Praktekkan Dzikir Rahasia (Sirrul Asror) untuk Kebahagiaan Abadi

Bagi sahabat yang sekarang ini sedang banyak masalah saya yakin karena tidak dzikir kepada Allah. Loh kok bisa? Makanya simak Praktekkan Dzikir Rahasia (Sirrul Asror) untuk Kebahagiaan Abadi.

 

DZIKIR "PAHAM", WAJIB ANDA PRAKEKKAN DEMI KEBAHAGIAAN YANG ABADI

Nggih bapak alhmdulillah pas uang mau2 habis, alhmdulillah mlmnya ada yg ngajak kerja buat besoknya begitu terus,uang itu jadi ada sja tiap hari wlaupun belum banyak diangka tapi yaa Allah berkahnya kerasa,. Nggih bapak,,sya dlm hati ya Allah ya Allah terimaksih begitu terus bapak

Jawab: Sebenarnya malam ini saya sudah ada ide menulis santapan rohani. Tapi ide tersebut tengglm oleh WA sahabat diatas yang dikirim malam ini. Sebab hati saya gembira mendengar sebuah berita. 

Mengapa saya bahagia? Bukan karena sahabat diatas kondisinya lebih baik karena menggunakan media ruqyah PL, bukan itu. Tapi bahagia karena sedikit banyak bisa mengajak sahabat untuk mengabadikan dzikir tanpa suara tanpa lafadz. Disebut dengan dzikir "paham" Cukup paham saja tanpa perlu disuarakan. Pahamnya dalam hati.

Inilah dzikir rahasia yang wajib anda praktekkan dalam setiap hal, apapun itu. Yang saya maksud dzikir rahasia adalah dzikir dimana tidak ada seorangpun yang tahu. Karena dzikir ini hanya antara kamu dengan Tuhan.

Jika kamu mampu membiasakan dzikir ini maka saya jamin hatimu akan adem ayem tentrem bahagia dan sejahtera. Inilah hakikat makna islam yang sebenarnya. Sedangkan rezeki, harta benda, kesembuhan, kelancaran usaha, dan keberuntungan keberuntungan lainnya hanyalah kenyataan dari kun fayakun yang mulai tumbuh dalam hatimu.

Akan tetapi pada saat anda diberikan berbagai keberuntungan dunia, anda tidak akan fokus disitu. Fokus hatimu bahagia karena melihat Allah berada dan dibalik segala peristiwa. Sungguh DIA sangat dekat sedekat dekatnya tanpa ada jarak lagi. Dan inilah keberuntungan yang sangat besar.

Sebagaimana kisah sahabat diatas dimana sebelumnya anggap saja selalu kesulitan untuk mendapatkan rezeki. Lalu setelah sering mampir di fanpage ini beliau sedikit paham bahwa yang menghadirkan peluang rezeki itu bukan mahluk tetapi Allah. Sehingga ketika datang tawaran pekerjaan sahabat diatas mulai melihat dalam hatinya sebenarnya Allah yang datang, bukan mahluk. Secara lahiriah memang ada mahluk tetapi secara batin Allah yang menghadirkan mahluk tersebut.

Saya jelaskan lagi biar gamblang... Saat ada orang yang menawarkan pekerjaan tertentu, kita merasa senang. Apalagi memang dirumah nggak ada uang sama sekali untuk beli beras. Secara lahiriah anda mengucapkan terimakasih kepada orang tersebut, tapi secara batin anda paham bahwa hakikatnya yang datang bukan mahluk tetapi Allah yang sedang membagi rezeki. Saat itu anda meyakini Allah lah yang membagi rezeki bukan mahluk.

Ketika anda paham bahwa hakikatnya yang membagi rezeki adalah Allah lalu jiwamu merasa bahagia lalu anda ucapkan Alhamdulillah baik secara sirr atau secara jahr. Artinya ucapan Alhamdulillah sebenarnya bukan dari hati, karena hati itu tidak ada suara dan tidak ada lafadz. Dalam hati hanya ada iman dalam bentuk paham. Paham bahwa yang membagi rezeki adalah Allah. Sedangkan lafadz Alhamdulillah yang anda ucapkan dalam batin (pikiran/ sirr) atau lewat lafadz (jahr) adalah kenyataan untuk melihat kondisi hati. Yaitu kondisi hati yang saat itu beriman kalau yang kasih rezeki adalah Allah.

Ketika getaran hatimu paham bahwa rezeki yang membagi adalah Allah (bukan mahluk), kalau bahasa kita, "Allah seneng". Kalau Allah sudah seneng nanti dikasih lagi rezeki yang sedikit lebih besar lalu DIA akan melihat kondisi hatimu. Jika hatimu lagi lagi melihat Allah, maka Allah makin seneng. Tidak berapa lama akan dikasih lagi rezekiNya lewat jalan yang lain, begitu seterusnya sampai nggak habis habis.

Kalau hatimu paham bahwa rezeki itu Allah yang ngatur maka percayalah bahwa DIA tidak akan mungkin memiskinkanmu, pasti mencukupkanmu. Ada ada saja jalan rezeki datang dari segala penjuru. Anda pasti akan banyak mengalami datangnya rezeki yang tak terduga dan dramatis.

Cuma untuk sampai di maqom ini ternyata prosesnya tidak semudah teori. Awal awal biasanya anda akan dibikin kesulitan. Semakin lama semakin sulit. Mengapa semakin sulit? Sebab dalam hatimu kebanyakan berhala dalam bentuk mahluk. Itulah yang menyebabkan hidupmu penuh dengan kesulitan.

Dalam hatimu ada bos yang kasih gaji, uang yang bisa membeli kebutuhan, ada tabungan sebagai tempat bersandar, ada tetangga yang pernah membull1, ada pelaku sihir yang pernah mendzalimi, ada pasangan yang pernah mengkhianati dan ada seribu satu mahluk lainnya. Lalu dimanakah Allah dalam ruang hatimu? Padahal selama ini kamu bilang, "hanya Allah dihatiku?". Dimana coba?

Ternyata harus kita akui Allah hanya ada dilisan saja. Paling mentok ada di akal pikiran alias tidak sampai meresap ke dalam hati. Karena nyatanya dalam hatimu dan hatiku ada terlalu banyak berhala mahluk yang menguasai.

Tidak ada masalah ketika dalam hatimu masih banyak mahluk. Sebab belajar dzikir "paham" tidak mudah, karena harus melawan ego atau dirimu sendiri. Oleh karena itu belajar dzikir ini dari hal hal yang mudah dulu. Misalnya saat ada tawaran kerja harian lihatlah dalam hatimu Allah sedang membagi rezeki. Sampai ketika tawaran kerja nggak putus putus hati anda mulai membuka diri untuk hal hal yang lain. Mengapa anda mau membuka hati? Sebab hatimu senang ketika melihat Ar Rozak atau Yang Maha Memberi Rezeki.

Ketika itulah mata hatimu mulai melihat asma asma Allah yang lain misalnya Ar Rohman. Saat itu anda mulai lebih menyayangi suami, anak, orang tua, kerabat dll dimana dilakukan semuanya karena Allah. Sehingga ketika anda menyayangi mahluk karena Allah, maka Allah akan menyayangimu lewat perantaraan mahluk. Anda jadi lebih disayang keluarga, kerabat dan tetangga. Semakin lama kasih sayang mereka semakin besar kepadamu yang membuat hidupmu makin bahagia.

Pada akhirnya anda semakin haus lalu membuka diri untuk mengenal asma Allah yang lainnya lagi misalnya Al "Afwu atau yang maha pemaaf. Atau Al Gofur yang artinya Maha Pengampun. Sehingga pelan pelan hatimu mulai memaafkan orang orang yang pernah jahat kepadamu. Semua dilakukan karena melihat Allah dibaliknya. Tidak perlu minta maaf kepada siapapun karena dzikir "paham" ini adalah rahasiamu dengan Allah saja. 

Dengan membuka hati untuk menerima Al Afwu maka hatimu yang sempit menjadi lapang. Lapang karena hatimu mampu melihat Allah dibalik segala musibah yang dahulu pernah anda alami. Yaitu musibah yang dilewatkan oleh mahluk, misalnya tetangga yang nyinyir, pelaku sihir yang dzolim, kerabat yang iri dll. Ketika anda memaafkan mahluk karena Allah, maka Allah juga akan memaafkanmu yang bisa dirasakan dalam hati yang lapang selapang lapangnya. Tidak ada lagi kemarahan, dendam, kekecewaan dan lain sebagainya. Semua berganti dengan kebahagiaan.

Sehingga ketika anda bertemu dengan tetangga yang nyinyir dadamu tidak gemuruh lagi. Anda tetap tersenyum tulus kepada mereka yang pernah menyakitimu. Mengapa anda tersenyum? Sebab hatimu tidak lagi melihat mahluk, tetapi melihat Allah dibalik mereka semua yang sedang menguji iman dan kesabaranmu.

Jika respon mereka negatif anda sudah tidak peduli lagi, sebab dalam hatimu hanya ada Al Afwu. Percayalah jika anda terus mempertahankan kondisi hatimu untuk memaafkan maka mereka yang nyinyir kepadamu akan berubah menjadi respek. Tidak hanya mereka tetapi semua orang yang melihatmu akan menghargaimu.

Mengapa demikian? Sebab dalam hatimu ada nama Al Afwu. Secara lahiriah memang mereka respek dan menghargai ketulusanmu, tetapi hakikatnya mereka semua adalah mahluk yang wajib tunduk kepada Al Afwu yang sudah memenuhi hatimu.

Beuuuuh kalau saya menjelaskan hal ini pasti berapi api dan tidak akan ada habisnya. Inilah penjelasan yang bisa anda baca oleh akalmu, tetapi sebenarnya penjelasan ini lahir dari dalam hatiku. Tulisan santapan rohani ini sebenarnya adalah kenyataan untuk melihat kondisi hatiku yang berbahagia ketika melihat ada beberapa teman dan sahabat yang mulai mengenal Allah dibalik segala sesuatu.

Artinya apa?

Artinya bagi sahabat yang tercerahkan hatinya sebenarnya yang membuka hatimu bukanlah saya pendekar langit, tetapi Allah. Mengapa hakikatnya yang memahamkanmu adalah Allah bukan saya? Sebab tulisan ini lahir dari dalam hati yang mana dalam qalbuku ada Allah yang Maha Berkalam. Ketika sudah masuk dalam hatimu maka buang nama pendekar langit dan sisakan Allah saja. 

Intinya saya seneng ketika ada sahabat yang mau dengan kerelaan hati untuk diajak kepada Allah. Bahasa Qur'annya "innaddiina 'indallaahil islaam", untuk pasrah (islam) itu nggak ada paksaan. Lebih seneng dibanding anda yang bisa ruqyah mandiri mengusir setan. Karena mengajakmu untuk melihat Allah dalam hati ibarat saya pergi ke neraka untuk mengangkat banyak manusia yang sedang terperangkap dalam kegelapan. Mengangkat mereka semua untuk kemudian masuk ke dalam surga sebagai bagian dari rahmat Allah.

Siapa yang mengangkatmu dari kegelapan kepada cahaya?

Bukan saya... Jika saya meyakini dalam hati yang melakukan adalah pendekar langit maka saya sudah sombong dan syirik kepada Allah. Secara lahiriah memang ada saya pendekar langit, tapi secara iman dalam hati yang melakukannya adalah Allah. Saya tidak melakukanya, wong hakikatnya mahluk itu tidak ada. Yang melakukan semuanya adalah Allah Yang Maha Pengasih Maha Penyayang.

So pointnya adalah, "belajar dan praktekkan dzikir ini". Yaitu ingat Allah dalam qalbumu jangan ingat mahluk. Dzikir/ ingat tanpa menyebut, tanpa bersuara. Ingatnya dalam bentuk paham berbingkai iman. Belajarlah dzikir ini dalam hal yang mudah mudah dulu. Sampai pada akhirnya anda bisa mengingat Allah dalam hal hal yang paling anda benci. 

Ketika saya dan anda berhasil membebaskan diri dari belenggu mahluk dalam hati itulah yang disebut dengan kebebasan atau kemerdekaan yang sejati. Tidak ada takut dan tidak ada lagi bersedih hati sebab semuanya sudah diserahkan kepada Allah. 

Semoga mencerahkan, share ya?

Syukron

Klinik Pendekar Langit

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Bagaimana Cara Belajar Ilmu Makrifat?

AKhir akhir ini banyak yang membahas tentang ilmu makrifat. Apa sebenarnya ilmu makrifat? Apakah belajar ilmu ini bisa jadi sakti? SImak Bag...