Al Quran hanya bisa dipahami oleh mereka yang beriman kepada Allah. Yakni dalam hatinya tidak ada segala sesuatu kecuali hanya ada Allah. Praktekkan Amalan Ini, Anda Tahu Tahu Paham Tafsir Al Quran.
BACA INI, NISCAYA ANDA AKAN PAHAM TAFSIR DAN MUKJIZAT AL QUR'AN
Astagfirulloh manusia ko zholim bgt ,pdhl ngarti agama ahli ibadah bhkan dari atas ke bawah aja pakaian rapat tp GK punya 4dab bgt 🤦
Jawab: Yang sabar ya ibu? Memang pakaian tidak ada jaminan menggambarkan kondisi hati. Apakah pakaiannya rapat, hapal hadits hapal Quran tidak ada jaminan hatinya lembut. Malah dalam beberapa kasus makin berilmu makin keras hatinya. Makin merasa pintar lalu merendahkan orang lain.
Saran saya tidak perlu fokus melihat kedzoliman dan ket3ngilan orang lain. Fokus saja memperbaiki hati masing masing. Oke?
Terkait Al Quran maka kitab suci ini adalah syifaa atau obat bagi hatiku dan hatimu. Misalnya hati yang sebelumnya pendendam berubah jadi pemaaf. Yang sebelumnya kaku jadi lembut. Yang sebelumnya suka menyalahkan orang lain berubah jadi merangkul semua golongan. Seharusnya khan begitu.
Cuma khan beberapa realita dilapangan makin hapal hadits makin angkuh, makin hapal Al Quran makin sombong dan kaku. Kakuuuuu banget. Mengapa demikian? Sebab Al Quran tidak nyampe ke hatinya, malinkan hanya nyampe di otaknya saja.
Karena hanya nyampe di otak saja sehingga tidak mampu membuat hatinya lemah lembut. Justru sebaliknya makin pintar makin minteri. Makai pandai makin suka ngajari alias nyeramahi orang lain dengan nada merendahkan.
Camkan bahwa Al Quran diturunkan oleh malaikat Jibril kepada nabi Muhammad shollallaahu alaihi wasallam dan dihunjamkan dalam hatinya. Sekali lagi Al Quran diturunkan di qalbu bukan di otak/ akal.
Artinya: “Katakanlah (Muhammad), “Barangsiapa menjadi musuh Jibril, maka (ketahuilah) bahwa dialah yang telah menurunkan (Al-Quran) ke dalam hatimu dengan izin Allah.” (QS. Al-Baqarah: 97)
Artinya: “Dan sesungguhnya Al-Quran ini benar-benar diturunkan oleh Tuhan semesta alam. Dia dibawa turun oleh Ar-Ruhul Amin (Jibril) ke dalam hatimu (Muhammad) agar kamu menjadi salah seorang di antara orang-orang yang memberi peringatan.” (QS. Asy-Syuara’: 192-194).
Sekali lagi Al Quran diturunkan kepada Nabi shollallaahu alaihi wasallam dalam hatinya. Hati itu ada didada. Karena hati itu isinya keyakinan/ iman maka Al Quran turunnya dalam bentuk "paham". Artinya tidak ada suara, kata, huruf dan semacamnya. Adapun suara, huruf, kalimat dan lain sebagainya dari Al Quran adalah kenyataan untuk melihat kondisi hati nabi.
Karena Al Quran harus disampaikan kepada manusia makanya wajib ada suara dan tulisan. Supaya dengan itu manusia bisa mencerna di otaknya lalu paham dalam hatinya. Kalau sudah paham maka hatimu klik. Nggak perlu diutarakan lagi dengan kata kata ketika sudah paham dalam bingkai iman.
Artinya mengapa diluar sana banyak perdebatan tentang tafsir Al Quran? Bahkan sebagiannya sampai gontok gontokan? Sebab Al Quran tidak sampai ke hati mereka, melainkan mandeg di pikiran saja. Mereka hendak menterjemahkan dan mentafsirkan Al Quran dengan akal mereka, sedangkan akal masing masing manusia tingkat kecerdasannya beda beda.
Misalnya perdebatan tentang dimana Allah, tangan Allah, orang kafir, jihad, poligami dan masih banyak lagi. Perdebatan antar orang orang yang menggunakan akalnya akan terus terjadi sampai kiamat, dimana masing masing merasa paling benar. Artinya perdebatan ini sebenarnya seperti buih dilautan. Alias nggak ada gunanya.
Sahabat yang dirahmati Allah...
Jika anda ingin membuktikan sendiri bahwa Al Quran adalah mukjizat, atau anda ingin mengerti makna dibalik ayat ayat Al Quran maka syarat utamanya wajib beriman dulu. Yaitu hatimu beriman kepada Allah. Hati loh ya? Jangan sampai salah.
Jika hatimu hanya beriman kepada Allah, dalam artian tidak ada tuhan tuhan lain selain Allah dalam hatimu maka saya jamin anda akan dipahamkan oleh Allah tentang makna dibalik ayat. Sebuah pemahaman yang benar benar membuka mata anda lebar lebar. Sebab pemahaman yang menghunjam dalam hatimu berbeda dengan penafsiran kebanyakan orang.
Apa tanda seseorang sudah beriman kepada Allah? Tandanya dalam hatinya sudah tidak ada tuhan tuhan lain selain Allah. Dalam hatinya sudah tidak ada mahluk, benda dan materi. Hanya Allah saja yang ada disitu.
Misalnya bagi korban sihir, didalam hatinya sudah tidak ada dukun, pelaku, jin, pasangan, tetangga, bisnis, relasi, teman, kerabat dan semua mahluk. Semuanya sudah hancur dan menyisakan nama Allah saja dalam hatimu. Sehingga ketika hatimu hendak diserang oleh setan saya jamin anda akan jauuuuh lebih kuat dan jauh lebih tegar dari sebelumnya. Mengapa demikian? karena hatimu tidak memandang setan, tetapi memandang Allah sedang menguji iman dalam hatimu.
Sehingga ketika sihirnya sudah hancur anda akan benar benar menjadi manusia yang berbeda dari sebelumnya. Anda lebih sabar, lebih ikhlas, lebih bersyukur, lebih empati, tulus, penuh kasih kepada sesama. Inilah kharakter terpuji sebagai buah dari iman. Kharakter terpuji sebagai buah iman disebut dengan TAQWA.
Nah jika anda sudah dimaqom ini saya yakin anda akan paham sepaham pahamnya tentang kalam Allah atau Al Quran. Sebuah pemahaman yang pasti berbeda dari penafsiran kebanyakan orang. Bahkan berbeda jauh dari penafsiran orang orang yang suka berdebat sampai ototnya keluar diluar sana.
Mengapa pasti paham? Sebab Yang menurunkan Al Quran sudah pasti paham apa yang diturunkan. Pasti itu. Yang menurunkan Al Quran adalah Allah, sementara cahaya Allah sudah bersemayam dalam hatimu. Dengan itu mustahil anda tidak paham tentang maksud dari ayat ayat tertentu dalam Al Quran.
Misalnya tentang ayat berikut ini:
Artinya: "Sesungguhnya orang-orang kafir, sama saja bagi mereka, kamu beri peringatan atau tidak kamu beri peringatan, mereka tidak juga akan beriman. Allah telah mengunci-mati hati dan pendengaran mereka, dan penglihatan mereka ditutup. Dan bagi mereka siksa yang amat berat." (QS Al Baqarah: 6-7)
Menurutmu siapa orang kafir yang dimaksud ayat diatas? Pasti mayoritas umat islam mengira orang kafir yang dimaksud adalah orang non islam. Padahal bukan begitu maksudnya. Orang kafir yang dimaksud bisa saya atau anda. Bahkan sebelum kena sihir dan saat kena sihir ternyata yang dimaksud orang kafir adalah "SAYA SENDIRI".
Kafir itu maknanya ketutup, sehingga yang dimaksud adalah orang yang hatinya ketutup. Ketutup dari apa? Dari Allah. Hatinya tidak melihat Allah, yang dilihat selalu saja pelaku dzolim. Sehingga dengannya hatinya bergemuruh ketika melihat pelaku dzolim lalu bangkit kemarahan dan dendam. Dan inilah yang dimaksud dengan "siksa yang amat berat" dalam ayat diatas.
Lalu dilanjutkan dengan ayat berikut ini:
Artinya: "Di antara manusia ada yang mengatakan: “Kami beriman kepada Allah dan Hari kemudian,” pada hal mereka itu sesungguhnya bukan orang-orang yang beriman. Mereka hendak menipu Allah dan orang-orang yang beriman, padahal mereka hanya menipu dirinya sendiri sedang mereka tidak sadar. Dalam hati mereka ada penyakit, lalu ditambah Allah penyakitnya; dan bagi mereka siksa yang pedih, disebabkan mereka berdusta." (QS Al Baqarah: 8-10)
Menurutmu siapa yang dimaksud dalam ayat diatas? Pasti kamu menganggap orang lain, padahal bisa jadi dirimu sendiri. Kamu berbusa busa ngomong, "aku beriman kepada Allah, karena aku ngaji, sholat bahkan belajar tafsir sampai S3", tapi nyatanya beriman kepada mahluk. Kalau memang beriman kepada Allah, saat melihat pelaku dzolim otomatis tidak bangkit kemarahan dan dendamnya. Kalau kamu masih bergemuruh hatinya saat melihat pelaku dzolim artinya dalam hatimu ada mahluk.
Dahulu sebelum kena sihri dan saat kena sihri ayat diatas untuk SAYA SENDIRI. Padalah saya sholat, hapal beberapa juz, puasa, punya banyak kitab dll. Saya berkoar koar beriman kepada Allah dan hari akhir tapi faktanya bohong. Sebab hidupku dipenuhi dengan pemberontakan terhadap takdir. Padahal realitas takdir itu datang dari Allah untuk menguji imanku. Nyatanya aku berimannya kepada mahluk, menganggap hidupku hancur gara gara santet.
Saat itu saya menipu diri sendiri tapi selama 30 tahunan nggak nyadar juga. Makanya pantas saya diberikan siksa yang berat sebab hatiku kafir alias hatinya ketutup, alias hatinya ada penyakit atau tidak beriman kepada Allah dengan benar. Apa penyakit hatiku saat itu? Yaitu naar/ api dalam bentuk kemarahan, dendam kesumat, kesedihan, kekecewaan dan masih banyak lagi.
Oleh karena itu sekali lagi jika anda ingin paham tentang ayat ayat Al Quran maka buang tuhan tuhan lain selain Allah dalam hatimu. Buang segenap mahluk, benda, media, ikhtiar dan lain sebagainya dalam qalbumu. Sisakan hanya nama Allah saja. Maka saya jamin anda akan mengerti sesuatu yang tidak anda mengerti sebelumnya. Dan anda akan mengerti bahwa Al Quran benar benar mukjizat dari sisi Allah subhanahu wata'ala.
Bisakah????
Swuuuuliiit sekali. Faktanya sangaaat tidak mudah untuk beriman kepada Allah. Iman kita melulu kepada mahluk. Ketemu pelaku sihir bangkit dendamnya, melihat pasangan yang acuh bangkit jengkelnya, melihat tetangga yang memfitnah bangkit kemarahannya. Mahluk terus saja yang dilihat.
Atau seseorang yang mengaku ustadz atau alim ulama yang marah ketika debat adu dalil, membela diri dengan mengutip ayat Al Quran ketika disalahkan, kecewa ketika jamaahnya pindah haluan. Kalau sudah begitu diruang sebelah mana ada Allah dalam hatinya?
Sahabat...
Tulisan ini tiada maksud untuk menyudutkan siapapun. Wong saya cerita kisah sendiri kok. Saya hanya ingin supaya anda jujur lalu mau membuka hati masing masing. Bukalah hatimu dan lihatlah ada apa disana. Apakah ada kemarahan atau kesabaran? Kalau hatimu dominan berisi kemarahan dan berbagai penyakit hati lainnya maka gamblang bahwa imannya kepada mahluk. Jika hatimu dipenuhi dengan kesabaran, kepasrahan dan keikhlasan artinya imanmu hanya kepada Allah.
Semoga mencerahkan, share ya?
Wallaahu A'lam
Klinik Pendekar Langit
Sumber ayat Al Quran: Dari web online tafsirweb.com dll

Tidak ada komentar:
Posting Komentar