dalam sebenarnYa "aku itu siapa sih".
Saya pernah menulis bahwa "aku" itu seperti air di gurun pasir. Seperti melihat fatamorgana. Dari kejauhan nampak nyata ada air. Nyata sekali airnya dan anda tidak akan bergeming. Ketika ada orang yang mengatakan, "itu bukan air, itu hanya bayangan saja", maka anda akan marah karena merasa dibodoh bodohi. Sudah jelas itu air. Anda tidak akan percaya kalau itu fatamorgana.
Untuk membuktikannya maka anda harus berjalan mendekat dan semakin dekat. Ketika anda mendekat, air yang nampak nyata mulai pudar lalu menghilang. Namun jauh didepan anda lagi lagi nampak air. Ketika didekati lagi lagi tidak ada, ia seakan akan pindah beberapa puluh meter didepanmu. Anda terus mendekatinya sampai kelelahan. Sampai kiamat anda tidak akan menemukan air, karena itu hanya fatamorgana. Itu hanya ilusi mata.
Mirip dengan fatamorgana, ternyata yang berdiri didepan cermin itu sebenarnya tidak ada. Hanya bayang bayang saja. Untuk membuktikannya jangan terpaku pada pandangan mata tetapi dekatilah. Mulailah masuk ke dalam dirimu sendiri.
Coba lihat tanganmu ada 5 jari. Ayuk kita lihat lebih dekat lagi dengan 2 pendekatan, yaitu pendekatan materi dan pendekatan rasa.
Pernah mendengar film "Antman"?. Jadi ceritanya antman bisa mengecil sampai sebesar partikel atom. Antman terjebak dalam alam sub atom yang sangat berbeda dari alam materi. Anggap saja antman terjebak dijari tangan anda. Apa yang antman lihat?
Antman nyaris tidak melihat apa apa selain ruang kosong. Ketika antman terbang dengan kecepatan cahaya akhirnya menembukan materi sebesar biji kacang, itulah satu atom yang menyusun jari tangan anda. Dan jarak dari atom satu ke atom lainnya bisa bertahun tahun terbang dengan kecepatan cahaya.
Lalu ceritanya antman mengecil lagi untuk masuk ke alam sub atom. Lagi lagi antman tidak menemukan apa apa selain ruang kosong. Setelah lelah terbang kesana kemari dengan kecepatan cahaya akhirnya antman menemukan satulagi materi dalam bentuk sub atom/ partikel sebesar pasir. Antman garuk garuk kepala, karena sudah terbang bertahun tahun hanya bisa menemukan satu materi sebesar pasir? Inilah yang disebut dengan sub atom. Lalu Antman mencoba masuk ke alam sub atom. Disinilah antman menyerah, karena di alam sub atom tidak menemukan apapun kecuali kehampaan.
Antman merasa aneh sebab dirinya mulai terhisap ke dalam alam yang aneh. Antman makin terjebak kepada alam yang ganjil sebab disitu tidak melihat apapun jua. Disebut hampa bukan, disebut ruang kosong juga bukan. Antman semakin terhisap lalu pelan pelan ikut melebur menjadi ketiadaan. Menjadi sesuatu yang tidak bisa disebut dengan kata kata.
Sepersekian detik antman sadar dan tiba tiba sudah berada di alam sub atom kembali. Setelah lelah dan menyerah lalu antman kembali ke bentuk normal sebesar manusia biasa. Lalu antman melihat banyak manusia lalu lalang. Lagi lagi antman garuk garuk kepala, sebab nyata nyata ia melihat banyak manusia sedang lalu lalang. Tetapi mengapa ketika didekati tidak menemukan apa apa? Mengapa ketika didekati yang ada hanya kekosongan? Dan dari kekosongan lalu terhisap ke sebuah dimensi yang tidak bisa disebut. Lalu antman berkesimpulan mahluk yang lalu lalang itu sebenarnya hanya bayang bayang saja. Mereka sebenarnya tidak ada.
Artinya secara fisika tdak bisa terbantahkan bahwa manusia itu tersusun dari trilyunan atom. Sementara atom berasal dari kekosongan (99.99 persen ruang kosong). Kesimpulannya secara sains sebenarnya manusia dan alam semesta sebenarnya tidak ada. Ia ada/ muncul dari kekosongan. Ini terdengar aneh tetapi sampai detik ini begitulah sains berkata.
Pertanyaannya adalah sebenarnya saya dan anda ada atau tidak?
kalau melihat penjelasan saya diatas maka saya dan anda sebenarnya tidak ada. Anda merasa ada karena melihat dari jauh. Ketika anda mendekatinya maka anda hanyalah fatamorgana. Ini bukan takhayul, ini sains. Ini fisika.
Tapi mengapa saya merasa ada, bisa berpikir, dan bisa merasa?
Pertanyaan ini hanya bisa dijawab ketika anda setuju lalu sadar bahwa sebenarnya saya dan anda adalah tiada. Ketika anda lenyap apakah anda bisa berpikir dan merasa? Jawabannya tentu tidak bisa. Artinya yang berpikir dan merasa itu bukan anda.
Lalu siapa?
Jawabannya anda tidak berhak bertanya demikian? Mengapa? Karena saya dan anda tidak ada. Apakah sesuatu yang tidak ada bisa bertanya sesuatu?
Saya yakin kalau tulisan ini dilanjutkan bisa membuat kepala anda serasa mau pec4h. Mungkin supaya hati anda lebih adem, sepakatlah dengan kenyataan bahwa kita semua hakikatnya tidak ada. Saya, anda, dukun, jin, pelaku sihir dll semua hakikatnya tidak ada. Alam semesta ini hanya bayang bayang dan fatamorgana.
Bayang bayang apa dan siapa?
Kalau kita masuk ke ranah agama maka alam semesta adalah bayang bayang Tuhan. Bahasa syariatnya alam semesta adalah ciptaan Tuhan. Dukun yang membuatmu hancur karena disantet hanyalah bayang bayang Tuhan. Pelaku sihir yang menusuk dari belakang juga bayang bayang Tuhan. Semua orang yang membuat hatimu sakit adalah bayang bayang Tuhan. Termasuk dirimu sendiri.
Tuhan sedang bercerita dari diriNya sendiri untuk dirinNya sendiri. Tuhan itu Esa sehingga DIA hanya bermain sendirian saja. Beribu ribu nama, rupa, warna dan rasa adalah bagian dari bayanganNya. Esa, Ahad tidak ada serikat/ teman.
Artinya saya dan anda yang merasa ada selamanya tidak akan menjadi teman Tuhan. Sebab saya dan anda sejatinya nggak ada. Yang ada hanya Tuhan sendirian, jomblo, tunggal.
Oleh karena itu kenalilah Tuhan dalam segala nama, rupa, warna dan rasa. Kenalilah Tuhan dibalik dukun, jin, pelaku, pasangan dan orang lain. Mengapa harus mengenalNya? Supaya hatimu tidak menderita lagi. Ketika anda melihat permainan Tuhan maka otomatis sudah tidak sakit hati lagi. Mengapa demikian? Karena yang membuat sakit adalah anda melihat mahluk bukan Tuhan.
Mengapa kita bisa mengenal Tuhan padahal kita tiada?
Memang kita semua tiada. Artinya yang mengenal Tuhan sebenarnya bukan kita tetapi Tuhan itu sendiri. Khan tadi sudah saya jelaskan bahwa alam semesta adalah bayang bayang Tuhan. Mengapa demikian? Karena memang Tuhan ingin dikenal. Tuhan ingin kita mengenalNya lalu melihat jalan ceritaNya.
Inilah makna dari "innalillaahi wa inna ilaihi roojiuun". Sesungguhnya semuanya milik Allah dan kepadanya kita akan kembali. Kembali apanya? Kembali menyadari bahwa kita tiada, Yang Ada hanya Tuhan. Saat kita sadar hal ini maka pada hakikatnya kita sudah kembali pulang.
Ketika kita sudah kembali, maka sudah tidak ada "aku" mu, yang ada hanyalah "akunya Tuhan". Ketika akumu sudah tidak ada, maka tidak akan ada protes lagi, tidak ada pemberontakan lagi. Juga tidak ada marah, benci, dengki, sedih, takut dan kecewa lagi. Ketika itulah berjalan skenario atau cerita Tuhan tanpa direcoki oleh akumu.
Dan cerita Tuhan adalah yang terbaik. "....Wallaahu khoirul maakiriin". Karena DIAlah sebaik baik pembuat cerita. Cerita dari Arrahman Arrohim. Cerita tentang kasih abadi dari diriNya untuk diriNya selama lamanya.
Paham tidak? Paham atau tidak paham nggak penting. Yang penting happy
Wallaahu A'lam
Klinik Pendekar Langit

Tidak ada komentar:
Posting Komentar